Buku: Cara Mudah Membuat Toko Online dengan WordPress


Cara Mudah Membuat Toko Online dengan WordPress.

Buku ini membahas cara mudah pembuatan toko online dengan CMS WordPress dan plugin WooCommerce. Semua langkah ditunjukkan secara jelas. Dimulai dengan mendaftar ke provider hosting dan memilih nama domain, lalu menginstal WordPress secara cepat.

Jelas sekali, buku ini dirancang untuk para pemula yang baru mengenal istilah hosting, domain, dan wordpress. Buku ini tidak direkomendasikan untuk Anda yang sudah mahir desain web atau ngoprek WordPress.


Daftar isi.

Selanjutnya, dalam instalasi WordPress dipasang plugin dan tema pendukungnya. Semua langkah ini akan mudah dan praktis tanpa memerlukan skill pemrograman. Selain itu, juga dibahas kostumisasi dan pengisian toko online. Bagaimana cara menghitung ongkos kirim secara otomatis, dan juga beberapa cara pembayaran.


Disertai banyak screenshot.

Tak ketinggalan akan diulas pula proses pengelolaan sebuah usaha toko online secara profesional hingga mengoptimalkan media jejaring sosial dan plugin lain untuk meningkatkan promosinya.


Disertai banyak screenshot.

Penulis : Desaindigital
ISBN / EAN : 9786020208473 / 9786020208473
Jumlah Halaman : 160
Berat Buku : 215 gram
Dimensi( pxl ) : 210 mm x 140 mm
Harga: Rp 29.800 26.820 (Disc 10%)

Pemesanan Buku

Anda bisa membeli buku ini langsung di toko online Desaindigital. Jika Anda ingin memperoleh tanda tangan pemilik Desaindigital (that’s me) di buku, pastikan untuk memberi catatan di halaman Checkout.

[button link=”https://desaindigital.com/toko/cara-mudah-membuat-toko-online-dengan-wordpress/” bg_color=”#F47F20″]Pesan Buku[/button]

Membahas Pencurian Konten Blog

Seperti pekerjaan lainnya, blogging membutuhkan waktu dan energi. Anda perlu mencari berbagai referensi, menyatukannya dengan pendapat pribadi, kemudian merangkainya ke dalam kata-kata dengan susunan yang logis. Tidak mudah memang. Mungkin itu sebabnya ada beberapa pemilik blog –saya tidak akan menyebutnya blogger– yang memilih mengambil cara mudah, menyalin (copy paste) tulisan blogger lain.

Menyalin memang mudah, Ctrl + A, Ctrl + C, lalu Ctrl + V. Selesai! Anda memperoleh tulisan berkualitas tanpa perlu menghabiskan waktu sama sekali. Tentu saja, ini melanggar asas dasar dari proses pembuatan sebuah karya. Tidak perlu diragukan bahwa menyalin adalah tindakan buruk yang harus dihindari siapa pun, terutama bagi mereka yang mengklaim sebagai penulis atau blogger. Wajar saja jika kita lebih suka menyebutnya pencurian kontent.

[hr]

Kerugian Mencuri Posting Blog

Beberapa bulan lalu, saya bertemu seorang fotografer. Konsep fotografinya unik. Di blognya saya juga menemukan karya-karya yang menarik. Saya bahkan berminat untuk menampilkannya di Desaindigital. Satu hal yang menyebalkan, ada posting salinan dari situs desain Webdesignerdepot. Bagaimana mungkin Desaindigital menampilkan karya seseorang yang tidak menghargai karya orang lain? Jangan heran jika ada blogger lain yang akan berpikir sama. Jika ingin karya Anda dihargai, mulailah dengan menghargai karya orang lain.

Jika ingin karya Anda dihargai, mulailah dengan menghargai karya orang lain.

Mencuri posting blog berarti Anda tidak menghargai penulis dan proses penulisannya. Sebagai ilustrasi, artikel di DesainDigital biasanya membutuhkan waktu 3-4 jam. Pembuatan tutorial lebih lama lagi, paling cepat 5-6 jam. Menyalinnya begitu saja –tanpa ada kompensasi atau izin– berarti Anda tidak menghargai waktu, tenaga, dan energi yang dibutuhkan dalam proses penulisannya.

Tindakan seperti ini, jika terus dibiarkan akan membekas ke dalam pikiran Anda. Sedikit demi sedikit Anda akan beranggapan bahwa ini sah-sah saja. Sebagai pelaku, Anda tidak lagi menganggapnya sesuatu yang salah atau memalukan.

[hr]

Kenapa Harus Posting Original?

Belajar Menulis

Tidak semua orang bisa menulis. Ada beberapa orang yang sama sekali tidak bisa mengungkapkan pemikirannya ke dalam tulisan. Berdasarkan pengalaman saya , skill menulis tidak perlu dipelajari. Untuk bisa menulis, Anda tinggal menulis, lalu menulis, lalu terus menulis. Saya biasa membandingkan menulis dengan berlari. Untuk berlari, Anda tidak perlu membaca buku teori lari atau mempelajari algoritma cara berlari. Teori akan membantu Anda berlari lebih baik, namun intinya tetap praktek berlari. Tanpa itu, semua teori akan sia-sia. Jika terbiasa menyalin tulisan blogger lain, Anda tidak akan pernah menjadi penulis yang baik. Anda hanya akan menjadi penyalin yang baik.

Desaindigital adalah tempat saya belajar menulis. Bagi saya, menulis artikel sangat sulit –lebih sulit daripada menulis tutorial. Artikel awal di Desaindigital bisa membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu. Namun, setelah beberapa bulan, menulis artikel menjadi semakin mudah. Sekarang, saya bisa menulis artikel dalam 2 atau 3 jam.

Membantu Anda untuk Memahami Persoalan Rumit

Ketika menyalin, Anda hanya sekadar memindahkan tulisan. Di sana, hampir tidak ada proses belajar yang terjadi. Dengan menulis sendiri, Anda terpaksa mencari referensi untuk bahan penulisan. Tidak cukup sekadar menemukan informasi, Anda pun harus mengolahnya, memilih yang terbaik, dan menghasilkan argumentasi pribadi. Dalam proses ini, Anda tidak hanya menemukan informasi baru, namun Anda juga memperoleh pemahaman baru.

Proses ini saya alami ketika membahas Spec Work di industri desain. Spec Work adalah fenomena baru yang selalu memicu perdebatan. Dalam proses penulisan artikel ini, saya membaca puluhan argumen baik dari pendukung maupun penolak Spec Work. Akhirnya, saya bisa memahami Spec Work secara lebih dalam, bisa mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya, dan berakhir dengan menolak Spec Work.

Memaksa Anda untuk Belajar

Penulis hanya bisa merangkum. Penulis tidak mungkin bisa menulis lebih banyak daripada informasi yang diketahuinya. Itu mustahil. Untuk ilustrasi, kita coba melihat ini dalam bentuk angka. Jika informasi yang diketahui penulis sebesar 100, maka tulisannya tidak mungkin 150. Tulisannya tidak mungkin sama persis 100, karena penulis pasti memfilter informasi yang dimilikinya. Tulisannya paling hanya 80. Yang diperoleh pembaca adalah 80 informasi tadi.

Ketika menulis tutorial Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi, saya sama sekali tidak pernah membuat karya bertema permainan efek cahaya. Ketika itu, saya terlebih dahulu mempelajari teknik manipulasi efek cahaya dari kurang lebih 10 tutorial. Saya juga perlu mencari stock foto yang cocok untuk projek ini. Saya juga membuka arsip lama seniman dengan teknik efek cahaya mengagumkan seperti Tony Ariawan dan Svprmachine. Dalam proses pengerjaannya, saya juga mencoba beberapa teknik seleksi. Melalui tutorial ini, saya belajar banyak teknik baru. Bandingkan dengan pembaca tutorial yang hanya belajar beberapa teknik yang bisa jadi tidak akan berguna jika menggunakan stock foto yang berbeda. Pembaca tidak mengalami proses pencarian panjang yang dilakukan penulis.

Ketika menyalin, Anda jelas tidak menulis, Anda juga belum tentu membaca. Jadi, apa yang bisa Anda pelajari?

Menghasilkan Blog Yang Unik

Semua blog ingin unik dan berbeda dari yang lain. Blog berkualitas mampu memberikan sesuatu yang tidak ada di tempat lain. Itulah alasan utama pengunjung Anda datang. Jika blog Anda hanya sekadar salinan blog lain, maka praktis tidak ada alasan untuk datang. Tentu saja lebih masuk akal untuk datang ke blog pemilik tulisan asli. Artikel asli akan selalu diperbarui oleh pemiliknya. Komentar yang Anda berikan juga dijawab langsung oleh penulisnya.

[hr]

Solusi Mudah Menulis Posting Berkualitas?

Jadi, bagaimana caranya jika kita tidak memiliki banyak waktu namun ingin menghasilkan posting berkualitas? Menulis jelas membutuhkan banyak waktu. Mencari referensi mungkin tidak akan cukup satu atau dua jam. Belajar teknik baru mungkin tidak cukup hanya dari dua atau tiga tutorial saja.

Tidak ada dan tidak akan pernah ada cara mudah untuk membuat tulisan berkualitas. Jika Anda tidak memiliki waktu untuk menulis, berarti Anda tidak menganggap menulis sebagai sesuatu yang serius. Berhenti saja, cari pekerjaan atau hobi lain yang memang Anda anggap menarik.

[hr]

Kesimpulan

Kita sangat diuntungkan dengan keberadaan internet dan isinya yang beragam. Saat ini, kita bisa memperoleh banyak ilmu dengan gratis. Tidak perlu pendaftaran atau uang muka. Kita tinggal membaca dan mempraktekkannya. Jangan merusak kultur yang sudah baik ini hanya demi recehan dari iklan PPC. Biasakan diri Anda untuk menghargai karya orang lain.

Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri dan Tips Memilihnya

Domain adalah nama unik yang membedakan sebuah situs dengan situs lain. Ada banyak situs yang menawarkan domain gratis, seperti wordpress atau blogspot. Namun, nama yang dihasilkan –namasitus.wordpress.com– akan membuat situs Anda terlihat menumpang. Sebaliknya, domain berbayar akan membuat situs Anda unik dan terlihat professional.

[hr]

Keuntungan Menggunakan Domain Sendiri

1. Professionalisme

Domain sendiri adalah langkah pertama untuk menunjukkan keseriusan Anda eksis di internet. Domain gratis seperti xxx.wordpress.com lebih cocok untuk penggunaan personal atau belajar. Untuk menunjukkan keseriusan, apalagi terkait dengan uang dan professionalisme kerja, domain sendiri adalah sebuah keharusan.

2. Email Personal

Sebagai pemilik domain, Anda juga akan memiliki kebebasan untuk membuat email khusus sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, di buku saya mencantumkan alamat email buku@desaindigital.com. Saya juga memiliki email resmi desaindigital menggunakan nama depan saya sendiri. Alamat seperti ini sulit diperoleh dengan email gratis apalagi jika nama Anda cukup umum, misalnya john@gmail.com.

Email personal juga memastikan identitas Anda. Misalnya, alamat email xxx@desaindigital.com bisa dipastikan berasal dari seseorang yang memiliki kaitan dengan desaindigital.com. Sama halnya, kita juga pasti curiga jika ada informasi PayPal yang berasal dari paypal@yahoo.com. Email gratis seperti komisi8@yahoo.com sangat keterlaluan untuk sebuah institusi professional dan beranggaran besar. Akan lebih meyakinkan jika email yang digunakan adalah komisi8@dpr.go.id.

3. Bebas

Sebagai pemilik domain, Anda bebas untuk mempergunakan situs dengan sedikit sekali batasan. Sementara itu, domain gratis biasanya memiliki batasan, salah satunya melarang penggunaan secara komersil. Sekali pelanggaran bisa menyebabkan domain Anda langsung dihapus.

Domain gratis juga sangat bergantung pada kemampuan pemilik domain utama. Jika perusahaannya bangkrut atau memutuskan untuk menutupnya, terpaksa domain Anda pun akan ikut ditutup. Ini sempat terjadi pada layanan gratis blog Window Live Spaces dari Microsoft.

[hr]

Tips Memilih Nama Domain

1. Sebisa Mungkin .com

Secara umum, .com adalah domain yang paling baik. Bagi kebanyakan orang, situs sudah terasosiasi dengan .com. Apapun nama organisasinya, kemungkinan besar situsnya akan berupa NamaOrganisasi.com. Domain .com juga sangat mudah diperoleh. Anda tinggal pesan dan membayarnya, sesederhana itu.

Perlu diketahui bahwa domain .com sering kali diasosiasikan dengan bidang komersial. Bagi sebagian kecil kalangan, akan lebih baik jika menggunakan domain spesifik selain .com. Misalnya, .org bagi organisasi non profit seperti Wikipedia.

Domain lokal –seperti .id untuk Indonesia– akan berguna bagi mereka yang perlu terasosiasi dengan lokasi, misalnya sekolah atau lembaga pemerintah. Pembuatan domain lokal lebih sulit karena mengharuskan Anda untuk menyediakan dokumen-dokumen semacam KTP, Akte Notaris, atau Surat Izin Usaha. Sisi positifnya, situs dengan domain lokal memiliki reputasi lebih karena telah melalui proses verifikasi.

2. Mudah Diingat

Nama situs sebaiknya mudah diingat. Perlu diketahui bahwa mudah diingat tidak berarti harus singkat. Misalnya, penjual buku komputer lebih baik memilih nama domain jualbukukomputer.com dibandingkan jualbukukomp.com.

Jika memang menarik, domain sangat panjang bisa saja Anda digunakan. Kalaupun pengunjung lupa dan salah menuliskannya, secara otomatis browser akan memberi saran melalui situs pencari. Contoh yang bagus adalah trololololololololololo.com.

Anda bisa juga melakukan domain hack, yaitu mengkombinasikan nama domain untuk menghasilkan nama yang unik dan mudah. Biasanya teknik ini melibatkan domain lokal dari negara lain. Contoh paling bagus adalah del.icio.us –dibaca delicious— yang menggunakan domain lokal .us dari Amerika. Perlu diketahui juga, domain lokal biasanya berharga jauh lebih mahal daripada domain normal semacam .com atau .net.

3. Tidak Menimbulkan Multi Tafsir

Nama domain seharusnya tidak menimbulkan multi tafsir ketika disebutkan. Kesalahan ini bisa diakibatkan penggunaan angka, kata yang mirip, atau strip (-). Misalnya, domain rumahsembilan.com ketika diucapkan bisa ditafsirkan sebagai rumah9.com, rumahsembilan.com, atau rumahix.com. Ketika menyebutkan DesainDigital.com, saya juga perlu menyebutkan kata desain dengan jelas agar tidak ditafsirkan sebagai designdigital.com. Penggunaan strip (-) sebaiknya dihindari. Penyebutan domain dengan huruf ini akan lebih rumit. Untuk desain-digital.com, Anda harus menyebutkan “desain strip digital dot com”.

[hr]

Haruskah Saya Menggunakan Domain Sendiri?

Ini semua kembali ke tujuan Anda sendiri. Jika hanya untuk tujuan personal dan sudah merasa puas dengan menumpang di domain lain –istilahnya subdomain– maka ini tidak perlu jadi masalah. Tapi, jika domain dirasa penting bagi tujuan Anda –baik itu karir atau usaha– maka penggunaan domain sendiri sangat disarankan. Domain umum, seperti .com atau .net, harganya tidak mahal, di bawah $10 per tahun.

Sekalipun tidak memiliki situs, domain juga bisa menjadi investasi Anda di masa depan. Misalnya, Anda bisa saja membeli domain menarik dan mudah diingat sejak sekarang. Siapa tahu, mungkin suatu saat Anda bisa menggunakannya untuk blog personal, perusahaan sendiri, atau bisa juga dijual kembali.

[hr]

Kesimpulan

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah memiliki domain sendiri ataukah masih nyaman dengan domain gratis?

Persiapan Dalam Menghadapi Penulis Tamu

Anda sudah menjalankan situs pribadi untuk beberapa bulan. Ada banyak komentar di setiap post, sering dikunjungi oleh blogger senior, sering dijadikan referensi dalam posting blog, link situs Anda muncul di blogroll. Anda pikir sudah saatnya mengajak orang lain untuk ikut berkontribusi di blog. Jadi, Anda menulis posting mengumumkan bahwa situs ini siap menerima penulis tamu. Anda duduk tenang dan bersiap-siap menunggu kiriman tulisan. Sayangnya, ternyata tidak segampang itu.

Beberapa bulan lalu saya menulis sebuah posting membahas beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menerima tawaran menulis tamu. Intinya, seorang penulis harus terlebih dahulu memikirkan secara matang keuntungan yang dia peroleh dari menulis tamu. Malah, saya lebih menyarankan untuk menolak tawaran menulis tamu jika ada banyak keraguan. Terdengar kejam? Betul sekali. Saya mengatakan ini berdasarkan pada perspektif seorang penulis komersil. Di artikel ini, saya akan membahas tema yang sama namun dari sudut pandang berbeda, persiapan yang diperlukan blogger untuk menerima penulis tamu.

[hr]

1. Tingkatkan Kualitas Situs

Perhitungannya sederhana. Jika kualitas situs Anda buruk, maka Anda tidak akan pernah bisa menarik penulis tamu berkualitas. Seandainya ada yang tertarik, kualitasnya pun pasti akan seburuk Anda atau bahkan lebih buruk. Jadi, jika ingin memperoleh penulis tamu berkualitas mulailah dengan meningkatkan kualitas posting Anda.

Dengan melakukan ini, Anda telah menentukan standar tulisan yang akan dimuat di situs. Calon penulis otomatis menyadari bahwa tulisannya hanya akan diterima jika berkualitas minimal sama atau lebih baik dari tulisan yang telah diterbitkan. Secara tidak langsung Anda juga telah melakukan proses seleksi dan beban Anda berkurang untuk menolak tawaran tulisan yang masuk.

2. Mempersiapkan Pembayaran Penulis

Jika situs Anda bertujuan komersil, sangatlah tidak pantas jika tidak ada sedikit pun bayaran bagi para penulis tamu. Ini berarti memanfaatkan penulis demi keuntungan egois diri sendiri. Jangan pernah berfikir bisa mengambil tulisan gratis dan mengambil keuntungan darinya! Di situs besar, harga per artikel berkisar antara 30-500 USD. Sepengetahuan saya, umumnya tutorial dihargai lebih mahal dari tulisan biasa.

Bagaimana jika situs Anda tidak komersil dan murni hanya untuk berbagi saja? Mudah saja, calon penulis tamu pasti sudah menyadarinya sejak awal. Sepintas pun, situs yang murni untuk berbagi akan terlihat berbeda. Tidak akan ada banner iklan, tidak ada google adwords, atau link referral. Kalaupun ada, jumlahnya akan sedikit dan tidak begitu mencolok. Untuk mempermudah, jelaskan sebelumnya bahwa Anda tidak sanggup membayar disertai dengan alasan-alasan yang logis.

Bagaimana jika situs Anda memang dirancang untuk komersil namun belum sanggup membayar penulis tamu? Ya jangan mengundang penulis tamu! Ini sama saja dengan mencari untung sebesar-besarnya tanpa ingin mengeluarkan modal. Eksploitasi adalah praktek yang jahat. Selain itu, penulis berkualitas tidak akan tertipu oleh trik serendah ini.

3. Memperbaiki Desain Situs

Salah satu tujuan penulis tamu adalah menumpang popularitas situs yang ditujunya. Ini bisa diperoleh melalui link balik ke situs atau jaringan sosialnya. Jadi, pastikan desain situs Anda bisa mengakomodasi ini. Praktek yang umum adalah menambahkan ruang biografi dan link penulis di bagian akhir halaman. Sebagai nilai tambah, Anda bisa memperbesar avatar, menonjolkan link, dan menandai komentarnya agar penulis terlihat semakin menonjol.

Berikut adalah beberapa situs dengan desain yang sangat baik bagi penulis tamunya. Smashing Magazine membuat tombol khusus untuk situs dan twitter penulisnya.

Persiapan dalam Menghadapi Penulis Tamu

WebDesignFan menyimpan profil penulis di sidebar tepat di samping judul artikel.

Persiapan dalam Menghadapi Penulis Tamu

Design Instruct menyimpan profil penulis tepat di bawah judul artikel sehingga lebih terlihat oleh pembacanya. Komentar penulis di semua post ditandai latar khusus dengan tulisan “Contributor” di bawahnya.

Persiapan dalam Menghadapi Penulis Tamu
Persiapan dalam Menghadapi Penulis Tamu

Psdtuts+ menyediakan ruangan biografi penulis yang sangat besar.

Persiapan dalam Menghadapi Penulis Tamu

Belajar Web Design membuat tombol khusus untuk halaman twitter penulis dan menuliskan beberapa tweet terakhirnya. Gravatar para penulis tamu juga dipamerkan di sidebar.

Persiapan dalam Menghadapi Penulis Tamu
Persiapan dalam Menghadapi Penulis Tamu

Berikut adalah dua contoh tampilan situs yang menerima penulis tamu namun tanpa persiapan di sisi desain. Hasilnya, penulis tamu tidak terlihat menonjol.

Persiapan dalam Menghadapi Penulis Tamu
Persiapan dalam Menghadapi Penulis Tamu

4. Mempersiapkan Standar Penulisan

Untuk mempermudah penulis, pastikan blog Anda telah memiliki standar penulisan. Misalnya, di blog ini semua sub judul ditulis dalam Heading 3, sub-sub judul ditulis dalam Heading 4, semua sub judul dengan tema berbeda dipisahkan oleh garis horizontal, lebar gambar tidak lebih dari 600 px, setiap artikel disertai thumbnail berukuran 200 x 200 px, dst.

Agar lebih mudah lagi, siapkan template penulisan dalam sebuah file. Sertakan juga keterangan tentang aturan tata bahasa dan hal-hal lain yang mungkin diperlukan. Sebagai contoh, di situs ini shortcut ditulis dengan spasi, misalnya shortcut perintah Open ditulis Ctrl + O dan bukan Ctrl+O. Anda bisa membaca standar tulisan DesainDigital di file ini.

Standar penulisan ini sangat penting. Selain mempermudah penulis tamu, ini akan mempermudah Anda –pemilik blog– ketika mengedit tulisan.

[hr]

Kesimpulan

Bagi sebagian mungkin persiapan ini terlalu rumit. Namun, saya rasa ini wajar jika Anda ingin memperoleh tambahan posting yang berkualitas. Jika Anda tidak mau melakukan satu pun persiapan yang disebut di atas namun tetap membuka lowongan penulis tamu, saya rasa kita sudah bisa menebak hasilnya.ūüėČ

Membandingkan Theme Gratis, Premium, dan Buatan Sendiri (Custom)

Desain adalah salah satu peran penting yang menentukan kesuksesan blog. Desain berperan dalam mempermudah akses pengunjung dan sebagai penanda professionalisme blog. Di wordpress, desain ditentukan oleh theme yang digunakan. Di sini, kita akan membandingkan tiga jenis theme, gratis, premium, dan buatan sendiri (custom).
[hr]

Theme Gratis

Kelebihan

1. Murah, tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Seandainya Anda kecewa dengan kualitas theme tersebut, tidak ada yang perlu disesali.

2. Banyak pilihan. Ada lebih banyak theme gratis dibandingkan theme premium.

Kekurangan

1. Tidak unik. Karena mudah diperoleh, kemungkinan besar situs Anda bukan satu-satunya yang menggunakan theme ini. Akibatnya, desain situs Anda besar kemungkinan sama dengan yang lain.

2. Lisensi theme biasanya lebih ketat. Anda perlu memperhatikan syarat-syarat yang disediakan pemilik theme. Beberapa theme menyaratkan agar kredit di footer tidak diubah.

3. Penggunaan theme gratis bisa menurunkan kredibilitas situs Anda. Ini sangat berpengaruh jika situs Anda digunakan untuk keperluan komersil, misalnya menjual produk.

4. Tidak ada jaminan update atau support. Pembuat theme belum tentu menyediakan update untuk menyesuaikan theme dengan perkembangan wordpress. Support yang tersedia juga terbatas. Bisa jadi pembuat theme akan mengkomersialkan support yang mereka sediakan.

Theme Premium

Kelebihan:

1. Cukup unik. Karena theme ini tidak gratis, penggunanya tidak akan sebanyak theme gratis.

2. Support dan update kemungkinan besar tersedia. Biasanya theme premium disertai support bagi pembelinya. Jika ada perubahan pada WordPress, pembuat theme biasanya langsung mengeluarkan update terbaru.

3. Lisensi lebih luas. Bagi desainer web, theme premium bisa dijadikan framework dari projek desain agar prosesnya lebih mudah dan murah. Misalnya, ada banyak desainer web dengan spesialisasi pada framework Genesis dan Thesis.

Kekurangan:

1. Tidak benar-benar unik. Karena theme ini dijual juga secara terbuka, mungkin sekali ada situs lain menggunakan theme yang sama dengan theme Anda.

2. Harganya cukup mahal. Walau begitu, harganya tidak akan semahal theme custom.

Theme Buatan Sendiri (Custom)

Kelebihan:

1. Unik. Theme ini dirancang untuk Anda sendiri dan bukan orang lain. Tidak akan ada satu pun situs di dunia ini yang memiliki desain sama persis dengan situs Anda. Mungkin saja mirip tapi tidak akan pernah sama.

2. Sesuai kebutuhan. Karena didesain sesuai keinginan Anda, tentu saja desain theme akan sesuai dengan arah dan tujuan blog.

Kekurangan:

1. Biayanya mahal karena bersifat ekslusif. Biaya pembuatan theme custom minimal 100$. Harga ini bisa berubah, tergantung kerumitan theme, namun 100$ adalah patokan yang cukup baik.

2. Tidak ada jaminan update dan support.

Kesimpulan

Theme gratis cocok bagi Anda yang menggunakan blog sebagai bagian dari hobi. Theme premium cocok bagi blogger yang lebih serius dan ingin tampil beda dibanding yang lain. Theme gratis dan premium sebaiknya disertai dengan kustomisasi dan tidak digunakan dalam tampilan standar agar terasa unik. Jika Anda blogger professional atau memiliki profesi yang memang mengharuskan memiliki desain unik, misalnya desainer web, maka theme custom adalah pilihan yang paling tepat. Jika Anda blogger serius, tapi tidak mau dipusingkan dengan update dan perbaikan theme maka theme premium adalah pilihan terbaik. Intinya, ini semua kembali pada kebutuhan Anda pribadi.
[hr]

Apa theme yang Anda gunakan?

Bagaimana dengan Anda? Theme apa yang Anda gunakan? Jika masih menggunakan theme gratis, apakah ada rencana untuk beralih ke theme premium?

Inilah Yang Terjadi Ketika Konten Dicuri

Terima kasih pada dimasangga, saya menemukan ternyata salah satu artikel terbaru saya dicuri oleh situs lain. Selain copy paste artikel, pemilik situs juga melakukan hotlinking. Jadi, inilah yang saya lakukan.

Saya mengganti gambar yang digunakan di artikel dengan dua gambar berikut:

Inilah Yang Terjadi Ketika Konten Dicuri
Inilah Yang Terjadi Ketika Konten Dicuri

Hasilnya bisa Anda baca di sini, Pokoknya Autoblogging Itu Menyebalkan. Titik!.

Inilah Yang Terjadi Ketika Konten Dicuri

[hr]

Bagaimana Menurut Anda?

Jadi, bagaimana menurut Anda? Punya ide kreatif lain untuk menghukum pencuri konten blog?

Autoblogging Itu Menyebalkan. Titik!

Saya telah membaca beberapa artikel yang menyarankan blogger untuk menggunakan software Autoblogging di situsnya. Beberapa hari lalu, saya juga menemukan komentar di blog lain yang bertanya tentang penggunaan software Autoblogging. Bagi saya, Autoblogging menyebalkan. Autoblogging adalah salah satu dosa besar blogger, bahkan pelakunya sama sekali tidak pantas disebut blogger.
[hr]

Apa itu Autoblogging?

Kita mulai dengan definisi, apa itu Autoblogging? Autoblogging adalah software (atau plugin) yang bisa menghasilkan posting blog secara otomatis. Di bawah adalah definisi dari salah satu software Autoblogging populer, WProbot.

WP Robot is a powerful and easy to use autoblogging plugin for WordPress weblogs allowing you to turn your blog on complete auto-pilot and drip-feed it with fresh content in regular intervals you specify. And the best part: The posts created will be targeted to any keyword you enter and any topic you could ever think of!

Terdengar menarik bukan? Menulis post blog baru bukan sesuatu yang mudah, apalagi post blog yang berkualitas. Pertanyaannya besarnya, bagaimana bisa menulis dilakukan secara otomatis? Tidakkah itu terdengar ganjil? Anda tidak mungkin menggunakan software untuk menulis buku. Puluhan tutorial di situs ini juga mustahil ditulis secara otomatis menggunakan software. Jadi, bagaimana proses yang sesungguhnya?

Software autoblogging sebetulnya akan mencari posting-posting dari blog lain, sesuai dengan kriteria yang Anda gunakan, lalu menjadikannya posting situs Anda. Ya Tuhan, bukankah itu mencuri? Yeah benar! Software autoblogging secara sederhana mencuri posting dari situs lain lalu memasukkannya ke situs Anda. Premis awal, tidak ada yang bagus dari mencuri.

Membantah Alasan Pengguna Autoblogging

Saya sudah katakan dengan jelas di judul artikel ini, Autoblogging menyebalkan! Saya juga mengatakan bahwa Autoblogging adalah pencurian. Tetap saja para pengguna autoblogging selalu memiliki alasan pembenaran.

  1. Bukankah tujuan semua blog untuk berbagi?
  2. Bukankah semua blogger ingin menyebarkan tulisannya?
  3. Bukankah blogger memperoleh backlink yang menguntungkan situsnya?
  4. Bukankah situs-situs besar juga sering kali mengambil berita dari situs lain?
  5. Saya hanya berniat baik. Ilmu bagus perlu disebarkan.

Argumen-argumen di atas sebetulnya dangkal. Pertama, betulkah semua blogger ingin berbagi ilmu? Benar sekali, mereka secara sukarela berbagi ilmunya. Saya berbagi skill Photoshop, Richard Fang berbagi intuisi desain webnya, Fabio Sasso berbagi inpirasi yang diperolehnya setiap hari. Semua blogger berbagi di situsnya masing-masing, tapi tidak membaginya ke semua situs. Saya juga menulis tutorial di situs lain. Ya, itu juga berbagi. Tapi saya dibayar untuk itu. Apakah pengguna Autoblogging membayar untuk tutorial itu?

Kedua, sebagian pengguna Autoblogging menuliskan link ke artikel asli. Bukankah itu berarti backlink yang bisa mengangkat PR situs di mata Google? Ini sungguh pemahaman yang salah. Google tidak begitu saja memperhitungkan semua link. Link dari situs-situs tidak berkualitas tidak akan diperhitungkan sama sekali. Nah, kira-kira situs pengguna autoblogging berkualitas atau tidak? Apakah pemilik blog asli akan tertarik dengan backlink dari situs semacam itu?

Ketiga, beberapa situs besar juga mengambil berita dari situs lain. Ya, memang ada beberapa situs besar dengan reputasi bagus yang secara rutin mengambil berita dari situs lain, misalnya Hizbut-Tahrir Indonesia dan Michael Moore. Perlu diketahui bahwa mereka memilih sendiri berita yang diambilnya dan tidak membabi-buta berdasarkan algoritma mesin.

Keempat, berniat baik ingin menyebarkan ilmu. Pertanyaannya, apakah tidak ada cara lain untuk ini? Bisa sedikit lebih kreatif?

Autoblogging Tidak Menghasilkan Artikel Berkualitas dan Unik

Dalam prosesnya, autoblogging akan mengambil post dari situs lain lalu memasukkannya ke situs Anda. Kedua artikel ini akan sama persis. Akankah pembaca tertarik dengan artikel yang juga ada di situs lain? Tentu saja tidak. Blog berkualitas hanya akan menampilkan artikel berkualitas dan unik, tidak ada di tempat lain.

WProbot sedikit lebih pintar dari software lain dan bisa menghasilkan konten yang unik. Coba baca caranya di bawah.

If that’s still not enough to impress you, here is another nice feature: With the translation module WP Robot can translate any post it creates before adding it to your weblog by using Google Translate. By translating the content several times (for example from English to German to English) WP Robot can add instant unique, English content to your weblog!

WProbot akan membuat kontent yang dicurinya unik dengan cara menerjemahkannya secara berulang-ulang. Misalnya, diterjemahkan ke Inggris, Jerman, Urdu, Arab, lalu kembali diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Hah! Coba bayangkan akan seperti apa hasilnya! Terlebih lagi, proses penerjemahan ini dilakukan dengan Google Translate.

Dilihat dari SEO, Autoblogging sebenarnya berbahaya. Google tidak bodoh. Google bisa dengan mudah mengenali artikel curian dengan mengenali link internal yang menuju ke situs asli. Jika ini terjadi, Google tidak akan segan-segan untuk memberikan hukuman. Ini pasti dilakukan karena Google ingin menghasilkan pencarian yang akurat. Di forum ini, Anda bisa membaca cerita situs Autoblogging yang mendadak hilang di Google.

Update: Silakan baca juga komentar berisi pengalaman menarik dari Kudiarto.

Ehm, Saya Blogger Pemula? Apa Ada Alternatif Lain?

Menghasilkan posting blog berkualitas tentu saja butuh waktu. Jika Anda tidak punya banyak waktu, cobalah mengurangi posting blog Anda. Tidak perlu bernafsu posting setiap hari. Seminggu sekali dengan postingan berkualitas lebih disukai dari pada banyak postingan sampah, apalagi curian.

Untuk memperoleh artikel yang unik tidaklah begitu sulit. Anda tinggal mencari beberapa artikel lalu tulis kembali menggunakan bahasa Anda sendiri. Ini bukan mencuri tapi terinspirasi. Tentu, jangan lupa untuk menyebutkan artikel-artikal itu sebagai referensi.

Jika tetap tidak bisa, kenapa tidak jadi kolektor. Saya setiap minggu mengumpulkan artikel dan tutorial terbaik dari internet lalu menuliskannya dalam Link Minggu Ini. Ini bukan mencuri, pemilik artikel asli tetap memperoleh traffik dan situs ini memperoleh posting baru. Win-win solution!

Jika tetap tidak bisa, berhentilah ngeblog! Ada banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan. Mungkin ngeblog memang bukan buat Anda.

Mencegah Autoblogging

Salah satu software autoblogging, Autoblogged, menggunakan RSS atau Atom feed untuk sumber pencuriannya.

AutoBlogged is a powerful autoblogging plugin for WordPress that automatically creates blog posts from any RSS or Atom feed.

Jadi, cara termudah untuk menghindari autoblogging adalah dengan hanya memberikan ringkasan di dalam RSS feed. Namun ada masalah lain yang muncul, ini bertentangan dengan filosofi dasar RSS, mempermudah pengunjung memperoleh konten. Apakah logis bagi kita mengorbankan puluhan atau ratusan pembaca setia kita hanya karena ulah beberapa pencuri? Tentu tidak.

Cara berikutnya yang lebih baik adalah dengan menambahkan link internal ke dalam setiap artikel kita. Banyaknya link internal di dalam artikel akan memberikan kesan bahwa artikel itu berasal dari situs kita. Namun kita tetap perlu hati-hati untuk tidak memasukkan terlalu banyak link internal. Gunakan link internal dalam jumlah yang wajar dan masuk akal. Saya sendiri biasanya sudah merasa cukup dengan link internal dari related post di bagian akhir artikel.

Pengalaman Buruk Saya dengan Autoblogging

DesainDigital hingga saat ini tidak pernah mengalami pencurian konten melalui Autoblogging, paling beberapa copy paste artikel. Saya pernah mengalami beberapa kali pencurian konten untuk tutorial tamu di situs lain. Yang paling unik adalah tutorial saya di pv.mgarage. Hanya beberapa menit setelah publish, langsung muncul pingback dengan konten sama persis. Waktu itu, saya bahkan masih dalam proses mengedit beberapa kesalahan grammar dan spelling. Untuk tutorial itu, pv.mgarage membayar saya cukup mahal, situs pencuri memperolehnya secara gratis. Bayangkan saja jika Anda di posisi saya atau pemilik pv.mgarage, bagaimana komentar Anda tentang ini?

[hr]

Referensi

  1. 5 Reasons Why Autoblogging Sucks
  2. Top 5 Autoblogging WordPress Plugins
  3. Pengalaman, Tips dan Trik Menggunakan Autoblog Untuk Bisnis Online

[hr]

Autoblogging Menurut Anda

Bagaimana Autoblogging menurut Anda? Pernahkan memiliki pengalaman buruk dengan Autoblogging? Jika ada, saya berharap Anda mau berbagi di sini.