Top Menu

Dapatkan buku The Power of Photoshop. Disertai bonus video tutorial. Harga: Rp 78.800 Rp 54.500

8 Tips Belajar Desain Web

Desain web adalah salah satu bidang desain yang mengumpulkan berbagai keahlian dalam satu tempat. Ini membuat banyak orang bingung ketika memulai belajar desain web. Haruskah belajar pemrogramannya terlebih dahulu? Ataukah harus memulai dengan mendesain di Photoshop? Artikel ini akan membahas beberapa tips yang mudah-mudahan mempermudah Anda untuk belajar desain web.

1. Mulai dengan Mempelajari Desain Minimalis

Desain minimalis adalah gaya desain pertama yang harus Anda kuasai. Dalam desain minimalis, Anda dituntut untuk menghasilkan desain yang efektif tanpa perlu disibukkan dengan detail-detail yang tidak begitu penting. Dengan menguasai desain minimalis, maka sebenarnya Anda telah menjalankan tujuan utama yang diharapkan dalam desain web yaitu membuat situs yang berfungsi.

8 Tips Belajar Desain Web
Contoh projek desain blog minimalis di Panduan Mudah Desain Web Professional.

2. Selalu Memulai dengan Struktur yang Matang

Masalah yang sering terjadi adalah sering kali si desainer terlalu disibukkan dengan detail-detail kecil seperti tekstur, warna, atau font. Padahal hal penting pertama yang harus dipikirkan adalah merencanakan struktur situs. Sebuah blog memiliki struktur berbeda dengan portfolio karena isinya lebih cepat diperbarui. Blog perusahaan memiliki gaya berbeda dengan blog personal.

Oleh karena itu, langkah awal mendesain web tidak dilakukan di Photoshop. Tapi, dengan coretan-coretan pensil di selembar kertas. Detail-detail kecil seperti tekstur atau warna situs bisa diputuskan setelah struktur penting berhasil diperoleh.

8 Tips Belajar Desain Web
Selalu memulai dengan membuat struktur web.

3. Selalu fokus Pada Fungsi

Web desainer bukanlah seorang seniman. Web desainer adalah seorang desainer yang memiliki tugas menyampaikan pesan melalui situs. Jadi, fokuslah pada fungsi situs bukan pada hiasan-hiasan dan pernak-pernik situs.

Animasi memang menarik. Gambar latar besar juga terlihat bagus. Tapi, sebelum menggunakannya tanyakan pada diri Anda “Apakah pemilik dan pengunjung situs membutuhkannya?” Untuk memahami fungsi dalam desain web, biasakan untuk rutin membaca artikel terkait usability dan user experience. Referensi yang bagus bisa Anda peroleh di Smashing Magazine dan useit.

4. Ikuti Struktur Desain Web Yang Sudah Baku

Mungkin Anda telah memperhatikan bahwa biasanya blog memiliki struktur dua kolom dengan sidebar di kanan dan logo di kiri atas. Layout ini digunakan banyak orang karena fakta sederhana, berhasil. Studi usabilitas menunjukkan bahwa pengunjung sudah terbiasa dengan sidebar di kanan dan isi blog di kiri. Pengunjung juga secara alami mengetahui bahwa sisi kiri atas berisi identitas situs yang jika diklik akan membawanya ke halaman depan. Jika Anda mendesain blog, maka kemungkinan besar layout inilah yang harus Anda gunakan.

Desain web telah berkembang pesat dan semua standar yang ada saat ini adalah hasil penelitian melelahkan para ahli. Jadi, jangan pernah menganggap layout desain dua kolom atau teks hitam di atas putih sebagai membosankan. Jangan ragu untuk menggunakannya hanya karena orang lain menggunakannya juga.

8 Tips Belajar Desain Web
Salah satu contoh layout blog paling populer.

5. Perhatikan Trend Desain Web Saat Ini

Seperti jenis desain lainnya, desain web pun memiliki trendnya sendiri. Misalnya, trend saat ini adalah maraknya penggunaan tekstur secara lembut (subtle). Anda bisa memperoleh informasi trend yang ada saat ini dengan memperhatikan desain situs-situs terkemuka, situs portfolio desainer semacam dribbble, atau melalui desain populer di marketplace seperti themeforest.

6. Kuasai Software yang Digunakan

Satu hal yang perlu dipahami adalah Anda tidak harus menguasai semua aspek teknis dalam mendesain web. Bisa jadi seorang desainer web hanya pintar Photoshop tanpa bisa sedikitpun CSS atau sebaliknya. Kekurangan ini bisa ditangani dengan mencari partner lain yang memiliki skill berbeda dengan Anda.

Anda juga tidak perlu mempersoalkan software yang digunakan dalam mendesain. Sebagian desainer memilih Photoshop dan sebagian lagi memilih Fireworks. Silakan pilih software yang Anda suka dan kuasailah dengan sungguh-sungguh.

Satu hal yang perlu dipahami adalah Anda tidak harus menguasai semua aspek teknis dalam mendesain web. Bisa jadi seorang desainer web hanya pintar Photoshop tanpa bisa sedikitpun CSS atau sebaliknya.

7. Pelajari Dasar-dasar Tipografi

Tipografi web adalah area detail yang sangat penting namun sering kali disepelekan. Tipografi memegang peran penting karena menjembatani pesan dari pemilik situs pada pengunjungnya.

Perhatikan pula bahwa tipografi dalam desain web berbeda dengan desain di medium lainnya. Teks di situs bisa muncul dalam browser berbeda dengan kombinasi font yang berbeda. Oleh karena itu, gunakanlah waktu Anda untuk mempelajari kombinasi font dan setting yang relatif berguna dalam semua kondisi.

8. Jangan Lupakan Whitespace

Whitespace adalah area kosong yang memberi ruang bernafas bagi pengunjung situs. Whitespace memberikan ruang bagi pengunjung untuk fokus pada area-area tertentu dan juga memberikan struktur yang logis pada tampilan situs. Tanpa whitespace, situs akan terlihat terlalu penuh dan membingungkan pengunjung.

8 Tips Belajar Desain Web
White Space di Flickr.

Bagaimana Pendapat Anda?

Saya harap Anda terbantu dengan tips-tips ini. Adakah yang ingin Anda tambahkan?

, ,

58 Responses to 8 Tips Belajar Desain Web

  1. reksajaya 19 February 2012 at 10:14 am #

    tips yang ke-2 itu selalu ane lakukan , karena itu lah nantinya yang menjadi panduan saat mengerjakan langkah selanjutnya…
    izin copy gan artikelnya ….

  2. Izul Chaniago 19 February 2012 at 1:14 pm #

    Kurang setuju dengan yang nomor 4. “Ikuti Struktur Desain Web Yang Sudah Baku”.
    Menurut saya, satu layar monitor ini bisa kita gunakan untuk desain web layak nya pelukis bebas melukis diatas kanvas, tidak harus terpaku pada posisi kiri konten atau kanan. Proses mendesain Jadi kaku dan membosankan.

    Bebas, Tapi tetap utamakan usability & readability tanpa meninggalkan poin yang No 3 tentunya.

    • Jeprie 19 February 2012 at 1:51 pm #

      Jika yang dimaksud bebas ini sekadar menyimpan konten di sisi kiri atau kanan, maka tidak masalah. Tapi, jika bebas dalam artian bebas tanpa aturan maka itu tidak mungkin.

      Tidak pernah ada desain yang membosankan karena fokus utama dalam mendesain adalah fungsinya. Situs seindah apa pun, setelah beberapa kali kunjungan akan membosankan. Situs dengan konsep blogazine akan terlihat wah ketika pertama kali dibuka. Namun setelah beberapa kali kunjungan, akhirnya akan tetap saja membosankan.

      Desain novel di seluruh dunia tidak pernah berubah sejak ratusan tahun yang lalu. Apakah ini membuatnya membosankan sehingga setiap generasi berharap ada desain yang baru? Yang jelas, desainnya berhasil. Semua orang di seluruh dunia merasa nyaman dengan desainnya. Apakah perlu dirubah?

      • Syndicate OS 19 February 2012 at 2:29 pm #

        sepertinya desain yang hanya terpaku pada 1 desain yang kaku jauh lebih membosankan
        #cuma opini

      • Adx 8 April 2013 at 9:33 pm #

        psiko visitor masih kyk gtu2 juga kyknya..top – konten – side – foot. :v
        membosankan bagi seniman…yg bukan seniman mash bnyk :p

        #upss ini artikel taun lalu ya ?

      • Jeprie 19 February 2012 at 2:37 pm #

        Membosankan menurut siapa?

        Desain Google tidak banyak berubah sejak pertama kali muncul. Apakah semua orang meninggalkan Google karena dirasa membosankan? Layout novel tidak pernah berubah selama ratusan tahun. Apakah peminatnya berkurang? Semua rambu jalan di Indonesia menggunakan font standar semacam Arial. Apakah ada protes dari para pengguna jalan?

        Jangan hanya memikirkan ego desainer, Anda harus juga fokus pada fungsi desain. Hanya karena Anda bisa membuat banyak jenis desain, tidak berarti Anda harus melakukannya.

      • Izul Chaniago 19 February 2012 at 3:54 pm #

        Sulit sih untuk didiskusikan, karena web ya bgitu2 aja, tapi intinya di nomor 4 itu saya kurang suka kalau kita seakan digiring untuk membuat website selalu dengan konten di kiri dan identitas web di kanan.

        Karena menurut saya bagaimana pun yang penting client senang, dan informasi(jantung dari web itu sendiri) bisa sampai ke target pembacanya dengan baik. Kalau soal posisi, silahkan rancanglah sebaik mungkin.

        ~tentunya sebagai yang membuat kita harus melihat jenis website apa yang akan kita buat? kalau perusahaan animasi, atau perusahaan media, kita agak bebas berkreasi, kalau instansi pendidikan atau pemerintahan, tentu punya pertimbangan tersendiri.
        #kalau mengikuti ego sebagai pembuat, saya sejujurnya bosan kalau yang dibuat begit2 terus. Pasti ingin membuat yang berbeda disetiap pekerjaan, dengan begitu saya jadi semakin ingin belajar dan jadi punya kepuasan tersendiri.

      • Jeprie 19 February 2012 at 4:20 pm #

        Posisi konten di kiri dan sidebar di kanan ternyata hasilnya paling ideal menurut berbagai studi. Tapi ini bukan suatu keharusan.

        Intinya, dalam desain memang ada hal-hal yang sifatnya baku dan kecil sekali kemungkinannya untuk berubah. Sebagai contoh, desain novel sudah tidak mungkin lagi berubah.

  3. akbaralatas 19 February 2012 at 2:01 pm #

    Mantap .. pantas desain web ini keren ..
    tapi saya lebh suka memanfaatkan template gratis trus di modifikasi. .

    • Izul Chaniago 19 February 2012 at 4:07 pm #

      Tolong modifikasi nya yang serius mas :D soal nya saya agak kurang suka dengan template gratis, menurut saya template gratisan telah membuat banyak website jadi mirip2 dan tidak punya keunikan.
      Saya pernah punya pengalaman, ditunjukin website sama teman, saya bilang, ow website ini toh, inisih gw pernah liat. Eh tau nya itu web berbeda setelah liat nama domain nya. Ckkckckc…

      #tapi kalau kepepet gak ada salahnya juga pakai gratisan.

      • iskandaria 19 February 2012 at 4:26 pm #

        @Izul Chaniago,
        Saya juga masih pakai theme gratisan, tapi saya modifikasi habis-habisan, biar terkesan unik :) Maklum, saya belum mampu bikin/membangun theme dari awal.

      • Jeprie 19 February 2012 at 4:38 pm #

        Ini masih perlu dikritisi. Benarkah pengunjung memerlukan desain sangat unik? Terus kenapa jika mirip dengan situs lain? Mungkin ada jutaan situs yang menggunakan layout dua kolom. Apa berarti tidak boleh menggunakan layout dua kolom?

        Banyak situs yang bukan saja mirip tapi sama persis. Desaindigital dan PSDfreemium sama persis. Semua situs tutsplus –misalnya Psdtuts dan Vectortuts– hanya berbeda warna. Apakah itu jadi masalah bagi pengunjung?

      • Izul Chaniago 19 February 2012 at 5:09 pm #

        Kalau saya pribadi berpendapat setiap website ada baik nya berbeda dan punya keunikan tersendiri, kalau soal bentuk layout itu bebas aja yang penting informasi tersampaikan dengan baik.

        @iskandaria : gpp mas, yang penting ada niat untuk membuat web kita sedikit berbeda dari yang lain (disamping nama web dan domain :)

        @mas Jeprie : Mungkin karena website2 itu pemiliknya sama :) serumpun, jadi harus ada keseragaman kali ya :) kalau begitu sih gpp, sama kasusnya kayak website fakultas-fakultas disuatu universitas.

      • Jeprie 19 February 2012 at 6:20 pm #

        Betul, Pak Izul. Situs-situs ini memiliki keterkaitan yang sama. Jadi, wajar saja menggunakan desain yang sama. Artinya, faktor unik tidak berlaku di sini. Keunikan situs hanyalah salah satu faktor di antara faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

        Mudah-mudahan masalah ini bisa kita bahas dalam artikel terpisah secara lebih detail.

      • Izul Chaniago 19 February 2012 at 6:43 pm #

        Ok Sip mas, malah website yang serumpun seperti Tutsplus dibuat beda2 malah jadi aneh menurut saya :) tutsplus akan kehilangan kemegahan nya. Beda kalau website yang berbeda instansi atau pemilik tapi desain nya sama, malah terlihat agak gmn gitu :)

        #saya masih 23 tahun mas :( harusnya saya yang panggil situ bapak :((

  4. iskandaria 19 February 2012 at 4:59 pm #

    @Jeprie,
    Mohon pisahkan masalah yang ingin kita bahas. Di sini, saya tidak mengatakan/menilai bahwa pengunjung bermasalah dengan situs yang mirip atau hampir sama tampilannya. Tidak juga masalah layout 2 kolom dnegan konten di sisi kiri. Saya tidak tahu, apakah banyak pengunjung/pengguna internet yang memang bermasalah dengan desain situs yang mirip atau hampir sama.

    Tapi lebih baik kita fokuskan pada tujuan kita membangun web/blog kita sendiri untuk apa. Kalau sekadar untuk berbagi informasi, ya tidak masalah sama sekali menggunakan desain antarmuka yang mirip atau bahkan sama persis. Tapi kalau memang punya kemampuan memodifikasi, tentunya akan lebih baik dimodifikasi, walau cuma sedikit. Yach, sekalian melatih kemampuan desain dan juga coding lah. Masalah apakah itu penting atau tidak, itu urusan lain. Tapi saya tetap yakin, bahwa ciri khas itu bagus. Di bidang apa pun itu. Bukan cuma di bidang desain web.

    • Jeprie 19 February 2012 at 6:18 pm #

      Saya ingin menekankan bahwa desain bukan segalanya. Sebagai desainer atau orang yang fokus di bidang desain kadang kita hanya melihat dari satu sisi saja, yaitu aspek desain. Padahal ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan.

      Misalnya, apakah perlu menggunakan desain yang sangat unik jika situs itu milik organisasi non-profit yang mengandalkan donasi pengunjung? Desain terlalu unik malah bisa menimbulkan tanda tanya pengunjung. “Apakah mereka menghabiskan semua uang kita untuk desain?”

      Sebetulnya diskusi ini terlalu jauh karena tema materi yang disampaikan adalah desain web untuk pemula. Saya malah berencana menulis artikel tentang ini, mudah-mudahan setelah seri ini selesai.

      • iskandaria 19 February 2012 at 7:11 pm #

        @Jeprie,
        Iya, saya setuju sekali kalau desain itu bukan segalanya. Makanya saya juga masih memperhatikan atau berusaha mengoptimalkan sisi lain pada web saya. Contohnya saja masalah responsive dengan lebar layar monitor pengunjung (di mana halaman/layout akan menyesuaikan dengan layar pengunjung). Selain itu, saya juga berusaha mengoptimalkan kecepatan loading, kemudahan navigasi, dan beberapa aspek lainnya (walaupun mungkin belum terlalu optimal).

        Saya tunggu pembahasan berikutnya di postingan baru.

  5. iskandaria 19 February 2012 at 5:07 pm #

    Oya, masalah layout 2 kolom dengan posisi konten di sebelah kiri, menurut saya itu bukan berarti kita membuat desain yang mirip dengan situs lain. Kan masih bisa kita modifikasi pada detail-detailnya agar terlihat lebih unik, tanpa meninggalkan sisi fungsional. Komentar ini untuk Mas Izul Chaniago. Hemat saya sendiri, konten di sisi kiri memang lebih pas dan nyaman kalau mengikuti alur membaca. Pengguna diarahkan langsung membaca konten/posting terlebih dahulu, baru memindai navigasi di sisi kanan atau bawah.

  6. kimzigr 19 February 2012 at 6:50 pm #

    Saya kurang setuju klo “Situs dengan konsep blogazine akan terlihat wah ketika pertama kali dibuka. Namun setelah beberapa kali kunjungan, akhirnya akan tetap saja membosankan” semua itu kan punya penikmat, seperti halnya musik ad berbagai macam genre tp penikmat nya juga gak akan pernah bosan.

    Seperti design google ato design Novel itu sudah ada dan emang ada jadi bukan hal baru, ya emang seperti itu dengan fungsinya masing2. saya gak pernah bosan kunjugi desandro, dustin, dll ya mengusung konsep blogazine. karen saya penikmat nya lalu bagai mana dengan orang semacam saya ini? klo anda mengatakan seperti di atas

    Saya suka Musik Rock, tp musik yang lain bisa saya dengar akan tetapi gak ada di jiwa saya. kalau pun saya memaikan nya pasti juga gak ada Soul nya. jadi mungkin saya gampang bosan. jadi ini urusan hati dan selera.

    • Jeprie 19 February 2012 at 6:59 pm #

      Jadi, yang ingin saya katakan adalah keberhasilan desain itu tidak diukur dari membosankan atau tidak. Tapi, keberhasilan sebuah desain dilihat dari kemampuannya untuk menyampaikan pesan.

      • kimzigr 19 February 2012 at 7:17 pm #

        klo itu saya setuju seperti pepatah desainer yang mampu berkonsep tetapi kurang dalam kemampuan memvisualisasikan, ibarat iman yang tidak disertai perbuatan. Begitu pula desainer yang memiliki kemampuan memvisualisasikan yang baik tetapi tidak mampu berkonsep, seperti perbuatan tanpa disertai iman. jadi keduanya menurut saya penting!

        seperti artikel anda ini saya suka. menarik mudah di mengerti dan terbaca, untuk membuat itu butuh konsep dan memvisualisasikan. dan tapi bisa beda lagi kl berurusan dengan Seni.

      • iskandaria 19 February 2012 at 7:29 pm #

        Sebenarnya konsep blogazine atau custom-post itu bisa memperkuat pesan yang hendak disampaikan dalam postingan/artikel, asalkan desain yang ditampilkan memang berusaha memperkuat pesan tersebut. Contohnya ketika saya menggunakan gambar latar foto boyband dan girlband pada salah satu postingan blog saya. Mungkin itu terkesan memakan bandwidth atau menambah waktu loading halaman. Mungkin juga pengunjung tidak membutuhkannya. Tapi apakah kira-kira gambar latar tersebut sama sekali tidak berguna dalam hal penyampaian pesan?

      • yangpentingshare 20 February 2012 at 10:04 am #

        apapun bentuknya itu,tergantung dari si pembuat atau author blognya mau dibawa kemana blognya,kami para blogaziner tidak mementingkan traffic yang banyak,itu nomor kesekian.yang penting kepuasan melayout halaman dulu.Visualisasi pesan bisa mempertegas pesan yang ingin disampaikan,bukan hanya tulisan monoton dan terbaku bentuk baku suatu web.Jika demikian maka yang terjadi adalah jalan ditempat,tak ada kreasi.ya betul kata bang Kimgzgr dibawah,kami adalah blogger yang menyukai seni visual.

      • Jeprie 20 February 2012 at 9:07 pm #

        Tentu saja, keberhasilan sebuah desain dihitung dari fungsinya bukan semata-mata keindahannya.

        Situs semacam desaindigital ini tidak membutuhkan desain luar biasa semacam blogazine. Alasannya sederhana, tidak butuh! Saya –pemilik situs ini– tidak ingin dikenal sebagai desainer hebat yang kreatif dan menguasai pembuatan blog berdesain unik. Saya hanya ingin menyampaikan tulisan. Ketika pembaca bisa memahami tulisan saya dan menghargainya, maka itulah definisi kesuksesan yang saya cari.

  7. iskandaria 19 February 2012 at 7:36 pm #

    Jadi maksud saya, desain (sisi visual) juga bisa sekaligus memperkuat sisi fungsional sebuah halaman/konten/artikel web. Sisi fungsional di sini maksud saya yaitu kemampuan memperkuat penyampaian pesan. Maaf kalau terlalu melenceng dari topik. Kebetulan masih berhubungan dengan masalah desain web.

    • Jeprie 19 February 2012 at 8:56 pm #

      Betul pak. Memang seperti itulah seharusnya fungsi desain. Jika memang perlu menambah latar gambar besar, kenapa tidak? Jika perlu menambah animasi, kenapa tidak? Jadi, akhirnya kembali lagi ke masalah fungsi. Mendesain tidak sekadar hanya menambahkan tekstur, mengatur warna, dst.

      Mungkin contoh yang bagus adalah posting tipe blogazine bertema Microsoft Word dari Cahcepu. Latar yang digunakan di artikel itu sangat berkaitan dengan tema yang dibahas. Padahal, sebenarnya desain itu sangat membosankan! Bukankah kita sudah sangat bosan dengan layout Microsoft Word? Jika kualitas desain dilihat dari membosankan atau tidak, kenapa tidak menggunakan latar interface program lain yang lebih menarik? :)

  8. dHaNy 20 February 2012 at 6:49 am #

    Tips yang wajib diketahui nih sebelum serius menjadi web designer.. Dari dulu memang pengunjung lebih familier dengan layout dua kolom sidebar kanan. Karena web-web portal besar banyak yang menggunakannya. Desain yang sangat unik menggambarkan kapabilitas pemiliknya dalam hal desain web unik. Jadi masing-masing memiliki pasar tersendiri..

    • Jeprie 20 February 2012 at 9:01 pm #

      Bisa jadi karena banyak yang menggunakan akhirnya pengunjung pun terbiasa dengan layout dua kolom. Tapi tidak berarti layout itu menjadi suatu keharusan. Contohnya situs desaindigital ini. Situs ini hanya satu kolom karena memang tidak membutuhkan sidebar.

      Betul sekali bahwa desain unik menunjukkan kapabilitas pemiliknya dalam desain. Jika memang ingin menonjolkan sisi ini, maka desainnya berhasil. Tapi, jika yang diinginkan hanyalah menyampaikan isi teks blog, maka desain standar dengan theme gratis pun sudah cukup. Intinya, desain bukan segala-galanya. Desain hanyalah salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan pemilik situs.

  9. ifliandry 20 February 2012 at 9:38 am #

    ikutan nyimak dulu ..
    .
    mengenai web 2 kolom, atau 3 kolom, sepertinya memang gak masalah bener. Itu ‘kan hanya strukturnya. Jika batas antar kolom tidak dipisahkan warna/garis, orang awam seperti saya juga kadang tidak menyadarinya. karena saya melihat web secara menyeluruh/dalam satu kesatuan.

    Saya baru belajar bikin web, awalnya bingung juga mo bikin web “lain dari yg lain”, yang ada mentok di struktur web, 2-3 kolom sudah biasa, mau yg lain. akhirnya gak jadi2 .. setelah browsing, saya perhatikan, memang cenderung struktur web sama, tetapi kulit+penempatan kontennya yang berbeda+penambahan pernak-pernik lainnya. tapi tetap usability diutamakan.

    saya banyak belajar dari desaindigital.com. tetap tambah terus tips2-nya mas. terima kasih.

  10. Ibrahim Vatih 20 February 2012 at 11:04 am #

    Mas, kapan-kapan bikin artikel tentang perbedaan Web Developer sama Web Designer dong. Kadang saya suka ‘menderita’ ketika diminta untuk membuat desain web, padahal profesi saya adalah Web Developer.

    Masih banyak menyalahartikan, dan menyamakan bahwa Web Designer adalah mereka yang bisa merancang web secara keseluruhan.

    • Jeprie 20 February 2012 at 9:09 pm #

      Sebetulnya saya malah tidak begitu memahami masalah ini. Nanti saya coba google dulu. :)

  11. rizki hadi putra 21 February 2012 at 1:39 pm #

    nice lah buat salah satu orang hebat Indonesia kita nih..
    Maju terus teknologi Indonesia :D

  12. amdhas 24 February 2012 at 4:42 am #

    Menurut saya jika desain digital mementingkan teks, kenapa tidak memikirkan terjemahan antar muka?

    Jika desainer web tidak mementingkan terjemahan antar muka itu berarti bukan mementingkan teks dan user..
    Saya belajar web desain langsung sama adik saya. Dan hal yang terpenting adalah bukan yang di bahas sampai panjang begini.

    Hal yang terpenting adalah:
    TRANSLATE INTERFACE = TERJEMAHAN ANTAR MUKA.

    Jika website anda berbahasa binatang maka gunakan navigasi dengan bahasa tarzan, jika bahasa indonesia maka gunakan bahasa indonesia, jika inggris maka inggriskanlah..

    Poskan komentar bukan submit komen kan?
    Jika saya pengguna awam saya tidak akan mengerti apa artinya, RECOMENDED FOR YOU.

    Karena saya datang ke website berbahasa indonesia.. ini tidak bisa di tentang karena translate interface adalah hal yang paling utama.

    • Jeprie 24 February 2012 at 7:50 am #

      Saya tidak tahu caranya pak. Kalau tahu, mungkin akan saya rubah.

      Ada banyak faktor yang perlu diperhitungkan. Anda tidak bisa menyamakan skill semua orang sama tinggi dengan Anda. Saya hanya bisa Photoshop, itu sebabnya modifikasi theme ini hanya di sisi kosmetik saja, tidak masuk ke fungsi di dalamnya. Akibat kebodohan saya, modifikasi semacam itu tidak dilakukan di situs ini. Terpaksa, untuk saat ini Desaindigital masih menggunakan bahasa binatang.

      • kucing 26 February 2012 at 8:11 pm #

        menurut saya, bahasa indonesia yang di mix sama bahasa ‘binatang’ malah lebih keren, lanjutt pak jeprie :D
        nggak melulu, kalo site indo pake indo semua, sekolah aja ada yang bilingual ;)

  13. hendrik 24 February 2012 at 5:42 pm #

    belajar di sini mataku segar, ilmu ku bertambah, dan keren. . . Update terus ya mas ilmu-ilmunya. . . Hehehe . .

  14. muhammad godc 24 February 2012 at 11:40 pm #

    Jangan lihat covernya tapi lihat isinya,hanya itu yang saya tahu..(Koran bekas gorengan pun saya baca kalau ada tulisannya yang menarik).

  15. yellow 25 February 2012 at 1:11 am #

    Tulisan yang menarik dan komentar yang mendidik. Sangat berguna buat pemula seperti saya. Thanks all.
    semoga tambah jaya.

  16. mumolabs 1 March 2012 at 11:35 pm #

    coba main ke 960.gs untuk bikin layoutnya :D
    lebih enak dilihat nanti,..
    saya sudah buktikan hihihi

  17. Yuan Martina D 1 March 2013 at 10:47 pm #

    Ssaya tertarik dengan blog ini. thanks infonya ya.
    http://yuan-martina.blogspot.com/

  18. Adhi Sukma 20 March 2013 at 9:49 am #

    Menurut saya sih, design itu penting untuk membentuk reputasi awal, dan selanjutnya masuk ke fungsi. sebagus apapun design, tp fungsi atau fitur2 yang ada cuma begitu2 saja ya ga akan tahan lama. Contoh: Google, orang bertahan menggunakan Google bukan karena design yang wah, tp karena fungsinya. Tapi kalau design google asal2an juga akan susah mendapat reputasi (pada awalnya dulu). Jadi design dan fungsi (dan konten) hrs sejalan.. web design jakarta

  19. griyaaydez 21 March 2013 at 8:40 pm #

    tertarik saya,,,, butuh masukan neh untuk web saya,,, saya pemula,,, http://www.griyaaydez.web.id

  20. saiful 23 March 2013 at 10:22 am #

    mantap trick nya. :-)

    mau profesional dibidang vector???

    langsung ke TKP gan:
    http://www.ilmugrafis.com/adpixel-buku-the-power-of-corel.php

  21. hendrik 7 April 2013 at 5:50 am #

    very helpfull ….

  22. galih 1 May 2013 at 11:14 am #

    mas kalau bikin pake software corel bisakah?

  23. Achmad Syarifudin 2 May 2013 at 4:04 pm #

    Searching di google dengan keyword ” mendesain web” akhirnya sampe sini !!!! Wuih. Artikelnya mantab Mas. Saya baru belajar web design kurang lebih 1 bln dan minggu2 ini saya sedang menggarap project web personal awal. tpi kok kenapa spertinya design dan typograpinya itu kurang mantabs bagi saya ya Mas! :( Mohon saran dan masukan nya agar web site saya nantinya terlihat lux dan elegan Mas ? Ditunggu via email dan Via Web ini. Thanks

  24. Alvie 24 April 2014 at 8:06 am #

    Thanks banget mas atas tips yang mudah dicerna
    saya juga lagi belajar membuat web yang ciamik nih :)

  25. bornea 9 May 2014 at 4:04 pm #

    jadi, apakah merancang konsep interface blog di photoshop terlebih dahulu itu penting sebelum kita mulai untuk coding???

  26. Paris Elson 18 May 2014 at 9:54 pm #

    desain website memang gampang2 sulit… sulitnya itu menyatukan presepsi antara desainer dengan pelanggan… sampai sekarang saya blm nemu cara yang pas bagaimana agar antara pelanggan dan desainer mempunya presepsi yang sama dalam desain web… tapi artikel ini sangat membantu memotivasi saya… apa lagi yang no.2 saya sering menggunkan metode itu tapi jarang saya keluarkan bersama pelanggan mungkin harus mulai saya terapkan sekarang…. good artikel…:D

  27. Chaidir 15 July 2014 at 8:52 pm #

    Tips ini bener-bener menyadarkan saya bahwa terkadang hal-hal terlihat sepele padahal sangat penting untuk dipikirkan saat membuat desain web..
    Saya setuju dengan 8 tips diatas!! :-)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kuis Berhadiah Buku "Panduan Mudah Desain Web Profesional" | DesainDigital - 19 February 2012

    [...] 1. Kuis Berhadiah Buku “Panduan Mudah Desain Web Professional” 2. 8 Tips Belajar Desain Web [...]

  2. Memperkenalkan Seri "Panduan Desain Web untuk Pemula" | DesainDigital - 23 February 2012

    [...] Kuis Berhadiah Buku “Panduan Mudah Desain Web Professional” 2. 8 Tips Belajar Desain Web 3. Mendesain Login Form Gelap Bergaya [...]

  3. Mendesain Login Form Gelap Bergaya Modern | DesainDigital - 23 February 2012

    [...] Kuis Berhadiah Buku “Panduan Mudah Desain Web Professional” 2. 8 Tips Belajar Desain Web 3. Mendesain Login Form Gelap Bergaya [...]

  4. 10 Tutorial Desain Web yang Perlu Dipelajari Pemula | DesainDigital - 25 February 2012

    [...] Kuis Berhadiah Buku “Panduan Mudah Desain Web Professional” 2. 8 Tips Belajar Desain Web 3. Mendesain Login Form Gelap Bergaya Modern 4. 10 Tutorial Desain Web yang Perlu Dipelajari [...]

  5. 21 Contoh Penggunaan Pola dan Tekstur dalam Desain Web | DesainDigital - 28 February 2012

    [...] Kuis Berhadiah Buku “Panduan Mudah Desain Web Professional” 2. 8 Tips Belajar Desain Web 3. Mendesain Login Form Gelap Bergaya Modern 4. 10 Tutorial Desain Web yang Perlu Dipelajari Pemula [...]

  6. Mendesain Interface Menu Modern | DesainDigital - 10 March 2012

    [...] Kuis Berhadiah Buku “Panduan Mudah Desain Web Professional” 2. 8 Tips Belajar Desain Web 3. Mendesain Login Form Gelap Bergaya Modern 4. 10 Tutorial Desain Web yang Perlu Dipelajari Pemula [...]

  7. 10 tutorial membuat website | ujikom WEB - 2 December 2013

    […] telah dibahas di 8 Tips Belajar Desain Web, seorang pemula sangat disarankan untuk memulai dengan mempelajari desain minimalis. Tutorial ini […]

Tinggalkan komentar Anda.