Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu

Idealnya, sebuah blog harus sering di-update. Sebagian blogger terkenal bahkan menyarankan untuk meng-update setiap hari. Tentu saja, tidak saja sering di-update, artikel yang dibuat pun haruslah berkualitas. Kita tahu bahwa artikel berkualitas tidak bisa dihasilkan hanya dalam satu atau dua jam, di sinilah peran penting blog tamu. Blog tamu maksudnya adalah menulis artikel atau tutorial untuk situs milik orang lain.

Hingga saat ini, saya sudah menulis untuk beberapa situs, sebagian di antaranya cukup besar. Saya juga mendapat penawaran untuk menulis tutorial di beberapa situs namun saya tolak. Di tulisan ini, saya akan berbagi sedikit pengalaman. Saya akan membahas beberapa faktor yang harus kita pertimbangkan sebelum menerima tawaran blog tamu.

[hr]

1. Reputasi Situs

Faktor yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu

Faktor terpenting adalah reputasi situs. Tentu saja Anda harus mengutamakan situs dengan reputasi baik ketimbang situs biasa. Jika menulis di situs besar yang reputasinya sudah terpercaya, para pembaca akan dengan mudah mempercayai Anda sebagai pakar yang patut diperhitungkan.

Jika menerima tawaran menulis dari situs yang tidak Anda kenal sebelumnya, mulailah dengan memeriksa reputasinya. Buka situsnya, lihat siapa pemiliknya, baca isi artikelnya, dan kenali siapa pengunjungnya. Periksa juga Google Page Rank atau Alexa Rank situs. Jika ternyata situs baru, perhatikan konsistensi tulisannya. Apakah situs ini berpotensi menjadi situs besar? Jika ya, sementara Anda punya cukup waktu dan energi untuk melakukannya, lakukanlah. Siapa tahu dari sana Anda bisa memperoleh tawaran yang lebih baik.

2. Fasilitas Yang Ditawarkan

Faktor yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu

Situs yang baik biasanya memberikan cukup ruang untuk biografi penulis di bagian akhir artikel. Di sana Anda bisa menuliskan satu paragraf bercerita tentang siapa Anda, pekerjaan Anda, alamat situs, link twitter, dan info lain yang ingin ditambahkan. Fasilitas ini mencerminkan penghargaan pemilik situs pada penulisnya. Jika tidak menyediakan biografi, mungkin situs itu hanya ingin memanfaatkan Anda.

Dalam hal ini, tutsplus+ adalah situs terbaik yang pernah saya temukan. Di situs ini, panjang biografi tidak dibatasi. Lihatlah penulis di bawah, dia menuliskan semua kejayaan yang dimilikinya.

Faktor yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu

Selain itu kotak info, situs yang baik akan memberikan halaman khusus untuk penulisnya. Sebagian situs memberikan fasilitas khusus dengan menyediakan ruang untuk email dan account twitter.

Faktor yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu

Yang tidak bisa saya mengerti adalah PhotoshopTutorials. Situs ini terkenal karena menyediakan tutorial berkualitas tinggi, bayarannya pun lebih besar dari Psdtuts+. Namun entah kenapa situs ini sama sekali tidak menyediakan link apalagi biografi penulisnya.

Faktor yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu

3. Uang

Faktor yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu

Anda hanya akan mendapatkan uang dari satu artikel yang ditulis, tapi reputasi Anda akan bertahan selamanya.

Ini berlaku jika Anda seorang penulis professional. Maksudnya, menulis bukan sekedar hobi tapi merupakan pekerjaan sehari-hari Anda. Sayangnya, tidak semua situs bersedia membayar artikel dari para penulis blog. Selain itu, tidak semua blog sanggup membayar para penulis tamu. Jadi, sebelum menerima tawarannya, pastikan hal ini sudah jelas. Biasanya, dalam proses negosiasi awal saya langsung mengatakan tarif yang biasa saya terima. Ingat, pastikan untuk memberikan ruang negosiasi.

“My current rate is $xx-xxx based on the complexity and depth of the tutorial. Let me know what you think.”

Perlu diperhatikan bahwa uang jangan dijadikan prioritas utama dalam menerima tawaran blog tamu. Anda hanya akan mendapatkan uang dari satu artikel yang ditulis, tapi reputasi Anda akan bertahan selamanya.

Jadi, pastikan kualitas artikel Anda sepadan dengan bayaran yang diterima.

4. Hubungan Personal

Faktor yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu

Terakhir, kadang-kadang Anda akan diminta menulis oleh orang-orang yang Anda kenal. Baik itu kenalan sesama blogger atau kenalan di dunia nyata. Jika memang kondisinya memenuhi kriteria di atas, kenapa harus ditolak?

Bagaimana jika kondisinya tidak seideal itu? Anda harus berfikir lebih jauh. Apakah kenalan Anda ini merupakan klien potensial? Mungkinkah suatu saat dia bisa memberi Anda pekerjaan yang menarik? Atau mungkin ada pertimbangan lain di luar professionalisme kerja? Tidak ada aturan khusus untuk ini, Anda sendiri yang bisa menilai. Walaupun begitu, pastikan situsnya memenuhi atau setidaknya mendekati kriteria-kriteria yang saya sebutkan di atas.

Mungkin saja hubungan personal di sini bukan dengan pemilik situs tapi dengan situs itu sendiri. Misalnya, Anda banyak belajar dari situs tersebut dan sudah kenal dengan komunitas yang aktif di sana. Sama seperti sebelumnya, Anda sendiri yang dapat menentukan nilai penawaran tersebut.

Jika Anda nilai tawaran blog tamu tidak pantas Anda terima, tolaklah dengan halus. Katakan saja Anda sibuk atau akan menghubungi lagi di kemudian hari. Waktu Anda terlalu berharga untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.

[hr]

Kesimpulan

Inilah sedikit hal yang saya pelajari dari pengalaman pribadi. Mudah-mudahan berguna untuk Anda yang berniat menulis blog tamu. Jika sebaliknya, Anda pemilik blog yang ingin mengundang penulis luar, saya harap Anda mempelajari beberapa hal baik yang perlu ditawarkan pada mereka. Intinya, menulis blog tamu haruslah menghasilkan win-win solution. Kedua pihak harus diuntungkan, baik penulis atau pemilik blog.

Bagaimana pengalaman Anda? Ada yang ingin ditambahkan?

[hr]

Source Foto

Iklan

48 thoughts on “Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Blog Tamu

  1. Mungkin maksudnya semacam kontributor gitu yah πŸ™‚
    Tentu situs yang menawari kita, juga tidak sembarangan dalam memilih..

  2. kalau pengalaman saya sih pernah pada blogspot saya dulu Mas, menawarkan untuk menjadi Guest Blogger tapi nggak ada yang minat… mungkin karena faktor-faktor diatas tida ada ya…he..he..he…. πŸ˜€

  3. Hanya ingin mengoreksi di poin ke-2 di paragraf terakhirnya, link photoshoptutorial dan psdtuts+ kok sama ya?

    Saya entah kenapa belum berminat menjadi blogger tamu. Mungkin karena kurang PD dengan kemampuan menulis saya. Padahal ada beberapa blog (dalam negeri tentunya) yang meminta saya utk menulis di blognya.

  4. Artikel & pengalaman yang bagus Mas Jeprie!
    Sepertinya sesuai dengan kondisi saat ini, banyak blog-blog dalam negeri yang menawarkan untuk menjadi penulis tamu di blognya. Jujur saya kurang tertarik dengan hal tersebut, kebanyakan terkesan hanya ingin memanfaatkan blogger-blogger (yang cupu tentunya, hehe) karena si empunya blog sudah kehabisan ide hehe…

  5. Saya pernah dua kali menjadi blogger tamu, Mas Jeprie. Sekedar menulis saja, bukan menulis untuk tujuan bisnis atau karena saya dibayar tapi lebih ke arah pertemanan saja. Dan kebetulan karena saya sudah saling mengenal baik dengan bloggernya.

    Namun kalau sebaliknya, menerima tulisan dari blogger tamu, belum pernah samasekali karena belum ada yang minat untuk nulis di blog saya.

  6. Artikel & pengalaman yang bagus Mas Jeprie!
    Sepertinya sesuai dengan kondisi saat ini, banyak blog-blog dalam negeri yang menawarkan untuk menjadi penulis tamu di blognya. Jujur saya kurang tertarik dengan hal tersebut, kebanyakan terkesan hanya ingin memanfaatkan blogger-blogger (yang cupu tentunya, hehe) karena si empunya blog sudah kehabisan ide hehe…

  7. Hanya ingin mengoreksi di poin ke-2 di paragraf terakhirnya, link photoshoptutorial dan psdtuts+ kok sama ya?
    Saya entah kenapa belum berminat menjadi blogger tamu. Mungkin karena kurang PD dengan kemampuan menulis saya. Padahal ada beberapa blog (dalam negeri tentunya) yang meminta saya utk menulis di blognya.

  8. kalau pengalaman saya sih pernah pada blogspot saya dulu Mas, menawarkan untuk menjadi Guest Blogger tapi nggak ada yang minat… mungkin karena faktor-faktor diatas tida ada ya…he..he..he…. πŸ˜€

  9. Mungkin maksudnya semacam kontributor gitu yah πŸ™‚
    Tentu situs yang menawari kita, juga tidak sembarangan dalam memilih…

  10. Kalau situs bagus memang akan pilih-pilih. Psdtuts+ malah punya bagian khusus yang memeriksa legalitas setiap artikel. Setiap link dan resource dalam artikel akan diperiksa, jika ada keraguan -misalnya terkait license- maka artikel akan ditolak.

  11. Harusnya pemilik situs mempersiapkan kotak khusus biografi, link, dan halaman khusus penulis jika memang ingin menerima penulis tamu.

    Kalau tidak disertai fasilitas-fasilitas itu pasti tidak menarik, walau pun menarik. Perlu diingat bahwa posisi tawar penulis lebih besar dari pemilik blog. Penulis bisa nulis di situs mana pun dia mau.

  12. Seperti saya katakan di atas. Untuk yang sifatnya personal tidak ada ukuran pasti untuk menolak atau menerima. Saya juga menulis beberapa tutorial dengan bayaran di bawah rate standar untuk alasan ini. Walaupun begitu, saya membatasi hal ini karena “Bad for bussiness”.

    Bisa juga kita siasati dengan meminta fasilitas lain. Misalnya, kita minta agar artikel itu tidak eksklusif, jadi boleh dimuat di situs kita juga.

  13. Memang kalau tidak ada fasilitas kesannya hanya sekadar memanfaatkan saja.

    Pemilik blog sebaiknya ketika mengundang menjelaskan juga fasilitas yang mereka sediakan dan keuntungan yang akan diperoleh para penulis.

    Kalau memang memenuhi kriteria-keriteria di atas sih saya juga mau. Kalau tidak ada fasilitasnya, ya paling yang mau para cupu-cupu itu.

  14. Sorry kalo out of topic…
    Sebenernya situs2 dengan reputasi tinggi seperti tutplus+ memperhatikan reputasi authornya juga ngga sih? Atau semua orang bisa menjadi author di tutplus+ kalau artikelnya memang benar2 bagus.

  15. Semua orang bisa menjadi penulis di Psdtuts+ (atau situs-situs besar lain) selama memang artikelnya berkualitas. Ketika kita menawarkan artikel, kita hanya ditanya contoh kerja kita (portofolio) dan artikel yang pernah kita tulis (blog/situs).

    Perlu diketahui ada beberapa hal yang bisa merusak reputasi seorang penulis. Misalnya mengutip tanpa menuliskan sumber, plagiat (meniru), memasukkan link affiliasi ke dalam artikelnya, meniru hasil karya orang lain tanpa izin, mempublish ulang artikel eksklusif di situs lain, membagikan link download software ilegal, dll. Jika ini terjadi, penulis itu akan di-black list dan mungkin tidak akan pernah diterima lagi tulisannya.

    Mungkin akan menarik kalau kita bahas dalam artikel khusus.

  16. Menulis adalah sebuah tantangan berat buat saya mas, untuk menulis sebuah artikel pendek saja, maaf (http://jakazulham.blogspot.com/2010/07/membuat-bunga-dengan-photoshop.html)saya memerlukan waktu kurang lebih 3-4 jam. menurut saya menulis itu sebuah “ancaman” mas..
    tapi dengan kemauan insya Allah sedikit sedikit akan saya kembangkan penulisan saya..

    Apa lagi untuk situs dunia spt psdtuts.com dan sejenisnya… =D

    but, nice info dan terimakasih

  17. Menulis memang lama, Jaka. Saya menulis tutorial bisa seminggu. Membuat dulu gambar, membuat screenshot, editing screenshot, baru ke penulisan tutorial.

    Penulisan artikel ini makan waktu sehari. Selain riset mencari referensi, saya juga perlu browsing gambar di flickr. Kalau mau berkualitas, jangan terburu-buru.

    You can’t rush art

  18. PSDtuts+ secara rutin mengundang para praktisi yang sudah terkenal untuk menulis di blognya. Biasanya tutorial mereka akan masuk ke kategori premium. Kalau mau akses itu biayanya $9 per bulan.

    Saya tidak tahu berapa rate bayarannya, tidak dicantumkan. Tapi menurut perkiraan saya bisa mencapai $500 per tutorial.

    Saya masih jauh dari level sana. πŸ™‚

  19. Yeah
    Mungkin mereka berpikir ala taun 2005, dimana “backlink berkualitas” dirasa cukup untuk membayar sebuah ide dan tulisan πŸ™‚

    Padahal resiko menjadi penulis tamu adalah tidak memiliki hak pada tulisan tersebut. Pemilik blog biasanya memberi persyaratan tulisan tersebut belum pernah dipublikasikan dan sebagainya.

    Mungkin ceritanya berbeda jika kita menulis secara sukarela untuk blog teman. πŸ™‚

  20. Backlink berkualitas perlu dipertanyakan juga maksudnya. Kalau link dari situs semacam detik.com atau smashingmagazine.com saya juga mau, bahkan kalaupun nulisnya gratis.

    Memang biasanya guest blog disyaratkan eksklusif.

  21. “Menulis memang lama, Jaka. Saya menulis tutorial bisa seminggu. Membuat dulu gambar, membuat screenshot, editing screenshot, baru ke penulisan tutorial.”

    Profesional demi menjaga kualitas nih πŸ™‚ sip. Patut dicontoh

  22. Berdasarkan pengalaman saya, kalau terlalu buru-buru sering ada kesalahan. Kalau gambar akhirnya tidak begitu bagus, tentu saja tutorialnya ga mungkin bagus.

    Yang paling lama itu dalam pembuatan gambarnya. Biasanya mencari sumber inspirasi yang paling menyita waktu. Selain itu kita juga perlu mencari ide tutorial yang unik, karena jika sudah ada nanti ada kesan sekadar nyontek.

  23. Memang dari sisi itu masih perlu diperbaiki, tapi kredibilitas situs itu sendiri memang terpercaya, dan otomatis backlink-nya akan berkualitas.

    Tapi tentu saja backlink akan lebih berarti bisa berasal dari niche yang sama. Jadi, backlink dari Psdtuts+ akan lebih bermanfaat daripada backlink dari detik. Yang pasti, pengunjung dari Psdtuts+ lebih mungkin merupakan klien potensial daripada pengunjung detik yang terlalu beragam.

    Masa bodoh dengan SEO, kita tidak butuh banyak backlink, yang penting pengunjung real potensial.

  24. wah, artikel yang keren mas. penjelasan super lengkap, pertanyaan yang ditanyakan selalu dijawab. Salut buat mas. Oya mas, maaf, saya membuat sebuah website socialbookmarking khusus tutorial (tutshow.com) minta izin untuk bookmark semua artikel mas yah…. hehe salam.

  25. Halo Mas Jepri, tulisan yang cukup bagus, seperti sedikit yang sy tahu memang mas jepri memiliki tulisan tutorial yang bagus, itu merupakan suatu hal yang cukup baik. Terus semangat dan tingkatkan kreativitas…

    Saya disini cuma mau mengomentari theme yang digunakan desaindigital.com. Dari pengamatan saya terhadap susunan HTML, CSS, fitur, dll saya menyimpulkan theme ini sebenarnya adalah Bueno yg didesain woothemes. Cuma ada beberapa bagian yang diganti. Seperti, gambar pattern background, logo area, footer atas, perubahan color scheme, background tanggal, dst. Ketika saya lihat di footer sebelah kanan ada tulisan “DESIGNED BY DESAINDIGITAL”. Yang seperti ini adalah perbuatan melanggar aturan, karena mengubah desain beda dg mendesain. Seharusnya credit yang ada di footer “DESIGNED BY WOOTHEMES EDITED BY DESAINDIGITAL”. Mas Jepri pasti juga pernah membuat karya, normalnya orang pasti nggak suka kalo karyanya diklaim orang lain. Tolonglah hargai karya orang lain, meski Bueno theme gratisan, membuatnya tidaklah mudah, desainernyapun telah bekerja keras untuk ini.

    Dalam tulisan diatas Mas Jepri menyinggung soal reputasi, seandainya ada orang yang melaporkan pembajakan ini ke woothemes atau menyebarkan ke forum desain, bagaimana reputasi Mas Jepri?

    Saya mengkritik disini karena sy merasa Mas Jepri adalah saudara sy setanah air. Bangsa ini sudah dikenal sbg bangsa pembajak karya, sy berharap jangan sampai seorang penulis tutorial Photoshop dari Indonesia yang sering nulis di blog asing akhirnya juga dikenal sebagai pembajak karya.

    Komentar ini tidak perlu ditampilkan, karena kritik ini hanya sy tujukan ke peilik blog. Saya hanya berharap tolong Mas Jepri merespon ke email saya.

    Kalu ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf.

  26. Sepertinya benar juga tuh Mas Jeprie. Mungkin pengembang dari wootheme memang tidak punya aturan ketat masalah kredit, ada baiknya jika tidak dihilangkan. Saya sering melihat pengembang theme sandbox selalu mencantumkan kredit di footernya.

  27. Hehe, maklum gak pernah memakai theme wordpress selain Sandbox. Saya sendiri pernah menerbitkan beberapa theme blogspot gratis dan mengijinkan pengeditan bebas. Tetapi saya akan senang jika tautan kredit tidak dihapus. πŸ™‚

    Hm, sepertinya sudah diedit ya…
    Hm, sepertinya bukan komentar ini yang ditunggu ya… πŸ˜€

  28. Nggak gitu Mas, yang jadi masalah adalah mengklaim karya, yang seharusnya “DESIGNED BY WOOTHEMES” berubah jadi “DESIGNED BY DESAINDIGITAL”. Memang setahu saya theme berbayar, seperti kebanyakan theme di woothemes, boleh dibuang link di footernya, tapi bukan berarti boleh diklaim sebagai buatan sendiri. Contoh lain adalah theme thesis yg cukup terkenal, kalo beli dg pilihan developer (lebih mahal) link di footer boleh dihilangin, kalo beli versi personal (lebih murah) link tidak boleh dibuang.

    Semoga tidak salah faham, disini yg saya permasalahkan bukanlah membuang link di footer, tetapi masalah mengklaim karya orang sebagai karya sendiri. Coba tanya di woothemes, apa boleh karyanya kita klaim sebagai karya buatan kita? kalo nggak boleh ya wajar, kalo boleh woothemes emang luar biasa.

    Tapi terimakasih telah mengubah atribut di footernya. πŸ˜€

  29. Jadi, maksudnya you may remove our credit adalah menghapus kalimat “Designed by Woothemes” bukan mengganti “Designed by xxx” ya?

    Terima kasih penjelasannya.

  30. Saya sudah menanyakan ini langsung pada team Woothemes dan dijawab oleh Adii, founder Woothemes.

    =================================
    Jeprie,

    Yes – you can remove and change it in any way that you wish! πŸ™‚

    Kind Regards

    Adii

    The WooThemes Team

    On Fri, Jul 16, 2010 at 12:19 PM, wrote:

    I still need more explaination on this FAQ:

    Can I remove your credit in the footer?
    Yes you are free to modify the footer and remove our credit line.

    is it mean that I can remove Designed by Woothemes and change it to Designed by MyName?

    Jeprie
    xxxxx@xxx.com

  31. Sudah saya tanyakan langsung ke Adii, pemilik woothemes (lihat kutipan email di atas). Perubahan footer menjadi “Designed by DesainDigital” diperbolehkan. Jadi, dalam kasus ini tidak ada pembajakan atau pelanggaran hak cipta.

  32. Tentang woothemes: gk ada masalah memang karena kita membeli secara full. Berarti termasuk pada apapun didalamnya. Tetapi kok masih ada beban y?
    Klo gw ditanya gitu sama woothemes, gw bilang..gw usah ah. *Minder gw*. Lagian, kekna tetap mencolok [u/yg teliti], biasanya tau produk dari wootheme {yg jelas itu bukan saya}.

    Tentang artikel ini: intinya adalah timbal balik. Bukan cuman bayarannya sih, tetapi juga tentang kontribusi balik yg bisa dilakukan site itu setelah kita memberikan kontibusi ke doi. gw sih minta’ nya *minimal* seimbang dengan yg gw lakukan πŸ™‚

  33. Setahu saya, kredit terhadap Woothemes di dalam source code itu sendiri tidak boleh dihapus tapi di tampilan luar boleh dihilangkan. Sama saja dengan wordpress, tidak ada kewajiban menampilkan kredit ke wordpress tapi di dalam source code-nya kredit terhadap wordpress tidak boleh dihapus.

    Pemilik woothemes sendiri sudah bilang bahwa kita boleh membuang kredit ke Woothemes. Jadi, tidak perlu kita malah ribut-ribut sendiri.

    Seperti yang saya bilang, bayaran jangan dijadikan prioritas utama. Walaupun begitu, penulis professional tidak mungkin bisa menulis cuma-cuma. Penulis pro pasti hanya mau menulis untuk situs-situs besar, dengan pertimbangan reputasi situs. Situs besar pun pasti akan membayar karena menyadari peran penulis dan kontribusinya.

    Situs yang tidak mau berkontribusi balik menurut saya hanya sekadar memanfaatkan penulis. Mereka berarti tidak menghargai proses riset dan waktu yang dihabiskan dalam menulis.

  34. Kapan ya saya dapat undangan jadi penulis tamu 8-> *ngarep*
    Terima kasih artikelnya, sebagai bahan pertimbangan kalo nanti saya sudah mulai tenar *makinngarep*

    *lirik atas* Betewe, komentar di posting ini kok malah jadi ngomongin credit WooThemes ya. Betewe lagi, saya juga make dari WooThemes. Linknya saya buang tapi logonya tetap ada πŸ˜€

  35. Jangan menunggu diminta, langsung saja hubungi pemilik situsnya. Tentu saja, pastikan kita sudah punya artikel yang bagus.

    Sebetulnya tidak ada masalah dengan credit woothemes. Link dan nama woothemes di footer boleh dibuang, begitu yang dikatakan Adii, pendiri woothemes via email. Jika ada pertanyaan tentang woothemes, saya sarankan tanyakan langsung via formulir di situs resminya.

  36. Saya juga pernah nulis blog tamu gratis satu kali, dengan alasan sama, hubungan personal. Selama kita menulis di blog yang tepat, walaupun tidak dibayar kita tidak akan rugi karena ada kemungkinan muncul tawaran yang lebih bagus.

  37. Keren mas jeprie. Saya jadi terinspirasi nih buat nulis lebih baik lagi.

    Tapi saat ini saya belum berani jadi blog tamu memang karena saya belum bisa menulis yang baik dan berkualitas. Nanti kalo memang pembaca sudah menilai berkualitas, pasti ada tawaran. yang penting sekarang ini adalah terus belajar.

    Blog mas jeprie ini saya jadikan acuan untuk belajar photshop lebih dalam lagi. Trims mas jep.. good job..

  38. wah … tertarik juga ya menyediakan ruang tamu untuk blog kita …
    berarti blog aku harus ranking bagus dulu ya gan sebelum nawarin penulis tamu yang berminat.

    namun setidaknya ada point maz jeprie yang perlu saya ingat,
    “bisa dipertimbangkan menjadi penulis tamu pada blog yang memiliki potensi untuk berkembang”

    thanks gan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s