Autoblogging Itu Menyebalkan. Titik!

Saya telah membaca beberapa artikel yang menyarankan blogger untuk menggunakan software Autoblogging di situsnya. Beberapa hari lalu, saya juga menemukan komentar di blog lain yang bertanya tentang penggunaan software Autoblogging. Bagi saya, Autoblogging menyebalkan. Autoblogging adalah salah satu dosa besar blogger, bahkan pelakunya sama sekali tidak pantas disebut blogger.
[hr]

Apa itu Autoblogging?

Kita mulai dengan definisi, apa itu Autoblogging? Autoblogging adalah software (atau plugin) yang bisa menghasilkan posting blog secara otomatis. Di bawah adalah definisi dari salah satu software Autoblogging populer, WProbot.

WP Robot is a powerful and easy to use autoblogging plugin for WordPress weblogs allowing you to turn your blog on complete auto-pilot and drip-feed it with fresh content in regular intervals you specify. And the best part: The posts created will be targeted to any keyword you enter and any topic you could ever think of!

Terdengar menarik bukan? Menulis post blog baru bukan sesuatu yang mudah, apalagi post blog yang berkualitas. Pertanyaannya besarnya, bagaimana bisa menulis dilakukan secara otomatis? Tidakkah itu terdengar ganjil? Anda tidak mungkin menggunakan software untuk menulis buku. Puluhan tutorial di situs ini juga mustahil ditulis secara otomatis menggunakan software. Jadi, bagaimana proses yang sesungguhnya?

Software autoblogging sebetulnya akan mencari posting-posting dari blog lain, sesuai dengan kriteria yang Anda gunakan, lalu menjadikannya posting situs Anda. Ya Tuhan, bukankah itu mencuri? Yeah benar! Software autoblogging secara sederhana mencuri posting dari situs lain lalu memasukkannya ke situs Anda. Premis awal, tidak ada yang bagus dari mencuri.

Membantah Alasan Pengguna Autoblogging

Saya sudah katakan dengan jelas di judul artikel ini, Autoblogging menyebalkan! Saya juga mengatakan bahwa Autoblogging adalah pencurian. Tetap saja para pengguna autoblogging selalu memiliki alasan pembenaran.

  1. Bukankah tujuan semua blog untuk berbagi?
  2. Bukankah semua blogger ingin menyebarkan tulisannya?
  3. Bukankah blogger memperoleh backlink yang menguntungkan situsnya?
  4. Bukankah situs-situs besar juga sering kali mengambil berita dari situs lain?
  5. Saya hanya berniat baik. Ilmu bagus perlu disebarkan.

Argumen-argumen di atas sebetulnya dangkal. Pertama, betulkah semua blogger ingin berbagi ilmu? Benar sekali, mereka secara sukarela berbagi ilmunya. Saya berbagi skill Photoshop, Richard Fang berbagi intuisi desain webnya, Fabio Sasso berbagi inpirasi yang diperolehnya setiap hari. Semua blogger berbagi di situsnya masing-masing, tapi tidak membaginya ke semua situs. Saya juga menulis tutorial di situs lain. Ya, itu juga berbagi. Tapi saya dibayar untuk itu. Apakah pengguna Autoblogging membayar untuk tutorial itu?

Kedua, sebagian pengguna Autoblogging menuliskan link ke artikel asli. Bukankah itu berarti backlink yang bisa mengangkat PR situs di mata Google? Ini sungguh pemahaman yang salah. Google tidak begitu saja memperhitungkan semua link. Link dari situs-situs tidak berkualitas tidak akan diperhitungkan sama sekali. Nah, kira-kira situs pengguna autoblogging berkualitas atau tidak? Apakah pemilik blog asli akan tertarik dengan backlink dari situs semacam itu?

Ketiga, beberapa situs besar juga mengambil berita dari situs lain. Ya, memang ada beberapa situs besar dengan reputasi bagus yang secara rutin mengambil berita dari situs lain, misalnya Hizbut-Tahrir Indonesia dan Michael Moore. Perlu diketahui bahwa mereka memilih sendiri berita yang diambilnya dan tidak membabi-buta berdasarkan algoritma mesin.

Keempat, berniat baik ingin menyebarkan ilmu. Pertanyaannya, apakah tidak ada cara lain untuk ini? Bisa sedikit lebih kreatif?

Autoblogging Tidak Menghasilkan Artikel Berkualitas dan Unik

Dalam prosesnya, autoblogging akan mengambil post dari situs lain lalu memasukkannya ke situs Anda. Kedua artikel ini akan sama persis. Akankah pembaca tertarik dengan artikel yang juga ada di situs lain? Tentu saja tidak. Blog berkualitas hanya akan menampilkan artikel berkualitas dan unik, tidak ada di tempat lain.

WProbot sedikit lebih pintar dari software lain dan bisa menghasilkan konten yang unik. Coba baca caranya di bawah.

If that’s still not enough to impress you, here is another nice feature: With the translation module WP Robot can translate any post it creates before adding it to your weblog by using Google Translate. By translating the content several times (for example from English to German to English) WP Robot can add instant unique, English content to your weblog!

WProbot akan membuat kontent yang dicurinya unik dengan cara menerjemahkannya secara berulang-ulang. Misalnya, diterjemahkan ke Inggris, Jerman, Urdu, Arab, lalu kembali diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Hah! Coba bayangkan akan seperti apa hasilnya! Terlebih lagi, proses penerjemahan ini dilakukan dengan Google Translate.

Dilihat dari SEO, Autoblogging sebenarnya berbahaya. Google tidak bodoh. Google bisa dengan mudah mengenali artikel curian dengan mengenali link internal yang menuju ke situs asli. Jika ini terjadi, Google tidak akan segan-segan untuk memberikan hukuman. Ini pasti dilakukan karena Google ingin menghasilkan pencarian yang akurat. Di forum ini, Anda bisa membaca cerita situs Autoblogging yang mendadak hilang di Google.

Update: Silakan baca juga komentar berisi pengalaman menarik dari Kudiarto.

Ehm, Saya Blogger Pemula? Apa Ada Alternatif Lain?

Menghasilkan posting blog berkualitas tentu saja butuh waktu. Jika Anda tidak punya banyak waktu, cobalah mengurangi posting blog Anda. Tidak perlu bernafsu posting setiap hari. Seminggu sekali dengan postingan berkualitas lebih disukai dari pada banyak postingan sampah, apalagi curian.

Untuk memperoleh artikel yang unik tidaklah begitu sulit. Anda tinggal mencari beberapa artikel lalu tulis kembali menggunakan bahasa Anda sendiri. Ini bukan mencuri tapi terinspirasi. Tentu, jangan lupa untuk menyebutkan artikel-artikal itu sebagai referensi.

Jika tetap tidak bisa, kenapa tidak jadi kolektor. Saya setiap minggu mengumpulkan artikel dan tutorial terbaik dari internet lalu menuliskannya dalam Link Minggu Ini. Ini bukan mencuri, pemilik artikel asli tetap memperoleh traffik dan situs ini memperoleh posting baru. Win-win solution!

Jika tetap tidak bisa, berhentilah ngeblog! Ada banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan. Mungkin ngeblog memang bukan buat Anda.

Mencegah Autoblogging

Salah satu software autoblogging, Autoblogged, menggunakan RSS atau Atom feed untuk sumber pencuriannya.

AutoBlogged is a powerful autoblogging plugin for WordPress that automatically creates blog posts from any RSS or Atom feed.

Jadi, cara termudah untuk menghindari autoblogging adalah dengan hanya memberikan ringkasan di dalam RSS feed. Namun ada masalah lain yang muncul, ini bertentangan dengan filosofi dasar RSS, mempermudah pengunjung memperoleh konten. Apakah logis bagi kita mengorbankan puluhan atau ratusan pembaca setia kita hanya karena ulah beberapa pencuri? Tentu tidak.

Cara berikutnya yang lebih baik adalah dengan menambahkan link internal ke dalam setiap artikel kita. Banyaknya link internal di dalam artikel akan memberikan kesan bahwa artikel itu berasal dari situs kita. Namun kita tetap perlu hati-hati untuk tidak memasukkan terlalu banyak link internal. Gunakan link internal dalam jumlah yang wajar dan masuk akal. Saya sendiri biasanya sudah merasa cukup dengan link internal dari related post di bagian akhir artikel.

Pengalaman Buruk Saya dengan Autoblogging

DesainDigital hingga saat ini tidak pernah mengalami pencurian konten melalui Autoblogging, paling beberapa copy paste artikel. Saya pernah mengalami beberapa kali pencurian konten untuk tutorial tamu di situs lain. Yang paling unik adalah tutorial saya di pv.mgarage. Hanya beberapa menit setelah publish, langsung muncul pingback dengan konten sama persis. Waktu itu, saya bahkan masih dalam proses mengedit beberapa kesalahan grammar dan spelling. Untuk tutorial itu, pv.mgarage membayar saya cukup mahal, situs pencuri memperolehnya secara gratis. Bayangkan saja jika Anda di posisi saya atau pemilik pv.mgarage, bagaimana komentar Anda tentang ini?

[hr]

Referensi

  1. 5 Reasons Why Autoblogging Sucks
  2. Top 5 Autoblogging WordPress Plugins
  3. Pengalaman, Tips dan Trik Menggunakan Autoblog Untuk Bisnis Online

[hr]

Autoblogging Menurut Anda

Bagaimana Autoblogging menurut Anda? Pernahkan memiliki pengalaman buruk dengan Autoblogging? Jika ada, saya berharap Anda mau berbagi di sini.

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Jika berbicara tentang kreativitas, Jogjakarta dan Bandung adalah dua kota yang cukup menonjol. Kali ini, saya berkesempatan berbincang-bincang dengan seorang seniman visual lokal yang saya kenal dari Creattica, Pramono Hadi Sigit a.k.a Streetatmosphere. Guess what, ternyata dia orang Jogja.

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Selamat datang di DesainDigital. Sebelum mulai, silakan perkenalkan diri Anda, biografi singkat, latar pendidikan, dan bagaimana awal mula terjun ke dunia desain.

Nama saya Pramono Hadi Sigit, biasa dipanggil Pramono, lahir dan tinggal di Jogjakarta sejak 20 tahun lalu, saat ini masih aktif kuliah di Teknik Informatika, UII Jogjakarta. Sebenarnya saya tidak pernah sekolah di jurusan desain, seni, atau sejenisnya, semuanya berawal dari otodidak. Sejak di bangku SMA sudah senang dengan desain grafis, mulai dari desain t-shirt sampai edit-edit foto sederhana. Tetapi saat kuliah saya dikenalkan digital art yang lebih luas oleh teman saya, Tragic Ryan (bringyourhate) dan Bamash Satria (bamfortheash). Sejak saat itu saya lebih tertarik dan mulai lebih mendalami digital art.

Saya tertarik dengan karya Anda di Creattica, See U at The Golden Screen. Bisa dijelaskan konsep di balik pembuatannya?

Berawal dari menonton acara-acara ajang pencarian bakat yang marak di televisi, membuat saya berpikir tentang bagaimana perjuangan, semangat, mimpi, dan harapan orang-orang yang ingin menjadi ‘terkenal’ , wanna be a star, bisa muncul di televisi, dan kaya. Tak peduli dia disebut artis instan atau memang sudah matang. Hukum alam yang akan menentukan siapa yang bisa bertahan dan siapa yang tenggelam.😀

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Saya melihat juga text art yang cukup unik, escape. Apakah Anda mendalami desain 3D juga?

Sebenarnya saya belum menemukan style sendiri, dan manusia memang seharusnya tidak berhenti belajar selama hidupnya, sehingga saya masih ingin mengeksplor banyak style desain yang lain, salah satunya 3D. Saat ini saya memang sedang tertarik belajar 3D, mulai dari modelling di software 3D sampai menyatukannya dengan Photoshop. Yaah..mungkin saat ini masih terbatas modelling yang sederhana saja.

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Bisa berbagi tips untuk para pembaca yang ingin mendalami desain?

Terus memotivasi diri untuk belajar, sering-sering melihat referensi dari desainer-desainer lain, mencoba hal–hal yang baru, dan tidak melulu di depan komputer terus, karena ada banyak inspirasi di lingkungan sekitar kita!🙂

Beberapa karya lain Streetatmosphere:

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Anda bisa menemukan Streetatmosphere di situs berikut:

Terima kasih pada Streetatmosphere yang telah meluangkan waktunya berbagi di situs ini. Mudah-mudahan wawancara singkat ini memotivasi kita untuk terus berkarya lebih baik.

Wawancara dengan Richard Fang dari Jurus Grafis

Kali ini, saya berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan Richard Fang. Saya yakin sebagian dari Anda sudah mengenalnya dari situs Jurus Grafis. Di sini, saya bertanya beberapa hal terkait keahlian Richard, desain web.
[hr]

Wawancara

Hai Richard, sebelum mulai silakan perkenalkan diri Anda pada pembaca DesainDigital.

Halo, nama saya Richard Fang. Saat ini saya menggeluti bidang web desain, terutama web interface. Sedang menjalani hidup sebagai freelancer dan menggunakan waktu luang saya untuk menulis di blog personal, richardfang.com dan Jurus Grafis.

Bisa berbagi dengan kami bagaimana Anda memulai karir freelance sebagai seorang desainer web?

Saya mempunyai ketertarikan terhadap dunia web (multimedia) pada saat kuliah dulu, tetapi karena kurangnya “asupan” yang diberikan oleh universitas, saya sempat mengganggap web itu tidak terlalu penting, belum lagi pada saat itu juga internet belum se-mainstream seperti sekarang. Akhirnya saya berkarir sebagai graphic designer (khusus print) selama 2,5 tahun di Thinking Room.

Hingga suatu hari saya ditawari projek web desain, yaitu mendesain sebuah website komunitas musik (mungkin bisa di bilang start-up), sayangnya start-up tersebut gagal bertahan. Tapi saya sudah terlanjur menyukai dan mendalami web desain. Saya merasa menemukan bidang yang paling pas dalam karir saya.

Sejak itu saya mencoba kemampuan di 99designs. Akhirnya mulai mendapatkan klien tetap dari sana, jadi saya tidak perlu mengikuti kompetisi lagi. Di situlah titik saya merasa menjadi freelancer sampai sekarang.

Wawancara dengan Richard Fang

Setahu saya, Anda tidak bergulat di coding tapi lebih fokus pada desain mockup di Photoshop. Sebaliknya, masih ada desainer web yang mengabaikan Photoshop sama sekali. Bagaimana menurut Anda?

Menurut saya keduanya sangat penting. Saya mempunyai analogi seperti ini, website = pesulap.

Pertama, tentu teknik pesulap tersebut harus bagus dan tidak terpikirkan oleh penonton. Bagian ini bisa di bilang back end, coding dan hal lainnya yang tidak terlihat oleh user. Dan saya yakin 90% user tidak peduli dengan seberapa rumit kode yang di buat. Yang penting kalau mereka klik suatu tombol maka harus keluar apa yang dijanjikan oleh tombol tersebut.

Kedua, penampilan pesulap itu sendiri. Mulai dari gaya bicara, gaya berpakaian, attitude, atau bahkan sang asisten yang seksi. Nah, itu adalah sisi desain dari website (layout, tipografi, interface, arsitektur informasi dll). Bagian inilah yang memberikan experience kepada user.

Jadi kedua bagian itu harus saling mendukung, kita tidak bisa menitik beratkan pada salah satunya saja.

Sebagai tambahan, sekarang ini copywriting dan konten juga menjadi hal yang krusial. Karena ini adalah jiwa dari website tersebut. Percuma desain dan teknik kode yang bagus tetapi konten dan “cara berbicara” nya tidak bagus. Pada akhirnya kontenlah yang di cari oleh user.

Untuk menghasilkan desain mockup yang bisa diubah ke format HTML, aspek apa saja yang diperlukan?

Yang pasti pembagian layer harus jelas. Layer mana yg bisa di satukan dan mana yang tidak. Sebagai contoh, saya biasa memisahkan tombol dalam 2 folder. 1 folder normal, 1 folder hover. Ini akan memudahkan proses slicing nantinya, dan tentu saja hasilnya akan sama seperti yang kita desain dan rencanakan.

Lalu yang tidak kalah penting adalah penamaan layer. Selain untuk dokumentasi pribadi, ini akan memudahkan kalau ada bagian yang ingin di ganti san memudahkan sang coder yang akan meng-kode desain kita tersebut.

Ketika mendesain mockup di Photoshop, kita bebas melakukan apa pun. Masalahnya, belum tentu desain itu bisa dieksekusi oleh programmer dengan baik. Bagaimana mencegah ini terjadi?

Sebelum mendesain kita harus memikirkan kira-kira teknik / fungsi apa yang akan ada di website kita. Dari sana biasanya kita bisa mendiskusikan dulu dengan coder. Kalau perlu kita mencari referensi dari website lain. Teknik kode sekarang sudah sangat maju, menurut saya hampir semua yang kita bayangkan itu memungkinkan untuk dikode.

Faktor lain adalah platform yang akan kita gunakan nanti, wordpress, joomla atau expression engine? Karena terkadang platform bisa memberikan batasan juga, jadi sebaiknya kita melakukan riset dulu.

Berusahalah memahami cara pikir programmer/coder, percayalah itu tidak akan membatasi kreatifitas, malah membuat kita menjadi semakin kreatif.

Wawancara dengan Richard Fang

Kira-kira tipe desain web seperti apa yang akan trend tahun ini? Silakan beri juga contohnya jika ada.

Kalau tahun ini, minimalist dan agak sedikit grunge masih akan menjadi trend. Tapi kalau saya perhatikan, desain-desain yang bergaya seperti print (tidak menggunakan layout yang standar) juga mulai mendapat perhatian.

Selain itu, detail-detail kecil mulai menjadi perhatian, seperti tekstur yang sangat soft, garis 1 pixel, status hover dan lainnya. Untuk contohnya mungkin bisa berkunjung ke dribbble.

Menurut Anda, apa saja wow factor yang bisa membuat desain sebuah terlihat unik dan khas?

  1. Visual. Siapa yang tidak suka dengan visual yang bagus?🙂 Semua pasti suka dan kalau hasilnya unik pasti menjadi faktor wow tersendiri.
  2. Konten yang tidak bisa / jarang di temukan di website lain. Faktor wow yang ini memang tidak seheboh wow secara visual, tetapi akan lebih membekas di otak kita.
  3. Tipografi. Kenyamanan membaca adalah hal yang kita cari kalau sedang melihat website.

Sebutkan beberapa situs favorit Anda!

  1. Unmatchedstyle
  2. FWA
  3. HootSuite (favorit saya sejak mereka pertama kali release :D)
  4. UX Booth
  5. UsabilityPost

Terakhir, ada saran bagi para desainer web atau yang ingin memulai karir sebagai desainer web?

Selalu perhatikan trend (desain dan code), pelajari dan buat sesuatu yang lain dari trend itu. Atau buat sesuatu yang mengikuti trend namun lebih bagus 100 kali. Dan jangan lupa untuk melakukan personal branding di dunia maya.
[hr]

Portfolio

Anda bisa menemukan Richard Fang di situs berikut:

[hr]
Terima kasih pada Richard Fang yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi di sini. Semoga wawancara ini bermanfaat bagi kita semua.

Mengintip Konsep Redesain DesainDigital

Seminggu ini saya memiliki projek personal yang sangat menarik, redesain situs. Ada dua pihak yang terlibat dalam proses ini, saya dan seorang rekan (yang secara spesifik minta tidak disebutkan namanya). Tugas saya menyiapkan mockup situs dalam format PSD lalu rekan saya mengubahnya menjadi theme wordpress. Di sini, saya akan memperlihatkan proses yang terjadi di balik layar dalam redesain situs ini. Mudah-mudahan proses yang terjadi di situs ini, berguna juga bagi Anda yang berminat melakukan redesain.

Menganalisa Kelebihan dan Kekurangan Desain Lama

Proses redesain cukup menyulitkan, apalagi jika Anda sudah memiliki cukup banyak artikel didalamnya. Selain itu, belum tentu pengunjung rutin Anda akan menyukai tampilan baru yang tentu saja asing baginya. Langkah pertama dalam melakukan redesain adalah menganalisa kelebihan dan kekurangan desainnya. Jika memang kekurangannya cukup besar, maka redesain mungkin saja mutlak diperlukan. Jika ternyata kekurangan itu masih bisa ditolerir, sebaiknya projek redesain dipikirkan kembali dengan cermat.

Salah satu kekurangan utama desain lama adalah kolom isi terlalu sempit. Sebuah situs tutorial idealnya bisa menampung gambar dengan lebar hingga 600px. Di desain lama, lebar gambar maksimum 460px. Kesulitan ini sangat terasa ketika menulis tutorial menggambar laptop, saya tidak bisa mengambil gambar secara lebih dekat tanpa mengorbankan detail bagian lain. Karena situs ini memang fokus pada tutorial, maka kekurangan ini cukup fatal dan redesain memang pilihan yang cukup masuk akal.

Kelebihan yang dimiliki situs lama adalah proses scan artikel sangat mudah. Setiap artikel diawali dengan sebuah gambar besar yang sangat menarik perhatian pembaca. Gambar besar ini bisa diklik menuju ke artikel terkait. Fitur ini sangat saya sukai dan akan tetap dipertahankan.

Menentukan Fungsi dan Gaya Desain

Bagian ini bersifat lebih personal. Setiap orang akan memiliki standar yang berbeda dalam hal ini. Saya sendiri lebih menyukai desain yang minimalis. Fungsi desain yang saya inginkan adalah membantu pembaca fokus pada content. Saya tidak berminat menggabungkan elemen-elemen desain yang wah dan menarik perhatian. Saya menginginkan agar pembaca dapat memperoleh informasi situs dengan mudah dan cepat.

Membandingkan Desain Lama dan Baru

Setelah selesai dengan desain, berikutnya mengevaluasi hasil yang diperoleh. Di bawah adalah beberapa perubahan yang saya lakukan.

Header diperkecil. Dalam desain lama, fokus pengunjung akan langsung menuju ke header besar. Dalam desain baru, huruf D yang selama ini menjadi khas avatar saya berperan juga sebagai logo situs. Ukurannya yang kecil, membuat pengunjung lebih mudah untuk fokus pada isi.

mengintip konsep redesain desaindigital
mengintip konsep redesain desaindigital

Gambar yang menyertai setiap artikel tetap muncul di desain baru, hanya saja kali ini lebih kecil. Gambar bisa diklik untuk menuju ke artikel terkait. Desain ini sangat khas Psdtuts+. Saya memang fans desain-desain Collis, pendiri psdtuts+.

mengintip konsep redesain desaindigital
mengintip konsep redesain desaindigital

Kolom artikel dibuat lebih lebar. Kini lebar gambar bisa mencapai 550px yang tentunya lebih cocok untuk tutorial.

mengintip konsep redesain desaindigital
mengintip konsep redesain desaindigital

Di desain lama saya menambahkan gambar kertas, tulisan tangan asli, dan avatar untuk latar footer. Di desain baru saya membuatnya lebih sederhana menggunakan kotak-kotak.

mengintip konsep redesain desaindigital
mengintip konsep redesain desaindigital

Tampilan avatar komentar diperbesar. Ini memberi penghargaan lebih besar pada pengomentar.

mengintip konsep redesain desaindigital
mengintip konsep redesain desaindigital

Saya menambahkan biodata penulis di bagian dalam artikel. Posisinya tepat setelah excerpt, ini terinspirasi dari layout Design Instruct. Ukuran avatar dibuat sangat besar agar profil penulis lebih menonjol dan sebagai bentuk penghargaan lebih pada penulis. Saya memang berencana menerima penulis tamu, jika ada yang tertarik.

mengintip konsep redesain desaindigital

Beberapa hari saya mulai enjoy nge-tweet. Jadi, di bagian atas situs ditambahkan tweet terakhir saya.

mengintip konsep redesain desaindigital

Saya juga mengedit halaman error 404 agar terlihat unik.

mengintip konsep redesain desaindigital

Saya ingin memberikan sentuhan pribadi pada situs ini, jadi saya tambahkan satu-satunya foto profil saya yang tersedia. Kesan personal ditunjukkan juga dengan penggunaan font bergaya handwriting. Teks itu dibuat tidak lurus dan sedikit menikung agar memberi kesan alami. Sedikit bayangan custom saya tambahkan agar foto terlihat 3D dan tidak membosankan.

mengintip konsep redesain desaindigital

Akhirnya, saya harap Anda menyukai desain baru ini. Ingat, bahwa desain ini belum final, masih ada kemungkinan untuk berubah. Saya tunggu saran dan kritik Anda.

Di artikel berikutnya, saya akan membahas tutorial pembuatan mockup situs di Photoshop. Tunggu saja!

Akhirnya! Bergabung dengan Tutsplus Premium

Saya sudah menulis beberapa tutorial di Psdtuts+, tapi saya sendiri tidak bergabung dengan program premiumnya. Tidakkah ini terdengar aneh? Sekarang tidak lagi, karena hari ini saya resmi bergabung dalam keanggotaan premium tutsplus.

[box type=”note”] Artikel ini disertai link referral. Anda dipersilahkan menghapus link referral jika tidak menyukainya.[/box]

Ada apa di program premium Tutsplus+?

Akhirnya, Bergabung dengan Tutsplus Premium

Kita semua tahu bahwa tutsplus menyediakan tutorial-tutorial terbaik di dunia. Dengan mengikuti program premium, kita memperoleh akses pada tutorial-tutorial terbaik di antara yang terbaik. Bayangkan saja, bayaran untuk setiap penulis tutorial premium 200-800$. Sebagai perbandingan, penulis tutorial biasa hanya dibayar 150$. Melihat angka ini, Anda bisa memperkirakan sendiri kualitasnya. Saya lihat para penulis tutorial premium memang merupakan ahli di bidangnya, salah seorang di antaranya ada yang bekerja sebagai desainer poster film Hollywood.

Selain tutorial, Anda juga memperoleh semua source file yang digunakan dalam setiap tutorial. Tentunya dengan cara ini proses belajar bisa lebih mudah.

Tidak hanya tutorial dan source file, Anda juga bisa memperoleh banyak resource desain. Mulai dari brush Photoshop, tekstur berresolusi tinggi, ikon ekslusif, hingga vektor pack. Sebagai perbandingan, harga membership di situs-situs penjual resource desain biasanya 7-9$ per bulan.

Yang lebih menarik lagi, membership berlaku tidak hanya untuk Psdtuts+ tapi semua jajaran Tuts+. Saat ini saya bisa mengakses ActiveTuts+ (animasi, Flash), AudioTuts+ (musik, mixing), CGTuts+ (Maya, 3Ds Max, Poser, Blender), PsdTuts+ (Photoshop), VectorTuts+ (Illustrator, Corel DRAW, InDesign), dan NetTuts+ (WordPress, Pemrograman situs, HTML). Saya sendiri mungkin hanya membutuhkan PsdTuts+, VectorTuts+, dan sedikit CGTuts+ atau NetTuts+. Walaupun begitu, melegakan untuk mengetahui bahwa saya bisa mengakses semua informasi ini setiap saat tanpa perlu membayar lagi.

Akhirnya, Bergabung dengan Tutsplus Premium

Berapa harga keanggotaan premium?

Biaya per bulan 9$ atau setara 90.000 per bulan. Untuk membayar Anda membutuhkan Paypal. Jika Paypal Anda tidak terkait dengan kartu kredit, maka pilihan termurah adalah 22$ untuk tiga bulan.

Akhirnya, Bergabung dengan Tutsplus Premium

Pendapat saya tentang program ini

Menurut saya, program premium ini investasi yang menguntungkan. Harganya pun murah mengingat kualitasnya yang sangat bagus. Saya belajar banyak dari konten gratis Psdtuts+ dan saya yakin saya bisa belajar lebih banyak lagi dari konten premiumnya.

Jika Anda tipe pelajar otodidak, maka harga 9$ sangat layak. Hanya dengan setara 90.000 Anda bisa memperoleh banyak tutorial dan resource berkualitas tinggi. Bahkan dengan hanya berlangganan satu bulan, Anda tetap bisa mendownload semua tutorial yang tersedia.

Tapi saya tidak punya uang…

Ah, ini problem hampir semua orang. Anda tidak punya uang atau tidak punya kartu kredit untuk membayar. Solusinya sederhana, tulis saja satu tutorial Photoshop. Anda akan dibayar minimal 50$, ini lebih dari cukup untuk 3 bulan keanggotaan. Langkah ini sudah terbukti, saya melakukannya.

Pemikiran Sederhana Tentang SEO

Dalam artikel ini, saya akan membahas beberapa prinsip sederhana tentang SEO. Saya menulis ini didorong keprihatinan melihat beberapa praktik buruk para blogger atas nama SEO. Di kalangan desainer, SEO merupakan topik yang kontroversial. Kebanyakan desainer berfikir skeptis tentang SEO, Anda akan menemukan hal yang sama di sini.

[hr]

Search Engine Optimization (SEO)

Jadi, apa itu SEO? Wikipedia mendefinisikan Search engine optimization (SEO) sebagai proses memperbaiki kemampuan sebuah situs agar dikenali oleh mesin pencari dalam proses pencarian secara “natural” atau tidak berbayar (“organik” atau “algoritmik”).  Ketika orang-orang berbicara tentang SEO maka mereka bicara tentang Google. Google hingga saat ini masih memegang pasar terbesar mesin pencari dengan presentasi pasar sekitar 71%. Untuk memahami SEO, maka Anda terlebih dahulu harus mengetahui cara kerja Google.

Apa yang dilakukan Google?

Kita semua tahu google. Pertanyaan berikutnya, apa yang dilakukan Google? Sebagai sebuah mesin pencari, setiap saat Google membaca isi semua situs yang ada lalu membuat kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang sebelumnya dia baca. Google akan merangking semua situs berdasarkan kualitasnya, situs terbaik akan mendapat kehormatan muncul di halaman depan hasil pencarian.

Tidak ada seorang pun mengetahui metode yang digunakan Google dalam proses meranking situs. Metode ini dirahasiakan untuk menghindari orang jahat yang ingin mengacaukan hasil pencarian Google, hanya orang dalam yang tahu. Metode ini pun selalu berubah dan berevolusi. Ini dilakukan untuk terus memperbaiki akurasi hasil pencarian Google. Google hanya memberikan beberapa tips SEO secara garis besar di Web Master Central Blog.

SEO Expert?

Karena Google tidak membeberkan algoritmanya, maka tidak ada seorang yang benar-benar tahu cara kerja Google. Jadi, adakah SEO expert? Menurut saya tidak ada. Bagaimana bisa mereka mengklaim ahli tentang Google sementara cara kerjanya pun tidak tahu!

Memahami Google

Telah saya katakan di atas bahwa Google mendatangi setiap situs, membaca isinya, menuliskan ke database, lalu membandingkan dengan situs lain. Coba pikirkan! Bukankah ini sama dengan perilaku pengunjung biasa? Pengunjung mengunjungi sebuah situs, membaca isinya, lalu membandingkan dengan situs lain. Jika situs ini menarik tentu mereka akan mengingatnya dan berkunjung kembali. Jadi, anggaplah Google sebagai versi mesin dari para pengunjung situs Anda.

Untuk menjaga agar hasil pencariannya tetap relevan, cara kerja Google haruslah meniru logika pengunjung biasa (manusia). Misalnya ada dua situs tutorial Photoshop, Psdtuts+ dan DesainDigital. DesainDigital muncul dalam blogroll 50 situs, sementara Psdtuts+ hanya muncul di blogroll 20 situs. Tentu saja pengunjung akan berkesimpulan bahwa DesainDigital lebih berkualitas dari Psdtuts+. Fakta lebih lanjut ternyata menunjukkan bahwa 50 situs yang menuliskan DesainDigital di blogroll-nya sama sekali bukan situs tutorial Photoshop. Sementara itu, Psdtuts+ muncul di blogroll 20 situs tutorial Photoshop. Fakta baru ini akan menyimpulkan bahwa Psdtuts+ lebih berkualitas karena diakui oleh situs yang kompeten dalam bidangnya, tutorial Photoshop. Dari sini, kita bisa memperkirakan bahwa backlink dari situs bertema sama akan lebih disukai Google daripada backlink dari situs yang berbeda. Anda bisa membaca keterangan resmi tentang backlink berkualitas di sini. Baca kutipan contoh perhitungan link di bawah.

Let’s say I have a site, example.com, that offers users a variety of unique website templates and design tips. One of the strongest ranking factors is my site’s content. Additionally, perhaps my site is also linked from three sources — however, one inbound link is from a spammy site. As far as Google is concerned, we want only the two quality inbound links to contribute to the PageRank signal in our ranking.

Contoh lain, kecepatan situs. Di April 2010 Google mengumumkan bahwa kecepatan situs masuk dalam pertimbangan rangking situs. Baca kutipannya di bawah.

Speeding up websites is important — not just to site owners, but to all Internet users. Faster sites create happy users and we’ve seen in our internal studies that when a site responds slowly, visitors spend less time there. But faster sites don’t just improve user experience; recent data shows that improving site speed also reduces operating costs. Like us, our users place a lot of value in speed — that’s why we’ve decided to take site speed into account in our search rankings. We use a variety of sources to determine the speed of a site relative to other sites.

Di atas jelas sekali bahwa Google memasukkan faktor kecepatan karena berdasarkan data, pengguna menganggapnya penting. Maukah Anda bertahan menunggu  satu menit hingga seluruh isi situs muncul?

Jadi, apa yang harus kita lakukan?

Setelah menyadari bahwa Google berfikir sama seperti pengunjung lainnya, maka yang harus kita lakukan adalah mulai menulis untuk pengunjung. Menulislah untuk pengunjung (manusia), bukan robot! Jangan membombardir isi tulisan dengan link internal. Tidak perlu menebalkan setiap keyword. Tidak perlu memaksakan harus menulis keyword di paragraf pertama artikel. Menulislah seperti manusia normal.

Hentikan berburu backlink sebanyak-banyaknya. Jangan mengemis untuk bertukar link, apalagi membeli link. Ini buruk untuk reputasi situs Anda. Bahkan Google sendiri menyebutnya cara terburuk untuk memperoleh link dan sama sekali tidak berguna.

It’s important to clarify that any legitimate link building strategy is a long-term effort. There are those who advocate for short-lived, often spammy methods, but these are not advisable if you care for your site’s reputation. Buying PageRank-passing links or randomly exchanging links are the worst ways of attempting to gather links and they’re likely to have no positive impact on your site’s performance over time. If your site’s visibility in the Google index is important to you it’s best to avoid them.

Jangan menambahkan keyword sex, porno, miyabi, atau Ariel Peterporn ke dalam artikel Anda. Jangan menganggap Google bodoh. Sekilas kita bisa mengenali bila sebuah situs tidak sesuai dengan keyword yang kita cari, begitu juga Google.

[hr]

Kesimpulan

Jangan mengorbankan kualitas situs Anda. Buatlah artikel-artikel berkualitas. Berpikirlah jangka panjang. Jangan mengharapkan kepopuleran secara mendadak. Pikirkan reputasi situs Anda.

Perhatikan web usability, yaitu dengan mempermudah pengunjung agar memperoleh informasi dengan cepat dan efisien. Jangan persulit pengguna dengan hal-hal yang tidak perlu.

Jika reputasi situs Anda baik di mata pengunjung maka Google akan berpikir sama.

[hr]

Referensi

[hr]
Saya sudah lelah dengan kelakuan para ahli SEO. Bagaimana dengan Anda?