Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+

Bagi Anda yang terbiasa bekerja dengan klien lokal atau projek yang sifatnya terbatas –maksudnya tidak terbuka untuk umum seperti majalah, situs, atau iklan, hak cipta (copyright) biasanya tidak jadi masalah besar. Namun, klien dari luar negeri dengan projek yang sifatnya terbuka untuk umum biasanya sangat berhati-hati dengan masalah hak cipta.

Jadi, baru-baru ini saya memulai menulis tutorial tentang cara menggambar sebuah gitar listrik di Photoshop. Untuk tutorial ini, awalnya saya menggunakan stock foto dari shutterstock.com. Ternyata, Psdtuts+ sudah memiliki kebijakan baru terkait resource desain dari pihak ketiga. Terpaksa saya harus mengganti ke stock foto yang lain.

kebijakan-tutsplus-3.jpg
Tutorial berikutnya

Resource yang Boleh Digunakan

Dalam kebijakan baru ini, setiap stock foto, brush, latar, pola, atau referensi foto (untuk tracing misalnya) harus secara tegas menyatakan dirinya boleh digunakan dalam projek komersial. Menulis untuk Tuts+ tergolong projek komersial karena penulis dibayar dan juga situs itu menjual sesuatu pada pengunjungnya.

There are certain types of third party content that you don’t need to seek permission to use (providing you follow a few basic guidelines):

Creative Commons (CC) Content
At Tuts+ we are free to use any CC work that allows commercial use. Any other types of CC license do not cover the way in which we use the content, so you must specifically use CC content that allows commercial usage.

GPL Code

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Perhatikan bahwa di sana dijelaskan bahwa resource desain dengan Creative Common harus disertai dengan izin untuk penggunaan komersial. Untuk contoh, Anda bisa melihat beberapa jenis izin Creative Common di flickr.

kebijakan-tutsplus-2.jpg

Jenis-jenis lisensi Creative Common foto di flickr

Dalam halaman pencarian foto di flickr, ada pilihan untuk foto-foto Creative Common yang bisa digunakan untuk projek komersial. Tentu saja, artinya ada foto di flickr yang tidak boleh digunakan di projek komersial.
kebijakan-tutsplus-1.jpg

If you use Creative Commons imagery that is not free for commercial use, then we won’t be able to use the photos.

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Tuts+ Harus Memiliki Stock Itu

Asalnya penggunaan stock premium di tutorial Tuts+ lebih sederhana, sama seperti situs-situs tutorial lainnya. Asalkan kita telah membeli stock premium tersebut, kita bisa menggunakannya dalam tutorial. Sekarang Tuts+ membuat kebijakan berbeda. Mereka harus memiliki langsung stock tersebut, tidak cukup hanya penulisnya saja.

kebijakan-tutsplus-4.jpg

Boy thought to work – shutterstock.com

Saya menduga kebijakan ini terkait dengan urusan hukum. Misalnya saya telah membeli stock premium lalu menggunakannya dalam sebuah tutorial. Sebagai pemilik, saya memiliki hak legal untuk menggunakannya dalam tutorial dan memperoleh bayaran. Tapi, Tuts+ sebagai penyimpan tutorial ini juga memperoleh keuntungan dari tutorial yang dia beli namun tanpa membayar pada pemilik stock asli. Mungkin di sinilah bagian yang bisa jadi bermasalah di sisi hukum.

Oleh karena itu, Tuts+ memilih untuk membelikan resource desain bagi para penulisnya. Dengan cara ini, Tuts+ secara langsung membayar pada pemilik stock asli dan posisi penulis adalah pekerja bagi Tutsplus. Tapi, ini tebakan ngawur saja. Saya bukan ahli hukum. 🙂

If you can’t find a stock photo that is free and need to purchase stock photography for your tutorial, we can do that for you with some restrictions.

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Sikap Pemilik Stock Premium

Tapi, Customer Service Shutterstock ternyata tidak mempersalahkan ini. Ketika saya tanya tentang penggunaan stocknya untuk tutorial di situs lain –bukan Desaindigital– dia memperbolehkannya.

Saya duga, kebijakan baru Tuts+ ini adalah antisipasi untuk mencegah tuntutan hukum yang berpotensi mengenainya suatu saat di masa depan.

kebijakan-tutsplus-5.jpg
Criminal hands locked – shutterstock.com

Kesimpulan

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah klien luar negeri apalagi perusahaan besar akan sangat ketat dalam masalah hak cipta. Mereka tidak akan mau mengambil resiko dengan tuntutan hukum. Tentu saja, ini bagi kita sulit dipahami. Kita hidup di negara surganya bajakan. Di mana kantor pemerintah pun menggunakan software bajakan. Apalagi sekadar penggunaan stock foto atau brush Photoshop. Tapi, di negeri mereka masalah hak cipta stock foto bisa benar-benar berujung pada tuntutan hukum.

Iklan

5 thoughts on “Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+

  1. Kebijakan Tuts+ ini saya pikir amat cerdik dan cerdas kalau menurut saya, Mas. Dia sudah bisa mengantisipasi tuntutan hukum kelak yang mungkin saja terjadi. Namun tidak menutup kemungkinan celah hukum buat menuntut Tuts+ masih ada. Bagaimana dengan desain-desain tutorial yang dulu-dulu? Apakah juga ikut diganti semua fotonya?

    Kalau semua bahan mentah (foto) dia yang membelikannya. Saya pun menyimpulkan demikian seperti kesimpulan Mas Jeprie. Satu pertanyaan saya, Mas. Kalau resource mereka yang belikan apakah ini ada konpensasi dengan honor penulisnya, Mas? Artinya apakah beban biaya pembelian resouces fotonya nanti dicharge ke para penulisnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s