Membahas Pencurian Konten Blog

Seperti pekerjaan lainnya, blogging membutuhkan waktu dan energi. Anda perlu mencari berbagai referensi, menyatukannya dengan pendapat pribadi, kemudian merangkainya ke dalam kata-kata dengan susunan yang logis. Tidak mudah memang. Mungkin itu sebabnya ada beberapa pemilik blog –saya tidak akan menyebutnya blogger– yang memilih mengambil cara mudah, menyalin (copy paste) tulisan blogger lain.

Menyalin memang mudah, Ctrl + A, Ctrl + C, lalu Ctrl + V. Selesai! Anda memperoleh tulisan berkualitas tanpa perlu menghabiskan waktu sama sekali. Tentu saja, ini melanggar asas dasar dari proses pembuatan sebuah karya. Tidak perlu diragukan bahwa menyalin adalah tindakan buruk yang harus dihindari siapa pun, terutama bagi mereka yang mengklaim sebagai penulis atau blogger. Wajar saja jika kita lebih suka menyebutnya pencurian kontent.

[hr]

Kerugian Mencuri Posting Blog

Beberapa bulan lalu, saya bertemu seorang fotografer. Konsep fotografinya unik. Di blognya saya juga menemukan karya-karya yang menarik. Saya bahkan berminat untuk menampilkannya di Desaindigital. Satu hal yang menyebalkan, ada posting salinan dari situs desain Webdesignerdepot. Bagaimana mungkin Desaindigital menampilkan karya seseorang yang tidak menghargai karya orang lain? Jangan heran jika ada blogger lain yang akan berpikir sama. Jika ingin karya Anda dihargai, mulailah dengan menghargai karya orang lain.

Jika ingin karya Anda dihargai, mulailah dengan menghargai karya orang lain.

Mencuri posting blog berarti Anda tidak menghargai penulis dan proses penulisannya. Sebagai ilustrasi, artikel di DesainDigital biasanya membutuhkan waktu 3-4 jam. Pembuatan tutorial lebih lama lagi, paling cepat 5-6 jam. Menyalinnya begitu saja –tanpa ada kompensasi atau izin– berarti Anda tidak menghargai waktu, tenaga, dan energi yang dibutuhkan dalam proses penulisannya.

Tindakan seperti ini, jika terus dibiarkan akan membekas ke dalam pikiran Anda. Sedikit demi sedikit Anda akan beranggapan bahwa ini sah-sah saja. Sebagai pelaku, Anda tidak lagi menganggapnya sesuatu yang salah atau memalukan.

[hr]

Kenapa Harus Posting Original?

Belajar Menulis

Tidak semua orang bisa menulis. Ada beberapa orang yang sama sekali tidak bisa mengungkapkan pemikirannya ke dalam tulisan. Berdasarkan pengalaman saya , skill menulis tidak perlu dipelajari. Untuk bisa menulis, Anda tinggal menulis, lalu menulis, lalu terus menulis. Saya biasa membandingkan menulis dengan berlari. Untuk berlari, Anda tidak perlu membaca buku teori lari atau mempelajari algoritma cara berlari. Teori akan membantu Anda berlari lebih baik, namun intinya tetap praktek berlari. Tanpa itu, semua teori akan sia-sia. Jika terbiasa menyalin tulisan blogger lain, Anda tidak akan pernah menjadi penulis yang baik. Anda hanya akan menjadi penyalin yang baik.

Desaindigital adalah tempat saya belajar menulis. Bagi saya, menulis artikel sangat sulit –lebih sulit daripada menulis tutorial. Artikel awal di Desaindigital bisa membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu. Namun, setelah beberapa bulan, menulis artikel menjadi semakin mudah. Sekarang, saya bisa menulis artikel dalam 2 atau 3 jam.

Membantu Anda untuk Memahami Persoalan Rumit

Ketika menyalin, Anda hanya sekadar memindahkan tulisan. Di sana, hampir tidak ada proses belajar yang terjadi. Dengan menulis sendiri, Anda terpaksa mencari referensi untuk bahan penulisan. Tidak cukup sekadar menemukan informasi, Anda pun harus mengolahnya, memilih yang terbaik, dan menghasilkan argumentasi pribadi. Dalam proses ini, Anda tidak hanya menemukan informasi baru, namun Anda juga memperoleh pemahaman baru.

Proses ini saya alami ketika membahas Spec Work di industri desain. Spec Work adalah fenomena baru yang selalu memicu perdebatan. Dalam proses penulisan artikel ini, saya membaca puluhan argumen baik dari pendukung maupun penolak Spec Work. Akhirnya, saya bisa memahami Spec Work secara lebih dalam, bisa mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya, dan berakhir dengan menolak Spec Work.

Memaksa Anda untuk Belajar

Penulis hanya bisa merangkum. Penulis tidak mungkin bisa menulis lebih banyak daripada informasi yang diketahuinya. Itu mustahil. Untuk ilustrasi, kita coba melihat ini dalam bentuk angka. Jika informasi yang diketahui penulis sebesar 100, maka tulisannya tidak mungkin 150. Tulisannya tidak mungkin sama persis 100, karena penulis pasti memfilter informasi yang dimilikinya. Tulisannya paling hanya 80. Yang diperoleh pembaca adalah 80 informasi tadi.

Ketika menulis tutorial Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi, saya sama sekali tidak pernah membuat karya bertema permainan efek cahaya. Ketika itu, saya terlebih dahulu mempelajari teknik manipulasi efek cahaya dari kurang lebih 10 tutorial. Saya juga perlu mencari stock foto yang cocok untuk projek ini. Saya juga membuka arsip lama seniman dengan teknik efek cahaya mengagumkan seperti Tony Ariawan dan Svprmachine. Dalam proses pengerjaannya, saya juga mencoba beberapa teknik seleksi. Melalui tutorial ini, saya belajar banyak teknik baru. Bandingkan dengan pembaca tutorial yang hanya belajar beberapa teknik yang bisa jadi tidak akan berguna jika menggunakan stock foto yang berbeda. Pembaca tidak mengalami proses pencarian panjang yang dilakukan penulis.

Ketika menyalin, Anda jelas tidak menulis, Anda juga belum tentu membaca. Jadi, apa yang bisa Anda pelajari?

Menghasilkan Blog Yang Unik

Semua blog ingin unik dan berbeda dari yang lain. Blog berkualitas mampu memberikan sesuatu yang tidak ada di tempat lain. Itulah alasan utama pengunjung Anda datang. Jika blog Anda hanya sekadar salinan blog lain, maka praktis tidak ada alasan untuk datang. Tentu saja lebih masuk akal untuk datang ke blog pemilik tulisan asli. Artikel asli akan selalu diperbarui oleh pemiliknya. Komentar yang Anda berikan juga dijawab langsung oleh penulisnya.

[hr]

Solusi Mudah Menulis Posting Berkualitas?

Jadi, bagaimana caranya jika kita tidak memiliki banyak waktu namun ingin menghasilkan posting berkualitas? Menulis jelas membutuhkan banyak waktu. Mencari referensi mungkin tidak akan cukup satu atau dua jam. Belajar teknik baru mungkin tidak cukup hanya dari dua atau tiga tutorial saja.

Tidak ada dan tidak akan pernah ada cara mudah untuk membuat tulisan berkualitas. Jika Anda tidak memiliki waktu untuk menulis, berarti Anda tidak menganggap menulis sebagai sesuatu yang serius. Berhenti saja, cari pekerjaan atau hobi lain yang memang Anda anggap menarik.

[hr]

Kesimpulan

Kita sangat diuntungkan dengan keberadaan internet dan isinya yang beragam. Saat ini, kita bisa memperoleh banyak ilmu dengan gratis. Tidak perlu pendaftaran atau uang muka. Kita tinggal membaca dan mempraktekkannya. Jangan merusak kultur yang sudah baik ini hanya demi recehan dari iklan PPC. Biasakan diri Anda untuk menghargai karya orang lain.

Iklan

43 thoughts on “Membahas Pencurian Konten Blog

  1. Klo materinya soal agama mungkin nggak terlalu masalah ya klo di copas, itu klo yg nulis emang niat dakwah. Sebagaimana imam2 hadist dulu yg utk dapat 1 hadist aja harus menempuh perjalanan puluhan kilometer. Tp tetap hrs ada kredit utk penulisnya

  2. sangat sepakat dengan anda Pak Jeprie…menghargai karya orang lain adalah dengan memberi apresiasi bukan copas mutlak.

    namun menurut bapak (sedikit OOT) bagaimana dengan mencontek ide atau inspirasi kemudian mengembangkannya tanpa menghilangkan jejak dari sumber sebelumnya ?

    apakah hal tersebut permissible ?

    Terima kasih

    – Aditia

  3. Terima kasih, bagian ini terlewatkan.

    Memang kultur di masyarakat Islam –dan berlaku hingga saat ini– menyalin karya selama menuliskan nama penulis tidak jadi masalah besar. Setahu saya, penerbit buku Islam di Indonesia tidak pernah kesulitan jika ingin menerbitkan ulang terjemahan karya para ulama dari Timur Tengah. Pernyataan lisan biasanya cukup. Buku-buku bajakan pun tidak pernah jadi masalah besar –misalnya La Tahzan dari Aidh al-Qarni. Materi tidak pernah menjadi tujuan utama mereka. Berbeda dengan proses penerjemahan buku-buku dari barat. Setahu saya, penulis dan penerbit di sana sangat ketat. Bayarannya pun mahal sekali.

    Jika kita melihat kembali kultur di zaman ulama terdahulu, ilmu memang tidak diperjualbelikan namun mereka sangat menghormati ilmu. Kitab-kitab para ulama hanya boleh dibaca oleh mereka yang sudah mendapat ijazah dari penulisnya atau ulama lain yang dianggap memiliki otoritas. Mungkin ini sebabnya karya-karya bisa bertahan ratusan tahun, misalnya al-Umm dari Imam as-Syafii yang berusia 12 abad.

    Saat ini perkembangan teknologi membuat ilmu semakin mudah tersebar namun berakibat ilmu kurang dihargai. Beberapa orang seenaknya copy paste tanpa memberikan kredit pada penulisnya. Sangat disayangkan.

  4. OK thanks ms jeprie, sy juga terinspirasi dari desain yg ms jeprie buat, mungkin sy salah satu pengemar tulisan & desain ms jeprie πŸ™‚ thanks atas waktu dan tenaga untuk shering tulisannya apalagi tutorial desain, smoga saya bisa menyusul menjadi desainer yg baik seperti ms jeprie,.. ^_^

  5. Untuk menulis tutorial, saya sendiri biasanya butuh waktu lebih dari 2 jam. Mulai dari mengumpulkan informasi terkait, menyaring dan menganalisanya, menambahkan dengan opini dna pengalaman sendiri, membuat screesnhot, mengedit screenshot+menambahkan keterangan yang diperlukan, mengaploadnya satu per satu, lalu mempublishnya (setelah saya simak kembali untuk memastikan tidak ada kalimat yg berpotensi kurang dipahami).

    Lumayan melelahkan juga. Tapi ada kepuasan batin tersendiri rasanya. Tentu saja saya akan sangat kecewa jika ada yang mencurinya karena saya butuh waktu dan energi lebih ketika akan mengemas dan mempublikasikannya.

    Oya, ada argumen begini: “kalo nggak mau dicopas ya jangan posting di Internet dan jangan ngeblog”.

    Argumen yang sangat konyol menurut saya.

  6. Menulis tutorial memang lebih berat dari artikel biasa. Biasanya bayaran menulis tutorial juga paling mahal. Seperti dikatakan editor Psdtuts+, bahkan ada sebagian orang yang menghabiskan umurnya untuk menemukan atau menyempurnakan sebuah teknik tertentu jadi wajar jika bayarannya harus besar sekali.

    Menulis tutorial untuk DesainDigital relatif tidak selama yang lain. Biasanya saya mempersiapkan ide tutorial dalam kepala beberapa hari sebelum mulai menulis. Proses penulisannya biasanya 4-6 jam. Tutorial komersil yang ditulis untuk situs lain, bisa memakan waktu sangat lama. Ada salah satu tutorial saya di Psdtuts+ yang pengerjaannya memakan waktu hingga 2 bulan.

    kalo nggak mau dicopas ya jangan posting di Internet dan jangan ngeblog.

    Kalau tidak bisa menulis, lebih baik jadi pembaca saja. Jangan copas dan jangan punya blog. Tidak menyakiti pihak manapun dan tidak menimbulkan masalah.

  7. Ada komentar menarik juga di tutorial lama.

    wahhh,, pelit amat ni gk boleh copy paste,,
    emang ilmu jg mahal.!!!

    Di sini sudah tersedia tutorial gratis. Baca tutorial ini ga perlu bayar. Saya cuma minta tutorial ini ga boleh di-copy paste. Masih dibilang pelit?

    Silakan bilangin ke semua situs yang tidak menyediakan tutorial kalau mereka itu pelit. Kalau ga suka, ga perlu dateng lagi ke sini. Situs lu mana? Udah nulis berapa tutorial? Apa cuma bisa copy paste? Siapa yang pelit?

  8. Hahaha. Setuju Mas. Kita sudah mau berbagi secara gratis saja sudah syukur ya. Kalau kita memang pelit, buat apa kita menulis dan memosting artikel tutorial. Sembunyikan saja biar tidak banyak yang tahu. Selesai. Tapi yang namanya ilmu, jika dibagikan (apalagi secara gratis) tentunya akan bisa menjadi berkah, baik bagi diri sendiri maupun bagi pembacanya.

    Saya nggak ngerti juga kalau begitu kita masih dibilang pelit.

  9. Di Indonesia, edukasi tentang Creative Commons emang kurang getol siy ya mas… Makanya kadang banyak yg g paham perihal copy paste ini. Sekali-kali tampilin artikel soal itu, biar mereka yg suka copy paste pada paham, mas…

  10. Ya, kalau dihitung dengan jam kerja harusnya saya udah kaya dari Desaindigital.

    Tutorial-tutorial di situs ini sebetulnya bisa dijual juga kalau mau. Kualitasnya tidak berbeda jauh dengan tutorial komersil di situs luar.

  11. Saya sendiri tidak begitu mengerti tentang Creative Common dan perihal copyright, copyleft, atau turunannya. Prinsip saya sederhana, sebisa mungkin berbagi ilmu tanpa merugikan orang lain. Tentang copyright, ada beberapa hal yang kurang saya sukai di sana.

    Mungkin akan saya bahas jika ilmu saya sudah sampai ke sana. Jika memang ekky (atau pembaca lain) lebih kompeten membahas ini, saya persilakan untuk menulis tamu di Desaindigital. Pasti akan jadi bahasan diskusi yang menarik.

  12. Kalau bahas masalah ini (pencurian konten) rasanya memang tak akan ada habis-habisnya. Sebagai blogger, jujur saya pun jika mendapati tulisan saya dicopas oleh orang lain dalam hati kecil saya, ya sama, tak rela. Untuk menulis butuh memeras otak dan itu bukan perkara mudah buat saya.

    Saya ingat tulisan saya yang pertama kali dicopas blogger lain. Yaitu tulisan yang mengulas 10 Fakta Tentang PLN. Ada belasan blogger saya temukan mencopas artikel saya secara diam-diam. Gara-gara tulisan disubmit oleh pengunjung ke Lintas Berita. Saya sempat marah waktu itu. Bagaimana tidak? Saya butuh waktu sampai belasan tahun jadi engineer baru bisa melahirkan tulisan tersebut.

    Sebetulnya di sisi lain saya malah kasihan dengan para blogger yang gemar mencopas itu. Kasihan dengan otak dan kreativitasnya yang tak digunakan sebagaimana mestinya. Yang paling rugi, ya mereka sendiri karena nantinya otaknya menjadi mati karena tak dipakai.

    Akhirnya kini saya memutuskan untuk membiarkan saja, Mas Jeprie kalau sekarang ada yang mau copas artikel blog saya. Biarlah itu jadi pahala buat saya. Saya hanya minta doanya saja dari yang nyopas agar ide-ide saya tidak akan habis sehingga bisa terus menulis dan menulis.

    *** Kok saya jadi curhat disini

  13. Saya dulu salah satu diantaranya, tapi sekarang alhamdulillah telah berhasil mengharamkan copas. Anehnya, saat copas saya menjadi lebih mengerti tentang blogging, belajar SEO sendiri (walaupun tak berhasil). Tak semua dari mereka yang copas bodoh selamanya, mungkin mereka belajar tapi sayang harus merugikan orang lain πŸ˜€

  14. Jika ingin karya Anda dihargai, mulailah dengan menghargai karya orang lain.( termasuk juga dalam pemakaian perangkat lunak )

  15. Sebetulnya, artikel ini terinspirasi dari sebuah komentar yang meminta izin untuk menyalin salah satu tutorial di Desaindigital.

    Ada beberapa artikel di Desaindigital yang disalin oleh situs lain. Jika bisa berkomentar, biasanya saya tuliskan saja info lisensi dari footer Desaindigital.

    Masalahnya, mereka sering kali tidak sekadar menyalin tapi juga menggunakannya untuk komersial. Situsnya sering kali dipenuhi iklan-iklan spam. Tidak enak rasanya melihat tulisan kita ada di situs seperti itu.

    Memang yang paling rugi adalah para mereka copy paste artikel kita. Situs kita jelas lebih baik desainnya, penerbit konten pertama kali, belajar lebih banyak, dst.

  16. Memang sepertinya orang yang terobsesi dengan SEO suka melakukan hal-hal aneh. πŸ™‚

    Jika tidak bisa menghasilkan artikel unik dan original kenapa tidak jadi kolektor? Mengumpulkan artikel dan berita terbaik di internet. Jika memang isinya bagus, bisa meningkatkan traffik. Contoh bagus bisa dilihat di holykaw.alltop.com.

  17. Artikel copas selain tidak disukai oleh sang penulis, mesin pencari seperti google, yahoo, bing juga tidak segan-segan untuk memblok, membaned, dan meng”Kick” artikel-artikel copas tanpa isian content yang original.

    Banyak juga para “Copasters” berdalih-dalih bahwa copas boleh saja, asalkan ada copywright dan link ke artikel originalnya. Walaupun kadang-kadang yang seperti ini kadang menyebalkan, tapi, saya juga salah satu peminat copaste πŸ˜›
    hhehe.
    Tapi NO untuk yang the real my site [psdesain] πŸ˜€

  18. wedew….parah juga yah, solusi untuk mengatasi ini seperti apa yah? klo bicara kesadaran…hanya sedikit yg tergerak untuk berubah..

    so….mungkin mulai dari sendiri dan menjadi inspirasi bagi orang lain πŸ™‚

    CMIIW

  19. Jadi, situs yang lainnya copy paste?

    Sebetulnya link ke artikel asli itu tidak penting. Situs asli belum tentu butuh link. Yang dibutuhkan adalah pengunjung, bukan link.

  20. Saya rasa ini tidak jadi masalah, ide bukan barang dan tidak bisa diklaim milik siapa pun. Mungkin menurut sistem copyright ini bisa disalahkan, tapi saya berpendapat seperti itu.

    Yang perlu dipermasalahkan adalah sejauh mana inspirasi ini berpengaruh terhadap hasil karya. Sama persis 100% maka plagiat dan jelas tidak boleh. Sebagai contoh sederhana, layout web dua kolom dengan sidebar di kanan tidak bisa diklaim pihak mana pun. Siapa pun berhak menggunakan ide yang sama. Sumber inspirasi saya pikir tidak harus disebutkan.

    Tambahan juga, membuat sesuatu yang original bisa dikatakan sesuatu yang mustahil. Sudah menjadi sifat manusia untuk selalu terinspirasi dan terpengaruh oleh lingkungannya. Kita hanya bisa membuatnya terlihat original.

  21. Menulis adalah sesuatu yang menyenangkan,selain kita bisa belajar juga bisa berbagi kepada orang lain,masalah copas saya rasa tidak ada proses belajar disana,segala sesuatunya butuh proses,mungkin pada tulisan pertama kita kurang bagus tetapi karena terbiasa menulis mustahil tidak ada peningkatan disana.Membaca adalah kuncinya,seorang penulis yang baik pasti adalah seorang pembaca yang baik pula….baru-baru ini ada seorang tukang becak yang melahirkan sebuah buku yang kalau ga salah judulnya Becak way,tulisannya itu hasil dari apa yang dia baca setiap hari yaitu pengalamannya menjadi tk becak,begitu juga dengan Antony robbin penulis terkenal yang awalnya hanya seorang penjaga toilet…..copas hanya akan mengkerdilkan pemikiran kita.

  22. Menulis adalah cara lain untuk belajar. Semua pasti ada proses, kalau proses ini tidak dilalui tidak akan ada kemajuan yang kita peroleh.

    Penulis yang baik pasti adalah seorang pembaca yang baik pula.

    Terima kasih untuk kutipannya yang menarik. πŸ™‚

  23. Wah, saya juga suka nulis tutorial di blog/website milik pribadi, sakit memang rasanya kalo ada orang yang seenaknya main copas. Padahal, benar kata mas Jeprie, kalau membuat sebuah tulisan tutorial itu bukan perkara mudah. yah… itulah internet….! semoga banyak orang semakin sadar akan hal ini.

  24. Tulisan yang sangat berharga mas, pengen nulis jadinya ‘sayang-nya ada sedikit kendala, nulis disini bolehkan?
    Tentang kopas ini saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan, dalam artian tulisan saya yang di copas, jika tujuan kopas itu ingin memberitahu yang lain, sah sah saja bagi aku.
    Mungkin karena tujuan utama saya ngeblog adalah ingin berbagi ilmu. Salah satu inspirator sekaligus idola saya pernah mengatakan ‘yang terpenting adalah berguna untuk orang lain’, setidaknya dengan menulis itu sedikit ilmu saya bisa tersalurkan dan mungkin berguna untuk mereka yang membutuhkan. Nah dengan kopas tadi, tulisan saya ada dimana-mana, kan lebih bermanfaat coz lebih banyak yang baca #mungkin.

    Saya ngeblog sejak april 2009 dan intheamwhy.blogspot.com adalah blog pertama saya, syukur alhamdulillah tidak ada tulisan kopas didalamnya, kalaupun ada ‘itu adalah kode-kode yang memang untuk di copas, ex: clear:both;padding:0; saya ngga tahu, gimana cara agar code tadi tidak bisa di kopas, ya mungkin saya harus membuat script language baru yang berstandard internasional. Sayangnya saya tidak mampu membuat bahasa pemrograman baru. Saya sendiri tidak menyukai kopas, ya seperti yang kakang uraikan diatas ‘otak dibuat tidak bekerja’.
    Maaf jika sok : Inilah asiknya kehidupan, ada yang mau berkarya, ada pula yang ngga mau mengunakan otaknya, ya kira-kira seperti si tukang kopas tadi, disisi lain tukang kopas ini tetap dibutuhkan. mungkin sudah arus kisah dunia perblogan.
    Yah, kembali lagi ke pola pikir dan persepsi setiap orang, kan ngga semua orang memiliki pola pikir yang sama. Si a bilang a, si b bilang b. Jadinya ngga ada titik temu, ketemu sih kalo pas dapat yang se-ideologi?
    Jujur saja, saya juga pengen punya penghasilan dari blog, sayangnya penghasilan saya dari blog masih 0. Anehnya pemasukan pertama saya dari bikinkan orang theme, hasilnya lumayan ‘cukup buat beli kopi dan rokok :)’. Sayangnya, ada sayangnya πŸ™‚ di kasus saya, semua client yang minta dibuatin theme mengiginkan tampilan yang sama dengan desain punya orang alias saya dipaksa untuk kopas desian punya orang. Hal yang sangat mencengankan memang, dan yang paling parah adalah ini berdampak buruk ke saya. Apa dampak buruknya? Saya ikutan kopas desain orang, contohnya theme free baru saya
    http://dl4files.com/wp-content/uploads/downloads/2011/05/CSS3sederhana.zip

    Di theme itu, seluruh kodenya emang ngga ada samanya, saya juga ngga salin file imagenya ‘pake css3 soalnya’ tapi tampilan header dan footer 100% nyontek. Simplenya ialah, secara tidak langsung otak ini, mengikuti apa yang kita lakukan sebelumnya. Jadinya : karena sudah biasa kopas desain orang, sayapun ikutan kopas desain orang, hasilnya tidak ada tantangan untuk membuat yang baru, kan jadi rugi punya otak kalo ngga dimaksimalkan. Akhirnya, sayapun memutuskan untuk tidak menerima pembuatan theme lagi, wong keiginanya pasti pengen dibuatin seperti blog si a, b atau c. Mauku, ada orang yang mengatakan ‘buatin theme yang sesuai dengan ide-ide saya sendiri’. ya mungkin hanya dimimpi saja, ada orang seperti itu 😦
    Ya mungkin saya tidak profesional karena tidak bisa mengikuti arus globalisasi, dari itulah saya ingin belajar, terus belajar dan belajar terus πŸ™‚
    hehehe kok jadi curhat…
    maaf ya jika komentar ini ngga nyambung, dihapus juga ngga ‘apa-apa’.
    Mungkin komentar saya ada salah kata maupun persepsi, jadi mohon diluruskan.

  25. Kalau sudah terbiasa mencontek itu akan menjadi watak ya mas… saya setuju sekali menulis secara original memaksa kita untuk belajar terlebih dahulu… passion akan semakin meningkat jika ada komentar yang merendahkan kita, otomatis kita lebih terpacu lagi untuk belajar dan membuktikan bahwa kita bukan seperti yang mereka kira… semoga ngeblog makin menambah kepiawaian menulis bukan menyalin…

  26. ada pelajaran berharga yang dipelajari hingga universitas mas jepri, seperti, jika tidak mampu membuat produk tirulah dulu produk tersebut, kemudian, pelajari kekurangan dan kelebihannya. lantas tambahkanlah atau modifikasilah tiruan yang telah ada, hingga menjadi karya yang lebih baik dari karya yang asli. Sifat manusia emang gak pernah lepas dari meniru, baik dalam keluarga maupun bermasyarakat, jadi setidaknya meniru dan memodifikasi, itu yang masih saya lakukan, agar memang terlihat tidak menjiplak, tapi terinspirasi oleh karya orang lain.

  27. wah ini memang jadi masalah berat bagi setiap bloger atau lebih khususnya para author yang menulis dengan hati dan tidak suka copas,

    menurut saya kalo copas sih boleh saja asal dapat ijin dari sumbenya dan mematuhi aturan copas tersebut.

    kejadian copas paling menyakitkan yang pernah saya alami adalah salah satu artikel saya membuat selotip di photosho (bisa di cari di Google) di komersil kan. bahkan di jadikan ebook dengan copyright mereka.

    padahal saya menulisnya dengan susah payah, walaupun tergolong sederhana. lalu saya peringatkan melalui komentar di blog mereka. saya juga melihat ada watermark di tutorialnya.

    rasanya kayak di tusuk tusuk jarum, cekit cekit, cekit cekit πŸ˜€

  28. Mencotek tidak seluruhnya dalam artian terinspirasi sebetulnya tidak jadi masalah. Apalagi desain bukan seni. Desain memiliki konsep-konsep baku yang memang diperlukan untuk mencapai fungsi desain. Misalnya, aturan layout, kontras, dst. Tidak bisa dihindari bahwa dalam hal-hal semacam ini kita harus sama dengan yang lain. Sebagai contoh, kewajiban memperbesar ukuran heading hingga terlihat berbeda dengan teks konten, tidak menggunakan banyak font, dst.

    Meniru hingga sama persis jika untuk tujuan belajar, malah sangat disarankan. Meniru adalah cara termudah untuk belajar. Namun, jangan diklaim projek pribadi, apalagi dijual lagi.

  29. Saya harap juga begitu. Bukan sekadar dalam tujuan untuk menghargai penulis, namun untuk mempertahankan kultur baik yang ada di internet, ilmu gratis, kreativitas tinggi, dst.

  30. Ngeblog memang salah satu cara untuk meningkatkan skill menulis kita. Ada banyak hal yang saya peroleh lewat ngeblog di Desaindigital. Saya harap memiliki waktu untuk berbagi tentang ini.

  31. Setuju. Amati, Tiru, lalu Modifikasi. Ada banyak contoh hal-hal sukses yang diperoleh lewat meniru. Misalnya, iPhone tidak murni ide Apple. Sebelumnya sudah ada perusahaan yang menjual peranti dengan touchscreen. Namun, Apple-lah berhasil menyempurnakannya. AdSense juga bukan murni ide Google, sebelumnya sudah ada iklan teks. Tapi, Google mampu menyempurnakannya sehingga lebih menguntungkan bagi pengiklan, penerbit, dan pembaca.

  32. Memang ada sebagian blogger yang memperbolehkan tulisannya disalin bahkan tanpa perlu backlink. Ini hak mereka. Tentu saja, blogger juga berhak untuk mengekslusifkan atau bahkan mengkomersialkan tulisannya.

    Orang-orang yang mencoba mengambil keuntungan dari karya orang lain pasti tidak akan bertahan lama dan untungnya pun tidak akan besar. Lihat saja situs mereka, isinya pasti penuh dengan iklan recehan yang keuntungannya tidak masuk akal. Kalau bisa nulis konten sendiri, bayarannya besar. Satu tulisan bisa setara dengan gaji standar sebulan di Indonesia.

  33. mas, kemaren aku coba buka web ini ada error di functions.php’na….mungkin mas ada kesalahan settingannya…….at whole blog yg bagus…….go desaindigital…

  34. Saya sendiri tidak suka dan tidak melakukan copas, namun seingat saya pernah melakukan copas, tapi itupun copas ke blog temen dekat dan sudah melalui izin, saya rasa itu sudah lama sekali

    Saya lebih senang menulis hasil olahan otak saya, ga ada deh yang namanya copas dan pencurian konten, namun beberapa kali malah konten blog saya yang dicopas, awalnya kesel, sekarang di diemin aja, agak capek urusinnya, saya lebih baik fokus membangun konten

    saya hanya melakukan “hotlink protection” melalui cpanel untuk mencegah penggunaan gambar secara langsung dari hosting saya, paling tidak, tidak terjadi pencurian bandwidth dari blog saya hahaha

  35. Tepatnya adalah, materi yang bermanfaat bagi orang banyak.

    Copy & Paste sebenarnya bukan hal yang dilarang, semuanya tergantung pada penerbit konten. Sebagai orang yang menggiati produk digital, kita tentu mengenal yang namanya lisensi.

  36. Sebagai penulis, penting sekali untuk menulis sendiri dan tidak asal copy paste. Penulis harus terus menulis untuk terus mengasah skill menulisnya dan juga sebagai hiburan dari tulisan-tulisan komersil pesanan klien.

    Saya baru tahu ada hotlink protection dari cpanel.

  37. Tepat sekali, masalah lisensi kembali pada pemilik konten. Hak pemilik untuk menggratiskan atau mengkomersialkan karyanya. Ada juga beberapa blogger yang menggratiskan tulisan, misalnya Zen Habits, itu hak mereka.

  38. wah saya suka alltop..idenya cukup unik
    mirip seperti ide awal google tetapi lebih spesifik yaitu “all top”…
    cuma 1 kata..keren πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s