Video: Menggunakan Live Caption di InDesign CS6

Video tutorial Photoshop CS6 membahas tentang fitur Live Caption yang akan secara cepat menghasilkan keterangan pada gambar. Foto kamera dan berfikir dalam video tutorial ini berasal dari shutterstock.

[hr]

Video Tutorial

[hr]

Download Link

[ilink style=”download” url=”https://desaindigital.com/wp-content/uploads/2013/07/tutorial-video-live-caption/live-caption.zip”%5DDownload File Latihan[/ilink]

Memindahkan Path ke Layer Baru di Adobe Illustrator

Proses tracing di Illustrator sebetulnya tidak terlalu sulit. Cukup dengan kesabaran saja dan keluwesan pergelangan ketika menggeser mouse atau pen. Setelah selesai tracing, sangat disarankan untuk mengorganisir path ke dalam layer-layer untuk mempermudah pengaturannya. Caranya ternyata mudah.

[hr]

Video

Jika Anda lebih mudah memahami instruksi video, silakan ikuti video ini.

[hr]

Tutorial

Langkah 1

Siapkan file hasil tracing Anda. Di sini saya menggunakan hasil trace sebuah gambar gitar dari shutterstock.com.

Memindahkan Path ke Layer Baru di Adobe Illustrator
Memindahkan Path ke Layer Baru di Adobe Illustrator

Langkah 2

Buat layer baru dan beri nama yang sesuai.

Memindahkan Path ke Layer Baru di Adobe Illustrator

Langkah 3

Seleksi path-path yang akan dipindahkan dengan tool Move. Anda bisa memilih lebih banyak path dengan cara Shift-klik path.

Memindahkan Path ke Layer Baru di Adobe Illustrator

Langkah 4

Klik kotak kecil di sebelah nama layer dan geser ke layer tujuan.

Memindahkan Path ke Layer Baru di Adobe Illustrator

Langkah 5

Path sekarang sudah berada di layer terpisah. Anda bisa melihatnya dengan klik ikon mata untuk menyembunyikan layer asal. Semoga tips singkat ini berguna bagi Anda.

Memindahkan Path ke Layer Baru di Adobe Illustrator

8 Tips Belajar Desain Web

[box type=”info”]

Artikel ini adalah bagian dari seri Panduan Desain Web untuk Pemula.

1. Kuis Berhadiah Buku “Panduan Mudah Desain Web Professional”
2. 8 Tips Belajar Desain Web
3. Mendesain Login Form Gelap Bergaya Modern
4. 10 Tutorial Desain Web yang Perlu Dipelajari Pemula
5. 21 Contoh Penggunaan Pola dan Tekstur dalam Desain Web
6. Mendesain Interface Menu Modern
7. Pemenang Kuis Panduan Mudah Desain Web Profesional
[/box]

Desain web adalah salah satu bidang desain yang mengumpulkan berbagai keahlian dalam satu tempat. Ini membuat banyak orang bingung ketika memulai belajar desain web. Haruskah belajar pemrogramannya terlebih dahulu? Ataukah harus memulai dengan mendesain di Photoshop? Artikel ini akan membahas beberapa tips yang mudah-mudahan mempermudah Anda untuk belajar desain web.

[hr]

1. Mulai dengan Mempelajari Desain Minimalis

Desain minimalis adalah gaya desain pertama yang harus Anda kuasai. Dalam desain minimalis, Anda dituntut untuk menghasilkan desain yang efektif tanpa perlu disibukkan dengan detail-detail yang tidak begitu penting. Dengan menguasai desain minimalis, maka sebenarnya Anda telah menjalankan tujuan utama yang diharapkan dalam desain web yaitu membuat situs yang berfungsi.

8 Tips Belajar Desain Web
Contoh projek desain blog minimalis di Panduan Mudah Desain Web Professional.

2. Selalu Memulai dengan Struktur yang Matang

Masalah yang sering terjadi adalah sering kali si desainer terlalu disibukkan dengan detail-detail kecil seperti tekstur, warna, atau font. Padahal hal penting pertama yang harus dipikirkan adalah merencanakan struktur situs. Sebuah blog memiliki struktur berbeda dengan portfolio karena isinya lebih cepat diperbarui. Blog perusahaan memiliki gaya berbeda dengan blog personal.

Oleh karena itu, langkah awal mendesain web tidak dilakukan di Photoshop. Tapi, dengan coretan-coretan pensil di selembar kertas. Detail-detail kecil seperti tekstur atau warna situs bisa diputuskan setelah struktur penting berhasil diperoleh.

8 Tips Belajar Desain Web
Selalu memulai dengan membuat struktur web.

3. Selalu fokus Pada Fungsi

Web desainer bukanlah seorang seniman. Web desainer adalah seorang desainer yang memiliki tugas menyampaikan pesan melalui situs. Jadi, fokuslah pada fungsi situs bukan pada hiasan-hiasan dan pernak-pernik situs.

Animasi memang menarik. Gambar latar besar juga terlihat bagus. Tapi, sebelum menggunakannya tanyakan pada diri Anda “Apakah pemilik dan pengunjung situs membutuhkannya?” Untuk memahami fungsi dalam desain web, biasakan untuk rutin membaca artikel terkait usability dan user experience. Referensi yang bagus bisa Anda peroleh di Smashing Magazine dan useit.

4. Ikuti Struktur Desain Web Yang Sudah Baku

Mungkin Anda telah memperhatikan bahwa biasanya blog memiliki struktur dua kolom dengan sidebar di kanan dan logo di kiri atas. Layout ini digunakan banyak orang karena fakta sederhana, berhasil. Studi usabilitas menunjukkan bahwa pengunjung sudah terbiasa dengan sidebar di kanan dan isi blog di kiri. Pengunjung juga secara alami mengetahui bahwa sisi kiri atas berisi identitas situs yang jika diklik akan membawanya ke halaman depan. Jika Anda mendesain blog, maka kemungkinan besar layout inilah yang harus Anda gunakan.

Desain web telah berkembang pesat dan semua standar yang ada saat ini adalah hasil penelitian melelahkan para ahli. Jadi, jangan pernah menganggap layout desain dua kolom atau teks hitam di atas putih sebagai membosankan. Jangan ragu untuk menggunakannya hanya karena orang lain menggunakannya juga.

8 Tips Belajar Desain Web
Salah satu contoh layout blog paling populer.

5. Perhatikan Trend Desain Web Saat Ini

Seperti jenis desain lainnya, desain web pun memiliki trendnya sendiri. Misalnya, trend saat ini adalah maraknya penggunaan tekstur secara lembut (subtle). Anda bisa memperoleh informasi trend yang ada saat ini dengan memperhatikan desain situs-situs terkemuka, situs portfolio desainer semacam dribbble, atau melalui desain populer di marketplace seperti themeforest.

6. Kuasai Software yang Digunakan

Satu hal yang perlu dipahami adalah Anda tidak harus menguasai semua aspek teknis dalam mendesain web. Bisa jadi seorang desainer web hanya pintar Photoshop tanpa bisa sedikitpun CSS atau sebaliknya. Kekurangan ini bisa ditangani dengan mencari partner lain yang memiliki skill berbeda dengan Anda.

Anda juga tidak perlu mempersoalkan software yang digunakan dalam mendesain. Sebagian desainer memilih Photoshop dan sebagian lagi memilih Fireworks. Silakan pilih software yang Anda suka dan kuasailah dengan sungguh-sungguh.

Satu hal yang perlu dipahami adalah Anda tidak harus menguasai semua aspek teknis dalam mendesain web. Bisa jadi seorang desainer web hanya pintar Photoshop tanpa bisa sedikitpun CSS atau sebaliknya.

7. Pelajari Dasar-dasar Tipografi

Tipografi web adalah area detail yang sangat penting namun sering kali disepelekan. Tipografi memegang peran penting karena menjembatani pesan dari pemilik situs pada pengunjungnya.

Perhatikan pula bahwa tipografi dalam desain web berbeda dengan desain di medium lainnya. Teks di situs bisa muncul dalam browser berbeda dengan kombinasi font yang berbeda. Oleh karena itu, gunakanlah waktu Anda untuk mempelajari kombinasi font dan setting yang relatif berguna dalam semua kondisi.

8. Jangan Lupakan Whitespace

Whitespace adalah area kosong yang memberi ruang bernafas bagi pengunjung situs. Whitespace memberikan ruang bagi pengunjung untuk fokus pada area-area tertentu dan juga memberikan struktur yang logis pada tampilan situs. Tanpa whitespace, situs akan terlihat terlalu penuh dan membingungkan pengunjung.

8 Tips Belajar Desain Web
White Space di Flickr.

[hr]

Bagaimana Pendapat Anda?

Saya harap Anda terbantu dengan tips-tips ini. Adakah yang ingin Anda tambahkan?

[box type=”info”]Jika Anda seorang pengusaha yang terlalu sibuk untuk membuat desain website sendiri, Anda bisa menggunakan jasa desain website profesional dari Niagaweb.[/box]

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

Dalam desain web atau ikon, hasil akhir akan dilihat dalam pixel sehingga kita harus bisa mengontrol setiap pixel yang digunakan. Masalahnya, Photoshop tidak dirancang untuk desain berbasis pixel tapi lebih condong pada desain cetak yang lebih bergantung pada resolusi. Akibatnya, Photoshop menangani satu pixel dengan cara yang kadang aneh. Di artikel ini, saya akan tunjukkan beberapa tips untuk menghasilkan desain pixel perfect dengan Photoshop.
[hr]

Teknik 1: Menggunakan Dua Jendela

Teknik pertama adalah dengan melihat file dalam dua ukuran perbesaran. Satu jendela dalam perbesaran 100% untuk melihat hasil akhir dan satu lagi dalam resolusi lebih besar agar bisa bekerja dengan akurat hingga ke pixel terdekat.
Untuk melakukan teknik ini klik View > New Window for [nama_file]. Geser baris judulnya untuk memisahkan jendela file sehingga bisa dilihat bersamaan dengan jendela yang lain. Tekan Ctrl + 1 untuk menampilkan file dalam perbesaran 100%. Teknik ini saya perlihatkan dalam tutorial Mendesain Ikon Twitter 32 × 32 px.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

[hr]

Teknik 2: Snap to Pixels

Anda bisa mengaktifkan fitur Snap to Pixels pada tool Rectangle dan Rounded Rectangle. Dengan fitur ini semua shape yang Anda buat akan tepat pada grip pixel sehingga tidak akan ada sisi-sisi buram.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop
Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

[hr]

Teknik 3: Menggunakan Grid 1 px

Buka Preferences Photoshop (Ctrl + K) lalu di bagian Guides, Grid & Slices isikan Gridline Every: 10 pixels dan Subdivisions: 10. Setting ini akan menghasilkan grid berjarak tepat 1 px. Ubah Style grid ke Dots agar tampilan grid tidak terlalu mengganggu.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

Pastikan untuk mengaktifkan Snap to Grid agar setiap objek secara otomatis menempel pada grid.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop
Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop
Tampilan shape rounded rectangle dengan grid kanvas 10 px.

[hr]

Teknik 4: Menggeser 1 px

Setiap kali tombol panah ditekan (istilahnya nudging), Photoshop akan menggeser objek sejauh 1 px pada layar. Artinya, dalam perbesaran 200% Photoshop akan menggeser 0,5 px. Untuk mencegah pergeseran yang tidak tepat, lakukan nudging pada hanya pada perbesaran 100%. Untuk mempercepat, Anda bisa membuka jendela baru dengan perbesaran 100% dan mengaktifkannya setiap kali akan melakukan nudging.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

7 Tips Bekerja dengan Cepat dan Efektif

Berurusan dengan klien tidak pernah mudah. Salah satu masalah yang umum terjadi adalah minimnya input dari klien. Kondisi semacam ini bisa terjadi karena klien terlalu sibuk atau malah tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap proses desain. Tentu sulit sekali bisa bekerja secara maksimal dalam kondisi semacam ini. Di artikel ini, saya akan berbagi beberapa tips berdasarkan pengalaman pribadi cara bekerja cepat dengan kondisi sesulit ini. Apa saja tahap yang perlu dilakukan agar bisa bekerja dengan cepat tapi tetap efektif dan terstruktur?

[hr]

1. Perhatikan Jenis Perusahaan Klien

Langkah pertama adalah memahami terlebih dahulu jenis perusahaan klien. Apakah restoran, pakaian/tekstil, pendidikan, atau bank? Siapa targetnya? Seperti apa logonya? Lihatlah warna dan tipe logonya. Apakah logonya formal, gaul, lucu, atau elegan? Kenali juga siapa saja kompetitornya. Saya rasa semua desainer mengetahui tahap ini. Tapi, sering kali tahap awal yang dilakukannya jauh di luar rencana ideal. Misal, memikirkan letak kantor, memperkirakan gaji karyawan klien, menebak produk terbaru yang dikeluarkan klien, atau malah langsung mencari inspirasi. Intinya, kita harus fokus mengenali garis besar perusahaan dan menjauhkan diri dari detail-detail yang tidak penting.

2. Tentukan Warna dan tema

Setelah memahami jenis perusahaan klien, desainer seharusnya mampu mengenali warna dan tema yang cocok dengan klien dan targetnya. Setiap bidang pekerjaan biasanya memiliki warna khas. Misalnya, warna restoran pada umumnya merah, oranye, kuning, cokelat, atau hijau. Jarang sekali restoran menggunakan warna biru, emas, atau pink. Untuk mempermudah proses, lihat saja warna logonya –jika sudah ada– atau sesuaikan dengan tema yang diangkat klien.

3. Mencari inspirasi dengan cepat

Setelah memperoleh warna dan tema, saatnya untuk mencari inspirasi. Mencari inspirasi dari buku atau internet tidak membutuhkan waktu lama. Berikut adalah dua cara memperoleh inspirasi.

Keyword Search

Saya menyarankan Anda untuk mencari inspirasi dari informasi ‘warna, tema, jenis klien, trend’ yang kita dapat dari langkah nomor 2. Misalnya, untuk inspirasi brosur, interface website, poster, atau advertising sebaiknya kita mencari di blog khusus inspirasi desain atau kreatif. Untuk memastikan hasil pencarian gunakan keywords ‘Inspirational’ atau ‘Best’. Jangan mencari inspirasi gambar di google image, sering kali hasilnya terlalu beragam sehingga tidak sesuai dengan harapan kita.

Menyerap inspirasi

Di internet, ada banyak artikel berisi daftar contoh-contoh desain tema tertentu, misalnya “30 Inspirational best car website design”. Menghadapi daftar semacam ini sebaiknya cukup dengan membaca cepat. Tidak perlu lama-lama menatap, scroll layar komputer secara cepat dan bolak-balik. Di saat yang sama, resapi warna, style, tema, efek-efek desain, dan tekstur yang digunakan. Untuk menghindari masuknya inspirasi di luar tema, usahakan hanya melihat artikel yang berhubungan dengan proyek kita.

Untuk membuktikan efektifitas tips ini, saya juga mengaplikasikannya saat membuat lagu secara cepat. Caranya dengan mendengarkan beberapa lagu yang sewarna atau sealbum tapi tidak perlu didengar satu per satu secara penuh. Berpindah dengan cepat dari satu lagu ke lagu yang lain, bolak-balik sambil menyerap yang kita butuhkan saja. Hasilnya tetap berbeda, bukan meniru.

4. Gunakan Resources Desain Gratis atau Buatan Sendiri

Di sinilah gunanya freebies. Namun, pastikan kita sudah membaca aturan dari si pembuat freebies tersebut. Biasanya freebies ini hanya berperan sebagai elemen atau bagian dari desain dan bukan desain secara keseluruhan. Jadi, secara umum, konsep, ide, dan desain tetap karya kita.

Namun perlu diingat bahwa penggunaan resource desain seperti ini tetap perlu dibatasi. Ada beberapa pekerjaan desain yang memang harus unik dan tidak mungkin menggunakan resource desain jadi. Misalnya ketika saya diminta membuat icon aplikasi Blackberry, tentu saja itu harus murni buatan sendiri.

5. Pastikan Kondisi Badan Nyaman dan Fit

Ini adalah faktor penting yang sering kali disepelekan. Untuk bisa bekerja dengan cepat, kondisi badan harus fit. Pastikan perut Anda tidak kosong. Kopi, teh, atau cemilan lainnya akan membantu meningkatkan produktivitas kerja. Asupan energi ini juga membantu pikiran kita untuk lebih fokus pada pekerjaan.

6. Gunakan Shortcut Keyboard

Biasanya para desainer pemula belum terbiasa dengan shortcut keyboard. Padahal, ini sangat membantu dalam mempercepat proses kerja. Informasi shortcut keyboard biasanya dapat ditemukan di manual program yang Anda gunakan. Awalnya akan terasa sulit, namun setelah terbiasa tubuh Anda akan mengingatnya begitu saja.

7. Cek Ulang Hasil Pekerjaan

Setelah selesai pastikan untuk selalu mengecek ulang pekerjaan Anda. Jika hal ini dilewatkan bisa jadi malah sebaliknya, membuang waktu Anda.

[hr]

[box type=”note”]Dalam artikel ini, tahap sketsa tidak saya cantumkan karena kita tidak membahas tahap detail pengerjaan proyek melainkan cara cepat bekerja. Sketsa bisa saja sudah termasuk di dalamnya.[/box]

Mereka yang masih kuliah dan belum pernah mengerjakan proyek profesional mungkin akan kaget menghadapi kondisi di dunia kerja. Apa mungkin membuat logo dalam satu hari atau 3 jam? Di perkuliahan, kita memiliki banyak waktu untuk melakukan riset secara mendalam, wawancara, mencari literatur, dan asistensi puluhan kali. Well, welcome to the real world.😀 Dunia kerja tidak akan sesempurna tahap-tahap pendidikan formal. Namun, jika sudah mengerti setidaknya kita bisa menyaring dan meminimalkan kesalahan.

6 Tips Agar Bisa Menonjol di Komunitas Desain


Fotografer: sparkieblues

Harus diakui bahwa saat ini tidak mudah untuk menonjol di komunitas desainer. Perkembangan internet membuat dunia semakin sempit dan tentunya tingkat kompetisi pun semakin tinggi. Kini, kita harus bisa bersaing tidak saja dengan desainer lokal tapi juga desainer luar. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tetap menonjol di komunitas desain. Cara-cara ini tidak mahal dan juga tidak rumit. Yang penting adalah komitmen untuk tetap konsisten melakukannya.

[hr]

1. Blogging Tentang Desain

Blogging adalah cara favorit saya untuk tetap menonjol di komunitas desain. Ada banyak desainer dan blogger di luar sana. Namun, desainer yang juga blogger tetap merupakan sosok yang unik. Desainer yang bisa mengungkapkan idenya dalam bentuk tulisan bisa disimpulkan memiliki kelebihan dalam skill komunikasi. Desainer yang secara rutin mengupdate blognya memberi kesan bahwa dirinya selalu mengikuti perkembangan trend terbaru. Ini tentu saja menjadi nilai positif di mata sesama desainer lain atau calon klien.

Ada banyak desainer yang memulai karirnya melalui blogging. Salah satunya adalah Fabio Sasso dari Abduzeedo. Fabio sebelumnya hanya desainer biasa dengan klien-klien lokal. Namun, setelah rutin berbagi tutorial dan inspirasi desain di Abduzeedo, dirinya dikenal luas di komunitas desain. Kini, Fabio dianggap sebagai salah satu desainer terbaik di dunia.

Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa blogging tidaklah mudah. Berbeda dengan portfolio, siklus update blog jauh lebih cepat. Begitu memutuskan blogging, Anda harus menyediakan waktu untuk secara rutin mengupdate blog. Blog yang tidak pernah diperbarui malah akan berakibat buruk, memberi kesan pemiliknya pemalas. Jika Anda tidak yakin sanggup blogging, saya sarankan untuk menghindarinya dan mencoba menulis tamu di situs desain lain. Efek dari menulis tamu di blog desain sama saja dengan memiliki blog sendiri, terlebih jika situsnya dikenal memiliki reputasi yang baik.

[hr]

2. Aktif di Jejaring Sosial

Jejaring sosial adalah cara paling mudah untuk membangun nama Anda. Saat ini, Anda wajib memiliki account twitter karena di sanalah komunitas desainer berkumpul. Melalui twitter, Anda bisa menunjukkan keahlian dan antusiasme dengan berbagi link ke artikel atau berita terkait desain.

Anda bisa juga aktif di jaringan yang lebih spesifik untuk desainer, misalnya Dribbble, Designmoo, atau Forrst. Di komunitas ini, Anda bisa berbagi dan berdiskusi topik terkait desain secara lebih fokus.

Salah satu contoh desainer yang sukses memanfaatkan twitter adalah Andy Sowards. Tweet-nya yang berkualitas telah memberi Andy kesempatan untuk bekerja dengan klien dari berbagai belahan dunia.

[hr]

3. Selalu Aktif Berkarya

Banyaknya desainer lain –yang tentunya merupakan pesaing– membuat Anda mudah dilupakan. Untuk menunjukkan keberadaan Anda, tetaplah konsisten untuk terus membuat karya baru. Tidak perlu menunggu tawaran klien untuk memulai sebuah projek. Anda bisa mengikuti tutorial, mencoba trend desain baru, atau sekadar bereksperimen. Banyaknya karya yang dihasilkan akan membuat Anda dikenal sebagai desainer kreatif dan sekaligus produktif.

Akan lebih baik lagi jika bisa menampilkan karya-karya Anda di situs inspirasi desain seperti CSS Gallery atau Creattica. Prosesnya sering kali lama karena hanya karya-karya terpilih yang bisa masuk ke sana, namun hasilnya akan sepadan.

Dalam hal ini, saya selalu mengagumi Chris Piascik. Dia secara konsisten membuat karya tipografi tulisan tangan setiap hari. Setiap hari berarti 365 karya dalam setahun. Jika bukan kreatif, entah apa lagi sebutannya.

[hr]

4. Berbagi Resource Desain

Kultur di internet adalah gratisan. Anda bisa memanfaatkan ini dengan berbagi resource-resource desain. Saya sendiri melakukannya melalui PSDfreemium. Selain untuk mengangkat reputasi, berbagi bisa jadi cara ampuh untuk belajar teknik-teknik baru atau sekadar melakukan sesuatu yang berbeda.

Salah satu desainer yang terkenal melalui cara ini adalah Orman Clark. Orman berbagi resource desain gratis seperti tekstur atau tombol di Premium Pixels. Hingga saat ini, Orman adalah salah satu penjual theme wordpress terlaris di ThemeForest. Prestasi ini tidak lepas dari peran Premium Pixels yang berhasil mengangkat reputasinya.

[hr]

5. Berkenalan dengan Pemilik Blog Desain

Salah satu tema favorit blog desain adalah menyediakan inspirasi. Jika Anda memiliki karya bagus kenapa tidak ditunjukkan pada pemilik blog? Jangan ragu untuk menghubungi pemilik blog desain. Asalkan menarik dan inspiratif, tentu mereka mau menampilkan karya Anda. Mereka membutuhkan post baru sementara Anda ingin dikenal oleh komunitasnya. Kedua pihak sama-sama diuntungkan.

Melalui cara inilah saya berkenalan dengan Ryan Rachmanto dan NastPlast. Setelah melihat portfolionya, dengan senang hati saya menampilkan karya mereka.

[hr]

6. Aktif di Acara Offline

Interaksi online seperti chat atau tweet adalah cara paling mudah. Namun, acara offline tetap penting dan masih menjadi cara ampuh untuk membuat Anda lebih dikenal. Semua orang bisa dengan mudah membuat account twitter dan saling sapa, namun pertemuan secara langsung akan selalu memberi kesan lebih dalam.

Di Indonesia, siapa yang tidak mengenal Anggi Krisna, pendiri Ruang Freelance? Bukan sekadar menghadiri, dia juga sering mengadakan event-event offline dan berbagi dengan komunitas. Ini membuatnya sangat menonjol berkat kontribusinya pada komunitas.

[hr]

Ada tips yang terlewatkan?

Setiap desainer memiliki cara sendiri untuk membedakan dirinya dengan desainer lain. Bagaimana dengan Anda? Apa ada tips yang terlewatkan di atas? Jika ada, saya berharap Anda bisa membaginya di sini.

Tips Menghadapi Acara Offline

Beberapa hari lalu saya mengikuti WordCamp ID 2011 di Bandung. Saya belajar banyak dari para pembicara. Selain itu saya juga bertemu dengan para desainer dan blogger yang biasanya hanya saya kenal secara online. Di sini, saya akan berbagi tips cara memaksimalkan acara offline agar perjalanan Anda tidak sia-sia.

[hr]

Apa yang bisa Anda peroleh dari pertemuan offline

1. Pengetahuan Baru

Materi-materi yang disajikan para pembicara tentu saja akan memberi Anda informasi baru. Pastikan saja bahwa materi yang dibahas sesuai dengan minat dan bidang yang Anda tekuni. Lihat juga daftar pemateri yang akan datang, presentasi langsung dari ahlinya tentu akan lebih menarik dan memuaskan.

2. Membangun Jaringan (Networking)

Membangun jaringan biasanya tidak menjadi agenda utama sebuah acara. Di akhir atau di sela-sela acara, Anda bisa menggunakan waktu yang tersedia untuk berbincang-bincang dan mencari kenalan yang bisa menjadi partner potensial Anda. Dalam kasus tertentu, bisa jadi networking lebih penting bagi Anda daripada seminar-seminar di agenda acara.

Kehidupan online memang menyenangkan, Anda bisa ngobrol dengan desainer terkemuka via twitter atau saling berkomentar di facebook. Tapi itu semua tidak nyata (atau setidaknya begitu menurut saya). Berbeda dengan interaksi online, bertemu secara langsung —face to face— akan melibatkan gestur, gaya bicara, sikap, dan banyak hal lain yang jika dilakukan dengan baik bisa lebih mengesankan.

3. Menyegarkan Pikiran

Walaupun menyenangkan, terlalu banyak di depan komputer tidaklah terlalu sehat. Ada saatnya untuk berhenti sejenak dan menikmati kehidupan nyata. Ada banyak cara untuk menyegarkan kembali pikiran Anda, salah satunya dengan acara offline.

[hr]

Tips Menghadapi Pertemuan Offline

1. Tentukan Tujuan Anda

Mulai dengan menentukan tujuan Anda. Pastikan bahwa acara yang akan diikuti sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan sia-siakan waktu Anda untuk mengikuti pertemuan yang tidak perlu. Lihat daftar pembicara jika Anda memang berniat mencari informasi. Cari informasi pengunjung yang akan datang jika Anda ingin fokus pada membangun jaringan.

2. Periksa Jadwal Anda

Anda tidak mungkin mengatur jadwal acara, Satu-satunya yang mungkin hanyalah mengatur jadwal Anda sendiri. Jika ada deadline yang harus dipenuhi sebaiknya bereskan itu segera. Jangan sampai Anda disibukkan dengan pekerjaan ketika berada di tengah pertemuan.

Perhitungkan juga jika acara ini bisa mengganggu jadwal Anda berikutnya? Ini bisa terjadi jika acara ini membutuhkan banyak energi misalnya karena jarak yang jauh atau durasinya lama.

3. Umumkan Kedatangan Anda

Umumkanlah kedatangan Anda untuk mempermudah rekan online yang ingin bertemu. Sebelum berangkat ke WordCamp, saya mengumumkan kepergian saya melalui sebuah posting khusus, bahkan menawarkan buku gratis bagi yang mengenali saya. Langkah iseng ini ternyata membantu saya. Pengumuman ini membuat saya didekati beberapa orang tanpa perlu saya mengawali. Berita bagus bagi saya yang sulit bergaul. Tentu saja Anda tidak harus mengumumkan lewat posting blog, pengumuman via twitter sudah cukup.

4. Siapkan Alat Pendukung

Jangan lupa untuk menyiapkan alat yang bisa membantu Anda di pertemuan. Jika tidak memberatkan, Anda bisa membawa notebook atau netbook. Jangan lupakan ballpoint dan buku catatan, ini lebih mudah daripada mencatat di komputer.

5. Siapkan Kartu Nama

Untuk membantu proses networking, siapkan kartu nama. Kartu nama saya temukan membantu dalam percakapan dengan orang yang baru Anda kenal. Nama mudah sekali mereka lupakan, biasanya mereka akan mengintip kartu nama ketika akan menyebut nama kita. Kartu nama akan membantunya menghindari kejadian memalukan seperti salah menyebut nama.

6. Munculkan Wajah Anda dalam Avatar

Dalam pergaulan online, kita hanya dikenal dalam bentuk avatar. Agar Anda mudah dikenali, sebaiknya ubah dulu avatar dengan wajah asli beberapa hari sebelum acara. Ini bisa membantu rekan online mengenali Anda.

7. Menyiapkan Souvenir

Jika Anda punya waktu, kenapa tidak menyiapkan souvenir bagi rekan-rekan online? Tidak perlu mahal-mahal, misalnya stiker berupa logo situs Anda. Souvenir bisa membuat pertemuan dengan Anda lebih mengesankan karena kemungkinan besar tidak ada yang melakukannya. Tentu saja jangan berlebihan dengan souvenir ini, Anda hanya peserta bukan sponsor.:)

[hr]

Memiliki tips bagus?

Tips-tips di atas saya temukan sangat membantu dalam merencanakan pertemuan offline. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips lain yang menarik? Jika ada bagikan dalam kolom komentar.