Pemikiran Sederhana Tentang SEO

Dalam artikel ini, saya akan membahas beberapa prinsip sederhana tentang SEO. Saya menulis ini didorong keprihatinan melihat beberapa praktik buruk para blogger atas nama SEO. Di kalangan desainer, SEO merupakan topik yang kontroversial. Kebanyakan desainer berfikir skeptis tentang SEO, Anda akan menemukan hal yang sama di sini.

[hr]

Search Engine Optimization (SEO)

Jadi, apa itu SEO? Wikipedia mendefinisikan Search engine optimization (SEO) sebagai proses memperbaiki kemampuan sebuah situs agar dikenali oleh mesin pencari dalam proses pencarian secara “natural” atau tidak berbayar (“organik” atau “algoritmik”).  Ketika orang-orang berbicara tentang SEO maka mereka bicara tentang Google. Google hingga saat ini masih memegang pasar terbesar mesin pencari dengan presentasi pasar sekitar 71%. Untuk memahami SEO, maka Anda terlebih dahulu harus mengetahui cara kerja Google.

Apa yang dilakukan Google?

Kita semua tahu google. Pertanyaan berikutnya, apa yang dilakukan Google? Sebagai sebuah mesin pencari, setiap saat Google membaca isi semua situs yang ada lalu membuat kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang sebelumnya dia baca. Google akan merangking semua situs berdasarkan kualitasnya, situs terbaik akan mendapat kehormatan muncul di halaman depan hasil pencarian.

Tidak ada seorang pun mengetahui metode yang digunakan Google dalam proses meranking situs. Metode ini dirahasiakan untuk menghindari orang jahat yang ingin mengacaukan hasil pencarian Google, hanya orang dalam yang tahu. Metode ini pun selalu berubah dan berevolusi. Ini dilakukan untuk terus memperbaiki akurasi hasil pencarian Google. Google hanya memberikan beberapa tips SEO secara garis besar di Web Master Central Blog.

SEO Expert?

Karena Google tidak membeberkan algoritmanya, maka tidak ada seorang yang benar-benar tahu cara kerja Google. Jadi, adakah SEO expert? Menurut saya tidak ada. Bagaimana bisa mereka mengklaim ahli tentang Google sementara cara kerjanya pun tidak tahu!

Memahami Google

Telah saya katakan di atas bahwa Google mendatangi setiap situs, membaca isinya, menuliskan ke database, lalu membandingkan dengan situs lain. Coba pikirkan! Bukankah ini sama dengan perilaku pengunjung biasa? Pengunjung mengunjungi sebuah situs, membaca isinya, lalu membandingkan dengan situs lain. Jika situs ini menarik tentu mereka akan mengingatnya dan berkunjung kembali. Jadi, anggaplah Google sebagai versi mesin dari para pengunjung situs Anda.

Untuk menjaga agar hasil pencariannya tetap relevan, cara kerja Google haruslah meniru logika pengunjung biasa (manusia). Misalnya ada dua situs tutorial Photoshop, Psdtuts+ dan DesainDigital. DesainDigital muncul dalam blogroll 50 situs, sementara Psdtuts+ hanya muncul di blogroll 20 situs. Tentu saja pengunjung akan berkesimpulan bahwa DesainDigital lebih berkualitas dari Psdtuts+. Fakta lebih lanjut ternyata menunjukkan bahwa 50 situs yang menuliskan DesainDigital di blogroll-nya sama sekali bukan situs tutorial Photoshop. Sementara itu, Psdtuts+ muncul di blogroll 20 situs tutorial Photoshop. Fakta baru ini akan menyimpulkan bahwa Psdtuts+ lebih berkualitas karena diakui oleh situs yang kompeten dalam bidangnya, tutorial Photoshop. Dari sini, kita bisa memperkirakan bahwa backlink dari situs bertema sama akan lebih disukai Google daripada backlink dari situs yang berbeda. Anda bisa membaca keterangan resmi tentang backlink berkualitas di sini. Baca kutipan contoh perhitungan link di bawah.

Let’s say I have a site, example.com, that offers users a variety of unique website templates and design tips. One of the strongest ranking factors is my site’s content. Additionally, perhaps my site is also linked from three sources — however, one inbound link is from a spammy site. As far as Google is concerned, we want only the two quality inbound links to contribute to the PageRank signal in our ranking.

Contoh lain, kecepatan situs. Di April 2010 Google mengumumkan bahwa kecepatan situs masuk dalam pertimbangan rangking situs. Baca kutipannya di bawah.

Speeding up websites is important — not just to site owners, but to all Internet users. Faster sites create happy users and we’ve seen in our internal studies that when a site responds slowly, visitors spend less time there. But faster sites don’t just improve user experience; recent data shows that improving site speed also reduces operating costs. Like us, our users place a lot of value in speed — that’s why we’ve decided to take site speed into account in our search rankings. We use a variety of sources to determine the speed of a site relative to other sites.

Di atas jelas sekali bahwa Google memasukkan faktor kecepatan karena berdasarkan data, pengguna menganggapnya penting. Maukah Anda bertahan menunggu  satu menit hingga seluruh isi situs muncul?

Jadi, apa yang harus kita lakukan?

Setelah menyadari bahwa Google berfikir sama seperti pengunjung lainnya, maka yang harus kita lakukan adalah mulai menulis untuk pengunjung. Menulislah untuk pengunjung (manusia), bukan robot! Jangan membombardir isi tulisan dengan link internal. Tidak perlu menebalkan setiap keyword. Tidak perlu memaksakan harus menulis keyword di paragraf pertama artikel. Menulislah seperti manusia normal.

Hentikan berburu backlink sebanyak-banyaknya. Jangan mengemis untuk bertukar link, apalagi membeli link. Ini buruk untuk reputasi situs Anda. Bahkan Google sendiri menyebutnya cara terburuk untuk memperoleh link dan sama sekali tidak berguna.

It’s important to clarify that any legitimate link building strategy is a long-term effort. There are those who advocate for short-lived, often spammy methods, but these are not advisable if you care for your site’s reputation. Buying PageRank-passing links or randomly exchanging links are the worst ways of attempting to gather links and they’re likely to have no positive impact on your site’s performance over time. If your site’s visibility in the Google index is important to you it’s best to avoid them.

Jangan menambahkan keyword sex, porno, miyabi, atau Ariel Peterporn ke dalam artikel Anda. Jangan menganggap Google bodoh. Sekilas kita bisa mengenali bila sebuah situs tidak sesuai dengan keyword yang kita cari, begitu juga Google.

[hr]

Kesimpulan

Jangan mengorbankan kualitas situs Anda. Buatlah artikel-artikel berkualitas. Berpikirlah jangka panjang. Jangan mengharapkan kepopuleran secara mendadak. Pikirkan reputasi situs Anda.

Perhatikan web usability, yaitu dengan mempermudah pengunjung agar memperoleh informasi dengan cepat dan efisien. Jangan persulit pengguna dengan hal-hal yang tidak perlu.

Jika reputasi situs Anda baik di mata pengunjung maka Google akan berpikir sama.

[hr]

Referensi

[hr]
Saya sudah lelah dengan kelakuan para ahli SEO. Bagaimana dengan Anda?

Iklan

82 thoughts on “Pemikiran Sederhana Tentang SEO

  1. Pertamax!

    Saya menggarisbawahi definisi yang dikeluarkan wikipedia:

    Wikipedia mendefinisikan Search engine optimization (SEO) sebagai proses memperbaiki kemampuan sebuah situs agar dikenali oleh mesin

    Jelas bahwa SEO bertujuan agar mesin pencari dapat bekerja optimal, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengguna mesin pencari untuk mendapatkan informasi sebaik mungkin.

    pemahaman yang salah tentang SEO saat ini adalah, bagaimana cara agar nangkring di halaman depan SERP. Mungkin bisa dikatakan pragmatic SEO, saya menilainya sebagai mengakali mesin pencari.

    Nice Article Mas Jeprie! 🙂

  2. Saya menggarisbawahi definisi yang dikeluarkan wikipedia:

    Wikipedia mendefinisikan Search engine optimization (SEO) sebagai proses memperbaiki kemampuan sebuah situs agar dikenali oleh mesin

    Jelas bahwa SEO bertujuan agar mesin pencari dapat bekerja optimal, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengguna mesin pencari untuk mendapatkan informasi sebaik mungkin.

    pemahaman yang salah tentang SEO saat ini adalah, bagaimana cara agar nangkring di halaman depan SERP. Mungkin bisa dikatakan pragmatic SEO, saya menilainya sebagai mengakali mesin pencari.

    Nice Article Mas Jeprie! 🙂

  3. Ya, betul sekali. Google itu tidak bodoh.

    Pengalaman saya nulis di situs-situs besar, mereka tidak pernah memberi instruksi SEO. Yang penting tulisan kita menarik dan bisa dimengerti pembaca.

  4. Dalam kasus tertentu Google lebih bodoh dan berbeda dengan manusia. Saya tahu mengapa para desainer tak suka dengan SEO. Salah satu alasannya, coba saya tebak karena Google tak bisa membaca dan menilai keindahan sebuah desain kalau tanpa bantuan manusia dengan memberikan diskripsi pada gambarnya. Betul tidak, Mas Jeprie?

    Kalau saya, SEO tetap perlu dipelajari sekedar memahami saja. Yang penting, betul seperti kata Mas Jeprie berikan artikel berkualitas untuk pengunjung manusia. SEO seperlunya saja.Dan jangan dibalik. Karena semua pada akhirnya buat manusia, kan? Bukan buat mesin.

  5. Betul sekali. Walaupun begitu, SEO dan desain masih bisa dikompromikan.

    SEO sebetulnya bagus dan logis kalau melihat definisi awalnya di wikipedia. Yang jadi masalah, saat ini terlalu banyak orang yang menganggap SEO sebagai cara ajaib membuat situs populer. Bahkan definisi SEO berubah menjadi “Menumpuk keyword”. Hasilnya, postingan tidak alami dan sama sekali tidak berguna buat pengunjung.

    Untuk alasan SEO, kita cukup membuat situs dengan kode yang valid, tambahan alt, dst. Masalah link internal, keyword, dst sebaiknya dilakukan secara subtle, dengan tujuan utama tetap untuk manusia bukan mesin.

  6. Memang dulu Google bisa dibodohi dengan stuffing keyword, menumpuk banyak keyword yang disamarkan dengan ukuran font kecil dan warna samar. Teknik ini sempat populer. Halaman depan google diisi dengan situs-situs spam yang isinya tidak relevan.

    Kali ini, algoritma Google sudah jauh lebih pintar. Google sudah bisa mengenali keyword yang tidak relevan dengan isinya. Sayangnya, masih ada blogger yang ketinggalan info dan menggunakan teknik SEO versi lama.

    Mengakali Google beresiko di-penalti kalau ketahuan.

  7. Kadang orang takut situsnya tidak dikunjungi oleh pengunjung karena tidak masuk urutan teratas google.

    Padahal kalau memang isinya bagus pengunjung akan bertambah, dan pengunjung yang datang benar-benar berkualitas.

    membangun situs itu menyenangkan jadi santai saja, bener kata mas jep, pikirkan jaka panjangnya..

    nice post

  8. Kalau tujuannya ingin mendulang receh dari iklan, pengunjung dari google penting. Survey membuktikan bahwa pengunjung reguler kecil kemungkinannya meng-klik iklan. Situs para internet marketer biasanya tidak berumur lama. Buat situs baru, diisi iklan, di-SEO, setelah tidak menghasilkan ya situsnya ditinggalkan saja. Buat lagi situs baru, diisi iklan, dst.

    Kalau tujuannya ingin membangun reputasi, kualitas situs jauh lebih penting daripada sekadar muncul di halaman pertama google.

  9. SEO bukan teknik ajaib yang bisa langsung membuat situs langsung naik ke halaman pertama.

    Kalau mau yang lebih real, lebih baik pasang iklan.

  10. Mas Jeprie,
    Sebelumnya terima kasih, saya mendapat tambahan pencerahan mengenai SEO disini.
    Selama ini saya termasuk mahluk yang cukup alergi dengan SEO,SERPs dan sejenisnya, mungkin karena saya terpengaruh dengan banyaknya SEO yang dibuat tidak manusiawi, bayangkan dalam satu artikel bisa lebih dari 10 kata kunci dan hanya berputar-putar tanpa ada akhir.
    Saya sangat setuju, menuliskan untuk manusia jangan untuk robot, dan sekarang saya semakin jelas, sekalipun Google itu engine ternyata algoritma-nya dibuat mendekati pola fikir manusia.
    Tidak mengherankan sebenarnya, karena para pendiri Google adalah orang-orang yang genius dibidang matematika.

  11. Untuk memastikan hasil search akurat berguna bagi pengunjung, tentu Google juga harus menggunakan logika pengunjung.

    Pengalaman saya menulis di situs-situs besar, semacam Psdtuts+ atau 1stwebdesigner, tidak ada instruksi SEO. Yang paling penting adalah kualitas tulisan kita.

  12. udah terlalu banyak saya membaca tulisan tentang SEO yang akhirnya membuat saya mengambil langkah yang salah kaprah… Pada akhirnya saya mencoba untuk meninggalkan SEO.

    Tapi tulisan di blog Mas Jepri ini memang berbeda dengan tulisan-tulisan SEO lainnya & membuat pencerahan saya tentang cara pandang tentang SEO itu sendiri. thanks Mas.

  13. Benar mas.. saya mulai berpikir beda tentang SEO, seperti yang saya tuliskan di artikel saya “Kontes SEO, mencuci otak saya
    Di sisi satu, saya berpikir SEO itu benar-benar membuat gila. 😀
    tapi di sisi lain, google adalah sumber trafik terbesar saya.. hampir sekitar 79% trafik saya berasal dari google. Mungkin sedikit optimasi syah2 saja menurut saya.. 😀

  14. Mengoptimalkan situs agar mudah dibaca search engine memang merupakan konsep sebenarnya dari SEO. Misalnya dengan penggunaan alt pada gambar atau judul yang mengandung keyword.

    Yang menjadi masalah ketika SEO diartikan sebagai teknik mengelabui search engine.

  15. Cara kerja Google sama dengan logika pengunjung jadi tidak perlu berlebihan menghadapinya.

    Untuk membantu Google, kita sebaiknya menggunakan alt untuk gambar dan nama gambar disesuaikan dengan judul.

  16. Bingung juga mau komentar apa :mrgreen:

    Dulu satrya seorang blogger yg benar2 memperhatikan SEO, tapi skr lebh ke konten aja sih ketimbang harus mengoptimalkan SEO, toh seiring perkembangan konten yg di tulis juga bisa semakin baik dari segi seo, apa lagi fresh article no copas 😀

  17. Tentu saja, copy paste artikel orang lain akan membuat isi blog kita tidak unik. Mungkin sekali Google bisa mengetahuinya dan malah menjatuhkan ranking blog kita.

  18. Great article! *celingukan nyari tombol like dua jempol*

    Benar sekali, blogger sekarang gila-gilaan bikin SEO-nya. Mereka bikin blog untuk dibaca robot, bukan manusa. Padahal google juga manusia~

  19. Paparan mas Jeprie sangat mencerahkan. Ada sudut pandang baru dalam menganalisis hakikat SEO. Kalau saya lihat sih, banyak yang salah kaprah dan keterlaluan mempraktekkan SEO karena memperoleh ‘teladan negatif’ dari blogger idola mereka yang dianggap sebagai ‘master SEO’. Sayang sekali memang. Harusnya mereka yang punya banyak pengikut bisa memberikan teladan yang positif dalam praktek SEO. Tapi nyatanya, sebagian justru sering memanipulasi (judul, meta title, materi konten, dsb) dan terjebak pada pemanfaatan keyword berbau mesum demi menjaring trafik.

  20. Itulah sebabnya di kalangan desainer banyak yang tidak menyukai para SEO expert. Para “ahli SEO” ini selain merusak desain situs, sering kali menjatuhkan kualitas situs.

  21. Berdasarkan pengalaman saya menulis di situs-situs besar sekelas Psdtuts+, tidak ada instruksi SEO yang rumit. Yang paling penting adalah kualitas artikel.

    Untuk masalah judul, yang penting jelas dan sesuai dengan isi artikel. Itu sebabnya, judul tutorial mereka biasanya panjang. Misalnya, How to Draw an Anime Character using Wacom Tablet atau How to Design a Futuristic Web Layout.

    Google setahu saya bisa mendeteksi keyword yang tidak sesuai dengan isi artikel. Jika ketahuan, malah situs tersebut bisa kena penalti, mungkin bisa masuk black list.

  22. Saya daridulu alergi sama SEO-SEO-an. Benar sekali itu, merusak desain yang udah bagus-bagus dibikin malah diisi link spam plus gambar-gambar iklan yang bikin sakit mata -__-“

  23. Tanpa reputasi baik uang bisa saja datang. Setahu saya para internet marketer yang kerjanya mengandalkan mailing list spam bisa dikatakan tidak punya reputasi sama sekali. Tapi mereka memperoleh penghasilan.

    Hanya permasalahannya, secara etika tindakan mereka bagi kebanyakan kita tidak bisa diterima. Spam, testimoni palsu, iming-iming duit besar, menyembunyikan referral, menyamarkan iklan, dst.

  24. Kesuksesan sebuah blog atau web “dengan SEO / tanpa SEO” itu yang bagaimana ? apakah banyaknya trafic pengunjung tiap hari..? atau banyaknya comment respons di tiap postingan..?

  25. Yang dimaksud SEO di sini sebetulnya Google, karena pasar terbesar search engine tetap Google. SEO dikatakan sukses jika isi situs bisa dikenali Google. Banyak trafik bisa dipengaruhi beberapa faktor. Sebetulnya, sekarang SEO bukan lagi nomor satu. Ada jaringan sosial semacam FB, twitter, atau SU yang sudah mampu menandingi Google.

    Blogger yang “gila SEO” itu sebetulnya ketinggalan informasi.

  26. Saya masih belum begitu memahami bagaimana SEO, bagaimana membangun webbuilding yang baik, dan bagaimana menggunakan SEO dalam website. Saya untuk sekarang lebih mengutamakan bagaimana pembaca saya merasakan manfaat apa yang saya tulis.

    Toh..pada akhirnya nanti pembacalah yang menentukan apa yang baik dan mereka butuhkan dari sebuah website. Meski saya juga tahu SEO membantu kita menemukan apa yang kita cari, lebih tepatnya menjaring informasi yang ingin kita dapatkan di internet.

  27. Mas Jeprie & rekan narablog,
    Saat ini saya ambil posisi ‘pembela’ SEO. 🙂

    Benar jika disebut ada aktivis SEO yang mengambil jalan salah kaprah. Trik SEO aliran lawas terkesan menipu algoritme mesin pencari dan akhirnya pengunjung manusia teperdaya. Pengoptimalan mesin pencari tentu ada dasar logika & teknisnya walau kadang hanya berdasarkan riset empiris yang kurang valid. Sebenarnya tetap terukur secara matematis. Tetap bisa diakali sesama manusia pembuat & pejuang SEO-nya.

    Jika situs sekelas Psdtuts+ tidak mencantumkan syarat SEO, aktivis SEO biasanya menjawab,”Dia kan sudah punya otoritas.” Sama seperti mengapa situs besar seperti Google tidak valid (X)HTML.

    Di posisi ini saya percaya algoritme dilawan dengan perhitungan tertentu.

    Di sudut pandang aksesibilitas Web, Google belum memahami banyak sisi manusia penggunanya. Terutama mengenai kontras warna yang adekuat. Pun pemakaian atribut alt yang duplikatif kurang sesuai konteks, kata spesial di tag strong & em versus ‘bold’ & ‘italic’ yang tidak ramah bagi pengguna ‘screen reader’. Belum sepenuhnya makna semantik memihak manusia.

  28. Memang harusnya seperti itu. Teknik SEO yang sering disebut para “ahli SEO” sebetulnya malah merusak reputasi situs di mata Google. Google sudah cukup pintar untuk mengenali situs yang tulisannya berkualitas. Bahkan sekarang situs yang tidak ramah SEO sekalipun sudah bisa diindex Google. SEO bukan lagi hal terpenting sekarang ini.

  29. Memang Google tidak sepintar manusia, masih ada kelemahannya. Tapi perlu diketahui juga bahwa algoritma google akan berevolusi lebih baik dan lebih pintar lagi.

    Seperti misalnya dulu Google bisa dibodohi dengan keyword stuffing. Halaman awal search diisi dengan situs yang isinya cuma tumpukan keyword. Suatu waktu situs-situs itu langsung hilang, triknya sudah ketahuan oleh Google.

    Jadi, seandainya kita bermaksud membodohi Google dengan cara tertentu bisa jadi kasusnya akan seperti itu.

    Akhirnya, saya ingin mengajak blogger berfikir. Mana yang lebih mereka sukai, pengunjung dari Google yang kemungkinan besar numpang lewat atau pengunjung fanatik yang akan terus berkunjung dan mendukung situs kita.

    Para internet marketer yang ingin mencari recehan dari adSense pasti akan memilih mengoptimalkan SEO. Jika kita ingin membangun reputasi, maka mulailah menulis berkualitas.

    Saya yakin SEO, dalam arti sebenarnya, tidak sulit dan aneh. Hanya masalahnya, terlalu banyak orang yang mengaku ahli SEO. Itulah yang membuatnya menyebalkan.

  30. Mas Jeprie,
    Masih sebagai ‘pembela’.
    Benar, trik SEO cenderung dinamis dan kucing-kucingan. Jika tidak, bukan rahasia namanya. Kadang di sanalah seninya. 🙂

    Kualitas konten tetap terjaga. SEO vitaminnya. Setidaknya SEO masih ampuh untuk ‘booster’ jangka pendek. Terutama saat fase pemasaran awal.

    Kekuatan SEO masih akan ada di tautan berkualitas yang sesuai konteks/relevansinya. Bagaimana Google tahu antara pemilik situs saling bertukar tautan, jual beli tautan, atau memasang tautan masing-masing dengan tidak seragam (dalam jangka waktu tertentu yang dibuat sealami mungkin)?

    Sampai saat ini SERPs yang menampilkan ‘search di dalam search’ masih tidak digubris Google.

  31. SERP itu situs pencari ya? yang di halaman search google, pasti URL-nya keyword+keyword+keyword+…?

    Saya yakin suatu saat SERP itu akan hilang. Sama nasibnya dengan situs keyword stuffing.

    Menurut saya,blogger yang terlalu ber-SEO sebetulnya menyianyiakan waktu. Lebih baik fokus pada kualitas tulisan.

    Bagi saya pribadi, untuk SEO cukup dengan menggunakan judul yang mudah dipahami, menggunakan heading, penggunaan alt pada gambar, dan kode yang valid.

    Ada artikel menarik di sini pak, Why SEO Doesn’t Matter Anymore and What You Should Do Instead.

  32. Mas Jeprie,
    Ya, keywords plus plus itu masih sering muncul di hasil pencarian Google. Saya bahkan punya daftarnya. 🙂

    Ah saya lihat sepintas situs instantshift.com masih melakukan ‘spamming’ atribut alt yang duplikatif! Pun masih memakai plugin SEO.

    SEO ‘onpage’ saja tanpa promosi seperti ‘blogwalking’ & tembak kata kunci juga percuma saja. Kecuali mahasabar menunggu hasilnya. Yang bertujuan profit, siapa yang tidak promosi tulisan sendiri di Twitter dan jejaring sosial lain?

  33. Menurut saya, optimasi SEO sebenarnya sah-sah saja, karena pada dasarnya tiap pemilik web/blog ingin tulisan mereka ditemukan oleh pengguna, dan salah satu cara mencari pengguna adalah dengan memanfaatkan mesin pencari.

    Namun, optimasi SEO yang tidak diimbangi dengan kualitas, cara penyajian, serta tampilan konten yang nyaman, dapat membuat pengunjung lari kemudian.

    Pengunjung juga manusia, mereka mempunyai otak dan daya nalar untuk memilah mana situs yang enak dibaca dan enak dikunjungi balik, dan mana situs yang tidak perlu untuk dikunjungi lagi.

    Yeah, saya juga menahan diri mengikuti perdebatan yang tidak perlu. Saya setuju dengan pembela SEO, namun saya juga setuju dengan mas Jeprie.

    Semua ada proporsinya masing-masing. Proporsi yang terbaik adalah di tengah-tengah, tidak terlalu berorientasi SEO dan juga tidak terlalu mengabaikannya. Dan tetap, aksesibilitas dan kebergunaan di sisi pembaca adalah hal yang paling diutamakan untuk sebuah website/blog.

  34. rismaka,

    Ah main aman! :p

    Masih sebagai ‘pembela’ SEO. Menurut saya, yang murni SEO itu misalnya ‘code-to-text ratio’, ‘keywords density’, skor PR, kualitas tautan-‘link popularity’, usia domain [sebenarnya saya tidak paham SEO sama sekali]. Lainnya hanya sekadar aksesibilitas (mesin pencari) dan ‘usability’.

  35. Memang SEO dibutuhkan namun sudah tidak sepenting dulu. Sebagai contoh, ada situs tutorial Photoshop baru, designinstruct, kata pemiliknya traffik utama mereka dari twitter. Usianya baru 6 bulan dan belum muncul di google tapi sekarang sudah harus pindah VPS karena perkembangannya yang ternyata sangat pesat.

    Betul sekali pak. Memang harus sabar dan jangan terburu nafsu ingin muncul di Google. Saat ini situs desaindigital sudah masuk ke rangking 5-6 di Google Indonesia, cara mengoptimalisasi saya bukan dengan blogwalking atau bombardir keyword tapi dengan memperbanyak posting berkualitas. Tidak ada tukeran link atau spamming. Prosesnya memang lama tapi saya rasa sepadan dengan hasil dan reputasi yang diperoleh.

  36. Sepakat. SEO yang baik memang tidak akan rumit. Kadang orang menghiraukan bahwa Google juga memiliki kode etik, sama dengan pengunjung.

    Seorang blogger harusnya memahami bahwa membangun blog, apalagi untuk tujuan professional, membutuhkan waktu tidak bisa begitu saja dengan menumpuk keyword, muncul di halaman depan dan memperoleh traffik tinggi dari Google, lalu otomatis semua pengunjung mengklik banner, pop-up, dan iklan baris yang tersedia. 🙂

  37. Posting ini sejalan dengan artikel terbaru saya di http://agussiswoyo.com/2010/08/21/menulis-untuk-manusia-bukan-seo-semata/ Artikel yang baik adalah yang ditulis untuk tujuan dibaca oleh manusia. Robot spider hanyalah mesin yang dirancang Google untuk memudahkan pemeringkatan website.

    Khusus untuk blog saya, jujur saya tidak terlalu banyak oprek kode-kode tertentu supaya tampil sebagai nomor satu dalam pencarian. Saya lebih suka membangun interaksi dengan pengunjung blog sehingga tanpa sadar mereka telah berada dalam komunitas saya. Dan ini manfaatnya jauh lebih tahan lama daripada membeli link dan sejenisnya.

    Namun satu hal yang tidak bisa kita pungkiri adalah… setiap blogger memiliki tujuan masing-masing dalam ngeblog. Dan karena tujuan/motivasi yang berbeda-beda, hal ini kerapkali menimbulkan aneka macam cara pandang terhadap SEO.

    Bagi seorang adsenser, mau tidak mau mereka harus berkompetisi dengan adsenser lainnya untuk merebut perhatian pengguna internet. So, SEO adalah sebuah hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

    Beda halnya dengan blog tutorial (baik untuk topik desain seperti blog ini maupun topik kepenulisan seperti blog saya)yang lebih mengutamakan content sebagai media sharing dengan pengunjung. Hal yang terpenting adalah bukan optimasi blog, tapi bagaimana membangun komunitas yang mampu memberi efek berkelanjutan/jangka panjang dan bukan untuk tujuan sesaat.

    Itulah pandangan saya.

  38. Betul sekali bahwa blogger punya motivasi berbeda. Kalau di blog-blog desain, adsense tidak laku pak. Saat ini hampir semua menggunakan layanan iklan dari buysellads. Desain iklan adsense tidak begitu menarik bagi para desainer.

    Seperti saya katakan di beberapa komentar di atas, bagi para pencari recehan adsense sepertinya reputasi blog tidak begitu penting. Mereka tidak mengharapkan pengunjung rutin apalagi membentuk komunitas, target mereka pengunjung Google. Sudah ada survey yang membuktikan bahwa pengunjung dari Google mempunyai kecenderungan lebih besar untuk mengklik iklan.

    Setahu saya, situs para internet marketer biasanya tidak bertahan lama. Seperti saya katakan mereka tidak ingin mencari reputasi, cukup receh dari iklan saja.

  39. Menurut saya Google juga akan berterima kasih kepada para pengguna SEO yang mencoba mengakalinya. Google jadi tahu apa kekurangan dari dirinya.

    Intinya, para pengguna SEO yang mencoba mencari celah google lah yang membuat google berkembang. Tanpa mereka mungkin google tak akan seperti ini.
    (hanya pendapat pribadi saja)

  40. google juga manusia, hehe..
    tak gampang ya membodohi mbah google. tapi memang jangan dicoba sebelum situs kita ketahuan..

    artikelnya sangat berkualitas. nice post mas jeprie !

  41. Istilahnya white hat SEO untuk praktik SEO yang normal. Ada juga black hat SEO yang melakukan cara-cara curang.
    Cara curang memang harus dihindari.

  42. Kecepatan akses salah satunya ditentukan oleh jarak terhadap server. Orang Indonesia pasti lebih cepat mengakses IIX.

    Bot google masih bisa masuk, jadi tidak perlu dipermasalahkan. Jika target pengunjung dari Indonesia, lebih disarankan menggunakan IIX.

  43. Wah, sepertinya diskusi di atas sudah lebih dari cukup bagi saya untuk mengambil sebuah kesimpulan. =D

    Bahwa tujuan blogger bisa dibagi menjadi 2 (jika menilik diskusi di atas), untuk mengeruk receh dan untuk membangun sebuah komunitas/ sharing ilmu.

    Dan semua itu ada porsinya sendiri-sendiri.
    Mengabaikan sama sekali penggunaan SEO itu kurang baik. Tetapi menggunakan SEO secara berlebihan juga tidak baik.

    Seperti kata mas Rismaka, ambil jalan tengah.
    Kalau kata mas Dani, main aman. =D

  44. Kesan SEO itu sendiri sudah hancur dengan terlalu banyaknya penipuan. Saya saat ini tetap menggunakan plugin All in One SEO, memperhatikan keyword, menghindari konten duplikat, dst. Tapi saya tidak akan menyebut ini SEO.

    SEO sebaiknya mati! Fokuslah ke konten, itu yang terpenting.

  45. Haha.. great! menarik sekali artikelnya. Pemikiran sederhana tapi memang seperti itulah keadaannya. Saya jadi teringat episode temanmacet bulan lalu mengenai information retrieval (http://www.temanmacet.com/2010/10/ep-58-wely-lau-menjelaskan-information-retreival/), disitu dibahas sedikit hal teknis tentang bagaimana search engine bekerja dalam mengekstrak informasi dalam suatu website. Saya kira bisa dijadikan referensi tambahan pengetahuan mengenai SEO

  46. wow setuju gan….
    google pingin jadi manusia….lalu knapa manusia jadi milih mau niru google ya….? kekekekek….
    sesuatu yg natural, profesioanal dan menarik. saya pikir akan lebih di minati oleh pengunjung. saya pervcaya itu gan…
    salam kenal ya agn…

  47. Setuju… Kalo google bisa menilai keindahan blog pasti keren.. Bisa juga human yang ngecheck, masalahnya blog yang daftar untuk dinilai google kan banyak. bisa kriting mata penilai-nya ntar.. hehehehe

  48. “Jangan mengorbankan kualitas situs Anda. Buatlah artikel-artikel berkualitas. Berpikirlah jangka panjang. Jangan mengharapkan kepopuleran secara mendadak. Pikirkan reputasi situs Anda.

    Perhatikan web usability, yaitu dengan mempermudah pengunjung agar memperoleh informasi dengan cepat dan efisien. Jangan persulit pengguna dengan hal-hal yang tidak perlu.”

    Saya sangat setuju dengan pola pikir anda mas brader, karena jujur, ulah SEO membuat hasil pencarian “acak kadut” gak jelas, karena ulah para pemburu dollar.
    Tapi sayang, google terlanjur diracuni oleh para “Blogger $$$”, dan google tetap saja tolol sampai sekarang.

    Saatnya beralih ke Bing, tentunya untuk mendapatkan hasil yang lebih relevan, sesuai keyword yang kita inginkan.

    Salam,…

  49. Mengharapkan uang dari blog tidak jadi masalah, tapi tentu saja harus disertai dengan etika. Jika situs/blog itu memberi value pada pembaca mereka tidak mempersalahkan.

    Hingga saat ini, saya masih bertahan di Google. Hasil pencariannya menurut saya masih bagus.

  50. Google melakukan itu semua karena ada alasan dan pertimbang agar kita mau berusaha dan mempertahan kan posisi kita. mangkanya saat ini google sangat senang dengan artikel2 yang berkwalitas agar bisa nampil di halaman depan SERP.

    Dan menurut saya google lebih suka weblog yang jenis Nofollow karena jenis ini aman dari spamers.

    Saya baru didunia blog tapi saya pingin belajar tentang SEO lebih mendalam. tolong bimbingan nya ya bang… hehehehehehhehe

  51. Sangat setuju sekali dengan tulisan Mas Jefri ini..
    Memang banyak yang salah kaprah dengan SEO!! Memahami SEO bagi seorang blogger itu memang penting. Agar mesin google lebih mudah mengenali blog kita. Tapi tetep aja yang paling penting yaa memahami pengunjung. Agar orang-orang betah dan sering mampir. Akhirnya kan bisa memberikan manfaat ke banyak orang.

    Saya baru pertama kali berkunjung disini, dan saya suka dengan artikel nya…
    Langsung saya bookmark deh biar bisa banyak belajar.. ^_^
    Salam kenal Mas Jefri..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s