Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Jika berbicara tentang kreativitas, Jogjakarta dan Bandung adalah dua kota yang cukup menonjol. Kali ini, saya berkesempatan berbincang-bincang dengan seorang seniman visual lokal yang saya kenal dari Creattica, Pramono Hadi Sigit a.k.a Streetatmosphere. Guess what, ternyata dia orang Jogja.

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Selamat datang di DesainDigital. Sebelum mulai, silakan perkenalkan diri Anda, biografi singkat, latar pendidikan, dan bagaimana awal mula terjun ke dunia desain.

Nama saya Pramono Hadi Sigit, biasa dipanggil Pramono, lahir dan tinggal di Jogjakarta sejak 20 tahun lalu, saat ini masih aktif kuliah di Teknik Informatika, UII Jogjakarta. Sebenarnya saya tidak pernah sekolah di jurusan desain, seni, atau sejenisnya, semuanya berawal dari otodidak. Sejak di bangku SMA sudah senang dengan desain grafis, mulai dari desain t-shirt sampai edit-edit foto sederhana. Tetapi saat kuliah saya dikenalkan digital art yang lebih luas oleh teman saya, Tragic Ryan (bringyourhate) dan Bamash Satria (bamfortheash). Sejak saat itu saya lebih tertarik dan mulai lebih mendalami digital art.

Saya tertarik dengan karya Anda di Creattica, See U at The Golden Screen. Bisa dijelaskan konsep di balik pembuatannya?

Berawal dari menonton acara-acara ajang pencarian bakat yang marak di televisi, membuat saya berpikir tentang bagaimana perjuangan, semangat, mimpi, dan harapan orang-orang yang ingin menjadi ‘terkenal’ , wanna be a star, bisa muncul di televisi, dan kaya. Tak peduli dia disebut artis instan atau memang sudah matang. Hukum alam yang akan menentukan siapa yang bisa bertahan dan siapa yang tenggelam. 😀

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Saya melihat juga text art yang cukup unik, escape. Apakah Anda mendalami desain 3D juga?

Sebenarnya saya belum menemukan style sendiri, dan manusia memang seharusnya tidak berhenti belajar selama hidupnya, sehingga saya masih ingin mengeksplor banyak style desain yang lain, salah satunya 3D. Saat ini saya memang sedang tertarik belajar 3D, mulai dari modelling di software 3D sampai menyatukannya dengan Photoshop. Yaah..mungkin saat ini masih terbatas modelling yang sederhana saja.

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Bisa berbagi tips untuk para pembaca yang ingin mendalami desain?

Terus memotivasi diri untuk belajar, sering-sering melihat referensi dari desainer-desainer lain, mencoba hal–hal yang baru, dan tidak melulu di depan komputer terus, karena ada banyak inspirasi di lingkungan sekitar kita! 🙂

Beberapa karya lain Streetatmosphere:

Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere
Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

Anda bisa menemukan Streetatmosphere di situs berikut:

Terima kasih pada Streetatmosphere yang telah meluangkan waktunya berbagi di situs ini. Mudah-mudahan wawancara singkat ini memotivasi kita untuk terus berkarya lebih baik.

Iklan

19 thoughts on “Mengenal Talenta Lokal: Streetatmosphere

  1. karya yg bagus,imajinatif banget foto manipulationya tehknik efeknya bagus banget.kalau boleh nanya selain software Ai or Ps apakah ada sofware yg lain untuk membuat design digital khususnya foto manipulation.txs be fore.

  2. Ada banyak. Firework, Aviary, GIMP, Corel DRAW, Corel PhotoPaint, MS Paint,…. Tidak mungkin didaftar di sini.

    Ps atau Ai hanya tool saja. Ini masalah pilihan setiap seniman. Saya sendiri menggunakan Ps dan Ai karena memang lebih nyaman dengan itu dan tidak mengenal software yang lain.

  3. Yang muda punya passion tinggi, jadi mereka lebih berani bereksperimen. hasilnya tentu lebih unik. Kalau yang tua-tua mikirnya aman, maunya bikin yang bisa menghasilkan duit. jadinya stagnan.

    Di dunia desain memang umur tidak jadi patokan. Banyak desainer hebat yang umurnya masih muda. Malah kebanyakan blogger yang menonjol di dunia desain hampir semuanya anak muda.

  4. Ya, memang gambarnya bagus. Untuk bisa masuk creattica lumayan sulit karena disaring dulu, tidak semua karya diterima. Bisa masuk ke sana berarti memang karyanya secara global sudah diakui.

    Sebetulnya masih banyak desainer/seniman lokal yang bagus. Rencananya saya akan secara rutin menampilkan mereka.

  5. Ps lebih fokus ke editing pixel. Ai lebih fokus ke gambar vektor.
    Ps biasanya digunakan untuk editing foto, Ai untuk menggambar objek.

    Itu secara teori. Dalam prakteknya ini tidak jelas, kabur. Kerjaan saya sekarang dengan Vandelay malah menggambar objek dengan Photoshop.

    Dalam prakteknya, tidak masalah mau menggunakan program apa pun yang penting hasilnya bagus.

  6. damn.. mantap.. kaget liat nama streetatmosphere di google reader.. ternyata beneran teman sekampus saya 😛 sekarang udah ketinggalan jauh saya ilmumnya 😐

  7. Designnya sangat menakjubkan. Masih muda tapi sudah pintar seperti Mas Jeprie. He… He…. Sependapat Mas Jeprie, Jogja dan Bandung memang gudangnya seniman. Banyak seniman besar lahir dan dibesarkan dari kedua kota tersebut.

  8. Saya merasakan aroma ‘yang muda yang berkarya’. Saya selalu antusias kalau ngomongin keberanian mendobrak pakem lama dan tampil beda dibanding pendahulu. I really appreciate it.

  9. IMHO. Keduanya juga kota yang sering jadi tujuan studi para lulusan SMA selepas lulus sekolah. Otomatis persentase jumlah anak mudanya cenderung lebih banyak ketimbang kota lain 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s