Membuat Pola Argyle di Photoshop

Argyle adalah pola berupa bentuk layang-layang yang umum digunakan dalam rajutan-rajutan. Biasanya, bentuk layang-layang dalam argyle memiliki garis di atasnya yang akan memberi kesan 3D. Di tutorial Photoshop ini, kita akan membuat pola argyle yang terlihat seperti rajutan. Tutorial ini ditulis eksklusif untuk Tuts+.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.

pola-argyle-final.jpg

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Berikut adalah beberapa langkah dalam tutorial. Dimulai dengan membuat beberapa objek geometris lalu menempatkannya untuk membentuk pola berulang.

Link Tutorial

Iklan

Membuat Pola Geometris Berulang di Photoshop

Sebagian mengira bahwa pembuatan pola geometris adalah pekerjaan yang rumit. Walaupun terlihat rumit, proses pembuatannya ternyata tidak serumit itu. Dalam tutorial ekslusif untuk PSDtuts ini, kita akan belajar cara menggunakan tool vector untuk membuat pola geometris di Photoshop tanpa plugin atau efek khusus.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.

final

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Berikut adalah beberapa langkah dalam tutorial. Dimulai dengan membuat beberapa objek geometris lalu menempatkannya untuk membentuk pola berulang.

 

Link Tutorial

Mendesain Aplikasi Email iOS7 di Photoshop

Tutorial ini akan memperlihatkan cara mendesain aplikasi email di iOS7 yang terkenal dengan gaya flat-nya. Desain ini dibuat di Photoshop menggunakan standar aplikasi iOS7 sesuai ketentuan dari Apple. Desain terinspirasi oleh aplikasi gmail.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.

final.png

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Tutorial ini sangat detail dan membahas banyak teknik yang umum digunakan dalam desain interface. Dimulai dari sketsa, mendesain ikon satu per satu, lalu menempatkan setiap elemen secara manual mengikuti aturan standar iOS7. Di bawah adalah beberapa langkah dalam tutorial.

Link Tutorial

Menggambar Gitar Listrik Fender Stratocaster di Illustrator dan Photoshop

Tutorial ini menunjukkan cara menggambar gitar listrik Fender Stratocaster di Illustrator dan Photoshop. Dimulai dengan tracing foto di Illustrator secara manual, mengekspornya ke Photoshop, lalu memberinya sentuhan pixel.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Dimulai dengan trace foto di Illustrator menggunakan tool Pen. Path kemudian dieksport ke Photoshop dan diubah jadi layer shape. Langkah selanjutnya adalah penambahan Layer Styles dan pemberian highlight dan shadow secara manual.

Link Tutorial

Menggambar Joystick PlayStation dengan Photoshop

Tutorial ini memperlihatkan cara menggambar joystick Play Station hanya menggunakan tool dasar Photoshop, misalnya Layer Styles, tool brush, dan perintah Stroke. Prosesnya dimulai dengan tracing setiap bagian lalu melukisnya secara manual. Ditulis eksklusif untuk Psdtuts+.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.

final.jpg

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Teknik yang digunakan sebetulnya sangat dasar. Banyak proses melukis manual yang dilakukan di sini. Tool utama yang digunakan adalah tool Brush.

Link Tutorial

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+

Bagi Anda yang terbiasa bekerja dengan klien lokal atau projek yang sifatnya terbatas –maksudnya tidak terbuka untuk umum seperti majalah, situs, atau iklan, hak cipta (copyright) biasanya tidak jadi masalah besar. Namun, klien dari luar negeri dengan projek yang sifatnya terbuka untuk umum biasanya sangat berhati-hati dengan masalah hak cipta.

Jadi, baru-baru ini saya memulai menulis tutorial tentang cara menggambar sebuah gitar listrik di Photoshop. Untuk tutorial ini, awalnya saya menggunakan stock foto dari shutterstock.com. Ternyata, Psdtuts+ sudah memiliki kebijakan baru terkait resource desain dari pihak ketiga. Terpaksa saya harus mengganti ke stock foto yang lain.

kebijakan-tutsplus-3.jpg
Tutorial berikutnya

Resource yang Boleh Digunakan

Dalam kebijakan baru ini, setiap stock foto, brush, latar, pola, atau referensi foto (untuk tracing misalnya) harus secara tegas menyatakan dirinya boleh digunakan dalam projek komersial. Menulis untuk Tuts+ tergolong projek komersial karena penulis dibayar dan juga situs itu menjual sesuatu pada pengunjungnya.

There are certain types of third party content that you don’t need to seek permission to use (providing you follow a few basic guidelines):

Creative Commons (CC) Content
At Tuts+ we are free to use any CC work that allows commercial use. Any other types of CC license do not cover the way in which we use the content, so you must specifically use CC content that allows commercial usage.

GPL Code

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Perhatikan bahwa di sana dijelaskan bahwa resource desain dengan Creative Common harus disertai dengan izin untuk penggunaan komersial. Untuk contoh, Anda bisa melihat beberapa jenis izin Creative Common di flickr.

kebijakan-tutsplus-2.jpg

Jenis-jenis lisensi Creative Common foto di flickr

Dalam halaman pencarian foto di flickr, ada pilihan untuk foto-foto Creative Common yang bisa digunakan untuk projek komersial. Tentu saja, artinya ada foto di flickr yang tidak boleh digunakan di projek komersial.
kebijakan-tutsplus-1.jpg

If you use Creative Commons imagery that is not free for commercial use, then we won’t be able to use the photos.

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Tuts+ Harus Memiliki Stock Itu

Asalnya penggunaan stock premium di tutorial Tuts+ lebih sederhana, sama seperti situs-situs tutorial lainnya. Asalkan kita telah membeli stock premium tersebut, kita bisa menggunakannya dalam tutorial. Sekarang Tuts+ membuat kebijakan berbeda. Mereka harus memiliki langsung stock tersebut, tidak cukup hanya penulisnya saja.

kebijakan-tutsplus-4.jpg

Boy thought to work – shutterstock.com

Saya menduga kebijakan ini terkait dengan urusan hukum. Misalnya saya telah membeli stock premium lalu menggunakannya dalam sebuah tutorial. Sebagai pemilik, saya memiliki hak legal untuk menggunakannya dalam tutorial dan memperoleh bayaran. Tapi, Tuts+ sebagai penyimpan tutorial ini juga memperoleh keuntungan dari tutorial yang dia beli namun tanpa membayar pada pemilik stock asli. Mungkin di sinilah bagian yang bisa jadi bermasalah di sisi hukum.

Oleh karena itu, Tuts+ memilih untuk membelikan resource desain bagi para penulisnya. Dengan cara ini, Tuts+ secara langsung membayar pada pemilik stock asli dan posisi penulis adalah pekerja bagi Tutsplus. Tapi, ini tebakan ngawur saja. Saya bukan ahli hukum. 🙂

If you can’t find a stock photo that is free and need to purchase stock photography for your tutorial, we can do that for you with some restrictions.

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Sikap Pemilik Stock Premium

Tapi, Customer Service Shutterstock ternyata tidak mempersalahkan ini. Ketika saya tanya tentang penggunaan stocknya untuk tutorial di situs lain –bukan Desaindigital– dia memperbolehkannya.

Saya duga, kebijakan baru Tuts+ ini adalah antisipasi untuk mencegah tuntutan hukum yang berpotensi mengenainya suatu saat di masa depan.

kebijakan-tutsplus-5.jpg
Criminal hands locked – shutterstock.com

Kesimpulan

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah klien luar negeri apalagi perusahaan besar akan sangat ketat dalam masalah hak cipta. Mereka tidak akan mau mengambil resiko dengan tuntutan hukum. Tentu saja, ini bagi kita sulit dipahami. Kita hidup di negara surganya bajakan. Di mana kantor pemerintah pun menggunakan software bajakan. Apalagi sekadar penggunaan stock foto atau brush Photoshop. Tapi, di negeri mereka masalah hak cipta stock foto bisa benar-benar berujung pada tuntutan hukum.

Mendesain Tabel Harga Perusahaan Webhosting di Photoshop

Photoshop banyak digunakan untuk membuat gambar dan layout dalam desain web. Di tutorial ini, kami menununjukkan cara mendesain sebuah tabel harga untuk perusahaan hosting dengan kombinasi vektor shapes dan layer styles. Tutorial ini ditulis eksklusif untuk Psdtuts+.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.

final.jpg

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Dalam tutorial ini, semua elemen dibuat dari bentuk vektor. Ini akan menjamin ketajaman setiap pixel. Selain itu, dengan bentuk vektor kita akan memperoleh hasil yang fleksibel. Artinya, kita bisa mengeditnya dengan mudah tanpa merusak pixel-nya.

Menggambar Handycam di Photoshop

Satu lagi tutorial terbaru untuk Psdtuts+. Kali ini saya menunjukkan cara menggambar sebuah handycam hanya menggunakan Photoshop. Tutorial ini banyak membahas layer shape yang dikombinasikan dengan proses brush manual.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.

final.jpg

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Pertama kali, saya membuat gambar sketsa handycam dari beberapa layer shape. Sengaja dibuat berwarna-warni untuk memudahkan. Setiap shape ini diberi highlight dan shadow sederhana. Menambahkan highlight pada permukaan bisa dilakukan dengan gradient atau brush manual. Saya sendiri lebih suka menggunakan brush manual karena lebih praktis.

Kombinasi layer shape dan melukis manual dapat memberikan hasil tampilan permukaan yang realistik.

Link Tutorial

Mendesain Mockup Majalah dengan InDesign dan Photoshop

Tutorial ini secara lengkap menunjukkan proses desain sebuah majalah secara lengkap. Dimulai dengan mendesain layout majalah majalah dengan InDesign, lalu membuat mockup-nya di Photoshop. Dengan mockup, majalah bisa ditampilkan secara nyata tanpa membuat tampilan fisiknya secara langsung. Tutorial ini ditulis ekslusif untuk Psdtuts+.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.

final.jpg

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Dimulai dengan proses desain layout majalah di InDesign. Prosesnya sangat standar, menggunakan karakter panel, menambahkan gambar, menambahkan nomor halaman otomatis, dan semacamnya.

Selanjutnya, di Photoshop gambar majalah ditrace dengan tool Pen secara manual. Desain dari InDesign diekspor ke Photoshop lalu disimpan di atas salah satu halaman.

Link Tutorial

Mendesain Monster Berkarakter Khas Sunda

Tutorial ini adalah hasil kolaborasi dengan desainer berbakat dari Bandung, Bey Hasan. Bey mendesain sebuah maskot berupa karakter monster dengan gaya khas suku Sunda. Tutorial ini membahas proses pembuatannya secara lengkap, mulai dari penjabaran konsep, proses sketsa, pewarnaan, hingga sentuhan akhirnya. All credits goes to Bey karena saya sendiri sama sekali tidak bisa mendesain karakter.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.

final.jpg

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Proses pengerjaannya dimulai dengan mengeksplorasi karakter maskot. Pertama, kita melihat contoh karakter sukses dari Sunda, yaitu Si Cepot dalam wayang golek, lalu mengamati ciri khasnya. Berikutnya kita melihat juga kondisi real dalam masyarakat Sunda yang memiliki ciri khas menggunakan sarung kotak-kotak.

Dilanjutkan proses tradisional menggambar sketsa karakter dengan kertas dan pensil 2B. Kemudian gambar ini discan dan ditrace ulang di Photoshop.

Selanjutnya dilakukan proses pewarnaan. Proses ini dilakukan secara bertahap. Mulai dari menambahkan warna dasar lalu diikuti dengan highlight dan shadow.

Link Tutorial