Top Menu

Dapatkan buku The Power of Photoshop. Disertai bonus video tutorial. Harga: Rp 78.800 Rp 54.500

7 Tips Bekerja dengan Cepat dan Efektif

Berurusan dengan klien tidak pernah mudah. Salah satu masalah yang umum terjadi adalah minimnya input dari klien. Kondisi semacam ini bisa terjadi karena klien terlalu sibuk atau malah tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap proses desain. Tentu sulit sekali bisa bekerja secara maksimal dalam kondisi semacam ini. Di artikel ini, saya akan berbagi beberapa tips berdasarkan pengalaman pribadi cara bekerja cepat dengan kondisi sesulit ini. Apa saja tahap yang perlu dilakukan agar bisa bekerja dengan cepat tapi tetap efektif dan terstruktur?

1. Perhatikan Jenis Perusahaan Klien

Langkah pertama adalah memahami terlebih dahulu jenis perusahaan klien. Apakah restoran, pakaian/tekstil, pendidikan, atau bank? Siapa targetnya? Seperti apa logonya? Lihatlah warna dan tipe logonya. Apakah logonya formal, gaul, lucu, atau elegan? Kenali juga siapa saja kompetitornya. Saya rasa semua desainer mengetahui tahap ini. Tapi, sering kali tahap awal yang dilakukannya jauh di luar rencana ideal. Misal, memikirkan letak kantor, memperkirakan gaji karyawan klien, menebak produk terbaru yang dikeluarkan klien, atau malah langsung mencari inspirasi. Intinya, kita harus fokus mengenali garis besar perusahaan dan menjauhkan diri dari detail-detail yang tidak penting.

2. Tentukan Warna dan tema

Setelah memahami jenis perusahaan klien, desainer seharusnya mampu mengenali warna dan tema yang cocok dengan klien dan targetnya. Setiap bidang pekerjaan biasanya memiliki warna khas. Misalnya, warna restoran pada umumnya merah, oranye, kuning, cokelat, atau hijau. Jarang sekali restoran menggunakan warna biru, emas, atau pink. Untuk mempermudah proses, lihat saja warna logonya –jika sudah ada– atau sesuaikan dengan tema yang diangkat klien.

3. Mencari inspirasi dengan cepat

Setelah memperoleh warna dan tema, saatnya untuk mencari inspirasi. Mencari inspirasi dari buku atau internet tidak membutuhkan waktu lama. Berikut adalah dua cara memperoleh inspirasi.

Keyword Search

Saya menyarankan Anda untuk mencari inspirasi dari informasi ‘warna, tema, jenis klien, trend’ yang kita dapat dari langkah nomor 2. Misalnya, untuk inspirasi brosur, interface website, poster, atau advertising sebaiknya kita mencari di blog khusus inspirasi desain atau kreatif. Untuk memastikan hasil pencarian gunakan keywords ‘Inspirational’ atau ‘Best’. Jangan mencari inspirasi gambar di google image, sering kali hasilnya terlalu beragam sehingga tidak sesuai dengan harapan kita.

Menyerap inspirasi

Di internet, ada banyak artikel berisi daftar contoh-contoh desain tema tertentu, misalnya “30 Inspirational best car website design”. Menghadapi daftar semacam ini sebaiknya cukup dengan membaca cepat. Tidak perlu lama-lama menatap, scroll layar komputer secara cepat dan bolak-balik. Di saat yang sama, resapi warna, style, tema, efek-efek desain, dan tekstur yang digunakan. Untuk menghindari masuknya inspirasi di luar tema, usahakan hanya melihat artikel yang berhubungan dengan proyek kita.

Untuk membuktikan efektifitas tips ini, saya juga mengaplikasikannya saat membuat lagu secara cepat. Caranya dengan mendengarkan beberapa lagu yang sewarna atau sealbum tapi tidak perlu didengar satu per satu secara penuh. Berpindah dengan cepat dari satu lagu ke lagu yang lain, bolak-balik sambil menyerap yang kita butuhkan saja. Hasilnya tetap berbeda, bukan meniru.

4. Gunakan Resources Desain Gratis atau Buatan Sendiri

Di sinilah gunanya freebies. Namun, pastikan kita sudah membaca aturan dari si pembuat freebies tersebut. Biasanya freebies ini hanya berperan sebagai elemen atau bagian dari desain dan bukan desain secara keseluruhan. Jadi, secara umum, konsep, ide, dan desain tetap karya kita.

Namun perlu diingat bahwa penggunaan resource desain seperti ini tetap perlu dibatasi. Ada beberapa pekerjaan desain yang memang harus unik dan tidak mungkin menggunakan resource desain jadi. Misalnya ketika saya diminta membuat icon aplikasi Blackberry, tentu saja itu harus murni buatan sendiri.

5. Pastikan Kondisi Badan Nyaman dan Fit

Ini adalah faktor penting yang sering kali disepelekan. Untuk bisa bekerja dengan cepat, kondisi badan harus fit. Pastikan perut Anda tidak kosong. Kopi, teh, atau cemilan lainnya akan membantu meningkatkan produktivitas kerja. Asupan energi ini juga membantu pikiran kita untuk lebih fokus pada pekerjaan.

6. Gunakan Shortcut Keyboard

Biasanya para desainer pemula belum terbiasa dengan shortcut keyboard. Padahal, ini sangat membantu dalam mempercepat proses kerja. Informasi shortcut keyboard biasanya dapat ditemukan di manual program yang Anda gunakan. Awalnya akan terasa sulit, namun setelah terbiasa tubuh Anda akan mengingatnya begitu saja.

7. Cek Ulang Hasil Pekerjaan

Setelah selesai pastikan untuk selalu mengecek ulang pekerjaan Anda. Jika hal ini dilewatkan bisa jadi malah sebaliknya, membuang waktu Anda.

Dalam artikel ini, tahap sketsa tidak saya cantumkan karena kita tidak membahas tahap detail pengerjaan proyek melainkan cara cepat bekerja. Sketsa bisa saja sudah termasuk di dalamnya.

Mereka yang masih kuliah dan belum pernah mengerjakan proyek profesional mungkin akan kaget menghadapi kondisi di dunia kerja. Apa mungkin membuat logo dalam satu hari atau 3 jam? Di perkuliahan, kita memiliki banyak waktu untuk melakukan riset secara mendalam, wawancara, mencari literatur, dan asistensi puluhan kali. Well, welcome to the real world. :D Dunia kerja tidak akan sesempurna tahap-tahap pendidikan formal. Namun, jika sudah mengerti setidaknya kita bisa menyaring dan meminimalkan kesalahan.

,

19 Responses to 7 Tips Bekerja dengan Cepat dan Efektif

  1. Arif Riyanto 29 June 2011 at 12:26 pm #

    Influence dari desainer lain terkadang disalah artikan sebagai meniru, padahal inspirasi itu bisa datang darimana saja termasuk orang lain.

    • windyasari 29 June 2011 at 4:42 pm #

      Terima kasih, atas komentar nya mas arif :)
      betul sekali influence berbeda dgn meniru. Tidak masalah kita mencari inspirasi dari karya lain apalagi jika deadline mepet, asalkan kita pandai menyaring dan menyerap inspirasi tersebut :)

      • Arif Riyanto 29 June 2011 at 5:04 pm #

        Sebetulnya saya masih bingung dengan batasan istilah plagiat dalam desain.

        Berapa persen batas influence-nya terhadap desain yang kita buat. Karena tidak dipungkiri bahwa dalam membuat desain sering melihat contoh karya orang lain terlebih dahulu. Meskipun tidak “meniru” tapi sering karya kita mendekati kemiripan dengan karya yang memberi influence kepada karya kita.

      • Jeprie 30 June 2011 at 9:58 am #

        @Arif Riyanto: Sebaiknya kita tidak perlu terlalu memikirkan masalah plagiat. Selama ini, saya biasanya memulai dengan meniru desain orang lain. Tapi dalam prosesnya, akan selalu ada hal baru yang kita tambahkan dan membuat hasil akhirnya original. Kita harus menyadari bahwa originalitas karya dinilai dalam hasil akhir, bukan pada proses awalnya. Jadi, lebih baik fokus dulu pada produktivitas.

  2. Jaka @psdesain.net 30 June 2011 at 8:37 am #

    “3. Mencari inspirasi dengan cepat” ini mungkin yang sedikit menghambat kita. Sedang asik mencari inspirasi, malah kita tenggelam ke dalam dunia informasi internet dan kadang kala terlupakan dengan tujuan utama kita.

    • Windyasari 30 June 2011 at 9:41 am #

      nah mungkin kita memang harus disiplin ketika mencari inspirasi ini. Sebenarnya tidak masalah kita membuka web lain (sekedar refreshing, misal social media) jika memungkinkan, Daripada kita berusaha serius berkutat di web-web inspirasi ternyata (tanpa dikehendaki) kita malah jenuh dan akhirnya malah memperlama proses kerja yg tidak efektif, kondisi ini sering di luar dugaan. Kedisiplinan dan konsentrasi memang dibutuhkan, untuk tetap mempertahankannya memang kondisi harus fit seperti di poin no.5 :)

  3. Jeprie 30 June 2011 at 10:06 am #

    Terima kasih tips-tipsnya. Terutama tentang menyerap inspirasi, itu teknik yang baru buat saya.

    • Windyasari 30 June 2011 at 10:26 am #

      sama-sama, mas jeprie. senang sekali bisa berbagi di sini :D

  4. ada-akbar.com 30 June 2011 at 11:19 am #

    Ga mudah berkerja cepat..
    paling vital si kesehatan.
    kalo uda kesehatan oke,dan semangat tinggi ..
    kerja akan lebih cepat .itupun harus ditunjang pengalaman dan keahlian yang memadai

    • Windyasari 30 June 2011 at 11:28 am #

      @ada-akbar betul, dan komputer yang memadai yaa :D
      selain kondisi badan dan keahlian, pada akhirnya kedisiplinan dan daya otak kita merespon pekerjaan

  5. Kaget 1 July 2011 at 7:06 pm #

    Baru ini baca tips Desain Digital, lumayan membantu. Apalagi soal pilah pilih perusahaan :D

  6. windyasari 1 July 2011 at 10:09 pm #

    @kaget trima kasih udah mampir :)

  7. Hanif Mahaldi 1 July 2011 at 10:30 pm #

    wah, tipsnya memang sudah diuji coba ya? terasa sekali banyak prakteknya, banyak take actionnya, dan gak bisa cuma konsep, musti lebih banyak komunikasi dengan klien agar ide kita sama klien ada titik temunya.

    • windyasari 2 July 2011 at 5:28 pm #

      @hanif mahaldi iya, hanif ini semua menurut pengalaman saya. Poin-poin di atas dijalankan dan mengalir begitu saja, namun saya terpikir mencoba untuk diuraikan dan diingat-ingat apa saja yang saya lakukan kalau sedang bekerja :)

  8. Joko Sutarto 2 July 2011 at 4:53 pm #

    Ada penulis tamu rupanya. Lama tak berkunjung kesini jadi nggak tahu. Salam kenal, Mbak Windyasari.

    Kesimpulan di paragraf terakhir itu saya rasa berlaku di pekerjaan apapun. Seringkali dalam bekerja itu tak sama dengan teori yang diajarkan dalam bangku kuliah (sekolah). Banyak prakteknya yang mengabaikan teori-teori dan menuntut harus cepat. Jadi tuntutan bekerja cepat dan efektif itu sudah wajib hukumnya di dunia profesional.

    • windyasari 2 July 2011 at 5:31 pm #

      @joko sutarto iya sama-sama mas joko. terima kasih sudah membaca :) betul awalnya waktu jadi fresh graduate saya cukup kaget dengan dunia kerja yang benar-benar berbeda dengan kuliah. Namun ilmu yang kita dapat dari kuliah ataupun non formal sangat membantu kita ketika menghadapi situasi ini.

      • Jeprie 2 July 2011 at 7:57 pm #

        Karena belum pernah belajar formal, saya juga kaget sampai ada wawancara dan asistensi segala. :)

        Setelah terbiasa dengan dunia kerja, saya yakin desainer dengan latar pendidikan formal bisa bekerja lebih baik.

  9. zahida zakaria 2 July 2011 at 6:24 pm #

    saya setuju sama pak jeprie. sering sahaja kita terinspirasi dari desain yang kita lihat. cuma jangan biar 100 peratus sama. di akhir sekali pasti ada bedanya. saya rasa semua desainer begitu. mereka juga terinspirasi dari karya orang lain.

  10. windyasari 3 July 2011 at 1:15 am #

    @jeprie: hehe sebenarnya wawancara buat pengumpulan data riset aja, mas jeprie dan hanya salah 1 teknik sama seperti membuat quesioner misalnya :) untuk sistem kerja cepat ini biasanya tidak ada waktu untuk riset mendalam sedangkan kita atau perusahaan tempat kita bekerja juga sudah deal dengan klien…

Tinggalkan komentar Anda.