Top Menu

Dapatkan buku The Power of Photoshop. Disertai bonus video tutorial. Harga: Rp 78.800 Rp 54.500

Link Minggu Ini 071110

Berikut adalah daftar tutorial, inspirasi desain, artikel, dan resource desain menarik yang saya temukan selama minggu ini. Semua link ini saya temukan berguna dan memperkaya wawasan.

1. Tutorial

Quick Tip: Creating New Documents, InDesignCS5

InDesign adalah program yang cukup rumit. Walaupun sempat membuat tutorial dengan materi cukup tinggi di VectorTuts+, saya belum berani mengklaim sebagai pengguna mahir InDesign karena masih banyak yang perlu dikuasai. Misalnya, saya masih bisa menemukan teknik baru dari tutorial pendek cara membuat file baru di InDesign. InDesign memang kompleks.

Army Squirrel Photoshop Manipulation Tutorial

Tutorial unik memperlihatkan cara mengubah seekor tupai menjadi tentara. Ada beberapa teknik baru yang saya pelajari di sini, terutama pada cara menempelkan tangan tupai ke pelatuk senapan.

Create a Magical Floating Woman Scene in Photoshop

Tutorial dengan hasil yang sangat menarik. Manipulasi foto ini banyak menggunakan source foto angkasa untuk efek cahayanya.

2. Inspirasi

50 Great Typography Artworks in Print Ads

Satu lagi artikel inspiratif dari Eric Shafer. Kumpulan iklan yang fokus pada desain tipografi.

3. Resource

35+ Icon Packs For Web Designers (That Don’t Suck!)

Kumpulan ikon-ikon gratis berkualitas tinggi.

4. Artikel

40 People Who Changed The Internet

Artikel yang sangat menarik. Daftar 50 orang hebat yang sangat berpengaruh di dunia internet. Semua orang penting dibahas di sini, mulai dari pembuat internet, google, email, hingga pendiri Wikileaks, situs yang membeberkan dokumen-dokumen sensitif rahasia negara.

How I Learned to Avoid the “Shiny New Object Syndrome”

Artikel ini menceritakan perjalanan penulis ketika pertama kali menjalani dunia freelance. Awalnya, dia begitu tertarik dengan berbagai resource dan model bisnis baru dan berani menghabiskan uang untuknya. Padahal, tidak semuanya berguna. Ditunjukkan di sini, beberapa tips agar Anda tidak terperangkap pada posisi yang sama.

Why Focus on Money and Then Traffic (and How to Do That in Google Analytics)

Banyak pemilik situs, termasuk saya, beranggapan jika traffik tinggi otomatis situs akan menghasilkan lebih banyak uang. Artikel ini menceritakan pengalaman penulis menjalankan situs dengan traffik tinggi yang ternyata tidak bisa menghasilkan uang. Penulis berkesimpulan bahwa kita harus fokus terlebih dahulu pada monetisasi baru kemudian traffik, sama seperti bisnis di dunia nyata.

20 Responses to Link Minggu Ini 071110

  1. Joko Sutarto 7 November 2010 at 9:37 am #

    Saya tertarik dengan artikel yang cerita pengalaman katanya situs dengan traffik tinggi ternyata tidak bisa menghasilkan uang. Betul, selama ini orang banyak berkeyakinan bahwa traffik tinggi otomatis identik dengan akan menghasilkan lebih banyak uang. Logikanya sederhana, ibarat orang jualan (bikin situs juga jualan ide, tips, tutorial dll) tentu semakin banyak yang mengunjungi dan melihatnya maka nilai konversinya akan semakin tinggi.

    Karena ini berdasarkan pengalaman, yang artinya sesuai dengan fakta yang pernah dialami penulisnya maka kita tak mungkin untuk membantahnya. Hanya satu yang menjadi ganjalan saya, Mas Jeprie mengapa hal ini bisa sampai terjadi. Adakah penyebab lain selain hanya masalah karena tidak fokus pada monetisasi? Atau jangan-jangan memang situsnya hanya dibiarkan tanpa ada satu pun iklan di dalam situsnya?

    Saya coba cek link situsnya. Sekarang sudah ada Adsensenya dan ada 13 banner iklannya disana.

    • Jeprie 7 November 2010 at 10:18 am #

      Saya pernah baca juga, katanya pengunjung rutin lebih kecil kemungkinan untuk mengklik iklan. Pengunjung baru, dari Google misalnya, punya peluang besar untuk mengklik iklan. Mungkin pengunjung rutin sudah mengenal layout situs dan sudah punya tujuan klik tertentu, jadi iklan sudah tidak lagi dihiraukan. Pengunjung rutin juga ada kemungkinan beralih ke RSS, artinya tidak ada iklan.

      Segmentasi pengunjung juga bakal berpengaruh pak. Pengguna dengan skill komputer di atas rata-rata kemungkinan sudah menggunakan plugin penghapus iklan, semacam ab-block atau readability. Pengunjung dengan skill biasa, mungkin malah akan mengira iklan sebagai bagian situs sehingga cenderung akan mengklik iklan.

      Itu sebabnya, situs psdtuts+, tidak sanggup hanya mengandalkan iklan. Mereka sudah punya komunitas tetap dengan skill di atas rata-rata, artinya kemungkinan klik iklan kecil. Untuk bertahan, psdtuts+ menjual keangotaan premium dan projek-projek lain.

      Kalau membaca artikel itu, kita harus memperhitungkan persentase pengunjung yang bisa jadi calon konsumen potensial. Faktanya, tidak semua pengunjung mau mengeluarkan uang. Misalnya, saya ini termasuk salah satu pengunjung rutin psdtuts+ dan baru mau membayar mereka setelah bertahun-tahun.

      • Joko Sutarto 8 November 2010 at 11:25 pm #

        Iya saya lupa pembaca lewat RSS saya lihat cukup banyak, mencapai 19 ribu pada situsnya sehingga bisa jadi banyak pembaca tanpa perlu berkunjung ke situsnya. Juga disamping itu, benar kata Mas Jeprie bisa jadi yang berkunjung adalah pengunjung rutin, bukan unique visitor dari search engine sehingga iklannya kurang membuahkan hasil.

        Mungkin cara promosi atau marketing lain bisa memaksimalkan lewat promosi newletter bisa juga dicoba juga oleh pemilik situsnya karena jumlah pelanggan RSS emailnya sudah sangat banyak. Mungkin ini sudah dilakukan karena saya lihat sudah ada Option-page di situsnya

  2. Darin 8 November 2010 at 1:27 am #

    Great links bang Jeprie! :D

    Saya membayangkan kalau saja semua blogger begini, sharing link yang sangat bermanfaat.

    Hmm, masalah yang diungkapkan Pak Joko memang masih asyik tuk diperbincangkan. Antara trafik dan monetasi kadang ga harus berkorelasi seperti garis lurus, sepertinya banyak faktor yg berpengaruh. Namun ada baiknya tips yg mengatakan bahwa monetasi harus dicanangkan sejak awal itu bagus :)

    • Jeprie 8 November 2010 at 3:20 pm #

      Sharing link seperti ini lebih baik daripada copy paste artikel.

      Minimal niche situs harus jelas sejak awal, misalnya situs ini fokus pada desain. Ini akan mempermudah perjalanan situs.

  3. masyhury 8 November 2010 at 1:50 pm #

    link yang di atas tu bagus-bagus, recomended buat di liat,
    thanx ya,,

  4. grandchief 8 November 2010 at 3:51 pm #

    Artikel 40 People Who Changed The Internet seperti memberi inspirasi baru untuk memulai dengan kualitas yang lebih baik lagi.

    • Jeprie 8 November 2010 at 11:08 pm #

      Ya, mereka semua orang hebat. Di antara semua, saya paling salut dengan pendiri Wikileaks. Beberapa hari lalu ada fotonya sedang menghadiri pertemuan dengan UN, dia dikawal beberapa bodyguard. Situsnya memang sangat kontroversial.

      • Jauhari 9 November 2010 at 7:04 am #

        Sabeer Bhatia satu satunya dari ASIA? kereeeen…

  5. mhmdtq 8 November 2010 at 4:22 pm #

    makasih bang jeprie…

    di tunggu tutorialnnya dari bang jeprie lagi :)

  6. indam 8 November 2010 at 10:15 pm #

    mas, gimana caranya supaya jago photoshop?
    saya mau belajar bikin themes pake image yang dibuat dengan photoshop, saya sudah pernah coba ‘tapi hasilnya berantakan’. ada trik khusus nggak?

    • Jeprie 8 November 2010 at 10:59 pm #

      Tips belajar Photoshop akan saya bahas dalam posting artikel khusus.

      Coba saja ikuti dulu tutorial desain web yang ada di sini.

      • indam 8 November 2010 at 11:53 pm #

        Saya tunggu toturialnya, saya sudah beberapa kali mengikuti toturial disini. Tapi, tetap saja, kebingungan. Nggak ada kali ya?

  7. Jaka Zulham 8 November 2010 at 10:53 pm #

    Alangkah baiknya jika sesekali link minggu ini desaindigital tersedia situs indonesia.
    :D

    • Jeprie 8 November 2010 at 11:03 pm #

      Link lokal atau luar negeri bagi saya tidak jadi masalah. Selama berkualitas dan berguna akan saya masukkan ke sini. Sebetulnya, beberapa kali ada link tutorial lokal yang masuk seri ini.

  8. iskandaria 9 November 2010 at 12:32 am #

    Saya tidak habis pikir jika harus fokus pada monetisasi dulu baru trafik. Setahu saya, ada beberapa fase yang harus dilewati ketika ingin memonetisasi blog/situs kita. Tahap pertama adalah mengembangkan konten. Kedua trafik. Ketiga pre-selling. Dan keempat baru monetisasi.

    Maaf, saya kurang mengerti yang dimaksud dengan fokus pada monetisasi dalam link di situs 1stwebdesigner tersebut. Mungkin maksudnya beda ya.

    Tapi trafik yang tinggi memang sama sekali belum menjamin bahwa monetisasi akan terjadi dengan mudah. Banyak faktor lain yang juga ikut mempengaruhi.

    • Jeprie 9 November 2010 at 6:25 am #

      Di sana disebutkan bahwa pertama kita harus fokus pada produk yang kita jual, sama seperti dalam kehidupan nyata, bukan sekadar memikirkan traffik. Saya rasa ini harus dimulai dengan menentukan niche situs.

      Traffik perlu diperhatikan juga, untuk menganalisa segmentasi pengunjung dan menentukan konten yang bisa kita jual. Tapi di sana ditekankan bahwa traffik tinggi tidak secara otomatis akan berubah menjadi uang.

      Ya, memang banyak faktor yang mempengaruhi monetisasi. Saya pernah baca iklan Google dengan tema perumahan harganya paling mahal. Situs tutorial Photoshop banyak dicari orang tapi modalnya besar, bandwidth harus tinggi dan bayaran penulisnya mahal. Ini jelas pengaruh besar bagi rasio keuntungannya.

      Saya juga sama, belum mengerti tentang proses monetisasi situs. Itu sebabnya situs ini hingga sekarang masih bebas iklan.

  9. Yuda 9 November 2010 at 8:28 am #

    Assalamu’alaikum,

    Salam kenal.
    Saya sering melihat komentar Mas Jeprie di Diptara Blog, setelah saya coba lihat langsung Desain Digital ini dan berkeliling cukup lama sampai halaman about, akhirnya saya berkesimpulan bahwa Mas Jeprie ini memang seorang yang dilahirkan dengan skill luarbiasa dan saya patut belajar banyak khususnya Photoshop dan Desain Web.

    Pendapat saya.
    Traffic = Money Sounds EASY, kalimat itu sebenarnya relatif, bisa YA atau TIDAK tergantung siapa yang berbicara. Salah satu website teman saya milsalnya, dengan PR 1, Alexa 600rb-an, dan unique Visitor harian rata-rata 300 tetapi menghasilkan 10-15 USD/ hari. Ini tentu berbeda dengan penulis tadi yang memiliki PR, Alexa, dan Pengunjung yang luar biasa tetapi hasil pendapatan kurang sebanding. Memang banyak faktor untuk mencapai tujuan itu seperti pendapat Mas Iskadar “… trafik yang tinggi memang sama sekali belum menjamin bahwa monetisasi akan terjadi dengan mudah. Banyak faktor lain yang juga ikut mempengaruhi”.

    Tetapi saya sependapat bahwa kita harus fokus terlebih dahulu pada monetisasi baru kemudian traffik, sama seperti bisnis di dunia nyata karena hal ini akan mempengaruhi setiap artikel yang akan diposting termasuk kata kunci dan topik yang akan disajikan.

    Terima kasih Mas Jeprie.

    • Jeprie 9 November 2010 at 10:06 am #

      Waalaikum salam.

      Ya, saya juga setuju bahwa semua situs, baik untuk monetisasi atau tidak, sejak awal haruslah memiliki konsep jelas. Kalau sudah memiliki konsep jelas, arah artikel dan segmentasi pengunjung sudah bisa diperkirakan. Seandainya kemudian dimonetisasi, pasti akan lebih mudah.

      • Yuda 11 November 2010 at 3:06 pm #

        Semoga sukses buat Desain Digital dan semoga sukses juga buat Mas Jepri.
        Terima kasih.

Tinggalkan komentar Anda.