Menjalankan Driver Tablet Wacom Tanpa Restart PC

Kadang, driver tablet Wacom tidak jalan ketika PC dinyalakan. Ini akan membuat tablet berlaku seperti mouse biasa, tanpa fitur unik tablet, seperti pressure sensor. Wacom akan meminta Anda untuk me-restart PC agar driver di-load ulang. Padahal, ada cara lebih praktis untuk memuat driver Wacom tanpa restart PC.

Cara Restart Driver Wacom

Langkah 1: Buka Services

Klik Start lalu ketikkan Services. Buka Services Windows.

Buka start dan cari Services.
Buka start dan cari Services.

Langkah 2: Restart Driver Wacom

Cari service Wacom dengan menekan W. Pilih lalu klik link Restart untuk memuat ulang drivernya.

Restart service Wacom atau Tablet.
Restart service Wacom atau Tablet.

Selanjutnya, tablet Wacom Anda akan jalan seperti biasa.

10 Shortcut Terbaik Photoshop

Photoshop menyediakan banyak cara dalam melakukan sebuah perintah. Tidak suka klik menu, ada klik kanan, ada juga shortcut. Pengguna Photoshop mahir sudah menghafal shortcut Photoshop di luar kepala, tanpa perlu berfikir lagi. Shortcut-shortcut ini kadang tidak akan Anda temukan di buku ataupun manual Photoshop. Berikut adalah 10 shortcut terbaik Photoshop versi Desaindigital yang sudah seharusnya Anda hafal.

1. Zoom Layar

Untuk zoom layar, gunakan shortcut Ctrl + 1 untuk menampilkan gambar di tampilan 100%, yaitu sesuai ukuran pixel aslinya. Untuk melihat semua bagian gambar, gunakan Ctrl + 0. Jika Anda sedang melakukan transformasi dan bingkainya hilang, gunakan juga Ctrl + 0 untuk menampilkannya. Lanjutkan membaca “10 Shortcut Terbaik Photoshop”

Menambahkan Chat ke dalam Blog dengan Subiz

Review ini disponsori oleh subiz dan menyajikan pengalaman penulis dalam menggunakannya.

Jika situs Anda menuntut perhatian penuh pada pelayanan konsumen, misalnya penyedia hosting, chat adalah salah satu fitur wajib yang perlu ditambahkan. Chat bisa ditambahkan dengan mudah menggunakan subiz. Artikel ini akan membahas subiz secara cukup mendalam, baik dari sisi pengguna atau pengelola chat.

artikel-chat-live-subiz-01
Lanjutkan membaca “Menambahkan Chat ke dalam Blog dengan Subiz”

Proses Google Doodle Alexander Volta

Hari ini, 18 Feb 2015, Google merayakan ulang tahun ke-270 Alexander Volta, seorang ilmuwan Italia yang terkenal dengan penemuan baterai di abad ke-18., dengan membuat doodle. Di situsnya, desainer Google Doodle ini memperlihatkan alur kerjanya hingga memperoleh desain yang apik bertema Victorian, berupa iklan baterai pertama di dunia.

Proses Desain Google Doodle Alexander Volta

Proses desain dimulai dengan mencari referensi alat-alat yang berkaitan dengan penemuan terpenting Volta.

Proses Desain Google Doodle Alexander Volta

Selanjutnya, dicari contoh poster-poster bertema Victorian sebagai bahan inspirasi.

Proses Desain Google Doodle Alexander Volta
Proses Desain Google Doodle Alexander Volta

Dilanjutkan dengan membuat sketsa desain poster. Poster ini berisi nama Volta dan tahunnya.

Proses Desain Google Doodle Alexander Volta

Selanjutnya, sketsa dieksekusi di Illustrator. Setelah itu, dari berbagai desain yang ada dipilih satu yang paling pas untuk kemudian diwarnai dan diberi tekstur di Photoshop.

Proses Desain Google Doodle Alexander Volta

Inilah hasil Google Doodle yang diterbitkan. Baca artikel lengkapnya di situs Google Doodle.

Proses Desain Google Doodle Alexander Volta

Gratis 2GB dari Google Drive Untuk Security Checkup

Google akan memberikan hadiah gratis 2 GB bagi pengguna Google Drive yang melakukan verifikasi keamanan sebelum tanggal 17 Februari 2015. Setiap pengguna Drive gratis sudah memperoleh 5 GB space gratis. Tambahan 2 GB tentu sangat menggiurkan. Jangan lupa untuk klik link verifikasi keamanan sekarang juga.

Setelah proses verifikasi keamanan, Google akan mengirim email dan menambahkan 2 GB ke Drive Anda pada tanggal 28 Februari.

Selain Drive, alternatif lain untuk penyimpanan cloud gratis bisa Anda peroleh dari Dropbox. Pengguna Dropbox akan memperoleh gratis 2 GB.

Sumber berita: Google, The Next Web.

Memahami Resolusi Gambar dan Resolusi Cetak

Istilah resolusi gambar sudah banyak digunakan orang, namun hampir semuanya digunakan dalam pemahaman yang salah. Tidak semua orang memahami apa itu resolusi gambar. Artikel ini akan menjelaskan secara singkat apa itu resolusi gambar dan fungsinya terhadap gambar.

Mengenal Resolusi Gambar

Secara umum, resolusi adalah tingkat kualitas sebuah gambar. Resolusi bisa diukur dalam berbagai cara, Anda bisa membacanya di Wikipedia. Khusus di artikel ini, kita akan membahas perhitungan resolusi melalui jumlah pixel dalam gambar, yang disebut sebagai resolusi pixel.

Resolusi adalah jumlah pixel dalam satu persegi satuan tertentu. Misalnya, gambar dengan resolusi 300 pixel per inci (ppi) berarti untuk setiap kotak dengan luas 1 inci persegi memiliki 300 pixel. Semakin kecil resolusi artinya setiap kotak satu persegi memiliki lebih sedikit pixel. Semakin besar resolusi, maka semakin banyak pixel yang terkandung dalam setiap kotak satu persegi.

Gambar di bawah menunjukkan jumlah pixel dalam satu kotak persegi. Gambar pertama dengan resolusi 1 pixel per kotak persegi memiliki total 1 pixel di dalamnya. Gambar ketiga memiliki resolusi 25 pixel per kotak persegi. Semakin banyak pixel maka semakin jelas tampilan gambar.

Resolusi Pixel - Wikipedia
Resolusi pixel, sumber: Wikipedia.

Resolusi dalam Hasil Cetak dan Layar

Resolusi pixel, yaitu jumlah pixel dalam satu kotak persegi, akan berpengaruh pada hasil cetak. Tapi, dalam layar komputer, resolusi pixel tidak mempunyai pengaruh sama sekali. Lihat dua gambar berikut. Gambar pertama memiliki resolusi 150 ppi dan satu lagi 300 ppi. Keduanya di monitor Anda akan terlihat sama, tidak ada bedanya.

Resolusi 150 ppi
Resolusi 150 ppi
Resolusi 300 ppi
Resolusi 300 ppi

Adapun ketika dicetak, maka ukurannya akan mengikuti jumlah pixel di dalamnya.

Hasil cetak gambar sama dengan resolusi berbeda.
Hasil cetak dua gambar sama dengan resolusi berbeda.

Kedua gambar di atas memiliki jumlah pixel yang sama. Layar komputer Anda menampilkan pixel, sehingga resolusi tidak berpengaruh. Anda bisa mendesain gambar untuk web dengan resolusi 72 ppi, 300 ppi, atau bahkan 1 ppi. Tidak jadi masalah. Karena layar komputer hanya memperhitungkan jumlah pixelnya. Ketika dicetak, printer akan menampilkan ukuran pixel sesuai nilai resolusi. Jika resolusi gambar kecil, maka pixel akan ditampilkan di kertas dalam ukuran lebih besar. Resolusi terlalu kecil akan membuat hasil cetaknya pecah. Jika resolusi gambar lebih besar, pixel akan dicetak lebih kecil sehingga hasilnya terlihat jelas.

Penutup

Anda baru saja memahami apa itu resolusi gambar dan hubungannya dengan pixel. Di artikel selanjutnya, akan kita bahas bagaimana cara mengubah resolusi, mengubah ukuran gambar, dan berbagai hal lain yang berhubungan.

Mengenal Adobe Bridge dan Adobe Lightroom (Video)

Adobe Bridge adalah software browser gambar yang disertai dengan kemampuan editing yang cukup canggih. Bridge asalnya merupakan bagian dari fitur browser gambar sederhana di Photoshop 7. Adobe juga memiliki versi sederhana dari Photoshop, yang diberi nama Adobe Photoshop Lightroom. Apa persamaan dan juga perbedaan keduanya? Kapan kita menggunakan Lightroom dan kapan menggunakan Lightroom? Apa sebenarnya yang kita butuhkan, Lightroom atau Bridge? Video dari Terry White ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.

Kesimpulan yang disampaikan Terry, Bridge cocok untuk para desainer yang butuh pengelolaan gambar untuk kemudian dilanjutkan di editor lebih rumit, misalnya Photoshop atau InDesign. Lightroom lebih cocok untuk para fotografer yang ingin bisa mengelola gambar dan kemudian langsung melakukan proses editing sederhana.

Editor Gambar dan Vektor Online

Untuk keperluan desain serius, tentu saja kita membutuhkan software yang memang diperuntukkan untuk industri desain. Tapi, untuk keperluan sehari-hari software semacam ini sering kali terlalu berlebihan. Apa perlu menunggu 1 jam untuk menginstall dulu paket Adobe Creative Suite hanya demi memotong gambar untuk Facebook? Tentu tidak. Software online, walaupun sederhana dan minim fitur, sudah cukup untuk keperluan semacam ini.

Pixlr

Pixlr adalah editor online terbaik yang pernah saya coba. Tampilannya didesain mirip dengan Photoshop. Lengkap dengan panel dan toolbox. Bisa digunakan untuk editing sederhana. Bahkan bisa membuat seleksi bebas dengan tool Lasso. Tepat jika Anda memiliki foto kecil dan tidak ingin bosan menunggu loading Photoshop.

Muro DeviantArt

FotoFlexer

Fotoflexer mampu memberi efek-efek sederhana pada foto.

Muro DeviantArt

iPiccy

Sama seperti Fotoflexer, hanya memberi efek-efek sederhana pada foto.

Muro DeviantArt

Free Online Photo Editor

Free Online Photo Editor meneruskan software editor online Aviary yang tidak berlanjut pengembangannya. Sama seperti software online di atas, hanya bisa untuk memberikan efek-efek sederhana.

Muro DeviantArt

DevianArt Muro

Software ini lebih tepat untuk menggambar, bukan mengedit foto. Brush yang dimilikinya sangat beragam. Ada banyak gambar bagus yang dihasilkan para artis papan atas di DeviantArt dengan Muro. Sayangnya, tidak bisa mengedit foto.

Muro DeviantArt

Mondrian

Ini adalah software editor vektor berbasis web. Anda bisa menggambar vektor dengannya lalu menutup browser begitu saja. Data gambar Anda tidak akan hilang. Jika Anda buka kembali Mondrian, gambar terakhir Anda masih tetap ada.

Muro DeviantArt

SVG-Edit

Satu lagi software online untuk menggambar vektor. File akan disimpan dalam format svg. Interfacenya cukup ramai, mungkin sekali lebih bertenaga daripada Mondrian.

Muro DeviantArt

Kami sangat menyukai Pixlr dan menggunakannya untuk keperluan editing sederhana. Bagaimana dengan Anda?

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+

Bagi Anda yang terbiasa bekerja dengan klien lokal atau projek yang sifatnya terbatas –maksudnya tidak terbuka untuk umum seperti majalah, situs, atau iklan, hak cipta (copyright) biasanya tidak jadi masalah besar. Namun, klien dari luar negeri dengan projek yang sifatnya terbuka untuk umum biasanya sangat berhati-hati dengan masalah hak cipta.

Jadi, baru-baru ini saya memulai menulis tutorial tentang cara menggambar sebuah gitar listrik di Photoshop. Untuk tutorial ini, awalnya saya menggunakan stock foto dari shutterstock.com. Ternyata, Psdtuts+ sudah memiliki kebijakan baru terkait resource desain dari pihak ketiga. Terpaksa saya harus mengganti ke stock foto yang lain.

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+
Tutorial berikutnya

Resource yang Boleh Digunakan

Dalam kebijakan baru ini, setiap stock foto, brush, latar, pola, atau referensi foto (untuk tracing misalnya) harus secara tegas menyatakan dirinya boleh digunakan dalam projek komersial. Menulis untuk Tuts+ tergolong projek komersial karena penulis dibayar dan juga situs itu menjual sesuatu pada pengunjungnya.

There are certain types of third party content that you don’t need to seek permission to use (providing you follow a few basic guidelines):

Creative Commons (CC) Content
At Tuts+ we are free to use any CC work that allows commercial use. Any other types of CC license do not cover the way in which we use the content, so you must specifically use CC content that allows commercial usage.

GPL Code

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Perhatikan bahwa di sana dijelaskan bahwa resource desain dengan Creative Common harus disertai dengan izin untuk penggunaan komersial. Untuk contoh, Anda bisa melihat beberapa jenis izin Creative Common di flickr.

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+
Jenis-jenis lisensi Creative Common foto di flickr

Dalam halaman pencarian foto di flickr, ada pilihan untuk foto-foto Creative Common yang bisa digunakan untuk projek komersial. Tentu saja, artinya ada foto di flickr yang tidak boleh digunakan di projek komersial.

If you use Creative Commons imagery that is not free for commercial use, then we won’t be able to use the photos.

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Tuts+ Harus Memiliki Stock Itu

Asalnya penggunaan stock premium di tutorial Tuts+ lebih sederhana, sama seperti situs-situs tutorial lainnya. Asalkan kita telah membeli stock premium tersebut, kita bisa menggunakannya dalam tutorial. Sekarang Tuts+ membuat kebijakan berbeda. Mereka harus memiliki langsung stock tersebut, tidak cukup hanya penulisnya saja.

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+
boy thought to work – shutterstock.com

Saya menduga kebijakan ini terkait dengan urusan hukum. Misalnya saya telah membeli stock premium lalu menggunakannya dalam sebuah tutorial. Sebagai pemilik, saya memiliki hak legal untuk menggunakannya dalam tutorial dan memperoleh bayaran. Tapi, Tuts+ sebagai penyimpan tutorial ini juga memperoleh keuntungan dari tutorial yang dia beli namun tanpa membayar pada pemilik stock asli. Mungkin di sinilah bagian yang bisa jadi bermasalah di sisi hukum.

Oleh karena itu, Tuts+ memilih untuk membelikan resource desain bagi para penulisnya. Dengan cara ini, Tuts+ secara langsung membayar pada pemilik stock asli dan posisi penulis adalah pekerja bagi Tutsplus. Tapi, ini tebakan ngawur saja. Saya bukan ahli hukum. 🙂

If you can’t find a stock photo that is free and need to purchase stock photography for your tutorial, we can do that for you with some restrictions.

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Sikap Pemilik Stock Premium

Tapi, Customer Service Shutterstock ternyata tidak mempersalahkan ini. Ketika saya tanya tentang penggunaan stocknya untuk tutorial di situs lain –bukan Desaindigital– dia memperbolehkannya.

Saya duga, kebijakan baru Tuts+ ini adalah antisipasi untuk mencegah tuntutan hukum yang berpotensi mengenainya suatu saat di masa depan.

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+
Criminal hands locked – shutterstock.com

Kesimpulan

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah klien luar negeri apalagi perusahaan besar akan sangat ketat dalam masalah hak cipta. Mereka tidak akan mau mengambil resiko dengan tuntutan hukum. Tentu saja, ini bagi kita sulit dipahami. Kita hidup di negara surganya bajakan. Di mana kantor pemerintah pun menggunakan software bajakan. Apalagi sekadar penggunaan stock foto atau brush Photoshop. Tapi, di negeri mereka masalah hak cipta stock foto bisa benar-benar berujung pada tuntutan hukum.

Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium

Perkembangan internet saat ini menyediakan banyak resource instan bagi desainer. Foto gratis, inspirasi desain, resource desain gratis…. Tinggal googling saja, rasanya semua bisa diperoleh. Apa kondisi ini kemudian membuat para penyedia resouce premium tidak lagi diperlukan para desainer? Artikel ini akan mencoba menjawabnya secara jujur.

[box type=”note”]Artikel ini menggunakan shutterstock sebagai sample situs resource premium.[/box]

Kelebihan Situs Resource Premium

Sebagai penyedia resource premium, tentu harus ada kelebihan yang signifikan bagi mereka dibandingkan dengan situs gratis pesaingnya.

Berkualitas Tinggi

Poin pertama yang menyenangkan dari mereka adalah kualitasnya. Ini bisa dimungkinkan karena semua resource telah melalui proses seleksi. Memang ada beberapa foto yang kualitasnya biasa-biasa saja, namun secara umum Anda tidak akan menemukan foto yang kualitasnya jauh di bawah standar umum.

Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Foto dengan kualitas standar —Shutterstock.com
Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Foto berkualitas tinggi —Shutterstock.com

Menyediakan Foto-foto Unik

Setelah saya telusuri, ternyata ada banyak stock foto yang unik dan sulit ditemukan secara gratis. Salah satunya adalah foto cipratan cat yang sulit sekali tersedia gratis (saya pernah menemukan satu set stock gratis foto cipratan cat).

Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Stock foto cipratan cat —Shutterstock.com
Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Lebih banyak lagi stock foto cipratan cat —Shutterstock.com

Bebas Masalah Lisensi

Jika jangkauan karya Anda tidak terlalu luas –misalnya untuk majalah lokal, desain situs kecil, atau untuk penerbitan dalam negeri– lisensi dan copyright tidak akan jadi masalah besar. Terlebih lagi, Indonesia bukan negara yang terlalu ketat dalam masalah ini. Kultur bangsa kita juga tidak terlalu mempermasalahkan ini.

Namun, jika Anda bekerja untuk klien luar negeri, masalah lisensi dan copyright selalu dianggap serius. Kesalahan dalam masalah ini bisa benar-benar berurusan dengan hukum.

Stock foto premium mempermudah urusan ini karena mereka sudah memberikan syarat-syarat ketat pada para penyedia resourcenya. Misalnya, setiap foto dengan model diwajibkan disertai dengan Signed model release.

Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium

Walaupun begitu, perlu diketahui bahwa sebagian foto ini dibatasi khusus untuk tujuan editorial (berita) dan tidak untuk penggunaan komersial.

Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Eddie Vedder —ChinellatoPhoto / Shutterstock.com
Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Valentino Rossi —AHMAD FAIZAL YAHYA / Shutterstock.com

Berdasarkan pengalaman saya menulis di beberapa situs luar negeri, mereka hanya mau menggunakan resource-resource gratis yang secara eksplisit menyatakan bahwa produk mereka benar-benar gratis. Resource desain gratis tidak selalu berarti gratis sepenuhnya. Sebagian menggratiskan hanya untuk digunakan di komunitasnya saja, menggratiskan khusus untuk projek gratis juga, menggratiskan khusus dengan syarat atribusi, dan seterusnya. Masalah lisensi kadang begitu rumit sehingga saya menyerahkannya pada editor.

Murah, Praktis, dan Hemat Waktu

Stock foto premium terbilang murah dibandingkan jika harus memotret sendiri atau menyewa photografer professional. Selain itu, resource foto ini free royalti. Artinya, Anda bisa menggunakan foto tersebut dalam berbagai projek secara berulang-ulang tanpa perlu membayar pemilik aslinya. Anda juga tidak perlu repot menyiapkan set pemotretan, objek yang akan difoto, menunggu momen yang tepat, atau berkelana ke tempat tujuan. Anda hanya perlu beberapa klik untuk memperolehnya. Anda bisa membayangkan betapa besar persiapan dan pengorbanan untuk memperoleh foto-foto di bawah ini.

Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Giraffes and The Landscape —Shutterstock.com
Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Underwater scene —Shutterstock.com

Berguna Untuk Resource Desain

Tidak banyak yang tahu bahwa mereka tidak hanya menyediakan stock foto saja tapi juga ilustrasi vektor dan stock yang bisa digunakan untuk elemen desain Anda. Misalnya stock splatter, vektor logo, dan infografik di bawah. Misalnya, menggunakan kedua stock berikut, saya dapat dengan mudah membuat desain secara cepat.

Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Vintage labels and ribbon —Shutterstock.com
Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Travel Infographic set —Shutterstock.com
Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium

Kekurangan Stock Foto Premium

Dengan memperhitungkan poin-poin di atas, saya menganggap mereka sangat berharga bagi para blogger dan desainer. Namun, ada beberapa hal yang masih perlu dperbaiki.

Resource yang tersedia di sana bisa sangat berguna bagi para desainer. Sayangnya, mereka sangat terbatas. File ilustrasi mereka hanya dalam format dasar file eps. Tapi, jika Anda ingin memperoleh bentuk-bentuk vektornya, format file standar ini sudah cukup.

Yang paling tidak menyenangkan adalah tidak ada informasi tentang font yang digunakan dalam file illustrasi vektor mereka. Terlebih lagi, semua teks sudah dikonversi menjadi shape datar.

Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Christmas decoration collection —Shutterstock.com

Akan lebih bagus lagi jika mereka juga menyediakan file PSD yang bisa digunakan untuk template desain.

Saya juga menemukan stock foto objek dengan latar putih telah disertai dengan path yang menyeleksi objek utama dalam foto. Sayangnya, tidak atau belum semua foto memiliki ini.

Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium
Beautiful sunburst electric guitar —Shutterstock.com

Kesimpulan

Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dari penyedia stock foto premium. Tapi, fungsi utama mereka sebagai penyedia foto berkualitas sudah berjalan sangat baik dan sangat berguna bagi para desainer untuk projeknya. Agar adil, di artikel berikutnya saya akan membahas tentang penyedia stock foto gratis.