Mengenal Street Photography dengan Setia Nugraha

Kali ini, DesainDigital memiliki tamu yang sangat menarik, Setia Nugraha, fotografer dari Indonesia yang bermukim di Jerman. Setia Nugraha mendalami jenis fotografi yang sangat unik, Street Photography.

Wawancara

1. Hai Setia, selamat datang di DesainDigital. Silakan perkenalkan diri Anda pada para pembaca.

Hallo Jeprie, terima kasih atas interview-nya, ini merupakan suatu kehormatan bagi saya. Nama saya Setia Nugraha, kerap dipanggil Ujang (Oezank), sementara ini saya tinggal di kota Nuremberg (Nürnberg), Jerman. Profesi yang saya jalani sekarang sebagai freelance fotografer dan saya lagi menggeluti dunia blog dan desain.

setia-nugraha-street-art-2.jpg

Lanjutkan membaca Mengenal Street Photography dengan Setia Nugraha

Iklan

Wawancara dengan Theycallmeteddy

Theycallmeteddy sejak lama telah menjadi salah satu artis lokal favorit saya. Tidak banyak yang bisa saya katakan tentang karyanya, “This guy is just awesome!“.

Wawancara

1. Selamat datang di DesainDigital. Sebelumnya, silakan perkenalkan diri Anda pada para pembaca. Latar belakang pendidikan, pekerjaan, sejak kapan aktif di industri desain?

Halo, nama saya Teddy Soegiarto. Biasanya lebih familiar pake nick “theycallmeteddy”. Lulusan DKV UK Petra 2004, pekerjaan saya fulltime freelancer & ada usaha clothing line dengan merek Tee41, juga sambil sidejob freelance tutor mata kuliah komputer grafis di UK Petra. Mulai terima job desain dari 2007 sekitar semester 6 akhir nyambi kuliah, full freelance sejak pertengahan 2008 sampe sekarang.

Lanjutkan membaca Wawancara dengan Theycallmeteddy

Mengelola Jaringan Blog Desain, Wawancara dengan Eric Shafer dari CreativeFan

Kali ini saya berkesempatan untuk melakukan wawancara menarik dengan pemilik blog favorit saya, Eric Shafer dari CreativeFan. CreativeFan adalah salah satu di antara beberapa situs desain besar yang secara rutin membagikan inspirasi desain dan tutorial-tutorial berkualitas.

Wawancara

1. Beritahu kami tentang situs Anda. Presidia Creative, CreativeFan, dan semua jaringannya. Bagaimana Anda menemukan waktu untuk mengatur mereka?

Terima kasih atas kesempatan untuk berbagi sedikit tentang diri saya dan pengalaman saya dengan pembaca Anda. Presidia Creative adalah usaha awal saya ke memasuki industri blog, dimulai pada tahun 2008. Awalnya, saya telah menulis artikel tamu untuk AudioTUTS, berbagi beberapa informasi yang saya pelajari saat bekerja di sebuah studio rekaman di Chicago, saat itu aku sudah mulai mengembangkan minat dalam desain grafis dan seni digital, saya juga menikmati berbagi informasi dengan pembaca . Pada titik itu, saya hampir tidak tahu apa yang saya lakukan, kemudian aku mengenal instalasi WordPress dan theme gratis, dan baru mulai posting inspirasi seni digital. Situs ini cukup baik diterima dan saya mampu memberikan inspirasi dan sumber daya untuk pembaca setiap hari. Namun, pada akhir tahun 2009 saya mencoba membangun sebuah komunitas, saya juga tertarik dengan penerbitan tutorial dengan tema seni digital, jadi saya datang dengan konsep CreativeFan sebagai jaringan yang bisa memenuhi kebutuhan ini. Saya menyukai seni digital dan menikmati belajar 3D, lukisan, desain grafis, dan topik media kreatif lainnya, tapi aku menemukan sebagian besar tutorial di web kurang dan tidak mencakup teknik yang dapat diterapkan di lebih dari sekedar karya seni tutorial.

Jadi, pada bulan Desember tahun 2009, CreativeFan resmi diluncurkan, dimulai dengan situs utama, dan tak lama setelahnya Design.CreativeFan diluncurkan, di mana saya mempekerjakan beberapa seniman digital terbaik yang bisa saya temukan untuk menulis tentang pekerjaan mereka. Aku punya beberapa penulis rutin untuk itu, yaitu Joe Moore, seorang teman yang saya rekrut dari deviantART, dan Bruno Kenzo, seorang desainer grafis yang pekerjaannya aku temukan di sejumlah situs. CG.CreativeFan diluncurkan beberapa saat kemudian dan sudah memiliki beberapa kontribusi artikel luar biasa, favorit saya pribadi adalah tutorial matte painting dari Stas Lobachev, semua tutorial yang telah dipublikasikan sejauh ini diterima dengan sangat baik.

Mencari waktu jelas tantangan, sangat membantu untuk mengingatkan diri bahwa ada pembaca di luar sana yang mengandalkan inspirasi harian dan tutorial mingguan untuk tetap terinspirasi dan belajar hal-hal baru, komunitas adalah faktor terbesar yang membuatku terus berjalan.

Mengelola Jaringan Blog Desain, Wawancara dengan Eric Shafer dari CreativeFan

2. Berdasarkan pengalaman Anda menjalankan situs-situs tersebut, apa rahasia dari sebuah blog sukses?

Untuk blog sukses, ada beberapa karakteristik utama yang saya temukan. Pertama, blog harus menyediakan konten yang berkualitas dan asli. Bahkan jika itu hanya murni kumpulan daftar-daftar, penting untuk memberikan sesuatu yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Jadi, apakah Anda menemukan tutorial yang belum dilihat orang lain, menerbitkan tips atau trik, atau tutorial Anda sendiri, sangatlah penting untuk memberikan aspek unik pada artikel. Yang kedua adalah promosi situs. Adalah kenyataan menyedihkan bahwa blog dan situs terbaik di internet sering kali tidak diperhatikan, karena mereka tidak bisa ditemukan melalui search engine atau media sosial. Setelah Anda memiliki beberapa konten bagus, Anda harus menyebarkannya. Berita Komunitas, media sosial, dan SEO adalah cara bagus untuk melakukan ini. Terakhir, Anda harus mendedikasikan diri pada apa yang Anda lakukan. Pilih niche yang Anda sukai, tetap menerbitkan artikel secara terjadwal, dan Anda akan mencapai pada cukup keberhasilan dalam blogging.

3. Apakah blogging hanya hobi atau telah menjadi bisnis bagi Anda? Apa yang terbaik tentang blogging menurut pendapat Anda?

Blogging bagi saya sekarang adalah campuran antara bisnis dan hobi. Saya berharap CreativeFan dan Presidia Creative bisa menyediakan dukungan keuangan bagi saya untuk mengurusinya full time, namun saat ini, dengan biaya tutorial dan lainnya, belum sampai ke titik itu. Namun, dengan situs berikutnya dan lebih banyak usaha, seiring dengan pertumbuhan traffik situs dan periklanan, mudah-mudahan bisa sampai ke tingkat itu. Pada akhir hari bagaimanapun juga, saya lebih suka memberikan tutorial bagus yang dihargai orang-orang. Mengetahui bahwa Anda berkontribusi kepada komunitas dan membuat orang terinspirasi, termotivasi, dan bahagia adalah bagian terbaik dari blogging.

Mengelola Jaringan Blog Desain, Wawancara dengan Eric Shafer dari CreativeFan

4. Anda posting begitu banyak inspirasi di situs. Di mana Anda menemukan inspirasi untuk berbagi?

Saya menemukan inspirasi di mana-mana, dari situs seni besar, blogger lain, update teknologi, teman, dan bisa dikatakan di mana saja. Saya mengawasi banyak orang di deviantART, membaca posting inspirasi setiap hari di manapun saya temukan, dan saya benar-benar aktif di media sosial, jadi di sanalah saya cenderung menemukan sebagian besar inspirasi saya. Sebuah posting biasanya dimulai penelitian SEO tentang kata kunci yang ditargetkan, atau lebih sering, sebuah karya seni sangat keren muncul dalam account deviantART saya. Satu karya seni saja bisa menjadi inspirasi bagi sebuah tulisan, selama saya dapat menemukan beberapa contoh lain dari efek, topik atau gaya serupa.

Mengelola Jaringan Blog Desain, Wawancara dengan Eric Shafer dari CreativeFan

5. Anda sangat aktif di media sosial dengan 3.000 pengikut twitter dan 1.000 follower di Digg. Apakah Anda memiliki tips atau trik media sosial untuk dibagi?

Media sosial adalah salah satu hal di mana Anda memperoleh apa yang Anda masukkan ke sana. Pada dasarnya, jika Anda berada di sana untuk spam atau mempromosikan konten yang tidak berguna, Anda tidak akan melihat keberhasilan apapun. Tapi, jika Anda bekerjasama dengan orang-orang yang berdedikasi untuk menyediakan posting kualitas, dan kemudian Anda berkontribusi materi Anda sendiri, Anda akan melakukannya dengan sangat baik. Jadi, jika Anda berada di Twitter, jangan hanya tweet link Anda sendiri, di Digg, jangan mengirimkan semua posting Anda sendiri. Sangat mudah untuk mulai mengejar lalu lintas dan pendapatan, namun dalam jangka panjang, Anda tidak akan berhasil. Orang sering membanggakan bahwa mereka tahu beberapa trik rahasia untuk mengontrol media sosial, tetapi dalam kenyataannya, tips terbaik adalah sederhana, yaitu akal sehat. Aktiflah, berbicara dengan orang lain, berbagi kualitas, dan Anda akan membangun jaringamu sendiri.

6. Saya telah melihat pekerjaan 3D Anda di deviantart, Anda juga menulis di Audiotuts. Apakah Anda tipe penguasa banyak hal? Apakah anda bakat tersembunyi lain di kepala Anda?

Yah, secara formal, pendidikan saya adalah teknologi komputer dengan fokus sistem informasi, jadi saya sudah banyak bekerja dengan desain perangkat lunak dan database, tetapi dalam waktu senggang, saya senang belajar hal-hal baru dan menantang diri saya sendiri. Kreativitas dan kemampuan artistik sebenarnya dua tantangan terbesar bagi saya, karena saya cenderung lebih berorientasi teknologi. Di tahun pertama kuliah, saya mulai bekerja dengan produksi audio hanya karena rasa ingin tahu, kemudian saya magang di sebuah studio rekaman lokal di pinggiran kota Chicago selama liburan, belajar banyak dari insinyur dan salah satu produsen yang menyewa ruang di sana. Jadi, menggunakan pengetahuan itu, saya terus belajar sendiri, kemudian mulai bekerja untuk AudioTUTS+ karena saya menemukan bahwa banyak orang yang tertarik dalam produksi audio, tapi karena ini bidang sulit untuk memulai, ada banyak permintaan untuk pengetahuan yang saya miliki. Ketika bekerja untuk mereka, saya juga mengambil sedikit minat dalam desain web & grafis, melakukan sedikit desain web freelance selain mencoba untuk menciptakan karya seni terkait ruang angkasa. Seiring waktu, saya terus memperbaiki minat saya dan belajar lebih banyak, sekarang saya akan mengatakan bahwa saya tertarik dalam media kreatif secara keseluruhan, dari desain, musik, blogging dan seni.

Salah satu hal terbaik tentang internet adalah ada jutaan informasi di luar sana tersedia dan siap diakses, apakah itu melalui situs seperti CreativeFan, atau hanya di Wikipedia. Jika Anda ingin tahu bagaimana sesuatu bekerja, bagaimana melakukan sesuatu, atau berharap Anda bisa melakukan sesuatu, tinggal browsing web dan Anda akan menemukan bahwa Anda tidak sendirian, banyak orang yang memiliki minat yang sama dan ada pelatihan sumber daya untuk itu. Sebagai contoh, sekarang aku sedang belajar bermain piano, karena pengetahuan musik penting untuk produksi audio secara keseluruhan. Hanya dari browsing YouTube, aku telah menemukan banyak video berisi teknik dan teori musik yang berguna.

Jadi, mudah-mudahan saat aku terus tumbuh, saya bisa terus menambahkan pengetahuan dan keterampilan ke kotak peralatan saya, dan terus memberikan banyak inspirasi, pelatihan dan bantuan melalui CreativeFan dan Presidia Creative.

Sekali lagi, terima kasih Mohammad dan semua pembaca di Desain Digital.

Mengelola Jaringan Blog Desain, Wawancara dengan Eric Shafer dari CreativeFan

Anda bisa menemukan Eric Shafer di situs-situs berikut:

Terima kasih pada Eric yang sudah meluangkan waktunya berbagi pengalaman dengan komunitas DesainDigital. Mudah-mudahan wawancara ini menginspirasi kita dan komunitas desain lainnya untuk terus berbagi.

Sukses Lewat Berbagi, Wawancara dengan Nurudin Jauhari

Ada banyak cara untuk sukses dalam bisnis di internet. Ada yang mengandalkan iklan dan sebagian lagi bekerja freelance. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa berbagi resource-resource desain ternyata juga bisa menghasilkan. Contohnya adalah Nurudin Jauhari yang sukses lewat berbagi theme wordpress gratis. Di sini, saya berbincang banyak tentang pengalaman Nurudin Jauhari dalam berbagi dan apa yang diperolehnya dari proses itu.

1. Selamat datang di DesainDigital. Sebelum mulai, silakan perkenalkan diri Anda pada para pembaca. Mungkin dengan sekilas profil, pekerjaan saat ini, atau cerita tentang keluarga.

Saya anak kelima dari 6 bersaudara (laki laki semua), saat ini saya aktif sebagai petani di Desa Ponjong Gunungkidul Yogyakarta. Terlepas dari itu saya juga mencangkul di dunia maya entah itu sebagai content writer maupun theme designer.

Wawancara dengan Nurudin Jauhari

2. Anda dikenal sebagai pembuat theme wordpress karena saking banyaknya mengeluarkan theme-theme gratis. Berdasarkan pengalaman Mas Jauhari, apa saja yang diperoleh dari sharing di internet?

Yang jelas Ilmu, karena satu-satunya hal yang bisa kita lakukan tanpa mengurangi kepemilikan kita hanyalah ilmu, yang kedua relasi dan juga klien baru.

Saya tidak menyangka kalau dengan berbagi bisa mendatangkan banyak teman, banyak client dan juga network. Yang lebih jelas juga. Pengetahuan terus bertambah..

3. Saat ini banyak orang yang menganggap saking banyaknya resource desain gratis, theme gratis, font gratis, dst, peluang kerja mereka jadi makin sempit. Bagaimana menurut Anda?

Asal kita bisa mengambil ceruk yang tepat, semua itu bisa menjadi peluang yang indah. Bersaing sehat dan bersaing terhormat. Kalau kita cermati setiap desainer, musikus, atau bidang apapun selalu punya penggemar sendiri sendiri, begitu juga dengan desain web/theme ini.

4. Apakah pembuatan theme sudah bisa menjadi sebuah pekerjaan yang menjanjikan? Sebesar apakah peluangnya bagi para pemula?

Bisa iya bisa tidak, asalkan fokus saya rasa sangat menjanjikan. Terus terang saya belum fokus untuk bikin premium2 theme seperti WooThemes dan kawan kawan. Tapi kalau Anda mau menengoknya saya rasa itu bisnis yang luar biasa.

Terlebih pengguna internet / blogger semakin meningkat setiap hari dan tentu saja.. tidak semua bisa desain kan? Itu suatu peluang yang indah.

Wawancara dengan Nurudin Jauhari

5. Saat ini, skill apa saja yang perlu dimiliki desainer agar tetap menonjol dibanding yang lain?

Kemampuan membaca masa depan xD. Maksud saya bisa membaca trend dan kalau perlu menciptakan tren, Kalaupun kita kebawa arus dari trend desain yang sudah ada.. bikin sesuatu pembeda yang membuat kita lebih unik.

Ada juga pepatah yang bilang, AMATI > MODIFIKASI > KEMBANGKAN > NEW PRODUK.

6. Sebutkan lima situs favorit Anda?

Terus terang saya belum mempunyai web favorit karena tiap hari mood saya berubah, tapi setidaknya kalau harus jujur memilih hanya Google, karena semua berawal dari sini. Kalau situs situs lain hanya sebagai penambah info saja seperti

Ups, Saya juga sering buka Desain Digital lo, semoga lebih banyak desainer Indonesia yang mau berbagi seperti ini. 😉

7. Terakhir, ada saran bagi mereka yang ingin terjun ke industri desain theme wordpress?

Tak ada kata yang terlambat dan mulai dari sekarang. Bikin sesuatu yang berbeda dan jangan copy paste.

Wawancara dengan Nurudin Jauhari

Anda bisa menemukan Nurudin Jauhari di situs-situs berikut:

Wawancara dengan Desainer Kaos, Mumolabs

Kali ini, DesainDigital menampilkan satu lagi desainer lokal, Rayi Christian Wicaksono a.k.a mumolabs. Desain yang digelutinya cukup unik, desain kaos. Di wawancara ini, saya menggali beberapa informasi terkait bidang desain kaos, mudah-mudahan menambah wawasan kita semua.

Wawancara

1. Selamat datang di DesainDigital. Sebelumnya, silakan perkenalkan diri Anda pada para pembaca. Profil singkat, awal terjun ke dunia desain, pekerjaan saat ini, dst.

Hello DesainDigital, nama saya Rayi Christian Wicaksono, seorang digital illustrator. Biasa dipanggil mumo :D. Lahir dan tinggal di Jogjakarta selama -+ 23 tahun. Saya seorang otodidakers di bidang desain karena belum pernah belajar di jurusan desain atau seni. Awal mula mengenal desain saat memesan stiker di rumah produksi daerah Lempuyangan sekitar tahun 2003, terus tanya mas tukang settingnya. “Itu pake software apa mas?” Jawabnya “CorelDraw mas”, langsung deh install tu program. Sejak itu selalu mencari tutorial lewat internet dan coba-coba. Mulai menekuni dengan serius awal tahun 2006. Pekerjaan? masih belum, Saat ini sedang berusaha meluluskan diri dari kampus :D.

mumolabs-01.jpg

Lanjutkan membaca Wawancara dengan Desainer Kaos, Mumolabs

Wawancara dengan Steven Snell, Pemilik Vandelay Design dan Vandelay Premier

Hari ini DesainDigital beruntung karena memiliki kesempatan langka untuk menggali informasi dari salah satu desainer terkemuka level dunia, Steven Snell. Steven Snell adalah pendiri dua blog besar di dunia desain, VandelayDesign dan DesignM.ag. Steven juga sempat aktif menulis di beberapa situs besar seperti Smashing MagazineFreelance Switch, Psdtuts+, dan WebdesignerDepot. April 2010, Steven menjual blognya, DesignM.ag dengan harga yang sangat spektakuler, $50.000. Kini Steven memulai projek baru di Vandelay Premier.

wawancara dengan Steven Snell, Pemilik Vandelay Design dan Vandelay Premier

[hr]

Wawancara

1. Hai Steven, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk melakukan wawancara ini. Mari mulai dengan perkenalan singkat. Dari mana asal Anda? Apa latar belakang Anda? Pekerjaan? Sudah berapa lama aktif di bidang ini?

Sama-sama Mohammad. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Saya saat ini tinggal di (USA), Saya pindah dari New Jersey satu bulan lalu. Saya menjalankan Vandelay Design, yang sekarang di dalamnya termasuk juga Vandelay Premier. Saya memulai Vandelay Design sekitar 3 atau 4 tahun lalu dan sebelumnya saya juga sempat menjalani kerja mendesain paruh waktu, terutama untuk teman dan keluarga.

2. Anda dulu bekerja full time dan sekarang berkarir sebagai desainer freelance. Ditambah lagi, background Anda bukan desain. Seberapa sulitkah untuk membuat keputusan ini? Apa saran Anda bagi mereka yang ingin memulai karir freelance?

Betul sekali. Sebetulnya saya sempat bekerja full time sebagai auditor selama beberapa tahun dan mulai menjalani pekerjaan paruh waktu mendesain dan blogging sebelum berhenti total dan memutuskan freelance sepenuhnya. Saya memulai desain web lebih sebagai sebuah hobi, namun saya juga melihat ada banyak kesempatan di dalamnya, tidak sekadar desain tapi juga bisnis online secara umum. Setelah beberapa tahun bekerja di orang lain saya memiliki hasrat kuat untuk mandiri, kombinasi dari desain web  dan blogging memungkinkan itu terjadi.

Berhenti dari kerja full time saya tidaklah sulit. Saya sudah bisa menghasilkan cukup uang dari pekerjaan sampingan saya, sehingga saya merasa percaya diri untuk melakukan lompatan lebih jauh tanpa ada resiko secara finansial. Saran saya pada yang lainialah untuk memulai freelance ketika masih memiliki pekerjaan full time, jika memungkinkan. Ini akan mengurangi tekanan karena Anda tidak harus menghasilkan banyak uang dengan segera, baru ketika merasa siap Anda bisa mulai beralih ke freelance full time.

3. Sebagai freelancer full time, hal apa yang paling Anda sukai? Apa saja tantangannya dibandingkan dengan kerja full time?

Beberapa hal yang paling saya sukai adalah fleksibilitas dan banyaknya kemungkinan. Sekarang, saya memperoleh penghasilan dari kerja dengan klien, penjualan iklan di blog, and akhir-akhir ini dari program keanggotaan di Vandelay Premier, Jadi, setiap hari saya bisa memilih pekerjaan yang ingin saya lakukan, tanpa ada boss yang memaksakan apa yang harus dilakukan. Saya bisa bepergian dan masih tetap bekerja (sekarang saya mengetik wawancara ini di kamar hotel), dan yang paling penting, saya memilih kontrol penuh pada masa depan saya dan potensi pendapatan yang diperoleh. Sebagai seorang pekerja, saya dibatasi dengan kenaikan gaji yang sangat minim dan kenaikan karir hanya mungkin jika ada posisi kosong. Tahun terakhir masa kerja saya adalah ketika kondisi perekonomian mulai menurun, waktu itu sangat sulit untuk memperoleh tanggapan bagus dari boss hanya untuk memperoleh sedikit kenaikan gaji karena perusahaan sangat membatasi kenaikan gaji di setiap pegawai. Saya ingin memiliki lebih banyak kendali pada penghasilan yang saya peroleh, dan saya juga memiliki lebih banyak motivasi untuk bekerja keras dan melakukan yang terbaik.

Tantangan freelance bagi saya adalah mempertahankan keseimbangan kerja dan kehidupan. Sangat mudah untuk bekerja dalam waktu lama tapi itu bukan kebiasaan baik dan tidak baik untuk ke depannya. Tantangan lain adalah manajemen waktu. Saya memiliki banyak pekerjaan di satu waktu, tapi saya juga butuh waktu mengurusi hal-hal terkait menjalankan bisnis, mengatur keuangan, atau mempersiapkan rencana bisnis jangka panjang. Saya juga harus meningkatkan kemampuan saya, dan sering kali sulit menemukan waktu untuk mengikuti tutorial atau sekadar bereksperimen sendiri.

wawancara dengan Steven Snell, Pemilik Vandelay Design dan Vandelay Premier

4. Ada berapa situs yang Anda jalankan sekarang? Bagaimana cara Anda mengatur waktu untuk mengurusnya?

Saya menjalankan Vandelay Design dan Vandelay Premier, ditambah saya juga memiliki jaringan 8 situs termasuk di dalamnya 6 galleri yang di-update hampir setiap hari. Bahkan, saya baru saja menambahkan kedelapan jaringan situs itu ke Flippa, mudah-mudahan bisa segera terjual. Menemukan waktu untuk menjalankan segalanya tidaklah mudah, itu sebabnya saya putuskan untuk menjual situs-situs itu and menggunakan semua waktuku untuk Vandelay Design dan Vandelay Premier. Sekitar empat bulan lau, saya juga menjual DesignM.ag, yaitu blog yang saya mulai dua tahun lalu. Saya menjualnya karena saya akan meluncurkan Vandelay Premier dan saya butuh waktu ekstra untuk menjalankannya.

5. Berdasarkan pengalaman Anda menjalankan beberapa blog besar, apa rahasia dari blog sukses? Tidak saja populer tapi juga menguntungkan secara finansial.

Saya kira kunci dari membangun blog sukses/populer adalah fokus pada konten, dan menjalankannya dengan konsisten. Saya telah melihat banyak blog dalam beberapa tahun yang memiliki banyak potensi, tapi si blogger kehilangan minat atau tidak memiliki cukup kesabaran. Membangun blog butuh waktu, terutama jika Anda menjalankannya sendirian dan tidak mengeluarkan dana untuk iklan. Anda harus bekerja keras sebelum mulai melihat hasilnya, tapi sesudah menghasilkan itu akan setara dengan penantian yang Anda lakukan.

Untuk membangun blog yang menguntungkan, saya kira salah satu caranya adalah dengan tidak terburu-buru memonetisasi. Di blog Vandelay Design, saya mulai memasang iklan setelah memiliki lebih dari 100.000 pengunjung per bulan. Di titik itu, sangat mudah untuk menjual iklan karena ada banyak pengiklan yang sudah lama tertarik tapi belum bisa membeli iklan. Saya kira penting juga untuk melangkah ke belakang dan melihat semua kemungkinan yang ada setiap saat. Jangan terjebak dengan hanya menjual banner iklan sebagai satu-satunya metode monetisasi. Gunakan waktu Anda untuk memikirkan cara memonetisasi situs dan jangan ragu untuk bereksperimen.

6. Jika Anda harus memilih antara mendesain dan blogging, apa yang akan Anda pilih? Mengapa?

Mungkin saya akan jawab mendesain, tapi saya tetap ingin bisa bekerja di projek pribadi dan sekaligus mendesain untuk klien. Blogging sangat menyenangkan, tapi tidak selalu mudah untuk memiliki ide bagi posting blog.

7. Saya perhatikan Anda fokus pada website gereja and saya yakin Anda termasuk orang yang religius. Apa keyakinan beragama adalah faktor kuat dalam kesuksesan Anda?

Keyakinan saya (saya beragama kristen) adalah alasan dari semua yang saya lakukan. Saya mencoba untuk bekerja keras dan mempercayai Tuhan dengan segenap detailnya, dan Dia selalu membimbing saya.

8. Pertanyaan terakhir. Bisakah berbagi saran bagi mereka yang ingin mengikuti jejak kesuksesan Anda?

Saran saya adalah untuk bekerja keras dan jangan menyerah. Seperti saya sebutkan di atas, saya telah melihat banyak blogger (di niche desain maupun niche lainnya) yang memiliki potensi besar, tapi mereka tidak ingin melakukan pekerjaan yang semestinya untuk memperoleh kesuksesan. Jika blogging atau desain hanyalah sekadar hobi bagi Anda, maka bagus, nikmatilah. Tapi jika kamu ingin menjadikan itu sebagai karir, jangan biarkan permulaan yang lambar membuat Anda putus asa, tetaplah memperbaiki diri dan akhirnya Anda sampai pada tujuan. Bahkan sekarang, di saat saya memiliki karir yang sungguh saya nikmati, saya tetap memiliki banyak hal yang harus saya perbaiki. Saya tetap mencoba untuk selalu fokus memperbaiki diri.

[hr]

Portfolio

Anda bisa menemukan Steven Snell di situs-situs berikut:

[hr]

Penutup

Steven, terima kasih atas waktu Anda. Saya harap pengalaman Anda membantu komunitas desain lokal di Indonesia. Tidak banyak blog desain lokal di Indonesia, jadi saya yakin wawancara ini akan menjadi resource yang berguna bagi kami.

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Jika berbicara tentang kreativitas, Jogjakarta dan Bandung adalah dua kota yang cukup menonjol. Kali ini, saya berkesempatan berbincang-bincang dengan seorang seniman visual lokal yang saya kenal dari Creattica, Pramono Hadi Sigit a.k.a Streetatmosphere. Guess what, ternyata dia orang Jogja.

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Selamat datang di DesainDigital. Sebelum mulai, silakan perkenalkan diri Anda, biografi singkat, latar pendidikan, dan bagaimana awal mula terjun ke dunia desain.

Nama saya Pramono Hadi Sigit, biasa dipanggil Pramono, lahir dan tinggal di Jogjakarta sejak 20 tahun lalu, saat ini masih aktif kuliah di Teknik Informatika, UII Jogjakarta. Sebenarnya saya tidak pernah sekolah di jurusan desain, seni, atau sejenisnya, semuanya berawal dari otodidak. Sejak di bangku SMA sudah senang dengan desain grafis, mulai dari desain t-shirt sampai edit-edit foto sederhana. Tetapi saat kuliah saya dikenalkan digital art yang lebih luas oleh teman saya, Tragic Ryan (bringyourhate) dan Bamash Satria (bamfortheash). Sejak saat itu saya lebih tertarik dan mulai lebih mendalami digital art.

Saya tertarik dengan karya Anda di Creattica, See U at The Golden Screen. Bisa dijelaskan konsep di balik pembuatannya?

Berawal dari menonton acara-acara ajang pencarian bakat yang marak di televisi, membuat saya berpikir tentang bagaimana perjuangan, semangat, mimpi, dan harapan orang-orang yang ingin menjadi ‘terkenal’ , wanna be a star, bisa muncul di televisi, dan kaya. Tak peduli dia disebut artis instan atau memang sudah matang. Hukum alam yang akan menentukan siapa yang bisa bertahan dan siapa yang tenggelam. 😀

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Saya melihat juga text art yang cukup unik, escape. Apakah Anda mendalami desain 3D juga?

Sebenarnya saya belum menemukan style sendiri, dan manusia memang seharusnya tidak berhenti belajar selama hidupnya, sehingga saya masih ingin mengeksplor banyak style desain yang lain, salah satunya 3D. Saat ini saya memang sedang tertarik belajar 3D, mulai dari modelling di software 3D sampai menyatukannya dengan Photoshop. Yaah..mungkin saat ini masih terbatas modelling yang sederhana saja.

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Bisa berbagi tips untuk para pembaca yang ingin mendalami desain?

Terus memotivasi diri untuk belajar, sering-sering melihat referensi dari desainer-desainer lain, mencoba hal–hal yang baru, dan tidak melulu di depan komputer terus, karena ada banyak inspirasi di lingkungan sekitar kita! 🙂

Beberapa karya lain Streetatmosphere:

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Anda bisa menemukan Streetatmosphere di situs berikut:

Terima kasih pada Streetatmosphere yang telah meluangkan waktunya berbagi di situs ini. Mudah-mudahan wawancara singkat ini memotivasi kita untuk terus berkarya lebih baik.

Wawancara dengan Richard Fang dari Jurus Grafis

Kali ini, saya berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan Richard Fang. Saya yakin sebagian dari Anda sudah mengenalnya dari situs Jurus Grafis. Di sini, saya bertanya beberapa hal terkait keahlian Richard, desain web.
[hr]

Wawancara

Hai Richard, sebelum mulai silakan perkenalkan diri Anda pada pembaca DesainDigital.

Halo, nama saya Richard Fang. Saat ini saya menggeluti bidang web desain, terutama web interface. Sedang menjalani hidup sebagai freelancer dan menggunakan waktu luang saya untuk menulis di blog personal, richardfang.com dan Jurus Grafis.

Bisa berbagi dengan kami bagaimana Anda memulai karir freelance sebagai seorang desainer web?

Saya mempunyai ketertarikan terhadap dunia web (multimedia) pada saat kuliah dulu, tetapi karena kurangnya “asupan” yang diberikan oleh universitas, saya sempat mengganggap web itu tidak terlalu penting, belum lagi pada saat itu juga internet belum se-mainstream seperti sekarang. Akhirnya saya berkarir sebagai graphic designer (khusus print) selama 2,5 tahun di Thinking Room.

Hingga suatu hari saya ditawari projek web desain, yaitu mendesain sebuah website komunitas musik (mungkin bisa di bilang start-up), sayangnya start-up tersebut gagal bertahan. Tapi saya sudah terlanjur menyukai dan mendalami web desain. Saya merasa menemukan bidang yang paling pas dalam karir saya.

Sejak itu saya mencoba kemampuan di 99designs. Akhirnya mulai mendapatkan klien tetap dari sana, jadi saya tidak perlu mengikuti kompetisi lagi. Di situlah titik saya merasa menjadi freelancer sampai sekarang.

Wawancara dengan Richard Fang

Setahu saya, Anda tidak bergulat di coding tapi lebih fokus pada desain mockup di Photoshop. Sebaliknya, masih ada desainer web yang mengabaikan Photoshop sama sekali. Bagaimana menurut Anda?

Menurut saya keduanya sangat penting. Saya mempunyai analogi seperti ini, website = pesulap.

Pertama, tentu teknik pesulap tersebut harus bagus dan tidak terpikirkan oleh penonton. Bagian ini bisa di bilang back end, coding dan hal lainnya yang tidak terlihat oleh user. Dan saya yakin 90% user tidak peduli dengan seberapa rumit kode yang di buat. Yang penting kalau mereka klik suatu tombol maka harus keluar apa yang dijanjikan oleh tombol tersebut.

Kedua, penampilan pesulap itu sendiri. Mulai dari gaya bicara, gaya berpakaian, attitude, atau bahkan sang asisten yang seksi. Nah, itu adalah sisi desain dari website (layout, tipografi, interface, arsitektur informasi dll). Bagian inilah yang memberikan experience kepada user.

Jadi kedua bagian itu harus saling mendukung, kita tidak bisa menitik beratkan pada salah satunya saja.

Sebagai tambahan, sekarang ini copywriting dan konten juga menjadi hal yang krusial. Karena ini adalah jiwa dari website tersebut. Percuma desain dan teknik kode yang bagus tetapi konten dan “cara berbicara” nya tidak bagus. Pada akhirnya kontenlah yang di cari oleh user.

Untuk menghasilkan desain mockup yang bisa diubah ke format HTML, aspek apa saja yang diperlukan?

Yang pasti pembagian layer harus jelas. Layer mana yg bisa di satukan dan mana yang tidak. Sebagai contoh, saya biasa memisahkan tombol dalam 2 folder. 1 folder normal, 1 folder hover. Ini akan memudahkan proses slicing nantinya, dan tentu saja hasilnya akan sama seperti yang kita desain dan rencanakan.

Lalu yang tidak kalah penting adalah penamaan layer. Selain untuk dokumentasi pribadi, ini akan memudahkan kalau ada bagian yang ingin di ganti san memudahkan sang coder yang akan meng-kode desain kita tersebut.

Ketika mendesain mockup di Photoshop, kita bebas melakukan apa pun. Masalahnya, belum tentu desain itu bisa dieksekusi oleh programmer dengan baik. Bagaimana mencegah ini terjadi?

Sebelum mendesain kita harus memikirkan kira-kira teknik / fungsi apa yang akan ada di website kita. Dari sana biasanya kita bisa mendiskusikan dulu dengan coder. Kalau perlu kita mencari referensi dari website lain. Teknik kode sekarang sudah sangat maju, menurut saya hampir semua yang kita bayangkan itu memungkinkan untuk dikode.

Faktor lain adalah platform yang akan kita gunakan nanti, wordpress, joomla atau expression engine? Karena terkadang platform bisa memberikan batasan juga, jadi sebaiknya kita melakukan riset dulu.

Berusahalah memahami cara pikir programmer/coder, percayalah itu tidak akan membatasi kreatifitas, malah membuat kita menjadi semakin kreatif.

Wawancara dengan Richard Fang

Kira-kira tipe desain web seperti apa yang akan trend tahun ini? Silakan beri juga contohnya jika ada.

Kalau tahun ini, minimalist dan agak sedikit grunge masih akan menjadi trend. Tapi kalau saya perhatikan, desain-desain yang bergaya seperti print (tidak menggunakan layout yang standar) juga mulai mendapat perhatian.

Selain itu, detail-detail kecil mulai menjadi perhatian, seperti tekstur yang sangat soft, garis 1 pixel, status hover dan lainnya. Untuk contohnya mungkin bisa berkunjung ke dribbble.

Menurut Anda, apa saja wow factor yang bisa membuat desain sebuah terlihat unik dan khas?

  1. Visual. Siapa yang tidak suka dengan visual yang bagus? 🙂 Semua pasti suka dan kalau hasilnya unik pasti menjadi faktor wow tersendiri.
  2. Konten yang tidak bisa / jarang di temukan di website lain. Faktor wow yang ini memang tidak seheboh wow secara visual, tetapi akan lebih membekas di otak kita.
  3. Tipografi. Kenyamanan membaca adalah hal yang kita cari kalau sedang melihat website.

Sebutkan beberapa situs favorit Anda!

  1. Unmatchedstyle
  2. FWA
  3. HootSuite (favorit saya sejak mereka pertama kali release :D)
  4. UX Booth
  5. UsabilityPost

Terakhir, ada saran bagi para desainer web atau yang ingin memulai karir sebagai desainer web?

Selalu perhatikan trend (desain dan code), pelajari dan buat sesuatu yang lain dari trend itu. Atau buat sesuatu yang mengikuti trend namun lebih bagus 100 kali. Dan jangan lupa untuk melakukan personal branding di dunia maya.
[hr]

Portfolio

Anda bisa menemukan Richard Fang di situs berikut:

[hr]
Terima kasih pada Richard Fang yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi di sini. Semoga wawancara ini bermanfaat bagi kita semua.

Wawancara dengan Wenart Gunadi

Minggu lalu saya telah memperlihatkan beberapa gambar dari Wenart Gunadi. Sekarang di post ini saya berkesempatan ngobrol dengan Wenart langsung. Saya bertanya beberapa hal tentang desain karakter, teknik menggambar, dan hal menarik lain tentang desain yang tidak saya ketahui. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

wawancara dengan wenart gunadi

Hai Wenart. Terima kasih atas kesediaan Anda melakukan wawancara ini. Sebelum dilanjutkan, silakan perkenalkan siapa Anda dan aktivitas yang Anda lakukan.

Nama saya wenart, lengkapnya Wenart Gunadi, tp biasa dipanggil wen atau wenart aja, biasanya orang mengira `Wenart` ialah nickname atau nama palsu saya, namun ini benar-benar nama asli saya. Lulus dari perguruan tinggi swasta surabaya pada tahun 2006 jurusan DKV dan sekarang berwiraswasta di bidang game,illustrasi, dan terkadang juga design-photography walau terhitung cukup jarang sekarang.

wawancara dengan wenart gunadi

Saya melihat galeri Anda di deviantArt dan saya sangat terkesan melihatnya. Kelihatannya Anda banyak fokus pada ilustrasi dan desain karakter. Bisa diceritakan software apa yang digunakan dan bagaimana proses kreatif di balik pembuatan karya-karya Anda.

Yah, cukup banyak yang desain karakter dalam galeri saya karena cukup banyak klien yang meminta memvisualisasikan karakter mereka dimana para klien tidak memiliki background sebagai illustrator sehingga mereka kesulitan dalam memvisualisasikan. Software yang saya gunakan sering kali adalah Photoshop, dan soal proses kreatif dibalik pembuatan karyanya . . . . tidak terlalu ada yang spesial menurut saya, karena prosesnya mirip dengan proses menggambar manual namun bedanya disini kita tak akan pernah kehabisan pensil warna, cat dan lain-lainnya, hanya mungkin saya cukup memberi perhatian khusus pada pilihan warna yang digunakan dan pencahayaan agar sebuah illustrasi sederhana dapat terlihat lebih estetik.

wawancara dengan wenart gunadi

Bagaimana akhirnya Anda bisa mendalami karir ini?

Bermula dari hobby yang akhirnya menjadi pekerjaan tetap, pada awalnya saya mendalami bagian design advertising pada tahun-tahun pertama kuliah, namun karena terbentur satu dua hal dan prosesnya ternyata cukup rumit, akhirnya saya banting stir ke bagian illustrasi dimana prosesnya lebih simple, dan dengan tidak diduga, ternyata saya cukup enjoy di bidang ini.

wawancara dengan wenart gunadi

Dari mana Anda biasa mencari inspirasi untuk projek gambar Anda?

Inspirasi kalau saya biasanya datang dari dua tempat, yang pertama dari klien, yang kedua datang dari kamar mandi, kurang lebih secara istilah saja “kamar mandi” yg berarti biasanya datang secara tidak terduga ketika kita sedang beraktivitas atau sedang menunggu sesuatu. dimana bisa juga berarti inspirasi bisa datang dari mana-mana.

wawancara dengan wenart gunadi

Menggambar adalah proses yang rumit dan tidak semua orang bisa melakukannya. Ada tips bagi mereka yang ingin belajar menggambar secara digital? Selain itu, adakah perbedaan signifikan antara menggambar tradisional dan digital?

Kalau soal tips-tips, saya hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh senior-senior saya: Belajar sabar, sering latihan, sering-sering menambah wawasan (membaca buku, berita, merkomunikasi dan lain lain), punya kemauan keras untuk belajar dan sering-sering lah berkumpul dengan para senior untuk menimba ilmu, jangan mendekam di rumah terus atau di studio anda untuk menggambar, share hasil karya anda untuk di beri kritik dan masukan.

Soal perbedaan antara tradisional dan digital . . . tidak ada perbedaan yang cukup berarti dalam proses, hanya saja di digital kita tidak perlu takut ketika melakukan kesalahan (ada Ctrl+Z) dan kita bisa memproduksi illustrasi kita secara masal, dan kita memiliki banyak tool untuk mengedit karya kita agar bisa terlihat lebih estetik, selebihnya teorinya tetap saja sama, seperti perspektif, proporsi, pemilihan warna dan teori dasar menggambar lainnya.

wawancara dengan wenart gunadi

Bagaimana menurut Anda perkembangan ilustrasi di Indonesia?

Ada perkembangan yang cukup pesat dalam 3 tahun terakhir ini, dimana mulai muncul banyak studio studio kecil dengan klien internasional, ada senior-senior yang kembali menimba ilmu di luar negri yang kembali ke Indonesia dan membangun studio mereka sendiri, dimana menginspirasi para illustrator muda untuk memuat studio mereka sendiri juga, dengan adanya kemajuan teknologi internet maka semua proses jauh lebih mudah.

wawancara dengan wenart gunadi

Bisa diceritakan tentang smallfarm studio?

Smallfarm adalah studio tempat saya bekerja sekarang, sebuah independent game studio yang berlokasi di disurabaya, silahkan mengunjungi webnya smallfarmstudio untuk lihat game-game yang telah kita buat.

wawancara dengan wenart gunadi

Ada kata-kata terakhir bagi para pembaca? Mungkin tips, saran, pesan, atau quote.

Yah mungkin saya meng quote kalimat yang saya dengar beberapa waktu yg lalu “bad artist always blame their tools”, karena orang-orang pada umumnya beranggapan artist yang memiliki fasilitas lebih lah yang bakal menelurkan karya yang lebih bagus, seperti penggunaan photoshop, drawing tablet (wacom). banyak kalangan awam (dan beberapa artist) beranggapan bahwa artist digital dan pengguna tablet bisa dijadikan alasan sebuah karya bisa menjadi bagus, padahal itu kurang benar, bagus atau tidak sebuah karya lebih ke arah si artist itu sendiri, bukan alatnya.

Wawancara dengan Richie Thimmaiah dari Richworks

Sebagai seorang blogger dan bagian dari komunitas desain, saya memiliki banyak kesempatan untuk mengenal banyak orang di industri desain. Sekarang, saya perkenalkan pada Anda, Richie Thimmaiah pemilik richworks. Dia seorang blogger baru namun dia melakukannya dengan sangat baik. Saya juga menulis sebuah tutorial untuknya yang bisa Anda baca di sini. Lanjutkan membaca Wawancara dengan Richie Thimmaiah dari Richworks