Top Menu

Dapatkan buku The Power of Photoshop. Disertai bonus video tutorial. Harga: Rp 78.800 Rp 54.500

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Ada banyak tutorial Photoshop yang tersedia di internet, hampir semuanya gratis. Tentu saja ini berarti tantangan bagi Anda jika ingin menulis sebuah tutorial. Dalam artikel ini, saya jelaskan beberapa faktor yang membuat sebuah tutorial berkualitas. Semua poin disertai dengan contoh tutorial yang saya ambil dari situs-situs tutorial terkemuka.

1. Hasil yang bagus

Faktor paling pertama yang menentukan kualitas sebuah tutorial adalah hasil akhirnya. Ini juga menjadi pertimbangan pertama bagi semua situs yang membeli tutorial-tutorial berkualitas.

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Lihat gambar buatan Nik Ainley di atas. Gambar di atas adalah salah satu gambar seni tipografi paling terkenal di dunia. Gaya gambar ini telah menjadi trend dan banyak ditiru oleh para artis. Melihat gambar sebagus ini, siapa yang tidak tertarik untuk melihat tutorial cara pembuatannya?

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Tutorial Create a Floating Island Scene Similar to James Cameron’s Avatar memperlihatkan manipulasi foto yang sangat out of the world. Gambar yang dihasilkan terinspirasi dari kondisi alam Pandora di film Avatar yang juga sangat terkenal. Semua orang pasti tertarik untuk mengetahui proses di balik pembuatannya, mulai dari pengguna Photoshop hingga fans Avatar.

2. Ide yang unik

Kita tahu bahwa tujuan utama tutorial adalah mengajarkan. Masalahnya setiap projek gambar biasanya berkutat pada teknik itu-itu saja. Misalnya manipulasi foto pasti membahas pembuatan seleksi, masking, dan adjustment layer di akhir. Bukankah akan lebih bagus jika kita bisa mempelajari teknik yang benar-benar baru?

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Dalam tutorial Quick Tip: Create a Complex Pattern by Nudging Smart Object, saya menunjukkan cara pembuatan pola rumit dengan teknik yang benar-benar unik. Sebelumnya, tidak ada satu pun tutorial membahas teknik pembuatan pola yang bisa berlaku dalam semua kondisi.

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Tutorial Create amazing water-drenched photomontages dari Nik Ainley memperlihatkan konsep yang unik, mengganti tubuh manusia dengan air. Teknik yang digunakannya pun unik, memilih air menggunakan mask dari channel warna. Ini adalah salah satu teknik terpintar karena selain cepat, hasilnya pun sangat bagus.

3. Setiap langkah dijelaskan secara detail

Sebuah tutorial yang baik akan menjelaskan secara lengkap langkah yang dilakukan penulisnya hingga memperoleh hasil akhir. Tidak boleh ada ruang yang membuat pembaca bertanya-tanya, “Bagaimana langkah 2 bisa berakhir jadi langkah 3?”

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Tutorial How to Break an Egg in Photoshop menunjukkan cara menggambar sebuah telur pecah di Photoshop. Tutorial ini memiliki lebih dari 50 langkah, semua dijelaskan hingga detail-detail terkecil. Dengan melihat gambar-gambarnya, kita bisa melihat secara terperinci langkah yang dilakukan hingga diperoleh gambar telur yang realistis.

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Tutorial The Making of Mystic dari Nik Ainley membahas secara detail dan terperinci. Setiap perubahan kecil diperlihatkan dan disertai dengan penjelasan yang cukup panjang. Dengan membaca tutorial ini Anda bukan saja belajar teknik tapi juga bisa mengintip cara kerja seorang artis professional tingkat dunia. Sungguh suatu kesempatan yang langka.

4. Membahas konsep yang lebih luas

Tutorial haruslah memberi gambaran yang lebih luas dari sekedar teknik Photoshop. Mungkin Anda bertanya, “Bukankah seharusnya tutorial Photoshop membahas teknik Photoshop?” Memang ya, tapi pembaca juga harus memahami kenapa teknik itu digunakan dan dalam kondisi apa saja. Selain itu, dalam kondisi real, sebuah projek tidak selalu mengandalkan teknik-teknik Photoshop. Misalnya, kadang dalam sebuah projek kita akan menggabungkan elemen 3D, gambar manual, desain karakter, dan manipulasi foto. Tentu saja sulit sekali untuk berharap hanya pada Photoshop. Jadi, ketika menulis tutorial, buat pertanyaan sederhana, “Selain teknik Photoshop, skill apa lagi yang bisa diperoleh pembaca dari tutorial ini?”

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Tutorial Creative Photo Composition: Get More Out of What You’ve Got dari Collis, pendiri Psdtuts+ hanya menggunakan teknik-teknik sederhana. Cropping dan Masking. Yang terpenting dalam tutorial itu bukan memahami tekniknya, tapi memecahkan salah satu masalah yang sering dialami desainer, source file yang buruk.

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Alex Beltechi melakukan pendekatan unik dalam tutorial How to Create a One-of-a-Kind Twitter Background in Photoshop. Proses menggambar dimulai secara manual menggunakan pensil di kertas kalkir kemudian di-import ke Photoshop. Di sini, Beltechi membahas teknik tracing manual, membuat efek pencahayaan dalam gambar, termasuk memilih pensil yang digunakan ketika menggambar. Materi ini merupakan materi yang diajarkan di kuliah seni Beltechi dan tentu saja berguna bagi para desainer yang belajar secara otodidak.

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Tutorial Killer 3D Poster Design with 3DS Max & Photoshop menunjukkan secara lengkap pembuatan teks 3D untuk projek poster. Tutorial ini sangat lengkap, membahas mulai dari mendesain text di Illustrator, modelling di 3Ds Max, rendering dengan V-Ray, dan finishing di Photoshop. Anda bisa belajar beberapa software hanya dari tutorial ini. Kelebihan lainnya, Anda bisa mengetahui proses nyata yang terjadi dalam sebuah desain karena tutorial ini memang berdasarkan pada projek sesungguhnya.

5. Disertai file source dan hasil

Semua tutorial sebaiknya selalu disertai dengan source file dan hasil akhirnya. Yang dimaksud source file adalah segala sesuatu yang digunakan dalam tutorial.Ini bisa berupa stock foto, brush, tekstur, actions, bahkan file setting untuk pencahayaan 3D. Semua source harus disertakan, tanpa kekecualian. Dengan cara ini, selain mempermudah pembaca Anda juga menghormati pemilik stock yang digunakan. Dalam hal ini, etikanya adalah selalu memberikan link pada halaman download tidak langsung pada filenya.

Mengingat file akhir sering kali sangat besar, bisa ratusan MB, tidak semua situs sanggup melakukannya. Tutorial9 menyediakan secara gratis, Psdtuts+ hanya menyediakan file akhir bagi member dengan biaya $9 per bulan, sebagian lagi menyimpannya di situs hosting file gratis semacam rapidshare atau mediafire.

5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

Dalam kasus ini, contoh yang bagus adalah tutorial How to Create a Matte Painting Inspired Scene. Tutorial ini memberikan daftar lebih dari 15 source file yang digunakan.

Kesimpulan

Jadi, inilah lima faktor yang harus Anda pertimbangkan ketika menulis sebuah tutorial. Jika tutorial Anda sudah memenuhi kelima faktor ini, maka besar kemungkinan Anda bisa menjualnya dengan harga yang lumayan tinggi. Apakah masih ada faktor lain yang terlewat? Jika ya, beritahu saya lewat komentar di bawah.

, ,

37 Responses to 5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas

  1. ajir 21 June 2010 at 6:55 pm #

    ada tambahan bg jep, teknik penulisan juga sangat berpengaruh dalam sebuah tutorial..seperti bahasa yg mudah dimengerti, alur tutorial yg mengalir, dsb.

    • Jeprie 21 June 2010 at 9:17 pm #

      Terima kasih tambahannya.

      Bahasa mudah dimengerti dan alur tutorial yang mengalir sudah menjadi standar sebuah tutorial. Kedua faktor ini tidak secara otomatis menjadikan sebuah tutorial berkualitas tinggi. Artikel ini lebih menyoroti faktor yang mengangkat kualitas sebuah tutorial dari sekedar biasa-biasa saja ke tingkatan lebih tinggi.

      • ajir 21 June 2010 at 10:30 pm #

        sepertinya poin 1 jg menjadi standar keharusan sebuah tutorial bg.. :D

      • Jeprie 21 June 2010 at 10:38 pm #

        Sebuah tutorial bisa saja hasilnya biasa, tidak terlalu wah. Banyak sekali contohnya, misalnya mengganti warna mata, mewarnai foto hitam putih, atau menghilangkan jerawat. Hasilnya ya tutorial standar, tidak akan begitu menonjol. Pastinya tidak masuk standar situs besar seperti yang sudah saya bahas sebelumnya.

        Tapi jika hasilnya luar biasa, tutorialnya kemungkinan besar akan berkualitas tinggi. Kemungkinan dibeli mahal juga besar.

  2. Joko Sutarto 21 June 2010 at 8:22 pm #

    Mungkin satu poin lagi yang perlu ditambah, ini tak wajib tapi bisa dipertimbangkan sebagai nilai tambah juga, adanya video yang menyertai tutorialnya. He…He…. Maklum ada orang-orang yang bebal seperti saya yang tetap tak semudah itu untuk mencerna sebuah tutorial.

    Oh, ya Mas Jeprie kalau saya baca judulnya “5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas” dan setelah menyimak bahasan dan kesimpulannya, pertanyaan saya yang orang awam: Kelima Faktor-faktor ini hanya berlaku untuk Tutorial Photoshop (desain) saja ataukah tutorial secara umum? Karena di judul tak disebutkan Photoshop (desain) tapi di bahasannya yang dibahas tentang desain Photoshop semuanya. Terima kasih sebelumnya.

    • Jeprie 21 June 2010 at 9:31 pm #

      Betul juga, video bisa menjadi nilai tambah karena ada juga teknik yang sulit dijelaskan lewat tulisan misalnya di tutorial program 3D. Hanya saja, saat ini tidak semua orang bisa mengakses video di internet. Jadi, tutorial video lebih cocok untuk dijual di DVD daripada di internet.

      Contoh yang digunakan di sini adalah tutorial Photoshop tapi secara umum ini berlaku untuk semua tutorial. Paling akan ada perbedaan dalam teknis penulisan. Misalnya dalam tutorial programming, kita tidak mungkin menjelaskan detail sedikit demi sedikit seperti di Photoshop. Di tutorial programming akan lebih mudah untuk membahas langsung satu fungsi sekaligus daripada per baris.

    • Jeprie 21 June 2010 at 9:45 pm #

      Selain itu, video juga terlalu menyulitkan bagi pembuatnya. Untuk menghasilkan video yang berkualitas, bebas noise, kita perlu melakukannya di studio khusus, tidak mungkin di rumah dengan peralatan standar.

      Bagi pemilik situs, bandwidth yang dibutuhkan video terlalu besar dan tentu berarti extra cost.

      • Joko Sutarto 21 June 2010 at 10:50 pm #

        Kalau masalah susah buat videonya, saya rasa tidak sesulit itu sepertinya, Mas. Masih lebih susah bikin content tutorialnya (kalau saya). He2…. Karena video tutorial semacam ini, kan hanya merekam pergerakan cursor, slide per slide display dan capture pada monitor komputernya saja, jadi saya rasa pakai program pembuat video sejenis CamStudio sudah cukup, Mas.

        Kalau untuk video makan space penyimpanan yang gede, ini saya sependapat. Disamping itu video juga butuh bandwidth yang tinggi pula untuk mengaksesnya. Apalagi video high resolution. Benar sekali ini extra cost.

      • Jeprie 21 June 2010 at 10:58 pm #

        Membuat video-nya memang gampang pak. Bisa dibuat di rumah dengan camtasia, di laptop juga lancar. Saya sudah biasa buat untuk bonus buku.

        Yang sulit itu suaranya pak. Di kondisi biasa, noise-nya besar sekali. Di Elex juga proses pengisian suara video tutorial dilakukan di studio khusus. Untuk di internet, rasio kompresinya lumayan besar dan ini membuat noise sulit sekali dihilangkan.

  3. Joko Sutarto 21 June 2010 at 11:17 pm #

    Itulah makanya suara videonya kadang ditutupi dengan background musik. Rupanya ini alasannya. Untuk menutupi noisenya. He…He….

    Mas Jeprie lagi online juga rupanya sehingga sangat cepat mereplynya. Terima kasih, Mas Jeprie untuk pencerahannya. Untuk urusan begini saya perlu belajar banyak dari Mas Jeprie. Kapan-kapan saya ingin berdiskusi lagi, Mas kalau tidak keberatan. Maaf, sudah mengganggu waktunya.

    • Jeprie 22 June 2010 at 6:47 am #

      Terima kasih. Nanti kita teruskan lagi diskusinya jika ada topik baru.

  4. Lintang Hamidjoyo 21 June 2010 at 11:25 pm #

    Salam kenal Mister, mohon izin berguru —–

    • Jeprie 22 June 2010 at 6:56 am #

      Salam kenal juga. Silakan.

  5. M. Aris Taufik 22 June 2010 at 11:21 am #

    wahh.. ane, ketinggalan,, pasti postingnya ini malam hari..

    • Jeprie 22 June 2010 at 3:29 pm #

      Tidak, ini diposting sore hari.

  6. IkazNarsis 22 June 2010 at 4:46 pm #

    wah masih banyak poin-poin yang belum saya penuhi hehe. Tapi setidaknya dengan begini saya bisa mudah untuk membuat langkah-langkah agar tutorialnya berkualitas..

    thanks mas jep.. izin Ctrl+D dulu..

    • Jeprie 23 June 2010 at 9:39 am #

      Mudah-mudahan ini bisa jadi panduan untuk menghasilkan tutorial yang berkualitas, bukan sekadar tutorial asal jadi.

  7. Adhie // DesainQu 22 June 2010 at 10:26 pm #

    Abis membaca artikel ini saya jadi merasa kecil ya? hehe. Sepertinya ada standar yang harus saya naikin nih :p

    • Jeprie 23 June 2010 at 9:38 am #

      Kita tidak selalu harus memenuhi kelima standar ini karena pasti sulit, terutama poin 2 dan 4. Walaupun begitu, diusahakan setidaknya ada dua atau tiga faktor yang bisa kita ambil, minimal source file yang lengkap (poin 5) dan menjelaskan secara detail (poin 3).

  8. Irfan Gallery 28 June 2010 at 4:53 pm #

    ooh, begitu yah…

    wah, Irfan bisa belajar banyak banget disini…

    web nya bagus banget, cocok buat yang ingin belajar design kayak irfan…

    izin jadi muridnya y om jeprie :)

    hehe..

    • Jeprie 28 June 2010 at 5:25 pm #

      Silakan, sering-sering saja datang ke sini.

  9. Richard Fang @ Jurus Grafis 2 July 2010 at 2:25 pm #

    nice tips nih dari yg udah berpengalaman :D

    • Jeprie 2 July 2010 at 5:58 pm #

      Trims. Memang ini berdasarkan pengalaman saya menulis di beberapa situs.

  10. Graha Nurdian 6 July 2010 at 10:58 am #

    Seems interesting writing tutorial buat website lain yah, tapi saya rasa mungkin 2 atau 3 tahun kedepan ketika rasa malas saya sudah hilang :D

    • jeprie 6 July 2010 at 10:33 pm #

      Silakan. Menulis tutorial memang butuh energi ekstra. Apalagi untuk situs-situs besar.

  11. dimasangga 4 October 2010 at 9:12 am #

    Faktor ke-3 itu poin yang paling sering dilanggar di tutorial2 desain grafis yang pernah saya temui.

    IMO, hendaknya si penulis memiliki anggapan dalam benaknya bahwa semua pembacanya adalah pemula. Jadi setiap langkahnya harus dijelaskan sejelas-jelasnya walaupun itu hal yang sepele.

    Tapi jika kita terlalu detail menjelaskan hal-hal yang dianggap sepele, nanti malah dicomplaint sama yang udah paham PS.

    hehehe
    pusing. :P

    • jeprie 4 October 2010 at 4:57 pm #

      Harus disesuaikan juga dengan target pembacanya. Kalau memang untuk sangat pemula, bahkan klik terkecil harus diperlihatkan gambarnya.

      Menjelaskan terlalu detail juga sebetulnya tidak bagus karena pasti bisa membuat tutorial terlalu panjang. Misalnya, tutorial-tutorial di situs ini rata-rata di atas 20 langkah. Kalau penjelasannya mungkin bisa lebih dari 100 langkah. Jadi, detail di sini tidak berarti semua harus dibahas. Pembaca sebaiknya aktif bertanya jika ada kesulitan.

      • dimasangga 5 October 2010 at 5:54 am #

        Mungkin itu kali ya fungsinya tag info begginer, intermediate, sama advance.
        Tapi gak sedikit yang kemampuan photoshopnya begginer tapi nyoba-nyoba ngikutin tutorial yang ditujukan untuk intermediate. Jadinya malah men-judge toturialnya yang gak lengkap. :hammer:

      • jeprie 5 October 2010 at 7:05 am #

        Ya, betul kadang mereka malah mengkritik tutorialnya. Dibilangnya tidak lengkap, tidak jelas, dst. Padahal skill mereka yang terlalu minim. Kalau setiap tutorial harus menjelaskan konsep dan teori secara lengkap pasti menyulitkan penulisnya.

  12. Huda 31 December 2010 at 11:23 am #

    Mencerahkan sekali

    Saya jadi makin tertarik untuk menulis tutorial.
    Hm..sayanganya kegiatan saya cukup padat, jadi tidak punya banyak waktu untuk menulis tutorial

  13. kamal izzat 23 January 2011 at 8:46 am #

    mas, saya ada usul nih bagaimana tutorial yang mas buat juga disertai video tutorial

  14. Asep 12 November 2013 at 10:27 am #

    ajib singkat padat jelas. disni tempat paliing enak buat baca-baca

Trackbacks/Pingbacks

  1. 5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas | DesainDigital | Cari Judul Skripsi, Makalah, Laporan - 21 June 2010

    [...] the original post: 5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas | DesainDigitalTags: artikel-ini, beberapa-faktor, saya-jelaskan, [...]

  2. Mega Collection - Kumpulan Artikel Penting Mengenai Blogging dan Tips Menulis Berbahasa Indonesia Yang Wajib Anda Baca ! - 24 October 2010

    [...] 5 Faktor Yang Membuat Sebuah Tutorial Berkualitas [...]

Tinggalkan komentar Anda.