Wawancara dengan Steven Snell, Pemilik Vandelay Design dan Vandelay Premier

Hari ini DesainDigital beruntung karena memiliki kesempatan langka untuk menggali informasi dari salah satu desainer terkemuka level dunia, Steven Snell. Steven Snell adalah pendiri dua blog besar di dunia desain, VandelayDesign dan DesignM.ag. Steven juga sempat aktif menulis di beberapa situs besar seperti Smashing MagazineFreelance Switch, Psdtuts+, dan WebdesignerDepot. April 2010, Steven menjual blognya, DesignM.ag dengan harga yang sangat spektakuler, $50.000. Kini Steven memulai projek baru di Vandelay Premier.

wawancara dengan Steven Snell, Pemilik Vandelay Design dan Vandelay Premier

[hr]

Wawancara

1. Hai Steven, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk melakukan wawancara ini. Mari mulai dengan perkenalan singkat. Dari mana asal Anda? Apa latar belakang Anda? Pekerjaan? Sudah berapa lama aktif di bidang ini?

Sama-sama Mohammad. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Saya saat ini tinggal di (USA), Saya pindah dari New Jersey satu bulan lalu. Saya menjalankan Vandelay Design, yang sekarang di dalamnya termasuk juga Vandelay Premier. Saya memulai Vandelay Design sekitar 3 atau 4 tahun lalu dan sebelumnya saya juga sempat menjalani kerja mendesain paruh waktu, terutama untuk teman dan keluarga.

2. Anda dulu bekerja full time dan sekarang berkarir sebagai desainer freelance. Ditambah lagi, background Anda bukan desain. Seberapa sulitkah untuk membuat keputusan ini? Apa saran Anda bagi mereka yang ingin memulai karir freelance?

Betul sekali. Sebetulnya saya sempat bekerja full time sebagai auditor selama beberapa tahun dan mulai menjalani pekerjaan paruh waktu mendesain dan blogging sebelum berhenti total dan memutuskan freelance sepenuhnya. Saya memulai desain web lebih sebagai sebuah hobi, namun saya juga melihat ada banyak kesempatan di dalamnya, tidak sekadar desain tapi juga bisnis online secara umum. Setelah beberapa tahun bekerja di orang lain saya memiliki hasrat kuat untuk mandiri, kombinasi dari desain web  dan blogging memungkinkan itu terjadi.

Berhenti dari kerja full time saya tidaklah sulit. Saya sudah bisa menghasilkan cukup uang dari pekerjaan sampingan saya, sehingga saya merasa percaya diri untuk melakukan lompatan lebih jauh tanpa ada resiko secara finansial. Saran saya pada yang lainialah untuk memulai freelance ketika masih memiliki pekerjaan full time, jika memungkinkan. Ini akan mengurangi tekanan karena Anda tidak harus menghasilkan banyak uang dengan segera, baru ketika merasa siap Anda bisa mulai beralih ke freelance full time.

3. Sebagai freelancer full time, hal apa yang paling Anda sukai? Apa saja tantangannya dibandingkan dengan kerja full time?

Beberapa hal yang paling saya sukai adalah fleksibilitas dan banyaknya kemungkinan. Sekarang, saya memperoleh penghasilan dari kerja dengan klien, penjualan iklan di blog, and akhir-akhir ini dari program keanggotaan di Vandelay Premier, Jadi, setiap hari saya bisa memilih pekerjaan yang ingin saya lakukan, tanpa ada boss yang memaksakan apa yang harus dilakukan. Saya bisa bepergian dan masih tetap bekerja (sekarang saya mengetik wawancara ini di kamar hotel), dan yang paling penting, saya memilih kontrol penuh pada masa depan saya dan potensi pendapatan yang diperoleh. Sebagai seorang pekerja, saya dibatasi dengan kenaikan gaji yang sangat minim dan kenaikan karir hanya mungkin jika ada posisi kosong. Tahun terakhir masa kerja saya adalah ketika kondisi perekonomian mulai menurun, waktu itu sangat sulit untuk memperoleh tanggapan bagus dari boss hanya untuk memperoleh sedikit kenaikan gaji karena perusahaan sangat membatasi kenaikan gaji di setiap pegawai. Saya ingin memiliki lebih banyak kendali pada penghasilan yang saya peroleh, dan saya juga memiliki lebih banyak motivasi untuk bekerja keras dan melakukan yang terbaik.

Tantangan freelance bagi saya adalah mempertahankan keseimbangan kerja dan kehidupan. Sangat mudah untuk bekerja dalam waktu lama tapi itu bukan kebiasaan baik dan tidak baik untuk ke depannya. Tantangan lain adalah manajemen waktu. Saya memiliki banyak pekerjaan di satu waktu, tapi saya juga butuh waktu mengurusi hal-hal terkait menjalankan bisnis, mengatur keuangan, atau mempersiapkan rencana bisnis jangka panjang. Saya juga harus meningkatkan kemampuan saya, dan sering kali sulit menemukan waktu untuk mengikuti tutorial atau sekadar bereksperimen sendiri.

wawancara dengan Steven Snell, Pemilik Vandelay Design dan Vandelay Premier

4. Ada berapa situs yang Anda jalankan sekarang? Bagaimana cara Anda mengatur waktu untuk mengurusnya?

Saya menjalankan Vandelay Design dan Vandelay Premier, ditambah saya juga memiliki jaringan 8 situs termasuk di dalamnya 6 galleri yang di-update hampir setiap hari. Bahkan, saya baru saja menambahkan kedelapan jaringan situs itu ke Flippa, mudah-mudahan bisa segera terjual. Menemukan waktu untuk menjalankan segalanya tidaklah mudah, itu sebabnya saya putuskan untuk menjual situs-situs itu and menggunakan semua waktuku untuk Vandelay Design dan Vandelay Premier. Sekitar empat bulan lau, saya juga menjual DesignM.ag, yaitu blog yang saya mulai dua tahun lalu. Saya menjualnya karena saya akan meluncurkan Vandelay Premier dan saya butuh waktu ekstra untuk menjalankannya.

5. Berdasarkan pengalaman Anda menjalankan beberapa blog besar, apa rahasia dari blog sukses? Tidak saja populer tapi juga menguntungkan secara finansial.

Saya kira kunci dari membangun blog sukses/populer adalah fokus pada konten, dan menjalankannya dengan konsisten. Saya telah melihat banyak blog dalam beberapa tahun yang memiliki banyak potensi, tapi si blogger kehilangan minat atau tidak memiliki cukup kesabaran. Membangun blog butuh waktu, terutama jika Anda menjalankannya sendirian dan tidak mengeluarkan dana untuk iklan. Anda harus bekerja keras sebelum mulai melihat hasilnya, tapi sesudah menghasilkan itu akan setara dengan penantian yang Anda lakukan.

Untuk membangun blog yang menguntungkan, saya kira salah satu caranya adalah dengan tidak terburu-buru memonetisasi. Di blog Vandelay Design, saya mulai memasang iklan setelah memiliki lebih dari 100.000 pengunjung per bulan. Di titik itu, sangat mudah untuk menjual iklan karena ada banyak pengiklan yang sudah lama tertarik tapi belum bisa membeli iklan. Saya kira penting juga untuk melangkah ke belakang dan melihat semua kemungkinan yang ada setiap saat. Jangan terjebak dengan hanya menjual banner iklan sebagai satu-satunya metode monetisasi. Gunakan waktu Anda untuk memikirkan cara memonetisasi situs dan jangan ragu untuk bereksperimen.

6. Jika Anda harus memilih antara mendesain dan blogging, apa yang akan Anda pilih? Mengapa?

Mungkin saya akan jawab mendesain, tapi saya tetap ingin bisa bekerja di projek pribadi dan sekaligus mendesain untuk klien. Blogging sangat menyenangkan, tapi tidak selalu mudah untuk memiliki ide bagi posting blog.

7. Saya perhatikan Anda fokus pada website gereja and saya yakin Anda termasuk orang yang religius. Apa keyakinan beragama adalah faktor kuat dalam kesuksesan Anda?

Keyakinan saya (saya beragama kristen) adalah alasan dari semua yang saya lakukan. Saya mencoba untuk bekerja keras dan mempercayai Tuhan dengan segenap detailnya, dan Dia selalu membimbing saya.

8. Pertanyaan terakhir. Bisakah berbagi saran bagi mereka yang ingin mengikuti jejak kesuksesan Anda?

Saran saya adalah untuk bekerja keras dan jangan menyerah. Seperti saya sebutkan di atas, saya telah melihat banyak blogger (di niche desain maupun niche lainnya) yang memiliki potensi besar, tapi mereka tidak ingin melakukan pekerjaan yang semestinya untuk memperoleh kesuksesan. Jika blogging atau desain hanyalah sekadar hobi bagi Anda, maka bagus, nikmatilah. Tapi jika kamu ingin menjadikan itu sebagai karir, jangan biarkan permulaan yang lambar membuat Anda putus asa, tetaplah memperbaiki diri dan akhirnya Anda sampai pada tujuan. Bahkan sekarang, di saat saya memiliki karir yang sungguh saya nikmati, saya tetap memiliki banyak hal yang harus saya perbaiki. Saya tetap mencoba untuk selalu fokus memperbaiki diri.

[hr]

Portfolio

Anda bisa menemukan Steven Snell di situs-situs berikut:

[hr]

Penutup

Steven, terima kasih atas waktu Anda. Saya harap pengalaman Anda membantu komunitas desain lokal di Indonesia. Tidak banyak blog desain lokal di Indonesia, jadi saya yakin wawancara ini akan menjadi resource yang berguna bagi kami.

Iklan

41 thoughts on “Wawancara dengan Steven Snell, Pemilik Vandelay Design dan Vandelay Premier

  1. Wawancara yang sangat bagus bang jep, info-info yang memang dibutuhkan oleh para newbie freelancer di internet, sehingga dapat mendapat motivasi dari inspirator yang sudah sangat handal di bidangnya. Nice posting bang jep, 😀 …

  2. Terima kasih. Steven Snell memang salah satu contoh kasus freelancer internet yang cukup bagus. Seperti dibahas di atas, latarnya pekerja kantoran. Saya yakin ada banyak yang bisa kita pelajari darinya.

  3. hebat…wawancara seperti ini bagaimana cara melakukannya y. Klo saya yg mengajukan ke doi, pasti langsung diabaikan. Lol..

    Memang banyak yg didapat dari sini. Taktik yg “tidak terburu2 u/ memoneytize” itu termasuk salah satunya. Tapi klo nunggu sampe 100ribu visitor p/ bulan?

  4. Saya sudah beberapa kali freelance dengan Steven Snell di Vandelay Premier, jadi tidak begitu ragu waktu minta wawancara ini.

    Sebetulnya bisa saja monetisasi ketika pengunjung kecil tapi daya tawar kita pastinya akan rendah. Selain itu, dengan tidak terburu-buru kita juga membangun kepercayaan pengunjung.

    Saya rasa 100.000 pengunjung per bulan itu untuk ukuran blog desain luar (berbahasa Inggris). Untuk blog desain lokal bisa jadi lebih rendah.

  5. meski steven menekuni bidang desainer, namun pokok-pokok pemikirannya masih relevan untuk diterapkan pada bidang lainnya. paling tidak, saya nggak salah langkah dengan tidak terburu-buru pasang iklan di blog.

    tapi… newbie sekarang sanggup nunggu 4 tahun nggak ya?

  6. Betul sekali, saya sengaja bertanya tentang bisnis blogging karena memang Steven sukses di masalah itu. Walaupun niche-nya beda, konsep pemasarannya bisa digunakan di semua blog.

    Saya rasa kuncinya pada apakah blog itu akan sekadar hobi ataukah ada rencana lebih besar hingga ke bisnis. Blog besar tidak dibangun secara cepat tapi butuh waktu, kecuali kalau kita mau keluar modal untuk promosi. Jadi, menurut saya lebih tepat jika bisnis blog dianggap sebagai rencana jangka panjang. Seperti dikatakan Steven, dia sendiri memulai dari freelance mendesain paruh waktu, tidak langsung ke bisnis blog.

    Yang pasti, bisnis blog tidak semudah anggapan orang. Tinggal punya blog, pasang iklan, nunggu kiriman uang dari iklan. 🙂

  7. wow mantab nih, ternyata namanya Steven ya, tadi siang mau ngontak lewat email tapi di smua web nya ga ada namanya 😛

    untuk monetisasi, memang berbeda sih ya, klo kita di lokal mengandalkan iklan ya ga akan bisa, karena memang market nya blom ada. misalnya platform kayak buysellads gitu..

    that’s why klo mau dapet duit dari ngeblog harus global (bahasa inggris), klo di lokal ya itungannya bagi2 pengalaman aja dan networking plus personal branding.

  8. Sangat menarik, sebagai blogger, saya termotivasi! banyak hal yang saya pelajari dari wawancara ini.

    Salah satunya adalah untuk memulai freelance ketika sedang bekerja fulltime. Banyak freelancer yg nekad berhenti kerja dan ingin banting setir ke freelance..hasilnya, malah kembali harus cari kerja fulltime.. 😀

    Nice interview bg!

  9. Sayangnya di lokal tidak ada penjual iklan berkualitas semacam BSA. Yang ada cuma jual iklan memperpanjang alat kelamin, pesugihan, sama ebook sampah. Mungkin di lokal akan lebih baik kalau ada pengiklan langsung.

    Yang paling penting memang personal branding dan networking. Kalau buat saya, blogging di sini jadi bahan latihan untuk nulis tamu di situs lain.

    Situs desain global persaingan berat sekali. Kalau mau cash cepat, lebih mudah guest blog saja.

  10. wewww yang seperti ini yng seharusnya bloger2 desain Indonesia lakukan…dengan hal ini mungkin dpat memotivasi desainer2 di Indonesia agar bisa eksis diluar dan jga bisa masuk ke networking desain luar..
    SALUTT..!!sangat inspiratif…:D

  11. Untuk beralih ke freelance sebaiknya diperhatikan resiko-resikonya. Walaupun bayaran per projeknya bisa lebih besar, masih ada resiko lain. Misal tidak ada jaminan akan ada pekerjaan baru, keharusan upgrade skill, bekerja sendiri, memasarkan diri sendiri, dst.

    Yang dilakukan Steven memang bagus, menghilangkan dulu resiko yang mungkin terjadi. Sangat perhitungan.

  12. Terima kasih. Saya berencana akan melakukan wawancara juga dengan beberapa desainer lokal dan luar yang saya kenal. Mudah-mudahan mereka punya waktu untuk berbagi pengalamannya.

    Bagi yang terbantu dengan wawancara-wawancara ini silakan di-share.

  13. Saya tertarik pada pertanyaan dan paparan jawaban poin ke-5. Semoga jadi bahan pertimbangan bagi narablog/blogger yang berniat memonetisasi blognya. Saya yakin, dengan fokus membangun konten terlebih dahulu di awal (hingga memiliki pondasi yang kuat untuk menjaring banyak pengunjung), maka monetisasi blog pada akhirnya akan relatif menjadi mudah.

    Bukan tidak mungkin jika calon pengiklan yang akhirnya mengejar-ngejar kita. Bukan kita yang menjemput bola lagi.

  14. Saya lihat biasanya blogger berpengalaman tidak langsung memasang iklan. Misalnya designinstruct nunggu 6-7 bulan hingga menerima iklan. Saya rasa pertimbangannya sama seperti Steven di atas.

  15. wah, dulu saya ngikutin banget tuh smashingmagazine-nya, bener2 bagus kok, designnya orisinil banget. gak heran deh, dia bisa sesukses ini, ternyata rahasianya gak kalah umum yah, kesabaran dan konsisten.

  16. Selamat Mas,
    Wawancara berpindah kwadran seperti ini selalu menarik minat saya.
    Saya sendiri, jujur saja masih ragu berpindah kwadran. Tapi seperti yang beliau tuturkan dalam wawancara, beliau berpindah dengan perhitungan yang baik, bahkan hasil sampingan sebelum full terjun kepekerjaan yang sekarang sudah mencukupi, jadi untuk berpindah sudah tidak ragu lagi.

  17. Perpindahan status kerja Steven Snell memang merupakan salah satu studi kasus menarik di dunia freelance desain. Ada banyak cara seseorang bisa terjun ke industri desain, cara Steven memang termasuk cara yang aman dan tidak beresiko.

  18. Itulah yang membedakan blogger professional dan blogger yang sekadar hobi. Jika ingin menjadi sebagai profesi memang harus tetap konsisten, tidak bisa tergantung mood.

  19. Di Indonesia belum ada yang menyediakan iklan yang fokus pada niche desain semacam BSA. Ini memang menyulitkan, kalau menggunakan publisher iklan lokal semacam kumpulblogger hasilnya tidak nyambung, malah merusak citra situs.

    Walaupun begitu, kita coba saja terus, blog desain lokal tidak boleh menyerah. Siapa tahu ada celah lain. Seperti dikatakan Steven, kita harus memikirkan berbagai cara monetisasi, jangan hanya mengandalkan penjualan banner iklan.

  20. wawancara yang sangat bermanfaat jadi tambah semangat, dan banyak mendapat pelajaran berharga.

    Mesti harus penuh strategi dan banyak belajar lagi nih. hayooo maju terus blog desain lokal.

  21. mas mau tanya, kalo ngirim ke PsdTut+ tu pa harus ngirim reviewnya dulu ke menu “Submit Content for Review”?
    ato langsung krim tutorialnya ke menu “Submit Complete Content”?
    mohon penjelasannya.
    kalo bisa sejelas-jelasnya 🙂

  22. Vandelay Design lebih fokus ke menyediakan informasi desain. Vandelay Premier adalah situs resource desain premium, berbeda dengan Woothemes.

  23. memang betul.
    Liat saja blog2 baru yang content sendiri masih nyari sudah terburu buru pasang iklan. Justru terlihat sangat tidak pro. Dan itu bertambah buruk dengan layout ads yang tidak menjamin.

    Saya masih nunggu B.S.Ads nih ^^

  24. SETUJU!! menurut saya konsistensi itu penting banget. karena masih banyak blogger tanah air yang angin2an. saya contohnya…hehehe.. resiko mengurusi blog sendirian memang seperti ini sepertinya. kalo ga mood ga update2..terlalu banyak distraksi dari kehidupan nyata yang kita alami. memberikan tawaran untuk menjadi penulis atau kontributor juga tidak bisa sembarangan. kalaupun tidak bisa memberikan insentif, paling tidak kita harus punya jaminan kalau blog tersebut terjaga konsistensinya.

  25. Ya, semua dikembalikan tergantung tujuan. Kalau hanya untuk iseng, update sekali seumur hidup bisa jadi kebanyakan.

    Kalau menurut saya, idealnya posting harus berkualitas dan teratur. Tidak perlu memaksakan banyak-banyak, harus disesuaikan dengan kemampuan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s