Video: Menggunakan Live Caption di InDesign CS6

Video tutorial Photoshop CS6 membahas tentang fitur Live Caption yang akan secara cepat menghasilkan keterangan pada gambar. Foto kamera dan berfikir dalam video tutorial ini berasal dari shutterstock.

Video Tutorial

Download Link

Download File Latihan

Iklan

Memindahkan Path ke Layer Baru di Adobe Illustrator

Proses tracing di Illustrator sebetulnya tidak terlalu sulit. Cukup dengan kesabaran saja dan keluwesan pergelangan ketika menggeser mouse atau pen. Setelah selesai tracing, sangat disarankan untuk mengorganisir path ke dalam layer-layer untuk mempermudah pengaturannya. Caranya ternyata mudah.

Video

Jika Anda lebih mudah memahami instruksi video, silakan ikuti video ini.

Lanjutkan membaca Memindahkan Path ke Layer Baru di Adobe Illustrator

8 Tips Belajar Desain Web

Artikel ini adalah bagian dari seri Panduan Desain Web untuk Pemula.

1. Kuis Berhadiah Buku “Panduan Mudah Desain Web Professional”
2. 8 Tips Belajar Desain Web
3. Mendesain Login Form Gelap Bergaya Modern
4. 10 Tutorial Desain Web yang Perlu Dipelajari Pemula
5. 21 Contoh Penggunaan Pola dan Tekstur dalam Desain Web
6. Mendesain Interface Menu Modern
7. Pemenang Kuis Panduan Mudah Desain Web Profesional

Desain web adalah salah satu bidang desain yang mengumpulkan berbagai keahlian dalam satu tempat. Ini membuat banyak orang bingung ketika memulai belajar desain web. Haruskah belajar pemrogramannya terlebih dahulu? Ataukah harus memulai dengan mendesain di Photoshop? Artikel ini akan membahas beberapa tips yang mudah-mudahan mempermudah Anda untuk belajar desain web.

1. Mulai dengan Mempelajari Desain Minimalis

Desain minimalis adalah gaya desain pertama yang harus Anda kuasai. Dalam desain minimalis, Anda dituntut untuk menghasilkan desain yang efektif tanpa perlu disibukkan dengan detail-detail yang tidak begitu penting. Dengan menguasai desain minimalis, maka sebenarnya Anda telah menjalankan tujuan utama yang diharapkan dalam desain web yaitu membuat situs yang berfungsi.

tips-belajar-desain-web-1.jpg

Contoh projek desain blog minimalis di Panduan Mudah Desain Web Professional.

2. Selalu Memulai dengan Struktur yang Matang

Masalah yang sering terjadi adalah sering kali si desainer terlalu disibukkan dengan detail-detail kecil seperti tekstur, warna, atau font. Padahal hal penting pertama yang harus dipikirkan adalah merencanakan struktur situs. Sebuah blog memiliki struktur berbeda dengan portfolio karena isinya lebih cepat diperbarui. Blog perusahaan memiliki gaya berbeda dengan blog personal.

Lanjutkan membaca 8 Tips Belajar Desain Web

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

Dalam desain web atau ikon, hasil akhir akan dilihat dalam pixel sehingga kita harus bisa mengontrol setiap pixel yang digunakan. Masalahnya, Photoshop tidak dirancang untuk desain berbasis pixel tapi lebih condong pada desain cetak yang lebih bergantung pada resolusi. Akibatnya, Photoshop menangani satu pixel dengan cara yang kadang aneh. Di artikel ini, saya akan tunjukkan beberapa tips untuk menghasilkan desain pixel perfect dengan Photoshop.
[hr]

Teknik 1: Menggunakan Dua Jendela

Teknik pertama adalah dengan melihat file dalam dua ukuran perbesaran. Satu jendela dalam perbesaran 100% untuk melihat hasil akhir dan satu lagi dalam resolusi lebih besar agar bisa bekerja dengan akurat hingga ke pixel terdekat.
Untuk melakukan teknik ini klik View > New Window for [nama_file]. Geser baris judulnya untuk memisahkan jendela file sehingga bisa dilihat bersamaan dengan jendela yang lain. Tekan Ctrl + 1 untuk menampilkan file dalam perbesaran 100%. Teknik ini saya perlihatkan dalam tutorial Mendesain Ikon Twitter 32 × 32 px.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

[hr]

Teknik 2: Snap to Pixels

Anda bisa mengaktifkan fitur Snap to Pixels pada tool Rectangle dan Rounded Rectangle. Dengan fitur ini semua shape yang Anda buat akan tepat pada grip pixel sehingga tidak akan ada sisi-sisi buram.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop
Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

[hr]

Teknik 3: Menggunakan Grid 1 px

Buka Preferences Photoshop (Ctrl + K) lalu di bagian Guides, Grid & Slices isikan Gridline Every: 10 pixels dan Subdivisions: 10. Setting ini akan menghasilkan grid berjarak tepat 1 px. Ubah Style grid ke Dots agar tampilan grid tidak terlalu mengganggu.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

Pastikan untuk mengaktifkan Snap to Grid agar setiap objek secara otomatis menempel pada grid.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop
Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop
Tampilan shape rounded rectangle dengan grid kanvas 10 px.

[hr]

Teknik 4: Menggeser 1 px

Setiap kali tombol panah ditekan (istilahnya nudging), Photoshop akan menggeser objek sejauh 1 px pada layar. Artinya, dalam perbesaran 200% Photoshop akan menggeser 0,5 px. Untuk mencegah pergeseran yang tidak tepat, lakukan nudging pada hanya pada perbesaran 100%. Untuk mempercepat, Anda bisa membuka jendela baru dengan perbesaran 100% dan mengaktifkannya setiap kali akan melakukan nudging.

Mendesain Pixel Perfect dengan Photoshop

7 Tips Bekerja dengan Cepat dan Efektif

Berurusan dengan klien tidak pernah mudah. Salah satu masalah yang umum terjadi adalah minimnya input dari klien. Kondisi semacam ini bisa terjadi karena klien terlalu sibuk atau malah tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap proses desain. Tentu sulit sekali bisa bekerja secara maksimal dalam kondisi semacam ini. Di artikel ini, saya akan berbagi beberapa tips berdasarkan pengalaman pribadi cara bekerja cepat dengan kondisi sesulit ini. Apa saja tahap yang perlu dilakukan agar bisa bekerja dengan cepat tapi tetap efektif dan terstruktur?

[hr]

1. Perhatikan Jenis Perusahaan Klien

Langkah pertama adalah memahami terlebih dahulu jenis perusahaan klien. Apakah restoran, pakaian/tekstil, pendidikan, atau bank? Siapa targetnya? Seperti apa logonya? Lihatlah warna dan tipe logonya. Apakah logonya formal, gaul, lucu, atau elegan? Kenali juga siapa saja kompetitornya. Saya rasa semua desainer mengetahui tahap ini. Tapi, sering kali tahap awal yang dilakukannya jauh di luar rencana ideal. Misal, memikirkan letak kantor, memperkirakan gaji karyawan klien, menebak produk terbaru yang dikeluarkan klien, atau malah langsung mencari inspirasi. Intinya, kita harus fokus mengenali garis besar perusahaan dan menjauhkan diri dari detail-detail yang tidak penting.

2. Tentukan Warna dan tema

Setelah memahami jenis perusahaan klien, desainer seharusnya mampu mengenali warna dan tema yang cocok dengan klien dan targetnya. Setiap bidang pekerjaan biasanya memiliki warna khas. Misalnya, warna restoran pada umumnya merah, oranye, kuning, cokelat, atau hijau. Jarang sekali restoran menggunakan warna biru, emas, atau pink. Untuk mempermudah proses, lihat saja warna logonya –jika sudah ada– atau sesuaikan dengan tema yang diangkat klien.

3. Mencari inspirasi dengan cepat

Setelah memperoleh warna dan tema, saatnya untuk mencari inspirasi. Mencari inspirasi dari buku atau internet tidak membutuhkan waktu lama. Berikut adalah dua cara memperoleh inspirasi.

Keyword Search

Saya menyarankan Anda untuk mencari inspirasi dari informasi ‘warna, tema, jenis klien, trend’ yang kita dapat dari langkah nomor 2. Misalnya, untuk inspirasi brosur, interface website, poster, atau advertising sebaiknya kita mencari di blog khusus inspirasi desain atau kreatif. Untuk memastikan hasil pencarian gunakan keywords ‘Inspirational’ atau ‘Best’. Jangan mencari inspirasi gambar di google image, sering kali hasilnya terlalu beragam sehingga tidak sesuai dengan harapan kita.

Menyerap inspirasi

Di internet, ada banyak artikel berisi daftar contoh-contoh desain tema tertentu, misalnya “30 Inspirational best car website design”. Menghadapi daftar semacam ini sebaiknya cukup dengan membaca cepat. Tidak perlu lama-lama menatap, scroll layar komputer secara cepat dan bolak-balik. Di saat yang sama, resapi warna, style, tema, efek-efek desain, dan tekstur yang digunakan. Untuk menghindari masuknya inspirasi di luar tema, usahakan hanya melihat artikel yang berhubungan dengan proyek kita.

Untuk membuktikan efektifitas tips ini, saya juga mengaplikasikannya saat membuat lagu secara cepat. Caranya dengan mendengarkan beberapa lagu yang sewarna atau sealbum tapi tidak perlu didengar satu per satu secara penuh. Berpindah dengan cepat dari satu lagu ke lagu yang lain, bolak-balik sambil menyerap yang kita butuhkan saja. Hasilnya tetap berbeda, bukan meniru.

4. Gunakan Resources Desain Gratis atau Buatan Sendiri

Di sinilah gunanya freebies. Namun, pastikan kita sudah membaca aturan dari si pembuat freebies tersebut. Biasanya freebies ini hanya berperan sebagai elemen atau bagian dari desain dan bukan desain secara keseluruhan. Jadi, secara umum, konsep, ide, dan desain tetap karya kita.

Namun perlu diingat bahwa penggunaan resource desain seperti ini tetap perlu dibatasi. Ada beberapa pekerjaan desain yang memang harus unik dan tidak mungkin menggunakan resource desain jadi. Misalnya ketika saya diminta membuat icon aplikasi Blackberry, tentu saja itu harus murni buatan sendiri.

5. Pastikan Kondisi Badan Nyaman dan Fit

Ini adalah faktor penting yang sering kali disepelekan. Untuk bisa bekerja dengan cepat, kondisi badan harus fit. Pastikan perut Anda tidak kosong. Kopi, teh, atau cemilan lainnya akan membantu meningkatkan produktivitas kerja. Asupan energi ini juga membantu pikiran kita untuk lebih fokus pada pekerjaan.

6. Gunakan Shortcut Keyboard

Biasanya para desainer pemula belum terbiasa dengan shortcut keyboard. Padahal, ini sangat membantu dalam mempercepat proses kerja. Informasi shortcut keyboard biasanya dapat ditemukan di manual program yang Anda gunakan. Awalnya akan terasa sulit, namun setelah terbiasa tubuh Anda akan mengingatnya begitu saja.

7. Cek Ulang Hasil Pekerjaan

Setelah selesai pastikan untuk selalu mengecek ulang pekerjaan Anda. Jika hal ini dilewatkan bisa jadi malah sebaliknya, membuang waktu Anda.

[hr]

[box type=”note”]Dalam artikel ini, tahap sketsa tidak saya cantumkan karena kita tidak membahas tahap detail pengerjaan proyek melainkan cara cepat bekerja. Sketsa bisa saja sudah termasuk di dalamnya.[/box]

Mereka yang masih kuliah dan belum pernah mengerjakan proyek profesional mungkin akan kaget menghadapi kondisi di dunia kerja. Apa mungkin membuat logo dalam satu hari atau 3 jam? Di perkuliahan, kita memiliki banyak waktu untuk melakukan riset secara mendalam, wawancara, mencari literatur, dan asistensi puluhan kali. Well, welcome to the real world. 😀 Dunia kerja tidak akan sesempurna tahap-tahap pendidikan formal. Namun, jika sudah mengerti setidaknya kita bisa menyaring dan meminimalkan kesalahan.

6 Tips Agar Bisa Menonjol di Komunitas Desain

menonjol-di-komunitas-desain-3.jpg
Fotografer: sparkieblues

Harus diakui bahwa saat ini tidak mudah untuk menonjol di komunitas desainer. Perkembangan internet membuat dunia semakin sempit dan tentunya tingkat kompetisi pun semakin tinggi. Kini, kita harus bisa bersaing tidak saja dengan desainer lokal tapi juga desainer luar. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tetap menonjol di komunitas desain. Cara-cara ini tidak mahal dan juga tidak rumit. Yang penting adalah komitmen untuk tetap konsisten melakukannya.

Lanjutkan membaca 6 Tips Agar Bisa Menonjol di Komunitas Desain

Tips Menghadapi Acara Offline

Beberapa hari lalu saya mengikuti WordCamp ID 2011 di Bandung. Saya belajar banyak dari para pembicara. Selain itu saya juga bertemu dengan para desainer dan blogger yang biasanya hanya saya kenal secara online. Di sini, saya akan berbagi tips cara memaksimalkan acara offline agar perjalanan Anda tidak sia-sia.

[hr]

Apa yang bisa Anda peroleh dari pertemuan offline

1. Pengetahuan Baru

Materi-materi yang disajikan para pembicara tentu saja akan memberi Anda informasi baru. Pastikan saja bahwa materi yang dibahas sesuai dengan minat dan bidang yang Anda tekuni. Lihat juga daftar pemateri yang akan datang, presentasi langsung dari ahlinya tentu akan lebih menarik dan memuaskan.

2. Membangun Jaringan (Networking)

Membangun jaringan biasanya tidak menjadi agenda utama sebuah acara. Di akhir atau di sela-sela acara, Anda bisa menggunakan waktu yang tersedia untuk berbincang-bincang dan mencari kenalan yang bisa menjadi partner potensial Anda. Dalam kasus tertentu, bisa jadi networking lebih penting bagi Anda daripada seminar-seminar di agenda acara.

Kehidupan online memang menyenangkan, Anda bisa ngobrol dengan desainer terkemuka via twitter atau saling berkomentar di facebook. Tapi itu semua tidak nyata (atau setidaknya begitu menurut saya). Berbeda dengan interaksi online, bertemu secara langsung —face to face— akan melibatkan gestur, gaya bicara, sikap, dan banyak hal lain yang jika dilakukan dengan baik bisa lebih mengesankan.

3. Menyegarkan Pikiran

Walaupun menyenangkan, terlalu banyak di depan komputer tidaklah terlalu sehat. Ada saatnya untuk berhenti sejenak dan menikmati kehidupan nyata. Ada banyak cara untuk menyegarkan kembali pikiran Anda, salah satunya dengan acara offline.

[hr]

Tips Menghadapi Pertemuan Offline

1. Tentukan Tujuan Anda

Mulai dengan menentukan tujuan Anda. Pastikan bahwa acara yang akan diikuti sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan sia-siakan waktu Anda untuk mengikuti pertemuan yang tidak perlu. Lihat daftar pembicara jika Anda memang berniat mencari informasi. Cari informasi pengunjung yang akan datang jika Anda ingin fokus pada membangun jaringan.

2. Periksa Jadwal Anda

Anda tidak mungkin mengatur jadwal acara, Satu-satunya yang mungkin hanyalah mengatur jadwal Anda sendiri. Jika ada deadline yang harus dipenuhi sebaiknya bereskan itu segera. Jangan sampai Anda disibukkan dengan pekerjaan ketika berada di tengah pertemuan.

Perhitungkan juga jika acara ini bisa mengganggu jadwal Anda berikutnya? Ini bisa terjadi jika acara ini membutuhkan banyak energi misalnya karena jarak yang jauh atau durasinya lama.

3. Umumkan Kedatangan Anda

Umumkanlah kedatangan Anda untuk mempermudah rekan online yang ingin bertemu. Sebelum berangkat ke WordCamp, saya mengumumkan kepergian saya melalui sebuah posting khusus, bahkan menawarkan buku gratis bagi yang mengenali saya. Langkah iseng ini ternyata membantu saya. Pengumuman ini membuat saya didekati beberapa orang tanpa perlu saya mengawali. Berita bagus bagi saya yang sulit bergaul. Tentu saja Anda tidak harus mengumumkan lewat posting blog, pengumuman via twitter sudah cukup.

4. Siapkan Alat Pendukung

Jangan lupa untuk menyiapkan alat yang bisa membantu Anda di pertemuan. Jika tidak memberatkan, Anda bisa membawa notebook atau netbook. Jangan lupakan ballpoint dan buku catatan, ini lebih mudah daripada mencatat di komputer.

5. Siapkan Kartu Nama

Untuk membantu proses networking, siapkan kartu nama. Kartu nama saya temukan membantu dalam percakapan dengan orang yang baru Anda kenal. Nama mudah sekali mereka lupakan, biasanya mereka akan mengintip kartu nama ketika akan menyebut nama kita. Kartu nama akan membantunya menghindari kejadian memalukan seperti salah menyebut nama.

6. Munculkan Wajah Anda dalam Avatar

Dalam pergaulan online, kita hanya dikenal dalam bentuk avatar. Agar Anda mudah dikenali, sebaiknya ubah dulu avatar dengan wajah asli beberapa hari sebelum acara. Ini bisa membantu rekan online mengenali Anda.

7. Menyiapkan Souvenir

Jika Anda punya waktu, kenapa tidak menyiapkan souvenir bagi rekan-rekan online? Tidak perlu mahal-mahal, misalnya stiker berupa logo situs Anda. Souvenir bisa membuat pertemuan dengan Anda lebih mengesankan karena kemungkinan besar tidak ada yang melakukannya. Tentu saja jangan berlebihan dengan souvenir ini, Anda hanya peserta bukan sponsor. 🙂

[hr]

Memiliki tips bagus?

Tips-tips di atas saya temukan sangat membantu dalam merencanakan pertemuan offline. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips lain yang menarik? Jika ada bagikan dalam kolom komentar.

Mengubah Opacity dan Fill Layer

Untuk mengubah opacity layer Anda tinggal tekan tombol angka di keyboard. Caranya seperti ini, untuk 40% tekan 4, untuk 60% tekan 6, untuk 52% berurutan tekan 5 lalu 2.

Untuk mengubah fill layer caranya sama namun tambahkan shift.

[To change layer’s opacity press number key on keyboard. It works this way, for 40% hit 4, for 60% hit 6, for 52% hit 5 then quickly 2. Do the same but add shift to change layer’s fill.]

Ada satu hal yang tidak banyak diketahui orang (dan sering membingungkan). Trik ini tidak akan bekerja jika tool editing yang memiliki setting angka (opacity, flow, strength, exposure) aktif, misalnya tool brush, eraser, gradient, atau smudge. Menekan angka di keyboard tidak merubah nilai opacity atau fill layer tapi akan mengubah nilai setting tool di baris pilihan.

[One thing you should aware. This trick won’t work if editing tool that has number setting (opacity, flow, strength, exposure) is active. Pressing number key will not change opacity or fill but will change its number setting in option bar.]

Mengisi seleksi atau layer

Untuk mengisi seleksi atau seluruh layer digunakan perintah Fill yang memiliki shortcut shift+F5. Sebenarnya, ada shortcut yang tidak terdokumentasi untuk mengisi seleksi atau layer tanpa melalui kotak dialog Fill. Tekan alt+Delete untuk mengisi dengan warna dengan warna depan dan ctrl+Delete untuk mengisi dengan warna belakang. Tombol Delete bisa diganti dengan Backspace.

[Not many people know this trick. Hit alt+Delete to fill selection or layer with foreground and ctrl+Delete to fill with background. You can also replace Delete with Backspace.]

Zoom dengan Scroll Mouse

Anda bisa melakukan proses zooming langsung menggunakan mouse dengan menahan alt lalu memutar roda scroll.

[You can zoom using mouse scroll by holding alt and scroll]

Anda bisa mengubah fungsi scroll di mouse dari menggeser tampilan gambar ke zooming secara permanen. Caranya dengan mengaktifkan membuka Preferences dan pilih Zoom with Scroll Whell.

[You can change scroll button from panning to scrolling permanently. To do this open Preferences and choose Zoom with Scroll Wheel.]