Wawancara dengan Wenart Gunadi

Minggu lalu saya telah memperlihatkan beberapa gambar dari Wenart Gunadi. Sekarang di post ini saya berkesempatan ngobrol dengan Wenart langsung. Saya bertanya beberapa hal tentang desain karakter, teknik menggambar, dan hal menarik lain tentang desain yang tidak saya ketahui. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

wawancara dengan wenart gunadi

Hai Wenart. Terima kasih atas kesediaan Anda melakukan wawancara ini. Sebelum dilanjutkan, silakan perkenalkan siapa Anda dan aktivitas yang Anda lakukan.

Nama saya wenart, lengkapnya Wenart Gunadi, tp biasa dipanggil wen atau wenart aja, biasanya orang mengira `Wenart` ialah nickname atau nama palsu saya, namun ini benar-benar nama asli saya. Lulus dari perguruan tinggi swasta surabaya pada tahun 2006 jurusan DKV dan sekarang berwiraswasta di bidang game,illustrasi, dan terkadang juga design-photography walau terhitung cukup jarang sekarang.

wawancara dengan wenart gunadi

Saya melihat galeri Anda di deviantArt dan saya sangat terkesan melihatnya. Kelihatannya Anda banyak fokus pada ilustrasi dan desain karakter. Bisa diceritakan software apa yang digunakan dan bagaimana proses kreatif di balik pembuatan karya-karya Anda.

Yah, cukup banyak yang desain karakter dalam galeri saya karena cukup banyak klien yang meminta memvisualisasikan karakter mereka dimana para klien tidak memiliki background sebagai illustrator sehingga mereka kesulitan dalam memvisualisasikan. Software yang saya gunakan sering kali adalah Photoshop, dan soal proses kreatif dibalik pembuatan karyanya . . . . tidak terlalu ada yang spesial menurut saya, karena prosesnya mirip dengan proses menggambar manual namun bedanya disini kita tak akan pernah kehabisan pensil warna, cat dan lain-lainnya, hanya mungkin saya cukup memberi perhatian khusus pada pilihan warna yang digunakan dan pencahayaan agar sebuah illustrasi sederhana dapat terlihat lebih estetik.

wawancara dengan wenart gunadi

Bagaimana akhirnya Anda bisa mendalami karir ini?

Bermula dari hobby yang akhirnya menjadi pekerjaan tetap, pada awalnya saya mendalami bagian design advertising pada tahun-tahun pertama kuliah, namun karena terbentur satu dua hal dan prosesnya ternyata cukup rumit, akhirnya saya banting stir ke bagian illustrasi dimana prosesnya lebih simple, dan dengan tidak diduga, ternyata saya cukup enjoy di bidang ini.

wawancara dengan wenart gunadi

Dari mana Anda biasa mencari inspirasi untuk projek gambar Anda?

Inspirasi kalau saya biasanya datang dari dua tempat, yang pertama dari klien, yang kedua datang dari kamar mandi, kurang lebih secara istilah saja “kamar mandi” yg berarti biasanya datang secara tidak terduga ketika kita sedang beraktivitas atau sedang menunggu sesuatu. dimana bisa juga berarti inspirasi bisa datang dari mana-mana.

wawancara dengan wenart gunadi

Menggambar adalah proses yang rumit dan tidak semua orang bisa melakukannya. Ada tips bagi mereka yang ingin belajar menggambar secara digital? Selain itu, adakah perbedaan signifikan antara menggambar tradisional dan digital?

Kalau soal tips-tips, saya hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh senior-senior saya: Belajar sabar, sering latihan, sering-sering menambah wawasan (membaca buku, berita, merkomunikasi dan lain lain), punya kemauan keras untuk belajar dan sering-sering lah berkumpul dengan para senior untuk menimba ilmu, jangan mendekam di rumah terus atau di studio anda untuk menggambar, share hasil karya anda untuk di beri kritik dan masukan.

Soal perbedaan antara tradisional dan digital . . . tidak ada perbedaan yang cukup berarti dalam proses, hanya saja di digital kita tidak perlu takut ketika melakukan kesalahan (ada Ctrl+Z) dan kita bisa memproduksi illustrasi kita secara masal, dan kita memiliki banyak tool untuk mengedit karya kita agar bisa terlihat lebih estetik, selebihnya teorinya tetap saja sama, seperti perspektif, proporsi, pemilihan warna dan teori dasar menggambar lainnya.

wawancara dengan wenart gunadi

Bagaimana menurut Anda perkembangan ilustrasi di Indonesia?

Ada perkembangan yang cukup pesat dalam 3 tahun terakhir ini, dimana mulai muncul banyak studio studio kecil dengan klien internasional, ada senior-senior yang kembali menimba ilmu di luar negri yang kembali ke Indonesia dan membangun studio mereka sendiri, dimana menginspirasi para illustrator muda untuk memuat studio mereka sendiri juga, dengan adanya kemajuan teknologi internet maka semua proses jauh lebih mudah.

wawancara dengan wenart gunadi

Bisa diceritakan tentang smallfarm studio?

Smallfarm adalah studio tempat saya bekerja sekarang, sebuah independent game studio yang berlokasi di disurabaya, silahkan mengunjungi webnya smallfarmstudio untuk lihat game-game yang telah kita buat.

wawancara dengan wenart gunadi

Ada kata-kata terakhir bagi para pembaca? Mungkin tips, saran, pesan, atau quote.

Yah mungkin saya meng quote kalimat yang saya dengar beberapa waktu yg lalu “bad artist always blame their tools”, karena orang-orang pada umumnya beranggapan artist yang memiliki fasilitas lebih lah yang bakal menelurkan karya yang lebih bagus, seperti penggunaan photoshop, drawing tablet (wacom). banyak kalangan awam (dan beberapa artist) beranggapan bahwa artist digital dan pengguna tablet bisa dijadikan alasan sebuah karya bisa menjadi bagus, padahal itu kurang benar, bagus atau tidak sebuah karya lebih ke arah si artist itu sendiri, bukan alatnya.

Iklan

11 thoughts on “Wawancara dengan Wenart Gunadi

  1. ternyata banyak juga ya artist desain grafis dari indonesia,n saya ingitn menjadi salah satunya mas..
    saya mencoba menggambar di PS pakai mouse biasa tetapi ternyata sulit,,apakah saya harus punya wacom tablet mas??
    atau alternatif lain mungkin,karena saya masih kuliah sementara wacom tablet harga nya cukup mahal..
    terimakasih sebelumnya mas…
    salam

  2. Berdasarkan pengalaman saya, menggambar dengan mouse sangat sulit. Penggunaan wacom membuat menggambar lebih menggambar tapi tidak akan membuat kita jago menggambar. Seperti yang dikatakan Wenart, tetap saja kita harus belajar.
    Wacom tablet termurah adalah seri Bamboo harganya sekitar 900 ribu. Saran saya, kalau mau beli tablet usahakan dari Wacom jangan dari merk lain walaupun lebih murah. Wacom mempunyai support yang sudah jelas.

  3. @rando n mas jeprie : makasih info nya mas, harus nabung dulu neh n kalo jadi wacom tu harus bisa ngehasilin uang juga.
    smoga situs grafis seperti ini tetap exist.

    best regard…

  4. salah satu inspirator saya ini, pertama ke deviantart saya pikir orang asing, taunya asli indonesia..

    jadi yakin dan semangat untuk lebih fokus ke character design illustrasion..

    yang saya suka dari mas wenart adalah komposisi warna, pencahayaan dan bayangannya, ada “khas” nya..

    jempol buat mas jep yang udah mewancarai mas wenart..!! mantap!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s