8 Tips Belajar Desain Web

[box type=”info”]

Artikel ini adalah bagian dari seri Panduan Desain Web untuk Pemula.

1. Kuis Berhadiah Buku “Panduan Mudah Desain Web Professional”
2. 8 Tips Belajar Desain Web
3. Mendesain Login Form Gelap Bergaya Modern
4. 10 Tutorial Desain Web yang Perlu Dipelajari Pemula
5. 21 Contoh Penggunaan Pola dan Tekstur dalam Desain Web
6. Mendesain Interface Menu Modern
7. Pemenang Kuis Panduan Mudah Desain Web Profesional
[/box]

Desain web adalah salah satu bidang desain yang mengumpulkan berbagai keahlian dalam satu tempat. Ini membuat banyak orang bingung ketika memulai belajar desain web. Haruskah belajar pemrogramannya terlebih dahulu? Ataukah harus memulai dengan mendesain di Photoshop? Artikel ini akan membahas beberapa tips yang mudah-mudahan mempermudah Anda untuk belajar desain web.

[hr]

1. Mulai dengan Mempelajari Desain Minimalis

Desain minimalis adalah gaya desain pertama yang harus Anda kuasai. Dalam desain minimalis, Anda dituntut untuk menghasilkan desain yang efektif tanpa perlu disibukkan dengan detail-detail yang tidak begitu penting. Dengan menguasai desain minimalis, maka sebenarnya Anda telah menjalankan tujuan utama yang diharapkan dalam desain web yaitu membuat situs yang berfungsi.

8 Tips Belajar Desain Web
Contoh projek desain blog minimalis di Panduan Mudah Desain Web Professional.

2. Selalu Memulai dengan Struktur yang Matang

Masalah yang sering terjadi adalah sering kali si desainer terlalu disibukkan dengan detail-detail kecil seperti tekstur, warna, atau font. Padahal hal penting pertama yang harus dipikirkan adalah merencanakan struktur situs. Sebuah blog memiliki struktur berbeda dengan portfolio karena isinya lebih cepat diperbarui. Blog perusahaan memiliki gaya berbeda dengan blog personal.

Oleh karena itu, langkah awal mendesain web tidak dilakukan di Photoshop. Tapi, dengan coretan-coretan pensil di selembar kertas. Detail-detail kecil seperti tekstur atau warna situs bisa diputuskan setelah struktur penting berhasil diperoleh.

8 Tips Belajar Desain Web
Selalu memulai dengan membuat struktur web.

3. Selalu fokus Pada Fungsi

Web desainer bukanlah seorang seniman. Web desainer adalah seorang desainer yang memiliki tugas menyampaikan pesan melalui situs. Jadi, fokuslah pada fungsi situs bukan pada hiasan-hiasan dan pernak-pernik situs.

Animasi memang menarik. Gambar latar besar juga terlihat bagus. Tapi, sebelum menggunakannya tanyakan pada diri Anda “Apakah pemilik dan pengunjung situs membutuhkannya?” Untuk memahami fungsi dalam desain web, biasakan untuk rutin membaca artikel terkait usability dan user experience. Referensi yang bagus bisa Anda peroleh di Smashing Magazine dan useit.

4. Ikuti Struktur Desain Web Yang Sudah Baku

Mungkin Anda telah memperhatikan bahwa biasanya blog memiliki struktur dua kolom dengan sidebar di kanan dan logo di kiri atas. Layout ini digunakan banyak orang karena fakta sederhana, berhasil. Studi usabilitas menunjukkan bahwa pengunjung sudah terbiasa dengan sidebar di kanan dan isi blog di kiri. Pengunjung juga secara alami mengetahui bahwa sisi kiri atas berisi identitas situs yang jika diklik akan membawanya ke halaman depan. Jika Anda mendesain blog, maka kemungkinan besar layout inilah yang harus Anda gunakan.

Desain web telah berkembang pesat dan semua standar yang ada saat ini adalah hasil penelitian melelahkan para ahli. Jadi, jangan pernah menganggap layout desain dua kolom atau teks hitam di atas putih sebagai membosankan. Jangan ragu untuk menggunakannya hanya karena orang lain menggunakannya juga.

8 Tips Belajar Desain Web
Salah satu contoh layout blog paling populer.

5. Perhatikan Trend Desain Web Saat Ini

Seperti jenis desain lainnya, desain web pun memiliki trendnya sendiri. Misalnya, trend saat ini adalah maraknya penggunaan tekstur secara lembut (subtle). Anda bisa memperoleh informasi trend yang ada saat ini dengan memperhatikan desain situs-situs terkemuka, situs portfolio desainer semacam dribbble, atau melalui desain populer di marketplace seperti themeforest.

6. Kuasai Software yang Digunakan

Satu hal yang perlu dipahami adalah Anda tidak harus menguasai semua aspek teknis dalam mendesain web. Bisa jadi seorang desainer web hanya pintar Photoshop tanpa bisa sedikitpun CSS atau sebaliknya. Kekurangan ini bisa ditangani dengan mencari partner lain yang memiliki skill berbeda dengan Anda.

Anda juga tidak perlu mempersoalkan software yang digunakan dalam mendesain. Sebagian desainer memilih Photoshop dan sebagian lagi memilih Fireworks. Silakan pilih software yang Anda suka dan kuasailah dengan sungguh-sungguh.

Satu hal yang perlu dipahami adalah Anda tidak harus menguasai semua aspek teknis dalam mendesain web. Bisa jadi seorang desainer web hanya pintar Photoshop tanpa bisa sedikitpun CSS atau sebaliknya.

7. Pelajari Dasar-dasar Tipografi

Tipografi web adalah area detail yang sangat penting namun sering kali disepelekan. Tipografi memegang peran penting karena menjembatani pesan dari pemilik situs pada pengunjungnya.

Perhatikan pula bahwa tipografi dalam desain web berbeda dengan desain di medium lainnya. Teks di situs bisa muncul dalam browser berbeda dengan kombinasi font yang berbeda. Oleh karena itu, gunakanlah waktu Anda untuk mempelajari kombinasi font dan setting yang relatif berguna dalam semua kondisi.

8. Jangan Lupakan Whitespace

Whitespace adalah area kosong yang memberi ruang bernafas bagi pengunjung situs. Whitespace memberikan ruang bagi pengunjung untuk fokus pada area-area tertentu dan juga memberikan struktur yang logis pada tampilan situs. Tanpa whitespace, situs akan terlihat terlalu penuh dan membingungkan pengunjung.

8 Tips Belajar Desain Web
White Space di Flickr.

[hr]

Bagaimana Pendapat Anda?

Saya harap Anda terbantu dengan tips-tips ini. Adakah yang ingin Anda tambahkan?

[box type=”info”]Jika Anda seorang pengusaha yang terlalu sibuk untuk membuat desain website sendiri, Anda bisa menggunakan jasa desain website profesional dari Niagaweb.[/box]

8 Langkah Meningkatkan Skill Photoshop Anda

Bagi pemula, belajar Photoshop adalah sesuatu yang sulit. Panel yang bertebaran di mana-mana dan begitu banyak menu tersedia adalah pemandangan yang menakutkan. Tentu saja segala sesuatu ada tahapannya, Anda tidak bisa belajar Photoshop hanya dalam beberapa hari apalagi beberapa jam. Program ini harus dipelajari sedikit demi sedikit dan secara bertahap. Tidak ada dan tidak akan pernah ada cara singkat untuk belajar. Berikut adalah beberapa cara yang saya temukan berguna dalam meningkatkan skill Photoshop Anda.

[hr]

1. Mengikuti Tutorial

Tutorial adalah cara termudah untuk meningkatkan skill Photoshop Anda. Penulis sudah menyediakan daftar resource yang digunakan dan menjelaskan teknik pembuatannya, Anda cukup mengikutinya saja. Beberapa tutorial bahkan dilengkapi dengan file source yang dihasilkannya sehingga memungkinkan Anda untuk menganalisa susunan layer yang digunakan penulis.

Biasanya tutorial lebih fokus membahas pada teknik, namun ada sebagian tutorial yang juga menjelaskan konsep dengan jelas. Seandainya Anda tidak punya banyak waktu untuk mengikuti tutorial, saya sarankan untuk setidaknya membaca tutorial. Bahkan yang sudah berpengalaman sekalipun sering kali menemukan tips-tips tersembunyi di dalamnya.

Situs tutorial Photoshop favorit saya adalah Psdtuts+, Photoshop Tutorials, Creative Fan, dan Design Instruct. Semua situs ini menyajikan tutorial-tutorial berkualitas dan sering kali ditulis oleh para praktisi sehingga teknik yang dibahasnya pun relevan dengan proses desain sesungguhnya.

Jika Anda tidak mahir berbahasa Inggris, sayangnya situs tutorial lokal yang berkualitas masih sangat sedikit. Situs tutorial lokal yang saya rekomendasikan adalah DesainDigital, Desain Studio, Jurus Grafis, dan Painthink.

Kebanyakan situs tutorial didekasikan bagi pengguna menengah hingga mahir. Bagi pemula, silakan baca rekomendasi sumber belajar di Artikel Kumpulan Sumber Belajar Photoshop Bagi Pemula.

2. Meniru

Cara lain meningkatkan skill adalah dengan meniru projek yang sudah jadi. Ini sedikit lebih sulit daripada mengikuti tutorial karena Anda harus menebak-nebak teknik yang digunakannya. Namun, jika kemampuan Anda sudah cukup bagus, meniru bisa lebih cepat daripada mengikuti tutorial.

Untuk mempermudah proses meniru, sebaiknya cari projek yang disertai daftar source yang digunakan. Karya seperti ini biasa ditemukan di DeviantArt. Dengan begini, Anda tidak perlu kesulitan mencari stock foto yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Membaca Artikel Desain

Tutorial dan meniru biasanya hanya fokus pada teknik. Anda akan belajar teknik namun sering kali tidak akan memahami konsep dari desain yang baik. Untuk itu, sebaiknya Anda banyak membaca artikel-artikel terkait desain.

Secara rutin, kunjungi juga situs yang secara teliti membahas konsep desain. Beberapa situs dengan artikel desain terbaik adalah Smashing Magazine, Web Designer Depot, Vandelay Design, dan Six Revisions.

Tidak sekadar artikel, wawancara pun bisa memberikan informasi menarik. Jika Anda memiliki desainer favorit, coba cari wawancara dengannya. Lewat wawancara ini, biasanya ada pertanyaan menarik yang membahas teknik dan cara kerja mereka.


WebDesignerDepot selalu menyajikan artikel-artikel berkualitas.

4. Bereksperimen

Cara lain untuk belajar adalah dengan bereksperimen dan mencoba hal baru. Misalnya Anda mencoba menggambar objek yang ada di dekat Anda atau membuat projek yang menggabungkan Photoshop dengan program lain. Bereksperimen akan membantu Anda mengenal software lebih jauh dan mungkin menemukan teknik baru yang bisa jadi berguna dalam salah satu pekerjaan Anda.

Salah satu eksperimen saya dibahas dalam tutorial Membuat Illustrative Lettering dari Tulisan Tangan. Di sana saya mencoba bermain dengan tulisan tangan, mengekspornya ke Illustrator, lalu memberi tekstur di Photoshop. Sebelumnya, proses seperti ini adalah sesuatu yang baru bagi saya.

5. Mengikuti Situs Galeri

Untuk meningkatkan skill, Anda harus mengetahui trend desain saat ini dan melihat hal-hal hebat yang dilakukan desainer lain. Melihat karya-karya bagus akan memotivasi Anda untuk menjadi lebih baik dan terus belajar hal baru.

Anda bisa menemukan karya mereka di galeri seni semacam DeviantArt, Behance, atau Creattica. Anda bisa juga menemukan karya-karya menarik terpilih melalui situs-situs inspirasi desain seperti Abduzeedo, Daily Inspiration, Boost Inspiration, dan The Inspiration Blog. Saat ini, ada banyak situs galeri semacam Dribbble yang hanya menampilkan detail desain, namun ini lebih dari cukup karena Anda bisa lebih fokus pada detail.

5. Bergabung dengan Komunitas

Selain mengikuti karya orang lain dari situs galeri, Anda bisa berperan langsung dengan bergabung di komunitas tersebut. Komunitas desain terbesar adalah DeviantArt. Di sana Anda bisa bergabung dengan group tertentu, mengawasi karya desainer yang Anda suka, berkomentar, atau meminta kritik. Keterikatan pada komunitas yang Anda suka bisa memacu Anda untuk membuat karya yang lebih baik.

Jika fokus Anda pada bidang yang lebih spesifik, Anda bisa bergabung dengan forum. Forum biasanya lebih terarah karena semua anggotanya memiliki minat yang sama sehingga tidak menimbulkan banyak gangguan. Misalnya, untuk belajar desain interface Anda bisa bergabung dengan GUI Station. Jika ingin belajar matte painting atau desain karakter, Anda bisa bergabung dengan ConceptArt.

Beberapa komunitas –seperti Forrst atau Dribbble— hanya terbatas untuk desainer yang mereka anggap layak saja. Untuk bergabung ke komunitas ini, Anda harus meminta undangan dari salah satu anggotanya. Dalam komunitas seperti ini diskusinya akan lebih sehat dan lebih bermutu karena semua anggota memiliki reputasi yang harus dijaga.

6. Menjalankan Projek

Untuk memperoleh sebuah projek, Anda harus sudah memiliki skill. Namun hal sebaliknya juga berlaku, projek yang Anda jalankan akan meningkatkan skill. Projek komersil memiliki kemampuan untuk memaksa kita bekerja lebih keras, lebih teliti, lebih tepat waktu, dan mengambil standar yang lebih tinggi. Semakin banyak projek komersil yang Anda lakukan maka akan semakin berkembang kemampuan Anda.

Para pemula yang tidak mungkin memperoleh projek komersil bisa menjalankan langkah ini dengan membuat projek pribadi. Untuk memperoleh hasil maksimal, pastikan untuk menggarapnya seolah-olah itu adalah projek komersil. Tentukan deadline dan standar kualitasnya. Cara inilah yang saya lakukan dengan PSDfreemium. Melalui PSDfreemium –yang sekadar projek pribadi, saya memaksa diri untuk berlatih membuat berbagai jenis elemen desain yang sebelumnya tidak pernah saya sentuh.

7. Menulis Tentang Photoshop

Satu cara yang bagi saya terbukti efektif adalah dengan nge-blog tentang Photoshop. Dengan secara rutin menulis topik yang berkaitan dengan desain dan photoshop, saya telah menuntut diri sendiri untuk terus mencari informasi dan skill baru. Anda bisa melihat di seri Link Minggu Ini saya selalu menuliskan berbagai resource, tutorial, berita, dan informasi baru yang diperoleh setiap minggu.

Selain menambah skill baru, menulis pun bisa dijadikan pekerjaan tambahan. Beberapa desainer yang sudah memiliki traffik tinggi memonetisasi blognya dan memperoleh penghasilan dari iklan, sebagian lagi menjual tulisannya ke situs desain lain, dan banyak lagi yang lebih mudah memperoleh klien melalui blognya.

8. Berlatih, Berlatih, dan Berlatih… dan Berlatih.

Terakhir, Anda harus sering berlatih. Anda tidak bisa belajar hanya dengan membaca tutorial atau menonton videonya. Semua ini harus dilakukan agar badan Anda terbiasa dengan Photoshop dan tidak lagi canggung dalam proses pengerjaannya.

Makin sering menggunakan Photoshop maka pikiran bawah sadar Anda akan secara otomatis bersambung dengannya. Tidak percaya? Cobalah lihat cara kerja pengguna Photoshop yang sudah mahir. Mereka bisa menggunakan shortcut-shortcut tanpa perlu lagi berfikir.

[hr]

Bagaimana dengan Anda?

Bagaimana dengan cara belajar Anda? Apakah ada cara lain yang Anda lakukan dalam belajar Photoshop atau desain? Saya tunggu berbagi pengalamannya melalui komentar di bawah.