Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium

Perkembangan internet saat ini menyediakan banyak resource instan bagi desainer. Foto gratis, inspirasi desain, resource desain gratis…. Tinggal googling saja, rasanya semua bisa diperoleh. Apa kondisi ini kemudian membuat para penyedia resouce premium tidak lagi diperlukan para desainer? Artikel ini akan mencoba menjawabnya secara jujur.

Catatan: Artikel ini menggunakan shutterstock sebagai sample situs resource premium.

Kelebihan Situs Resource Premium

Sebagai penyedia resource premium, tentu harus ada kelebihan yang signifikan bagi mereka dibandingkan dengan situs gratis pesaingnya.

Berkualitas Tinggi

Poin pertama yang menyenangkan dari mereka adalah kualitasnya. Ini bisa dimungkinkan karena semua resource telah melalui proses seleksi. Memang ada beberapa foto yang kualitasnya biasa-biasa saja, namun secara umum Anda tidak akan menemukan foto yang kualitasnya jauh di bawah standar umum.

foto-1.jpg
Foto dengan kualitas standar —Shutterstock.com
foto-2.jpg
Foto berkualitas tinggi —Shutterstock.com

Menyediakan Foto-foto Unik

Setelah saya telusuri, ternyata ada banyak stock foto yang unik dan sulit ditemukan secara gratis. Salah satunya adalah foto cipratan cat yang sulit sekali tersedia gratis (saya pernah menemukan satu set stock gratis foto cipratan cat).

foto-3.jpg
Stock foto cipratan cat —Shutterstock.com
foto-4.jpg
Lebih banyak lagi stock foto cipratan cat —Shutterstock.com

Bebas Masalah Lisensi

Jika jangkauan karya Anda tidak terlalu luas –misalnya untuk majalah lokal, desain situs kecil, atau untuk penerbitan dalam negeri– lisensi dan copyright tidak akan jadi masalah besar. Terlebih lagi, Indonesia bukan negara yang terlalu ketat dalam masalah ini. Kultur bangsa kita juga tidak terlalu mempermasalahkan ini.

Namun, jika Anda bekerja untuk klien luar negeri, masalah lisensi dan copyright selalu dianggap serius. Kesalahan dalam masalah ini bisa benar-benar berurusan dengan hukum.

Stock foto premium mempermudah urusan ini karena mereka sudah memberikan syarat-syarat ketat pada para penyedia resourcenya. Misalnya, setiap foto dengan model diwajibkan disertai dengan Signed model release.

foto-5.jpg

Walaupun begitu, perlu diketahui bahwa sebagian foto ini dibatasi khusus untuk tujuan editorial (berita) dan tidak untuk penggunaan komersial.

foto-7.jpg
Berdasarkan pengalaman saya menulis di beberapa situs luar negeri, mereka hanya mau menggunakan resource-resource gratis yang secara eksplisit menyatakan bahwa produk mereka benar-benar gratis. Resource desain gratis tidak selalu berarti gratis sepenuhnya. Sebagian menggratiskan hanya untuk digunakan di komunitasnya saja, menggratiskan khusus untuk projek gratis juga, menggratiskan khusus dengan syarat atribusi, dan seterusnya. Masalah lisensi kadang begitu rumit sehingga saya menyerahkannya pada editor.

Murah, Praktis, dan Hemat Waktu

Stock foto premium terbilang murah dibandingkan jika harus memotret sendiri atau menyewa photografer professional. Selain itu, resource foto ini free royalti. Artinya, Anda bisa menggunakan foto tersebut dalam berbagai projek secara berulang-ulang tanpa perlu membayar pemilik aslinya. Anda juga tidak perlu repot menyiapkan set pemotretan, objek yang akan difoto, menunggu momen yang tepat, atau berkelana ke tempat tujuan. Anda hanya perlu beberapa klik untuk memperolehnya. Anda bisa membayangkan betapa besar persiapan dan pengorbanan untuk memperoleh foto-foto di bawah ini.

foto-8.jpg
Giraffes and The Landscape —Shutterstock.com
foto-9.jpg
Underwater scene —Shutterstock.com

Berguna Untuk Resource Desain

Tidak banyak yang tahu bahwa mereka tidak hanya menyediakan stock foto saja tapi juga ilustrasi vektor dan stock yang bisa digunakan untuk elemen desain Anda. Misalnya stock splatter, vektor logo, dan infografik di bawah. Misalnya, menggunakan kedua stock berikut, saya dapat dengan mudah membuat desain secara cepat.

foto-10.jpg
Vintage labels and ribbon —Shutterstock.com
foto-11.jpg
Travel Infographic set —Shutterstock.com
foto-12.jpg

Kekurangan Stock Foto Premium

Dengan memperhitungkan poin-poin di atas, saya menganggap mereka sangat berharga bagi para blogger dan desainer. Namun, ada beberapa hal yang masih perlu dperbaiki.

Resource yang tersedia di sana bisa sangat berguna bagi para desainer. Sayangnya, mereka sangat terbatas. File ilustrasi mereka hanya dalam format dasar file eps. Tapi, jika Anda ingin memperoleh bentuk-bentuk vektornya, format file standar ini sudah cukup.

Yang paling tidak menyenangkan adalah tidak ada informasi tentang font yang digunakan dalam file illustrasi vektor mereka. Terlebih lagi, semua teks sudah dikonversi menjadi shape datar.

foto-13.jpg
Christmas decoration collection —Shutterstock.com

Akan lebih bagus lagi jika mereka juga menyediakan file PSD yang bisa digunakan untuk template desain.

Saya juga menemukan stock foto objek dengan latar putih telah disertai dengan path yang menyeleksi objek utama dalam foto. Sayangnya, tidak atau belum semua foto memiliki ini.

foto-14.jpg
Beautiful sunburst electric guitar —Shutterstock.com

Kesimpulan

Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dari penyedia stock foto premium. Tapi, fungsi utama mereka sebagai penyedia foto berkualitas sudah berjalan sangat baik dan sangat berguna bagi para desainer untuk projeknya. Agar adil, di artikel berikutnya saya akan membahas tentang penyedia stock foto gratis.

Iklan

14 thoughts on “Mempertimbangkan Penggunaan Stock Foto Premium

  1. Sebenernya pengin2 aja sih pake stock foto premium kayak gini. Biar dapet hasil design yang keren dgn kualitas foto yang bagus2 pula 😀 Cuma bingung untuk pembayarannya..

  2. saya setuju dengan pendapatnya om jeprie,
    karena saya suka miris lihat ada majalah terkenal yang katanya “profesional” tapi jarang memperdulikan lisensi dari element desainya sendiri seperti contoh membuat cover dengan image yang masih ada watermarknya dengan resolusi kecil yang dipaksa diresize menjadi besar, hadeeh facepalm deh..

  3. persyaratan Shuuterstock apa sajanyah ? ada yang bilang dengan pasport juga.. jadi bingung.
    atau saat mengirim gambar kita yang sudah jadi ini butuh pict pasport agar diterima ? mohon penjelasanya.

  4. yang mau saya tanyakan
    apakah boleh menggunakan gambar yang ber-watermark Shutterstock secara gratis?
    karena saya tidak seberapa membutuhkan gambar tanpa watermark, saya hanya butuh ilustrasi yang bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s